'Tiga tahun dalam masa pacaran, dan dua tahun dalam masa pernikahan, harus aku akui, bahwa aku mulai merasa lelah, alasan alasanku mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.'
Anya Laura adalah sosok wanita beruntung yang bisa menikahi pria sukses seorang insinyur. Ia hidup berkecukupan, Lia sangat mencintai perasaan hangat yang muncul ketika ia bersandar di bahu suaminya yang bidang.
Namun, Anya adalah sosok wanita yang sensitif dan berperasaan halus. Anya sangat merindukan saat saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan sebuah permen. Tetapi semua itu tak pernah ia dapatkan, suaminya jauh berbeda dari apa yang ia harapkan. Daniel, suaminya itu memiliki sifat yang dingin dan tidak mampu menciptakan suasana yang romantis. Harapan Anya akan cinta yang ideal pun pupus karna sifat suaminya itu.
Saat itu Daniel tengah sibuk dengan urusan pekerjaan di ruang kerjanya itu, Anya datang dengan membawa kopi untuk suaminya.
"Mas, ini kopi buat kamu." Anya meletakkan kopi untuk daniel di atas meja kerjanya. Daniel hanya tersenyum sembari menoleh ke arah istrinya.
"Makasih dek." Itulah jawaban suaminya, tak ada kata pujian romantis atau apapun yang selama ini ia harapkan. Anya masih berdiri mematung di tempat ia berdiri, sementara Daniel kembali sibuk dengan komputernya. Pupus sudah harapan terakhir Anya, hingga ia memberanikan diri mengatakan keputusan yang ia ambil kepada Daniel.
"Mas, aku mau cerai." Anya mengatakan hal itu sembari menunduk menahan tangis. Daniel masih tak percaya dengan apa yang di katakan istrinya itu. Daniel menoleh kepada istrinya yang tengah menunduk.
"Mengapa?" Daniel begitu terkejut dengan ucapan istrinya, hingga ia tak bisa berkata kata lagi.
"Aku capek, kamu gak pernah bisa memberikan cinta yang aku impikan." Baik Anya dan Daniel larut dalam pikiran mereka masing masing.
Anya telah terlanjur kecewa pada Daniel, bagaimana tidak? Seorang pria yang bahkan tidak bisa mengekspresikan perasaannya apalagi yang bisa ia harapkan lagi darinya?
Dan akhirnya daniel bertanya, "Apa yang dapat aku lakukan untuk merubah keputusanmu?"
Anya menatap mata daniel dalam dalam dan menjawab dengan pelan. "Aku punya pertanyaan, jika kamu bisa menjawabnya dengan benar sesuai dengan jawaban dihatiku, maka aku akan merubah keputusanku."
"Seandainya, aku menyukai setangkai bunga yang indah di tebing gunung dan setiap orang yang ingin memanjat gunung itu, maka ia akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untukku?" Lanjut Anya.
Daniel hanya termenung dan akhirnya berkata, "aku akan memberikan jawabannya besok." Hati Anya sangat gundah mendengar respon dari Daniel.
Keesokan paginya, Daniel tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas diatas meja kerja suaminya dengan oret oretan tangannya di bawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan...
"Sayang, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi izinkan suamimu ini untuk menjelaskan alasannya." Lagi lagi Anya merasa kecewa, jawaban suaminya itu tidak sesuai dengan apa yang ia harapkan. Lalu Anya melanjutkan untuk membacanya.
"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan komputer, aku harus memberikan jari jariku supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."
"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan aku harus memberikan kakiku supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu pulang."
"Kamu suka jalan jalan ke luar kota, tapi kau selalu tersesat di empat tempat baru yang kamu kunjungi, aku harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata ku untuk mengarahkanmu."
"Kamu selalu pegal pegal ketika datang bulanmu tiba, dan aku harus memberikan tanganku untuk memijat kakimu yang pegal."
"Kamu selalu tidak bisa tidur setiap malam, dan aku harus meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal hal lucu yang aku alami."
"Kamu selalu menatap komputermu dan membaca buku dengan jarak dekat, dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, aku harus menjaga mataku agar ketika kita tua nanti, aku masih bisa membantumu untuk mengguntingkan kukumu dan mencabut ubanmu."
"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu."
"Tapi sayangku, aku tidak akan mengambil bunga itu untukmu. Karna aku tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."
"Sayangku, aku tau, ada banyak pria yang bisa mencintaimu lebih dari aku mencintaimu."
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup untukmu. Aku tidak akan bisa menahan dirimu untuk mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."
Anya tak dapat lagi membendung air matanya sedari tadi. Tetapi ia tetap berusaha untuk membacanya kembali.
"Dan sekarang sayangku, kamu telah selesai membaca jawabanku. Jika kamu puas dengan jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk yinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri di sana menunggu keputusanmu."
"Namun jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu lagi. Percayalah, bahagiaku ini bila kau bahagia."
Anya segera berlari membuka pintu dan melihat Daniel tengah berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sembari membawa susu dan roti kesukaan Anya. Dan kini, Anya baru menyadari bahwa tidak ada lagi orang yang mencintainya lebih dari daniel mencintainya.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur angsur hilang dari hati kita karna kita merasa orang yang kita cintai tidak dapat memberikan cinta dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Mencintai apa adanya adalah kunci sebuah hubungan, terdengar basi bukan? Namun banyak juga orang yang salah kaprah dengan kata sederhana itu.
Mencintai apa adanya bukanlah hanya sebuah menerima kekurangan fisik masing masing, tetapi menerima sifat, pemikiran, wujud cinta, dan semua yang diberikan pada pasangan untuk kita.