Malam itu sudah menunjukan pukul 09.00, Ira dan temannya sedang bersiap-siap pulang. Karena saldo di komputer dan saldo kas sudah balance, jadi Ira segera mematikan komputer sedang Dwi temannya memasukkan uang di brankas.
Tiba tiba ada seorang pria masuk dan katanya hendak membeli rokok.
" Maaf mas tapi ini sudah tutup" jelas Ira perlahan.
" Tapi Mbak, rokok saya sudah habis..tolonglah Mbak...please...mbaknya cantik deh" rayu pria itu
" Ya, tapi uangnya harus pas ya!"
" Tapi aku gak punya uang pas mbak..."
Ira pun menggerutu, padahal sudah tutup. Harus menghidupkan komputer lagi, buka brankas lagi. Bikin Ira kesel.
Ira seorang gadis belia berumur 20 tahun itu kini bekerja di sebuah mini market. sebenarnya dia ingin melanjutkan pendidikan di Universitas, tapi keadaan ekonomi keluarga tidak memungkinkan. Ira gadis putih, cantik, baik hati, sebenarnya banyak pria yang menaruh hati padanya, tapi sepertinya Ira belum memikirkan hal itu. Dia hanya fokus bekerja mengumpulkan uang untuk membantu menyekolahkan adiknya.
Setelah kejadian malam itu, pria itu selalu datang ke tempat kerja Ira. Hanya untuk membeli minuman, atau rokok atau makanan ringan. Sebenarnya tujuan datang ke sana bukan untuk belanja tapi untuk bertemu Ira.
Tapi Ira tetap tidak memperdulikan, tiap hari pria itu selalu bertanya tentang nama, alamat rumah, nomor hp. Tapi tak sedikit pun Ira menjawabnya. Hingga sampai suatu hari pria itu datang lagi.
" Mbak cantik...kenapa sih kalo aku tanya selalu gak jawab?" Ira tak memperdulikan pertanyaan pria itu.
" Mbak cantik...kalo gak mau jawab aku laporin ke bosnya mbak..kalo mbak tidak melayani pembeli dengan baik ..bahkan mbak sudah membentak saya dengan kasar ..". Ira semakin marah mendengar ucapan pria itu.
" Mbak cantik..ayolah jawab...kalo nggak aku laporin ke bos sekarang loh" Ira mengepalkan tangannya seolah menaruh dendam pada pria yang nggak jelas itu. Ira sudah mencapai puncak kemarahannya. hingga dia mulai berkata kasar.
" Apa sih maksud kamu ?" bentak Ira kasar
" Simple mbak aku hanya pengen berteman dengan mbak. " jawab pria itu sambil senyum-senyum nggak jelas.
" ihhh...dasar cowok gila "
" emang aku gila mbak... tergila-gila sama kamu mbak " mendengar Jawaban pria itu Ira semakin ingin menonjok pria itu .
" sudah pergi sana..ini belanjaan kamu " Ira pun mengusirnya. Bukannya pulang tapi malah menggoda.
" Aku nggak mau pergi kalo kamu belum jawab." Ira menggebrak meja, membuat para pembeli dan temannya kaget.
" oke apa pertanyaan mu? " Ira sudah tidak bisa menahan amarahnya.
" nama, alamat dan nomor hp..."
" oke...namaku Ira..alamatku di jl. mangga no. 5... nomor hp ku 08********...sudah cukup? sekarang kamu pergi dan aku harap aku nggak akan ketemu kamu lagi..." jawab Ira ketus, dia sudah tidak tahan melihat kelakuan cowok itu...sudah hampir 1 bulan dia mengejar Ira. Tapi dia tidak pernah menanggapi.
Malam sudah larut Ira pun membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Dia mengambil ponsel lalu membuka setiap pesan dan panggilan tak terjawab yang masuk.
Siapa ini mengirim pesan dan panggilan sebanyak ini? batin Ira.
