pada malam itu aku dan teman-teman ku menonton film Susana
aku suka yang namanya film horor itu sangat memicu adrenalin
akhirnya aku tertidur
aku bermimpi
saat Minggu pagi aku dan ibuku mengikuti gerak jalan sebelum mulai aku menggenggam tangan ibuku rasanya dingin sekali aku tidak bertanya padanya selama perjalanan gerak jalan ibuku cuman diam saja
tiba-tiba malam pun tiba aku tersesat di suatu kampung yang sepi tanpa ada penghuninya aku berjalan menelusuri kampung itu tiba-tiba aku menemui teman dekat ku saat itu juga perasaan ku tidak bisa ditebak bahagia atau masih sedih?
ternyata temanku juga tersesat disana kami berdua pun memutuskan mencari jalan bersama
tengah malam pun kami masih belum menemukan jalan disana juga perut kamu lapar
" lapar sekali "
tiba-tiba kami melihat tukang sate disana kami bergegas kesana ya kita mau beli bukan ngutang
"bang beli sate 10k "
syukur syukur saja aku membawa uang untuk jaga-jaga
tiba-tiba gerobak itu mengejar kami aku tidak tau alasannya mengapa
akhirnya kami berdua berlindung untung saja tidak terlindas oleh gerobak sate
"sudah lapar dan juga tidak menemukan jalan pulang aku capek"
"aku juga aku capek tapi percayalah kalau kita akan menemukan jalannya"
beberapa menit kemudian kita menemukan seseorang ya dia adalah pak satpam
pak satpam pun menanyaiku dan temanku
"kalian kenapa tidak tidur dirumah?ini sudah malam"
"kami tersesat pak"
akhirnya pak satpam itu mengantarku ke jalan yang ku tunjukan
terlihat dari depan gang tiba-tiba aku melihat rumahku dikerubungi oleh tetangga ku
"dikira lagi bazar apa hah?"
cepat-cepat aku berlari menuju rumahku
aku dikasih tau oleh ayahku dan tetanggaku kalau ada kuntilanak yang ada di rumahku hampir saja merasuki ibuku
aku berpikir berarti selama gerak jalan aku menggandeng kuntilanak yang lagi cosplay ibuku
kringggg suara alarm membangunkan ku
selama aku di tempat tidur diriku masih berpikir tentang mimpi itu tetapi aku tidak menganggapnya bahwa itu real itu hanya karangan alam bawah saja
beberapa bulan kemudian
aku disuruh pulang ke rumah padahal masih pagi teman-temanku juga kebingungan kenapa Sekar pulang lebih cepat daripada teman-teman yang lainnya dia saja bingung apalagi aku
selama perjalanan pulang aku tidak memikirkan hal aneh aku hanya berpikir kalau ibuku sakit nya kambuh
saat ingin belok ke arah rumahku salah satu tetangga ku bilang "yang sabar ya Sekar"aku tidak tau maksudnya apa
saat di depan gang aku melihat rumahku banyak orang yang mendatangi nya itu mirip sekali dengan mimpi ku beberapa bulan yang lalu aku masuk ke rumahku ternyata ibuku meninggal kan ku disaat aku masih kecil
dari sini kadang aku berpikir bahwa mimpi bisa jadi kenyataan