disebuah desa terdapat seorang gadis yang berumur 10, yang sangat cantik dan imut. ia sangat menyukai dan menyayangi kucing-nya, sudah dari kecil ia memelihara kucing kesayangan nya.
Elsa Safira, ia mempunyai dua kucing yang sayang lucu yang berwarna putih. yang bernama jerri dan Ketty.
hingga suatu saat terjadi dengan salah satu kucingnya. saat itu terlihat kucing sedang bermain dan tidak dalam pengawasan, dan kucing tersebut memakan bangkai tikus yang sudah mati
"mama" teriak Elsa memanggil seorang ibu yang tengah mencuci piring di dapur
Nana berlari melihati anaknya yang tengah menangis ditaman rumah mereka
"Ada apa Elsa?" Tanya Nana pada Elsa yang terus menangis
"Ma, itu jerri kenapa ma. Kok dia muntah gitu" ucap Elsa
"Mama nggak tau sayang, nanti mama bawa ke dokter hewan ya sayang" jawab nana sambil mengelus rambut milik Elsa yang terurai
"Sekarang aja ma, sekarang" ujar Elsa menggoyangkan dan terus menarik narik tangan ibunya
"Iya sayang, mama selesain kerjaan mama dulu ya, ayo kita bawa jerri ketempat nya, ya sayang" ucap Nana lalu membawa kucing kesayangan anaknya kembali ke kandang mereka sebelum membawanya ke dokter hewan
Sekarang Elsa yang tengah menunggu sang ibunda untuk pergi ia bermain dengan Ketty yang berada di pangkuannya. Mengelusnya kepada kucingnya
"Ketty, kami nanti pergi dulu ya, kamu jangan nakal dirumah, jerri sedang sakit jadi kami membawanya ke dokter supaya dia sembuh" ucap Elsa
"Meaw"
"Ayo sayang kita pergi" ajak Nana setelah ia menyelesaikan pekerjaan nya dan membawa kandang kucing yang sudah ada jerri didalamnya.
"Ayo ma" jeda Elsa "ingat kamu jangan nakal" peringat Elsa pada Ketty kucing perempuan nya
Saat berada di ruangan dokter, dokter menjelaskan apa yang terjadi pada kucing mereka
"Dia ini terkena racun, dan sepertinya kucing anda baru-baru ini sudah memakan bangkai tikus" jelas dokter hewan tersebut
"Dokter, dokter dia akan sembuh kan dok" ucap Elsa menggoyangkan tangan dokter.
"Dia akan sembuh adik manis, asal kamu menjaganya dengan baik" ucap dokter sedikit mencubit pipinya gemas.
"Dokter nggak bohong kan?" Tanya Elsa
"Iya nggak dong"
***
Kini mereka setelah berpulang dari rumah sakit elsa memberikan makanan dan minuman tepat waktu, memasukkan kekandang ya dan menyelimutinya.
Keesokan harinya Elsa bangun pagi-pagi untuk melihat jerri dalam kandangnya, iya berlari dari lantai atas menuju lantai bawah.
"Loh, kok badannya jerri keras ya, apa dia kedinginan? Setahu Elsa udah selimuti dia tebal deh" celoteh Elsa
Elsa menggoyangkan tubuh kucingnya, ia mulai panik ketika hewan kesayangan tidak bergerak sama sekali.
"Mama" teriak Elsa
Nana yang masih tertidur pulas kini dikejutkan oleh teriakan anaknya. Ia langsung berlari menuju tempat suara
"Iya, sayang ada apa?" Tanya Nana
"Mama, jerri kenapa?" Tanya Elsa
Nana yang melihatnya dan sedikit menggoyangkan badan "jerri udah mati sayang" ucap Nana membuat Elsa menjerit menangis
"Hiks hiks, mama bohong. Kata dokter kemarin dia akan sembuh asal Elsa merawatnya dengan baik kenapa dia bisa mati mama" ucap Elsa terus menangis
"Dia udah mati sayang, nanti kita kuburin ya!!" Ucap Nana
"nggak mau, Elsa kan udah ngerawatin dia yang bener jadi dia nggak mati mama" ucap Elsa
"Kamu sekarang mandi ya, nanti papa kamu marah loh" ucap Nana
Elsa yang terus menangis ia menaiki tangga menuju kekamar untuk mandi yang diperintahkan oleh ibundanya. Karna iya tidak mau membuat sang ayah marah. Iya walaupun itu hanya akal-akalan Nana.
Sekarang mereka menguburkan kucing Elsa dibantu oleh sang ayah untuk membantu mereka.
"Jangan nangis ya sayang, nanti kita beli lagi kucingnya" ucap sang ayah menenangkan anaknya yang terus menangis.
"Papa, dokter itu bohongi Elsa. Kata dokter kemarin jerri nggak bakal mati kalau Elsa merawatnya dengan baik, dokter itu dosa papa udah bohong sama Elsa" ucap Elsa ditengah tangisannya.
"Udah ia sayang, dokter itu hanya salah bicara saja sayang" tanangkan sang ayah.
"Ayo kita masuk" ucap Nana pada suami dan anaknya
***
Dua Minggu kemudian kini giliran Ketty yang tengah sakit sama sepeti jerri pada dua Minggu yang lalu.
Elsa yang terus mengkhawatirkan kucingnya karna ia takut jika satu-satunya kucing yang ia miliki seperti jerri
Elsa merawatnya dengan sedemikian, ia memberikan obat jerri karna mereka sakitnya sama. Dan hari berikutnya terjadi hal yang sama terjadi pada Ketty.
"Mama, papa kenapa kucing Elsa mati semua, hiks hiks hiks" tangis Elsa ditengah penguburan Ketty disamping kuburann jerri.
"Jangan sedih ya sayang, nanti papa beliin lagi ya" ucap sang ayah
"Elsa benci sama dokter itu, dia bohongin Elsa kedua kalinya" ucap Elsa
"Udah dong sayang, kita masuk yuk" ajak sang ibunda.
"Elsa sayang sama jerri dan ketty, kalian yang tenang ya disana pasti kalian udah ketemu disana" ucap Elsa terus menangis dan masuk kedalam rumah mereka
~TAMAT~