Alya aku mencintai mu... sontak suasana kelas yang ramai hening ketika aku mengucapkan kata itu dan semua teman melihat ke arahku dengan penasaran apa jawaban alya pada saat itu.
Namaku Ryan aku adalah siswa pindahan di sekolah sebuah kota saat aku memasuki kelas 3 sma saat aku mengucapkan kata cinta pada gadis yang aku sukai yang mana ketika kenaikan kelas 2 aku baru bergabung dengan kelas yang sangat asing dan teman-teman yang baru.
Alya adalag gadis yang rupawan dan manis merupakan salah satu gadis primadona di sekolah saat itu dan tidak ada yang tidak tahu dengan alya.
pada saat baru pindah aku sangat kaku di kelas karena teman-teman baru yang membuatku merasa canggung tetapi ada gadis manis mendekatiku dan berkata "perkenalkan saya Alya ketua kelas di sini" sontak aku kaget melihat gadis manis yang menyapaku dan mengajak kenalan, aku menjawab dengan malu-malu "saya Ryan".
jika ada pertanyaan tentang kelas ataupun pelajaran silakan tanya saja jangan malu-malu kata Alya sambil senyum dan kemudian pergi dengan teman-temannya.
Beberapa hari kemudian aku sudah terbiasa dengan suasana dan teman-teman yang baru dan aku mendapatkan teman baik yang bernama rahmat, Iyan kamu mau ke kantin ga ? tanya rahmat
ayo jawab ku dan kami berdua berjalan ke kantin bersama, ketika di tengah perjalanan aku beremu Alya dan bertanya "Alya nanti tugas fisika bantu aku ya" Alya memang pintar di kelas wajar dia menjadi ketua kelas paras yang cantik dan juga pintar tidak heran dia menjadi pribadona yang terkenal di angkatan kami.
Alya menjawab boleh saja tapi jangan ajak Rahmat aku tidak suka dia,
Rahmat orang yang usil suka mengganggu Alya di kelas wajar Alya tidak suka dengan sikap Rahmat
Cie yang mau janjian ngerjain tugas celetus rahmat Alya langsung pergi menuju arah kelas. "Iyan kamu suka ya sama Alya?" Klo kamu suka pasti banyak saingan kan dia cantik... tanya rahmat padaku, aku diam saja dan tidak menjawab dan langsung mengajak rahmat menuju kantin.
Dikantin Rahmat bertanya kembali kepadaku "Iyan kamu suka gak sama Alya?" aku menjawab klo iya kenapa dan kalau engga kenapa? Alya itu dari kelas 1 sampe sekarang tidak pernah pacaran dan banyaj yang menembak dia tapi semua di tolak Rahmat berkata kepadaku, kemudian aku menjawab mungkin saja kan Alya orangny cantik dan baik,
baik apanya dia itu jutek dan cerewet di kelas coba aja kamu telat bayar uang kas dia marah-marah pasti. dan aku tertawa sambil melanjutkan makan di kantin Rahmat terus mengatakan kejelekan Alya,
"tapi jika kamu menyukainya aku akan mendukungmu" kata Rahmat kepadaku
Hari demi hari aku semakin akrab dengan Alya karena dia sering membantuku saat pelajaran.
Alya nanti untuk tugas kelompok kita mengerjakan di mana? tanyaku yang pada saat itu aku di tugaskan 1 kelompok dengan Alya. "Dirumah siska aja" jawab alya, oke nanti kita ketemu di sana ya jawab ku kembali.
Ketika di rumah Siska aku datang setelah Alya yang sudah duduk mengobrol dengan Siska. Asalamu'alaikum sapa ku ketika di depan rumahnya siska. Walaikum salam jawab Siska dan Alya yang hampir barengan menjawab, silakan masuk Alya dan yang lain sudah menunggu di dalam ajak Siska untuk masuk kerumahnya. kemudia kami mengerjakan tugas bersama dan hari mulai malam tugas pun selesai.
Ketika mau pulang aku melihat Alya sedang kebingungan sambil melihat ponselnya,
"kenapa kok merengut" tanya ku pada Alya
"ya papa ku ga bisa jemput karena lembur malam ini....