" Hah...dasar cowok gila..masak kirim pesan sebanyak ini dan panggilan sebanyak ini. Sudah nggak waras orang ini. " Batin Ira. Dia pun mengabaikannya. Dia mulai memejamkan mata karena kelelahan. Tiba tiba ponselnya berdering. Dia melihat siapa yang menelepon, ternyata si cowok gila itu. Ira pun mereject Panggilan itu.
Bukannya menyerah si cowok itu malah menelepon kembali dengan panggilan video. Akhirnya Ira pun menjawab dengan malas.
" hai mbak cantik, kenalin namaku feri aku kerja di perusahaan sebelah mini market tempat mbak cantik kerja . Dan ini nomor hpku, please save my number...please!!!! " Ira masih males jawab dia hanya diam dan mendengar ocehan pria yang ternyata bernama feri itu.
Setelah kejadian itu, Feri nggak pernah datang ke mini market lagi. Sehari , dua hari, tiga hari sampai satu Minggu, cowok itu nggak ngelihatin batang hidungnya. Ira pun berpikir ada apa dengan cowok itu , dia mengejar Ira sampai segitunya. Tapi setelah Ira mau temenan dia malah pergi. Dasar cowok nggak waras, batin Ira.
Ira bertanya pada temen temennya mungkin feri datang saat Ira nggak kerja, tapi mereka nggak pernah lihat feri . Ira semakin penasaran. Akhirnya dia memberanikan diri untuk bertanya pada pak satpam tempat feri bekerja. Dan pak satpam mengatakan kalo feri sudah seminggu tidak bekerja karena pulang kampung. Akhirnya Ira lega, berarti nggak terjadi hal buruk pada feri.
Teman teman Ira pun mulai memahami perasaan Ira.
" Ra...kayaknya kamu lagi jatuh cinta sama dia ya ? " ledek Dwi.
" Nggak mungkin, kamu ada ada aja.." Ira menyanggah nya . Tapi untuk apa dia mengkhawatirkan pria itu. Mengapa dia ingin pria itu datang.
Dua Minggu berlalu, sore itu Ira bersiap siap untuk pulang. tapi siapa sangka kalo Feri sudah menunggu Ira di luar.
" Ka...kamu...? " tanya Ira gugup.
" Iya ...maaf aku nggak ngabarin..aku pulang kampung, kamu mau nggak makan siang sama aku ?" tanya Feri dengan memelas.
Entah kenapa Ira menggangguk, dan mengikuti Feri ke sebuah cafe yang tidak jauh dari situ.
Mereka mulai ngobrol dengan asyiknya. Ira yang dulu selalu dingin, kini berubah menjadi ceria.Terlihat mereka saling tertawa bersama. Hingga akhirnya Feri memberikan sebuah bunga mawar merah kepada Ira. Ira pun kaget melihatnya.
" Apa ini Feri?"
" Ra...aku mohon terima bunga ini. Ra...maafkan aku...tapi aku nggak bisa mendam perasaan ini lebih lama lagi.
Ra...aku mencintaimu...maukah kamu menerima cintaku???? "
Seperti disambar petir di siang bolong, Ira terkejut dengan kata-kata Feri.
" ini sungguh tidak masuk akal..kamu baru kenal aku tapi kamu sudah mencintai aku."
"Aku sudah mencintaimu sejak lama Ra...sudah lama aku menaruh hati padamu. jujur baru pertama ini aku jatuh cinta pada wanita."
" gombal .." Ira sudah muak dengan kata-kata feri, dia pun beranjak dari tempat duduknya. Tapi feri segera mencegahnya.
" aku harap kamu pikirkan dulu ..aku akan tunggu jawaban mu." kata feri penuh harap.Tapi Ira tak memperdulikan nya.
Setiap hari feri selalu datang ke tempat kerja Ira. Dia tidak patah semangat mengejar cintanya. Memang baru pertama kali ini dia merasakan getaran cinta di dalam hatinya. Dengan berbagai cara dia mencoba meluluhkan hati wanita pujaannya itu.
Hingga sampai hampir 5 bulan , baru akhirnya hati Ira luluh oleh bujuk rayu si cowok yang semula dia benci ,bahkan dia sering menyebut " cowok gila".
