"Aku takkan meninggalkanmu sampai kapanpun... Percayalah padaku, aku selalu mencintaimu."
Sebuah kata-kata dari Hoshi yang tak pernah ku lupakan.
Bukan sebuah kata-kata yang indah, bukan juga omong kosong.
Kata-kata itu benar adanya.
Namaku adalah Sena Arloka, hanya seorang pelajar biasa di Negeri Sakura Jepang.
Aku tak jauh berbeda dari yang lainnya, bersekolah, bermain, dan bersenang-senang mengisi hari-hariku.
Aku mempunyai seorang kekasih hati, dia adalah lelaki yang sangat ku cintai dan ku banggakan.
Aku merasa sangat beruntung bisa dicintai olehnya.
Namanya adalah Hoshi Sagita, juga seorang pelajar sepertiku.
Begitu banyak hari yang ku lalui bersamanya.
Belajar bersamanya, bermain bersamanya, kencan dengannya, nonton dengannya, dan berangkat sekolah pun selalu bersamanya.
Tak ada hari yang ku lewatkan tanpanya.
Sebenarnya pertemuan pertamaku dengannya sangatlah aneh.
Kenapa tidak, aku yang sama sekali tak kenal dengannya tiba-tiba diajaknya berpacaran.
"Aku sudah lama mencarimu, sekarang aku takkan pergi darimu!"
Itu lah kata-kata pertamanya padaku.
Aku sempat berpikir dia adalah orang gila.
Mencariku apanya, takkan pergi dariku katanya.
Aku sama sekali tidak mengerti apa yang dia katakan, bahkan aku sama sekali belum pernah bertemu dengannya ataupun mengenalnya.
Aku juga tak pernah berkenalan dengan orang lewat sosmed. Tapi yang membuatku bingung, dia mengenaliku sangat dalam.
Dia tahu siapa namaku, dia tahu makanan apa yang kusuka, dia juga tahu apa yang tidak kusuka.
Yang lebih membuatku aneh adalah kenapa hatiku bisa menerimanya begitu saja, dan mengapa aku bisa senyaman ini bersamanya. Tapi aku sungguh tidak peduli, sekarang aku sangat mencintainya.
"Ahahaha, apa sih... Gak lucu tauk!" aku mencoba menahan tawaku melihat tingkah lucunya di layar ponselku.
Tanpa terasa aku sudah berjam-jam video call dengannya.
"Tuan Putri, apakah kamu sudah mengantuk?" ucapnya dengan gaya bicara Jepang kuno.
"Tidak Pangeran, mataku masih kuat untuk menatapmu" aku pun menanggapinya dengan nada bicara yang kuno juga.
"Jangan menatapku terus, tidurlah dan sampai jumpa untuk besok,"
"Emmm... Baiklah-baiklah aku akan tidur" ucapku sambil memejamkan kedua mataku.
"Selamat tidur, Tuan Putriku"
Mendengar ucapan itu membuat hatiku bergetar. Begitu bahagia terasa dalam hatiku.
Tanpa sadar, aku pun sudah tertidur pulas setelah mendengar ucapan selamat tidur yang romantis darinya.
Keesokan harinya, aku dan dia sedang menyambut malam pesta kembang api yang di adakan setiap malam pergantian tahun di Jepang.
Aku memakai kimono agar terlihat lebih cantik dihadapannya, perempuan Jepang yang memakai kimono kecantikannya akan bertambah.
Hoshi juga memakai kimono, sungguh ia sangat tampan bagiku.
Ditambah rambut putihnya itu, aku tidak tahu kenapa rambutnya putih. Padahal sebelumnya rambutnya berwarna hitam kecoklatan.
"Apa kamu mengecat rambutmu?" tanyaku.
"Ahh iyaa... Apakah terlihat jelek?"
"Tidak, kamu selalu tampan!" pujiku.
Ia pun tersenyum sambil menggenggam erat tanganku.