Yaudah aku antar aj mau ga? tanya ku
"kan rumah kita beda arah" Alya menjawab
"gapapa lagian kan kamu cewe masa pulang sendiri" jawabku kembali.
dan alya ikut naik ke motor ku untuk di antar ke rumahnya, ketika sampai di depan rumahnya. aku berkata "Alya minta no kontak mu dong aku ga ada kontakmu nih"
"untuk apa?" kata Alya
"ya kalau ada perlu soal Pr atau pelajara kan enak ga mesti nanya di sekolah terus"
"hmmmmm oke deh." Alya pun menuliskan kontaknya di hp ku dan berkata jangan di sebarkan ya no kontak ku sebab aku ga suka kalo ada orang iseng menelpon atau sms ga jelas. Dan "terima kasih sudah mengantarku sampai ke rumah"
"ga papa kok bantu kamu sekali-sekali kan kamu sering bantu aku di sekolah" jawabku dan aku pulang ke rumah dengan perasaan senang karena mendapatkan no kontak Alya
Semakin hari aku semakin sering berkomunikasi dengan Alya melalui Hp entah soa pelajaran ataupun soal yang bersangkutan dengan sekolah.
bebrapa bulan di sekolah aku sangat terbiasa dengan teman-teman ku yang baru dan seiring berjalan waktu aku semakin menyukai Alya karena sikap dan perilakunya sangat baik kepadaku, Ketika Kenaikan kelas 3 aku mengatakan hal yang harusnya tidak aku katakan.
Alya aku mencintai mu... mau ga menjadi pacarku? sontak suasana kelas yang ramai hening ketika aku mengucapkan kata itu dan semua teman melihat ke arahku dan Alya dengan penasaran apa jawaban alya pada saat itu.
Alya hanya diam dan tidak berkata apa-apa sampai kelas berakhir dia tidak menegur ataupun melihatku...
Ketika bel pulang berbunyi aku menunggu Alya di depan gerbang sekolah, ketika dia mau melewati gerbang aku menghentikan dia dan bertanya "Alya aku serius mencintaimu"
Alya berkata "Maaf Iyan aku tau kamu orang baik tapi aku belum mau pacaran aku mau fokus sekolah dulu"
aku terdiam dan berfikir dan bertanya dalam hati (apakah Alya belum yakin dengan keseriusanku?)
"baiklah jika kamu memang tidak mau pacaran aku akan meyakin kan mu tentang perasaanku padamu"
dan ketika Alya mau pergi ak mengatakan sekali lagi "Alya aku akan menunggu mu membalas cintaku sampai kapanpun aku akan menunggumu"
dan hari-hari pun berlalu Alya sudah jarang membalas pesanku ataupu mengangkat telpon dari ku.
di sekolah aku terus memberinya bunga dan hal-hal yang menjadi kesukaanya Alya, tapi aku tidak dihiraukan bahkan kedekatan aku dengan Alya semakin merenggang tetapi aku tidak menyerah dan terus berusaha untuk meyakinkannya untuk menerimaku,
dan berharap dia membalas cintaku.
kemudian Rahmat menghampiriku dan berkata "Iyan sudalah Alya tidak mungkin membalas cintamu itu" ucap Rahmat yang menghentikanku untuk tidak mengejar cinta Alya lagi.
bukankah kamu pernah berkata "kamu akan medukungku?" tanya ku pada Rahmat
"ia benar tapi tidak juga seperti ini kamu itu laki-laki tidak wajar untuk mengemis cinta yang jelas-jelas Alya tidak mencintaimu"
sontak aku terdiam mendenggar ucapan Rahmat dengan nada kesal terhadapku,
lalu aku pergi dari hadapan Rahmat sambil merenungkan kata-kata rahmat yang baru dia ucapkan.
hari-hari terus berlalu aku sudah tidak memikirkan kata rahmat yang pernah dia ucapkan kepadaku waktu itu dan aku terus mengejar cinta Alya untuk membalas cinta ku tapi semuanya sia-sia aku tidak pernah mendapatkan cinta Alya bahkan hubungan pertemananku dengan Alya semakin hancur dan bahkan Alya mengacuhkanku dan tidak menghuraukan aku. tetapi aku tidak putus asa dan terus berkata dan menunjukan sikap bahwa aku sangat mencintainya tetapi semua itu tidak pernah terwujud dan hanya menjadi harapan yang sia-sia.
Setelah kelulusan Sma kami semua merencanakan untuk membuat acara perpisahan yang meriah, dan semua siswa yang lulus sangat senang mendengar kabar tersebut. dan semua persiapan sudah selesai menjelang 1 hari sebelum acara di mulai aku mendapat kabar bahwa keluargaku akan pindah lagi ke kota yang jauh dan aku tidak bisa mengikuti acara perpisahan tersebut, bahkan bertemu teman-teman ku untuk mengatakan aku akan pindah dan mengucapkan salam perpisahan aku tidak sempat karena keberangkatan kami yang mendadak, aku hanya mengirim pesan singkat kepada Rahmat bahwa aku akan pergi.
#Ok gays untuk sementara sebatas ini dulu ceritanya ^_^
jika ingin membaca kelanjutannya tolong dukung cerpen ini supaya bisa di lanjutkan menjadi novel