Setiap hari ditampar, setiap hari dicibir, setiap hari di pukuli menggunakan benda benda tajam, semua yang mereka lakukan kepadaku, suatu saat nanti, akan kubalaskan.. suatu hari nanti..
"Hei, kau anak sialan! cepat belikan aku makanan!" ujar pria tua itu.
"..Uang..?" jawab perempuan itu menatap dingin
"Tuh! ambil!" balas pria tua itu sambil melemparkan recehan koin ke wajah perempuan itu
"..Ini ngga cukup.."
"Tambahin dong kalo ngga cukup! repot amat!" jawab pria tua itu kesal
Perempuan itu bernama Yuri, dia setiap harinya diperlakukan dengan kasar oleh orang tuanya, Yuri memang tidak pernah mengganggap mereka sebagai orang tuanya. Bukan tanpa alasan, Yuri membenci mereka karena mereka selalu tidak pernah memperlakukan Yuri dengan adil. Berbeda dengan adik perempuannya, adiknya selalu dimanja, dan disayang oleh kedua orang tuanya.
"Woi! Yuri!" teriak seorang perempuan dari belakang Yuri
"..Apa..?"
"Mau kemana lu?!" tanya adiknya Yuri, Vina sambil melipat kedua tangannya
"Beli makanan.."
"Oh, kalo gitu jangan lupa beliin aku jus buah naga.."
"Uang..?"
"Ya, pake uang itulah! pake nanya lagi!" balas Vina dengan tatapan sinis
Setelahnya, Vina pergi meninggalkan Yuri didepan pintu sendirian. Sikap Vina pada Yuri memang sangat kejam dan tentunya tidak sopan, itupun ketika tidak ada bapak dan ibu. Tapi, kalo ada bapak dan ibu, sikap Vina langsung berubah, dia berpura pura sok baik didepan orang tuanya, merengek meminta kasihani.. sungguh menjijikkan
"Mau beli apa dek?" tanya sang penjualan sambil tersenyum
"..Huummm.." Yuri berlamun sejenak dia berpikir, apakah uangnya akan cukup atau tidak
"..Hm?" penjualan itu kemudian melihat ke arah tangannya Yuri, terlihat banyak sekali recehan recehan yang dipegang Yuri
"Saya.. mau beli.."
"Eh.. maaf ya dek, warung nya sudah tutup, mending cari warung yang lain saja.." ujar penjualan itu memotong ucapan Yuri
"Eh, tapi.. masih ada pembeli yang lagi makan.." balas Yuri sambil menunjuk ke arah salah satu pengunjung
"Kalau dibilang udah tutup, ya tutup! pergi sana! dasar miskin!" sang penjualan itu kemudian langsung marah lalu dia mendorong badannya Yuri sampai terjatuh
"Dasar! aku tidak akan mau menerima gelandangan seperti dia!" ujar penjualan itu yang kemudian menutup pintu warung itu dengan keras
"Tak masalah.. belum saatnya.. YURI.."
Kemudian, Yuri mencari warung warung yang masih terbuka untuk menerima Yuri. Namun sayangnya, banyak sekali warung yang tidak mau menerima uang recehan yang begitu banyaknya dari Yuri
Waktu itu sempat ada satu warung yang mau menerima uang Yuri, tapi sialnya para pengunjung atau pembeli yang makan di warung itu tiba tiba malah pergi, pandangan mereka ke arah Yuri begitu jijik dan sinis.
Sedangkan sang penjual yang awalnya mau menerima Yuri, malah mengusirnya sekalian melemparkan kembali uang recehan yang telah diterima tadi oleh sang penjualan.
Sang penjual pasti mengira kalau si gelandangan itu adalah pembawa sial untuk dirinya, sedangkan Yuri yang awalnya tampak senang karena ada sebuah warung yang mau menerima puluhan uang recehnya.
Tapi sayangnya, malah di caci maki dan didorong ke luar oleh sang penjualan itu. Yuri waktu itu juga mengira bahwa, tampilannya yang begitu kumal dan terdapat banyak sekali bekas luka dan memar memar diseluruh tubuhnya Yuri, pasti telah membuat orang orang itu merasa jijik melihatnya, bukannya kasihan malah dicaci maki..
Yuri yang mulai tampak putus asa masih tetap mencari warung untuk membeli sebuah makanan untuk bapak dan adiknya, jika Yuri tidak membawa makanan dan minuman itu, maka Yuri tidak diperbolehkan untuk makan dan minum selama 1 minggu, dan dia juga harus menerima pukulan pukulan yang kejam!
Kemudian Yuri pasrah, dan benar.. tidak ada satupun warung yang mau menerimanya dan uangnya itu. Malam itu, dia tidak mau pulang ke rumah, kalau dia pulang pasti akan dihukum lagi dan lagi. Yuri pun memutuskan untuk tidur di luar saja, dia tidur di pinggir jalan yang sudah sepi nampaknya. Dia masih belum makan dan minum sejak tadi pagi. Kecuali, jika memang bapak, ibu, dan adiknya sudah makan baru Yuri juga bisa makan. Itupun makanan dari sisa sisa makanan mereka.
