Kini aku sedang duduk di tempat yg tinggi, dimana dari sini aku bisa melihat seluruh pemandangan pedesaan yg indah itu.
Di malam hari ini aku sendiri duduk di atas bukit di desa ini.
Mataku tak lepas memandang indahnya kelap kelip bintang.
Aku sangat menyukai pemandangan ini..
Tiba-tiba terlintas kenangan ku di masa lalu dengan seseorang yg tak mungkin ku lupakan.
"Bisakah aku bertemu dengannya lagi?" Tanya ku pada diriku sendiri sambil tetap menatap bintang.
FLACBACK...
Satu tahun yg lalu aku berada di tempat yg sama.
Di atas bukit aku duduk dan saat itu juga malam hari.
Aku yg duduk sendiri saat itu dikejutkan dengan seseorang yg menepuk pundakku.
Sontak aku berbalik dan melihat seseorang itu.
Karna minim nya cahaya aku tak bisa melihat jelas wajahnya namun melihat perawakannya aku dapat menduga kalau dia itu laki laki.
"Siapa kau?" Tanya ku
"Tenang, aku gilang warga baru di desa ini" jawabnya.
"Oh.. namaku bintang" ucapku lalu kembali duduk di tempatku tadi.
Dia pun ikut duduk di sampingku.
"Namamu bagus, tapi sayang...." ucap nya menggantungkan kalimat nya.
Dahiku mengernyit heran dan penasaran.
"Kenapa dengan namaku?" Tanya ku sambil melihatnya.
"Namamu bagus tapi wajahmu sudah mengalahkan kecantikan bintang asli di atas sana cahaya mu lebih bersinar" jawabnya sambil terkekeh.
Aku memukul bahu nya keras.
"Awww sakit atuh neng" ucapnya pura pura sakit.
"Bodo! Lagian kau baru ketemu juga sudah jadi buaya kenapa gk sekalian jadi kodok aja noh minta hujan buat turun" ucapku ketus.
Dan gilang hanya tertawa mendengar jawabanku.
"Kenapa kau bisa tau tempat ini? Bukannya kau orang baru?" Tanya ku.
"Ya... aku tau tempat ini karna aku mengikutimu" jawabnya sambil menyengir.
"Haiss dasar penguntit!"
"Hahaha maaf maaf" ucap nya.
Aku tak menjawab lagi mataku kembali fokus pada bintang bintang di atas sana.
"Kau tau? Sejak kecil aku punya pertanyaan yg masih belum bisa ku jawab sampai skrng" ucapku pada gilang tanpa mengalihkan tatapan ku.
"Oh ya apa itu?" Tanya nya.
"Kau lihat bintang disana" jawabku sambil menunjuk bintang yg paling terang.
"Ya lalu?"
"Pertanyaan ku skrng, kenapa bintang itu selalu jauh dari yg lainnya? , padahal dia paling terang, dia paling bersinar indah dari yg lainnya, kenapa bintang itu malah berada jauh dari bintang bintang yg lainnya? alangkah indahnya lagi kalau mereka bersatu" tanya ku.
"Sepertimu" jawab gilang sambil menatap wajahku.
Aku yg heran pun langsung menoleh ke gilang.
"Maksudnya?" Tanya ku heran.
"Seperti mu, kau cantik, baik, dan masih banyak lagi bakat terpendam dalam dirimu, tapi lihatlah kau malah tinggal di perdesaan seperti ini, dan alangkah bagusnya lagi kalau kau menunjukan bakat mu kepada orang orang di kota sana,, intinya jawaban dari pertanyaan itu ada di dirimu sendiri bintang, aku tau kau bisa dalam segala hal, kau pandai dalam segala hal, namun sejak kematian orang tua mu kau mengubur dalam dalam bakat mu itu, kenapa?"
Tanya gilang padaku.
Aku terpaku mendengar ucapan gilang, bagaimana bisa dia tau segalanya tentang ku.
"Aku...." bibirku seolah-olah terkunci untuk menjawab pertanyaan gilang.
"Tak usah di jawab, yg penting kau sudah tau jawaban itu, aku harap suatu saat nanti kau mau bangkit lagi bintang, dan kembalilah bergabung dengan yg lainnya jangan menjauhkan dirimu sendiri" ucap gilang lagi.
"Kau tau dari mana? Bukankah ini pertemuan pertama kita? Aku bahkan tidak mengenali wajahmu? Lalu kenapa kau tau banyak tentangku?" Tanya ku.
"Aku sebenarnya sudah satu minggu tinggal disini, dan malam ini adalah malam terakhir aku tinggal disini, selama ini aku mencari tau tentangmu, entah kenapa kau benar-benar menarik perhatian ku bintang, kau beda dari yg lain" jawab nya.
Aku terdiam tak mampu menjawab lagi.
Tatapan ku, ku alihkan ke langit langit malam.
"Aku harus pergi skrng, kuharap kita bisa bertemu lagi bintang, sampai jumpa" ucapnya lalu berdiri dan berjalan pergi menjauh.
Aku hanya melihat kepergiannya sampai benar-benar tak terlihat lagi di mata ku.
FLASBACK OFF
Sejak saat itu aku belum bertemu dengannya lagi, ini sudah satu tahun,
Satu tahun ini aku melakukan yg dia minta, aku mulai mengembangkan bakat bakat ku.
Salah satunya mengembangkan bisnis yg di berikan Almarhum ayah ku.
Dan skrng aku sudah disini duduk di tempat yg sama seperti satu tahun lalu.
Berharap bertemu dengannya kembali.
"Gilang kau dimana? Aku ingin mengucapkan terima kasih padamu, kau tau? Karna mu aku bisa seperti skrng, aku merindukanmu, andai saja saat itu aku bisa melihat wajahmu maka aku akan mencarimu, tapi apa,,,, aku sama sekali tak tau wajahmu seperti apa"
"Bintang tolong sampaikan rinduku pada nya bilang bahwa aku sedang menunggunya disini" ucapku pada bintang di langit-langit sana.
Tamat.....