entah apa yang terjadi pada Dara sampai-sampai ia terpaksa terbaring tak berdaya di rumah sakit, matanya nampaknya tak melihat dunia lagi, detak jantungnya mulai melalemah, nafasnya terpaksa bergantung pada alat bantu rumah sakit.
air mata terus menjayuhi tubuhnya yang sudah tak berdaya, jarinya begitu dingin sedingin es, namin alat medis masih berkata kalau nyawa Dara masih ada.
Tangis sang mama begitu penuh dengan kasih sayang. Ia memeluk tubuh Dara yang sudah tak berdaya, dan menitihkan harapan kalau keajaiban akan datang.
papa, mama, kakak-kakaknya serta sanak keluarga silih berganti memasuki ruangan yang begitu sunyi, ruangan yang ditempati oleh tubuh gadis remaja yang saat ini terbaring tak sadarkan diri.
Iringan doa terus menemani Dara dalam kesunyian dengan harapan Tuhan dapat mendengar setiap doa, doa dari orang-orang yang sangat menyayangi Dara, doa dari orang-orang yang berharap akan kesembuhan seorang gadis remaja yang begitu semangat.
"Aku rindu melihat tingkahnya yang begitu bersemangat, senyumnya yang terus berkobar, dan candanya yang terus berbagi" Terang Dion kakak tertuanya
Hanya keajaiban yang dapat menolongnya dari maut yang sebentar lagi akan menjemputnya. Seorang gadis remaja yang masih memiliki segudang mimpi, gadis remaja yang masih memiliki sejuta harapan kini terbaring tak berdaya.
Hari demi hari tak mendatangkan perubahan pada kondisi Dara, para dokter sudah angkat tangan dengan kondisi Dara saat ini, sanak keluarga telah mengikhlaskan jika suatu hari terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, namun sang mama masih menyimpan sejuta harapan kalau suatu saat anak perempuannha terbangun dan memeluk dirinya sambil memanggilnya.
Sementara dari kejauhan Dara melihat semua yang terjadi, apa yang dilakukan sanak keluarganya termasuk sang mama yang setia menemaninya dua puluh empat jam.
"Kenapa baru sekarang kalian melakukan semua ini padaku, padahal aku sudah mengharapkannya sejak dulu" keluh Dara menjatuhkan air mata
"Aku selalu berharap mama membasuh kepalaku dengan penuh kasih sayang, memelukku dengan penuh kehangatan, dan menciumku dengan penuh cinta" pinta Dara
"Kenapa saat ini baru tiba Ya Allah disaat tubuh dan ragaku sudah tak bersatu lagi, disaat aku tak dapat merasakan tiap detik dekapan itu" Kata Dara sambil menjauh dari orang-orang yang setia menemani tubuhnya yang tak berdayaa lagi.
Silih berganti orang-orang menggenggam tangan Dara yang dingin, wajah Dara seakan basah, akankah Dara mendengar dan merasakan setiap kata yang terlintas dari bibir orang-orang yang menyayanginya.
Matanya seperti meneteskan air mata, yang entah itu air mata kebahagiaan ataukah kesedihan, namun keluarganya termasuk sang mama berharap Dara dapat merasakan kalau semua orang berharap kesembuhannya, kalau semua orang rindu akan canda tawanya.
"Kenapa kamu menjauh dari keluarga yang sangat menyayangimu, dari keluarga yang berharap kamu membuka mata"ketus seseorang yang mengagetkan Dara.