Mereka berdua seperti sedang dimabuk cinta, hari hari mereka jalani dengan penuh kebahagiaan. Akhirnya Ira bisa menerima cinta feri dan bahkan Ira sekarang juga mulai mencintai kekasihnya itu.
Lambat laun dengan seiring berjalannya waktu, mereka benar benar sudah tenggelam di lautan cinta. Seolah-olah dunia ini hanya untuk dia dan kekasihnya. feri benar benar sukses menjadikan Ira sebagai wanita yang paling beruntung di dunia ini. Perhatian, kasih sayang, cinta yang benar-benar tulus pun bisa Ira rasakan.
Mereka benar-benar pasangan yang serasi, bahkan teman teman mereka banyak yang iri melihat kekompakan , kemesraan yang selalu mereka tunjukkan.
Sampai suatu hari saat Feri mengantar Ira pulang, ayah Ira mengajak ngobrol di teras rumah. Semula hanya ngobrol santai, tapi pada akhirnya, ayah Ira meminta feri untuk melamar putri kesayangannya, apabila feri serius menjalani hubungannya. Karena ayah Ira takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sedangkan mereka terlihat sangat saling mencintai.
Semula Feri hanya terdiam, dia bingung harus berkata apa. Tiba tiba Ira datang dengan membawa kopi dan cemilan. Melihat Ira ada disampingnya, akhirnya feri mempunyai kekuatan untuk bicara.
" baik pak, bulan depan saya akan melamar Ira dan setelah itu akan segera saya urus pernikahan kami. " jawab feri tegas walaupun sedikit gugup. Feri lalu menggenggam tangan Ira seraya menatap Ira dengan penuh keyakinan. Ira pun tak tau harus bahagia atau sedih. Dia begitu terharu mendengar pujaan hatinya akan melamar dan menikahinya.
Sudah satu Minggu feri tidak menemui kekasihnya. Ira pun kelabakan, tidak seperti biasanya pujaan hatinya seperti ini. Biasanya dia yang selalu rajin kirim pesan, selalu rajin menelepon, selalu siap antar jemput kerja. Selalu ngajak jalan-jalan di hari libur.
Bahkan Beratus ratus pesan dikirim pun tidak masuk, setiap di telepon selalu tidak aktif. Ira sangat khawatir dengan keadaan feri. Akhirnya dia mencoba datang ke tempat kos Tapi dia tidak menemukan belahan jiwanya. Ibu kost berkata kalo sudah satu Minggu tidak melihat feri.
Hati Ira semakin hancur, ada apa?? kenapa? di mana??. Semua pertanyaan itu semakin memenuhi isi kepalanya. Dia takut sangat takut, baru saja sang kekasih mengatakan akan melamar dan menikahinya . Tapi dia sudah menghilang bagai di telan bumi.
Akhirnya dia ingat , dulu feri pernah mengilang selama dua Minggu dan kata pak satpam dia pulang kampung. Apa iya dia pulang kampung, apa dia menyusul saja ke kampung halamannya.
Ira benar benar sudah tidak bisa berfikir jernih. Setelah dia mendapat alamat feri di kampung dari perusahaan tempat feri bekerja, dia lalu minta izin cuti selama beberapa hari. Si bos yang baik hati itu pun memberikan izin cuti. karena tidak tega melihat keadaan karyawannya itu.
Ira segera menuju terminal, dia segera membeli tiket bus jurusan kota tempat kekasihnya itu tinggal.
Dengan perasaan cemas takut dan penuh harapan, Ira hanya bisa berandai-andai di dalam bus yang melaju kencang itu. Sampai di sana dia akan bertemu feri, dan akan berkenalan dengan orang tua dan keluarga feri. Dan feri akan memperkenalkan Ira sebagai calon istrinya. Orang tua Feri akan setuju dan menerima dia sebagai calon mantu. Dia akan menikah dengan pria yang sangat mencintainya. Dan akan hidup bahagia bersamanya, selama lamanya sampai maut memisahkan. Dan dia pun berkhayal akan dikaruniai dua anak cowok dan cewek yang sangat lucu lucu. Dan akan di beri nama Zein dan Zania. Nama yang bagus, pikir Ira yang telah mencoba membuat garis hidupnya sendiri.
