dulu aku adalah seorang anak yg penuh dg keceriaan namun semua keceriaan itu musnah setelah aku bertemu dg orng yg kupikir sahabatku,tapi ternyata ia hanya memanfaatkn hal yg kupunya (materi).
setelah aku tau bahwa selama ini orng yg ku anggap sahabatku itu ternyata hanya orang yg hanya ingin memanfaatknku saja aku menjadi anak yg tidak mempercayai siapapun dan tidak ingin berhubungan dg siapapun,aku memutuskn untuk menjadi orng yg tertutup kepada siapapun,aku hanya mempercayai diriku sendiri.
sampai aku lulus dari bangku smp dan bertemu seorang gadis dibangku sma
aku sangat membencinya karna perilakunya yg menggunakan hijab namun selalu bermain dg para lelaki,hal itu membuat aku memutuskn gadis ini orng yg aku benci,
namun semua berubah setelah dia menegurku,awalnya aku cuek kepada siapapun tapi setelah dia selalu menghampiriku dan selalu berusaha berkomunikasa dg ku aku memutuskn untuk berteman dgnya karna aku muak dg sikapnya yg selalu berusaha membuatku mau berteman dg orang orang setidaknya beberapa orng saja,sampai akhirnya aku mau berkomunikasi dg beberapa orng
ucapanku kepadanya
"aku akan berteman tapi hanya dgmu,jika kau masih menyuruh anak anak yg lain aku tidak akan ingin berteman dg siapapun bahkan aku tak akan mau berbicara sepatah katapun"ucapku kepadanya dg tegas.
jawabnya
"oke,tapi tidak mungkin aku hanya berteman dgmu kn? jadi,aku ingin beberapa temanku juga mwnjadi temanmu"ucapnya kepadaku
dan aku menjawab
"3 orang tidak lebih kau dn dua orng teman mu tidak lebih,jika ad yg lain jangan sangkut pautkn aku kedalamnya"ucapanku dg tegas
jawabnya
"oke aku akan membawa satu teman perempuan dn satu teman lelaki" ucapnya dg gembira
tanpa ku sadari setelah itu kami malah menjadi teman baik dan aku bahkan mulai kembali memiliki keceriaan lagi,sampai saat aku dan dia harus berpisah karna saudaraku diluar kota mengalami sakit parah.
pada saat aku pergi aku hanya meminta tolong padanya untuk mengantarkn surat izinku kepada guru,aku tidak menyangka kalau aku akan menghabiskan waktu lebih dari sebulan diluar kota,dan aku sama sekali tidak pernah menghubunginya atau mengirim pesan padanya karna gengsiku
aku sangat merindukannya namun rasa rinduku terhalang dg gengsiku,aku berpikir aku merindukan hadirnya disampingku hanya karna aku selalu menghabiskn waktu ku bersamanya dan belum terbiasa tanpanya
sampai akhirnya sampailah hari kepulangnku,aku berharab ia orang pertama yg aku jumpai dan aku sapa tapi nyatanya tidak......
setelah aku kembali sekolah aku malah mendapatkn kabar ia dekat dg yg lain, awalnya aku tidak percayai it sampai akhirnya aku melihat sendiri dan dia bahkn tidak ada menegurku seperti biasanya ia selalu membuka awal cerita di hari hari kami
silang waktu berlalu,sudah dua hari dia melihatku ia sekelas dgku tapi tidak pernah menegurku,aku ingin menegurnya tapi aku takut jika aku memiliki salah terhadapnya, jadi aku membiarkn ia tidak menegurku dn aku terus berpikir dimana salahku terhadapnya
aku terus membiarknnya hingga waktu berlalu seminggu,kami tanpa komunikasi pertanyaan terus timbul dari teman sekelasku dan bahkan kelas sebelah selalu bertanya ad apa diantara kami berdua,yg dulu selalu menempel bercerita bersama bahkan tidak jarang bergandengan tangan, aku hanya bisa berkata tidak ada apa apa
selama seminggu kami tidak berkomunikasi aku selalu melihat dia akrab dg seseorang dari kelas sebelah,aku tidak tau kenpa aku tidak suka melihat keakrapan mereka,sampi temanku mengatakn aku cemburu,aki tidak mengelak dari itu tapi aku mengelak kalau aku cemburu karna aku menyukainya,aku selalu menepis perkataan teman temanku yg mengatakan aku suka padanya dg alasan aku hanya cemburu sebagai sahabatnya saja.....
sampai akhirnya ia berpacaran dg anak kelas sebelah itu,aku tidak tau perasaan sakit yg aku rasakn ini apa? kenapa jika melihatnya menggandeng tangan laki2 lain aku tidak suka bahkn merasa sedih....
sampai akhirnya aku sadar aku menyayanginya bukan hanya sebatas sayang anatara sahabat melainkn karna aku mencintainya,setelah aku tau aku mencintainya aku hanya bisa pasrah karna ia sudah dimiliki orng lain,sampai akhirnya aku melihat ia menangis karna ia bertengkar dg pacarnya aku sangat marah,tapi aku sadar aku tidak memiliki hak apapun atas dirinya
setelah dia putus,aku selalu melihat dia murung tidak seperti dia yg aku kenal,dn aku memutuskn untuk menghilangkn gengsiku, dan saat itu adalah semester terakhir kami duduk dibangku sma
aku menyatakan perasaanku padanya,dn berkata akan membuat ia bahagia sampai ia lupa kalau dia pernah mengalami yg namanag luka.....
ia menangis setelah mendengar pernyataan itu,ia marah padaku kenapa tidak mengataknnya lebih awal,sehingga dia tidak perlu susah muve on kepada laki2 lain dan harus merasakn sakit hati lg karna ditinggal setelah ia menaruh harap yg besar pada laki laki itu......
aku meminta maaf padanya karna itu salahku aku terlamabat menyadari dan selalu membohongi diriku sendiri kalau aku tidak mencintainya karna takut merasakn sakit yg lebih parah dari yg pernah aku rasakan dulu......
ia memaafkn ku namun air matanya malah turun semakin deras,aku sangat sedih melihat itu dan juga bingung,dan ternyata itu disebabkn karna setelah lulus sma ia akan menikah dg orng pilihan ayahnya dan tidak bisa menolak lagi karna ia sudah menyetujui pernikahan itu karna menurutnya lebih baik dicintai dari pada mencintai tapi harus merasakan sakit hati...........
aku terkejut dan hanya bisa menerima itu, karna bagai manapun aku bukan tuhan yg tau takdir hidupku kedepannya bagaimana
aku hanya berdoa agar nanti jika aku jatuh cinta lagi aku mohon jadikn dia yg terakhir untuk ku berjuang bersama mendapatkn surgamu,dan aku berjanji pada diriku sendiri akan menjadi orng yg lebih kuat dan tidak akan mengubah keperibadianku lagi walau aku tersakiti lagi.
"TAMAT"
jangan kebanyakan gengsi,dalam cinta hilangkn rasa gengsi ego dan nafsumu.
jangan menyesali hal yg telah berlalu mau sesulit apapun itu,tetap jadilah dirimu sendiri meski itu menyakitkan kau tak tau seperti apa nantinya hidupmu.
seseorang takkan dewasa jika belum mengenal yg namanya luka,dan seseorang takkn tau makna sebenarnya hidup jika belum jatuh sampai merasa ingin menyerah saja.