"Aku sangat lapar.." ucap Yuri sambil memegangi perutnya yang terus berbunyi dari tadi
"TOLOOONG!!!!"
Kemudian, Yuri mendengar suara teriakan dari kejauhan. Terdengar seperti suara minta tolong. Lalu, Yuri segera bergegas mencari sumber suara itu. Yuri mengintip dari balik tembok, dia melihat sekelompok preman dengan berbadan besar itu, sedang memperkosa seorang wanita!
"Hehe.. kau tidak akan bisa lari dari kami, wanita cantik.."
"AHHH!!! lepas..kan..!!!" ujar wanita itu kesakitan
"Hei, hei, hei.. kawan, pelan pelan.. yang lain juga mau coba.. jangan buat dia sampai mati ya.. nanti malah ngga bisa masuk.. Hahahahha!!!
Yuri melihat dari kejauhan, dia melihat ada 5 orang preman yang berbadan kekar sedang telanjang dan cuma memakai celana dalam saja. Yuri langsung terbayang, dia seperti pernah melihat adegan itu dalam suatu film. Film yang dulu pernah ditonton oleh bapaknya, dan itupun disaksikan oleh Yuri dari kejauhan. Mereka saling berciuman, dan saling memasukkan anu dengan anu. Yaitu, film pornografi
"Lepaskan..saya..uhm.." ujar perempuan itu mulai lemas dan kesakitan
"Hehe.. sekarang giliranmu bro!"
"Aku selalu siap! sabar ya sayang, aku akan memperlakukanmu dengan kasar.."
"AAHHH!!! le..paskan..umm.."
Yuri kemudian mengambil sebuah kayu yang panjang, kemudian Yuri melempar kayu itu ke arah pria yang sedang memperkosa wanita itu dengan kuat!
"AARRGHHH!!!"
"Sialan!!!! siapa yang telah berani mengganggu kami!!!?" teriak preman itu marah besar
"Ah..ah..ah.. sakit.." desah perempuan itu kesakitan
"Rupanya hanya seorang anak kecil, beruntung sekali dia perempuan. Bagaimana kalau kau bergabung bersama kami?" ujar preman itu menatap Yuri ketagihan
"Dasar bocah sialan!!!! kau mau aku perkosa ya!!!? berani sekali kau melemparkan kayu itu kepadaku!!!? akan kutunjukkan kepadamu rasa yang begitu menyakitkan, bocah!" ujar preman satunya mengamuk
Yuri hanya terdiam, dia melihat keselilingnya dan dia mengambil sebuah potongan kaca yang sudah terpecah, kemudian dia melemparkannya ke arah preman yang sedang mendekatinya itu. Tepat sasaran! kaca yang dilemparnya itu, terkena ke sebelah dada kiri preman itu! kaca itu menusuk sampai ke dalam dalamnya dada preman itu. Dia langsung mati! darah bercucuran dari dada kiri preman itu, banyak sekali darah yang jatuh ke tanah.
Semua langsung panik bukan karena takut, para preman preman itu sekarang malah semakin marah dan mengejar Yuri. Sedangkan Yuri, yang bersiap siaga sambil memegang potongan potongan kaca tajam di kedua tangan Yuri. Nampak goresan goresan luka dari tangan Yuri akibat tusukan kaca yang dipegangnya itu
"AARRGGHHH!!!"
"AAAHHHH!!!"
"GAAAHHHHH!!!"
"AHHHKKK!!!"
Lemparannya tak meleset sedikitpun, semua potongan potongan kaca itu langsung menusuk bagian bagian vital para preman itu. Semua nya mati, sedangkan wanita yang telah diperkosa itu malah pingsan kesakitan.
Keesokan paginya, Yuri pulang ke rumah. Dia tidak melihat seorang pun dirumahnya, dia hanya melihat potongan potongan tubuh manusia yang sudah tidak utuh lagi, banyak sekali bercak bercak darah berceceran di lantai. Kepala, kaki, dan tangan, beserta bagian bagian tubuh lainnya sudah terpotong potong menjadi sebuah daging cincang yang kecil, beserta jantung dan organ organ vital lainnya, dibuang ke tempat sampah.
Bapak, ibu dan adiknya, semuanya tidak ada lagi. Ya, mereka sudah tidak ada, karena mereka sudah MATI ditangan Yuri, dan sudah masuk ke dalam perut Yuri..
"ENAAK.."
The End~
jangan lupa mampir ke novelku, judulnya
Mr playboy vs Mrs tomboy
genre teen, romantis, komedi dll
Support the author
IG: _saralolz