" maaf mbak...sudah sampai " suara bapak kondektur membuyarkan lamunan Ira.
" eh iya pak..makasih " Ira turun dari bus ..untuk memudahkan menemukan alamat , dia memesan ojek online. Beberapa menit kemudian ojek online pun datang.
" maaf dengan MB Ira? "
" eh iya mas...mas tau kan alamat yang saya tuju? "
" iya mbak " tanpa pikir panjang Ira segera naik ke motor ojol itu. Dan bang ojol pun segera melajukan motornya.
Di sepanjang jalan ojol bertanya kepada Ira hendak menemui siapa ke alamat itu.
" aku ingin menemui pacar saya mas..."
" pacar ???? siapa pacar mbak?"
" ah mas ojol nih kepo banget ya.."
" bener mbak...siapa nama pacar mbak..jangan jangan mbak salah alamat? "
" eh..mana bisa salah alamat saya sudah berkali kali menelitinya. "
" makanya kasih tau ...siapa nama pacar mbak..soalnya....alamat itu rumah aku mbak.."
" hah ??? wah kebetulan berarti aku gak bakal kesasar?"
" iya mbak..tapi tolong kasih tau siapa nama pacar mbak???"
" ya udah ...nama kekasihku itu feri .."
" hah???? feri ???" bang ojol itu langsung menghentikan motornya mendadak.
" ada apa? "
" gak mungkin mbak...gak mungkin..."
" gak mungkin apanya...feri mau melamar ku dan segera menikah denganku. Itu janjinya pada ku dan ayahku."
" hahhh???"
" sudah sudah ayo cepetan antar aku menemui pujaan hatiku!!! " bang ojol yang masih lemes dan kebingungan pun segera melajukan motornya dengan sangat pelan.
Akhirnya mereka sampai di rumah feri dan juga rumah bang ojol itu. Ternyata bang ojol itu adalah adik feri. Tapi keadaan rumah sangat sepi dan tidak ada satu orangpun.
" Eh mas Ferdy, nggak ada orang di rumah. semua pada ke rumah sakit.." kata tetangga feri menjelaskan.
" Ada apa bi? siapa yang sakit?" tanya Ferdy panik.
" Neng Manda mau ngelahirin...cepat sana susul ke rumah sakit.." tanpa berpikir panjang pun Ferdy segera pergi ke rumah sakit bersama Ira. Ira berpikir kalo yang namanya Manda yang mau ngelahirin itu mungkin kakaknya feri atau adiknya feri.
Ferdy yang sedari tadi panik pun tidak menyadari kalo ada Ira sedang ikut dengannya.dan dia pun lupa apa tujuan Ira datang ke sana.
Sesampainya di rumah sakit, Ferdy segera menghubungi ayahnya menanyakan kamar tempat Manda melahirkan. Sampai didepan sebuah ruangan, Ferdy pun segera masuk tanpa permisi karena dia tau bahwa Manda sudah melahirkan. Dan dia sudah tidak sabar melihat keponakannya.
Ira pun ikut masuk, di sana dia melihat feri sedang menggendong bayi......dan seorang yang sedang terbaring di ranjang itu berkata
" mas,, anak kita tampan seperti kamu, ayahnya ..." feri terlihat tanpa ekspresi. Dia tidak menyadari ada Ira di belakang Ferdy.
Dunia seakan runtuh, gempa paling dahsyat seakan sedang merundung dirinya. Petir di siang bolong sudah menyambar hatinya. Tidak ada lagi kekuatan untuk berkata-kata. Mimpi apa ini, dia berharap segera terbangun dari mimpi buruk itu. Dia hanya bisa terdiam lemah tanpa kekuatan, nafasnya seakan telah terhenti, jantungnya seakan Sudak tak berdetak. Hanya air mata yang bisa mewakilkan perasaannya saat ini.
" sayang, kita beri nama siapa anak kita?" Manda kembali bertanya pada feri tapi feri tidak menggubrisnya.
Tiba tiba...ada suara teriakan yang begitu histeris.