"kakek bisa melihatku ?" tanya Dara terkejut
"Iya" jawab orang tersebut singkat
"Aku tak tahu harus melakukan apa, aku kecewa sama mereka" jawab Dara dengan nada sedih
"Apa maksud kamu berkata seperti itu?"Tanya orang yang dapat melihat roh Dara yang lagi bersedih
"Kenapa mereka seperti itu di saat nyawaku hanya bertahan karena alat medis, padahal sejak dulu aku sudah mengharapkan semua itu" Terang Dara sambil meneteskan air mata
"karena terkadang kita tidak pernah menyadari seberapa pentingnya orang itu saat dia masih bersama kita, kita baru menyadari disaat kita sudah akan kehilangannya. oleh sebab itu ungkapkan apa yang ada dihatimu, ungkapkan apa yang kamu rasakan & inginkan, ungkapkan selagi itu masih bisa di ungkapkan. karena dengan begitu kamu membantu menyadarkan mereka kalau kalian masih saling membutuhkan" Terang oranh tersebut
"Dulu aku berharap mama memelukku dengan penuh kasih sayang, aku berharap papa dan kakak-kakakku mencium keningku dengan penuh cinta"keluh Dara
"Tapi apa, mereka semua sibuk dengan urusan mereka masing-masing, papa dan mama gila kerja, sementara kakak yang aku harapkan dapat memberikan sedikit waktunya untuk aku, malah sibuk dengan urusannya sendiri" tambah Dara
"Mereka pikir aku hidup hanya butuh uang, uang, dan uang. Tapi mereka salah, aku tidak butuh uang yang berlimpah, aku hanya butuh perhatian dan kasih sayang dari mereka" Kata Dara dengan lirihnya
"Dan kenapa mereka melakukan semua itu disaat aku sudah tak dapat merasakan apa-apa, disaat aku sudah hampir meninggalkan mereka untuk selamanya" Tegas Dara
"Tak ada kata terlambat, kamu masih bisa merasakan semua itu jika kamu ingin kembali ke tubuh kamu, kamu bisa merasakan bagaimana rasanya dekapan ibu yang sangat menyayangi anaknya, ciuman hangat seorang ayah dan kakak yang sangat mengharapkan anak dan adiknya kembali untuknya"terang orang itu lagi
"semua sudah terlambat Tuhan sudah berkata lain pada nasibku, mungkin ini sudah takdir kalau aku harus pergi dari orang-orang yang sangat aku sayangi" bela Dara
"kenapa kakek bisa melihatku" Tanya Dara penasaran
"itu semua karena izin Allah swt" jawab orang itu singkat
"Andai Allag swt. mengizinkan mamaku melihat ragaku walau sekali saja" Pinta Dara
"Memang apa yang ingin kamu lakukan jika Allah swt. mengizinkan hal tersebut" Tanya orang tersebut lagi
"Andai kesempatan itu datang padaku, aku ingin memeluk mama untuk terakhir kalinya, merasakan dekapan yang selama ini aku rindukan, merasakan peluk hangat yang selama ini tidak kurasakan lagi"Jawab Dara sambil meneteskan air mata
"Aku ingin mama memeluk ragamu yang sangat mengharapkan hal itu"Tambah Dara
tiba -tiba orang itu meninggalkan Daea yang sedang dalam kesesalan.
malam datang menyambut, membuat semua orang terlelap karena rasa lelah yang tak dapat dicegah oleh tubuh mereka. hanya sang mama masih setia menunggu Dara yang masih tak sadarkan diri
"mama...."terdengar suara penuh cinta memanggil
dengan spontan tubuh mama berbalik mencari ke arah suara yang tak asing di telinganya
"Ma untuk terakhir kalinya aku harap mama mau memberikan pelukan hangat mama untukku, untuk mengobati kerinduanku akan kehadiran mama selama ini"Terang Dara penuh harap
"Sayang jangan ngomong seperti itu, mama ngga mau kehilangan kamu"jawab sang mama
"Ma.., aku mohon ma, peluk aku" pinta Dara yang tak tahan lagi dengan apa yang selama ini harapkan
Mama dengan penuh cinta dan tanpa pikir panjang memeluk raga anaknya
"Inikah rasanya pelukan yang selama ini aku nantikan, pelukan hangat yang sempat aku lupa bagaimana rasanya" tutur Dara dalam hatinya
"Ya Allah aku rela dan ikhlas jika engkau mencabut nyawaku saat ini juga, karena saat ini aku sudah merasakan apa yang ingin aku rasakan selama ini" kata Dara di lubuk hatinya
Tiba -tiba tubuh Dara menghilang, sang mama begitu sedih dan tak sar teriak memanggil nama Dara yang akhirnya membangunkan semua orang
Dara terbangun
"Ya Allah ternyata semua ini hanya mimpi, tapi kenapa semua ini seperti nyata"keluh Dara sambil membasuh wajahnya yang meneteskan air mata
"Ya Allah terima kasih karena engkau masih memberiku kesempatan untuk merasakan dekapan hangat seorang ibu di dunia nyata, di saat aku masih sadar bukan saat nyawaku sudah di ujung tanduk" Ucap Syukur Dara sambil memeluk sang mama penuh cinta