Aku cukup merasa bahagia, kami menghabiskan waktu berkeliling di pasar malam hanabi.
Hingga akhirnya Hoshi membawaku ke tempat yang sepi.
Ia berniat untuk melihat kembang api hanya bersamaku tanpa ada siapapun yang mengganggu.
Yah aku setuju, aku juga tak ingin diganggu kalau sedang berduaan dengannya.
Hingga kembang api pun mulai menghiasi langit pada malam tahun baru.
Aku menikmati pemandangan itu sambil bersandar mesra di sampingnya.
"Indahnya!" ucapnya terkagum melihat ledakan-ledakan kembang api yang berwarna warni di langit.
"Iya, sangat indah!" balasku sambil mengeratkan pelukanku di tangannya.
"Kamu sangat menyukainya?" tanyanya.
"Iyaa," jawabku.
Aku dan Hoshi pun terus menikmati malam pada tahun baru itu.
Hingga pada akhirnya...
"Aku takkan meninggalkanmu sampai kapanpun... Percayalah padaku, aku selalu mencintaimu." ucapnya sangat tulus.
"Aku percaya padamu" sungguh aku sangat percaya seluruh pada kata-katanya.
"Aku takkan pernah pergi darimu..."
Seketika tubuh Hoshi bersinar, aku sangat bingung apa yang telah terjadi.
"Kita hanya akan terpisah sebentar."
Mendengar perkataan itu, aku merasakan hal yang buruk akan terjadi.
Selain itu tubuhnya juga bersinar sangat terang.
"Apa maksudnya?"
"Jangan bicara begitu, kita akan terus bersama"
"Aku percaya kamu takkan pernah pergi dariku!"
"Aku percaya semua kata-katamu!"
Entah kenapa aku merasa ia akan pergi jauh dariku.
Hatiku juga merasakan sakitnya.
Hoshi memegang kedua pundakku dan berkata, "Aku harap kamu selalu percaya akan kata-kataku."
"Aku percaya!!"
Cahayanya pun semakin terang menyinari tubuhnya.
"Sampai jumpa lagi, Tuan Putriku!"
Seketika tubuh Hoshi hancur menjadi butiran-butiran cahaya, lalu cahaya-nya diterpa oleh angin malam itu.
Air mataku seketika mengalir melihat Hoshi yang lenyap tepat dihadapanku.
Aku menangis sejadi-jadinya pada malam itu, aku sungguh tak bisa ditinggal olehnya.
Aku sungguh ingin dia selalu ada di dekatku.
Aku selalu mencintainya.
Aku tak ingin dia pergi.
"Tidak!!!"
"Kamu kemanaaa!!!"
"Jangan pergi!!"
"Hiks...Hiks!!"
"Kumohon, Jangan pergi!!"
"Hoshi!! Jangan pergi tinggalkan aku!!"
.......
............
................
...................
Pada masa yang berbeda...
Sena adalah perempuan populer di sekolahnya.
Ia adalah perempuan yang sangat berbakat, ia menjadi peringkat 1 di sekolahnya.
Banyak pria yang jatuh hati pada Sena, namun Sena tak memperdulikannya.
Hingga pada suatu hari, seorang lelaki culun berkacamata menghampiri tempat duduk Sena.
Semua orang menatap heran pada laki-laki itu, begitupun Sena, ia juga sangat aneh melihat lelaki yang berdiri didepan mejanya.
"Aku sudah lama mencarimu, sekarang aku takkan pergi darimu!" ucap lelaki itu.
Sena sangat bingung apa yang lelaki itu katakan.
Karena Sena sama sekali tidak mengenalinya.
"Maaf, kamu siapa ya?"
"Aku Hoshi, kekasihmu" jawab Hoshi.
"Maaf, aku tidak meng–"
Seketika air mata Sena mengalir membasahi wajahnya.
"Ehh??"
"Kenapa aku menangis?" batin Sena bingung.
Selesai.
Semoga terhibur dengan ceritanya.