" Tidaaaaaakkkk......" suara Ira akhirnya pun pecah . Dia menjerit dan menangis lalu pergi meninggalkan orang orang yang ada di ruangan itu.
Ferdy baru sadar kalo ada Ira bersamanya dan tujuan Ira ke sini untuk menemui kekasihnya. Tapi apa yang terjadi, dia malah menyaksikan drama sinetron seperti ini. Akhirnya Ferdy mengejar Ira.
Dan feri pun tak kalah terkejutnya, melihat Ira menangis dan menjerit lalu berlari ke luar ruangan. Pikirnya tak karuan, kenapa dia bisa ada di sini? apa yang dia lakukan di sini? akhirnya feri pun ikut mengejar Ira. Sedang orang orang di dalam ruangan itu di buat kebingungan. pada awalnya orang tua feri menyangka kalo itu pacar Ferdy karena datang bersama Ferdy. Tapi kenapa dia menangis dan pergi. lalu kenapa feri ikut mengejar??mereka semua penasaran.
sesampainya di halaman rumah sakit itu Ferdy berhasil mengejar Ira. Dia meraih tangan Ira, menggenggam dengan kuat. Takut terjadi apa apa dengan gadis itu. Karena dia tahu apa yang sedang dirasakan gadis itu.
" lepas...lepasin aku..."
" nggak aku nggak akan lepasin kamu.emosi kamu lagi gak stabil kamu bisa berbuat nekat. "
" lepas ..le...pas "
sementara itu feri yang masih tak karuan segera menghampiri adik dan kekasihnya itu.
" ada apa ini?" tanyanya kebingungan.
Ira hanya bisa menangis sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Ferdy yang begitu kuat.
" ada apa? ada apa kakak bilang? dasar laki laki semuanya sama. Sekarang kakak bilang sama aku.siapa gadis ini?" Ferdy terus menekan feri yang sedari tadi hanya menatap Ira dengan penuh perasaan bersalah.
" sudah....lepasin aku...aku muak ada di sini.aku mau pulang."
" tidak...kamu tidak boleh pulang sebelum kakakku yang terhormat ini menjelaskan semuanya padaku." kata Ferdy sambil menatap kejam ke arah kakaknya.ferdy memang sangat membenci laki laki buaya siapapun itu walau itu kakaknya sendiri.
" tidak perlu dijelaskan...aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri. semua hanya omong kosong.bisa bisanya aku jadi korban cinta, korban dari lelaki buaya yang sudah punya istri dan anak...." kata Ira sambil sesenggukan. Ira berusaha kuat lepas dari Ferdy. akhirnya dia berhasil lari, lari dari kenyataan.pikirannya tak jernih tak tau harus kemana.
sedangkan feri mengejar Ira ingin menjelaskan semua. tapi Ira tak mendengarkan. baginya tidak ada yang harus dijelaskan, semua bukti itu sudah cukup. cukup untuk melukai hatinya, cukup untuk menghancurkan dunia cintanya.
Jauh jauh dia menyusul kekasihnya dengan sejuta harapan .Dengan beribu angan yang sudah dia khayalkan di sepanjang perjalanan menuju kota pujaan hatinya. lamaran, pernikahan, hidup bahagia selamanya, dengan putra putri Zein dan Zania..hanyalah mimpi indah semata. kenyataan dan takdir berkata lain . feri sang belahan jiwanya nyatanya sudah beristri dan punya anak. Dia tidak mungkin mengejar cintanya. Tidak mungkin jadi pelakor. Bahkan rasa cinta yang begitu dalam kini pun sudah menghilang ....terkubur bersama dalamnya luka yang dia saksikan hari ini.
Cinta tak selamanya indah, akhirnya pun tak selamanya bersama. Manusia selalu berusaha dan berencana, tapi hanya Tuhan yang Mahakuasa.
Ira hanya bisa menangis dan meratapi kisah cintanya yang harus berakhir seperti ini. sudah tidak bisa dia berpikir dan untuk masa depannya. Hari ini saja dia tak tau harus kemana.
Semoga Ira kelak menemukan cinta sejatinya.