"Cie-cie yang dapat kiriman surat cinta." goda Asma kepada Rindu.
"Apaan sih." jawab Rindu dengan tersipu malu.
"Memang Kelvin beriin surat apa?" tanya asma.
"udah diam, dasar perusuh." jawab Rindu yang tersenyum.
"Cie..cie, 2 Minggu lagi kan kita Uda lulus sekolah. udah ngebet nih mau jadi istri bang Kevin." goda Asma lagi.
"Dasar kamu..." kata-kata Rindu yang tidak selesai karena guru olah raga sudah datang.
"kalian sedang apa?" tanya pak Adrian.
"Enggak apa-apa, pak." jawab Rindu.
"Kalau nggak apa-apa, kenapa kalian ada disini? kenapa tidak keluar ke lapangan Olahraga?" tanya pak Adrian kepada Rindu.
Nampak Asma langsung meninggalkan pak Adrian bersama Rindu.
"Kamu lagi membaca apa?" tanya pak Adrian kepada Rindu.
"Cuma lagi baca surat, pak." jawab Rindu.
"Kamu ini masih sekolah, jangan kebanyakan pacaran tahu." ucap pak Adrian sambil menepuk kepala rindu dengan buku pelajaran olahraga.
"Lagian siapa yang pacaran sih, pak." jawab Rindu sambil tersenyum kepada buru olahraganya.
Seorang pria muda yang lebih memilih menjadi guru olahraga yang berada di sebuah SMA yang sangat terkemuka di daerah Jakarta. pria muda yang masih berusia 25 tahun.
"Oh ya Rindu, bapak mau tanya." tanya Adrian kepada Rindu.
"Memangnya ada apa, pak?" tanya Rindu balik.
"Selesai sekolah kamu mau apa?" tanya pak Adrian.
"Mau cari kerja aja pak, enggak sekolah." jawab Rindu.
"Memangnya kamu kenapa kamu tidak sekolah?" tanya pak Adrian.
"Biaya sekolah mahal pak, mau langsung kerja aja. biar tidak menjadi beban orang lain, Apalagi aku kan tidak punya orangtua cuma hidup numpang sama saudara ibu. jadi langsung kerja aja pak." jawab Rindu.
"Kalau bapak yang menyekolahkanmu, kamu mau nggak?" tanya pak Adrian.
Nampak Rindu menatap sosok pria yang ada di depannya, seorang pria yang begitu digandrungi oleh banyak siswa di sekolahnya.
"Nggak pak, aku mau langsung kerja aja. lagian selama ini saya juga kerja paruh waktu, jadi klu kerja bisa dapat uang penuh buat cari kontrakan sendiri." jawab Rindu.
Akhirnya Adrian meninggalkan Rindu yang mau berganti seragam olahraganya, nampak pria itu memberikan perhatian yang lebih kepada gadis yatim piatu yang hidupnya harus menderita semenjak kecil.
"Aku berdoa setelah lulus sekolah Kau akan menerima pinangan ku Rindu, karena sudah lama aku memendam perasaan ini padamu." ucap Adrian dalam hati sambil melihat kepergian Rindu ke lapangan sekolah.
Dua minggu kemudian ujian dilaksanakan, nampak Rindu sangat giat belajar untuk mendapatkan nilai yang bagus. karena tidak mungkin jika nilainya jelek Dia akan diterima saat mencari kerja, Tidak ada waktu bagi Rindu untuk melakukan sesuatu yang tidak berguna.
Karena Gadis itu ingin segera lulus sekolah dan mencari pekerjaan, setelah itu dia ingin mencoba mencari kontrakan untuk hidup sendiri. dia merasa malu terus menumpang selama 3 tahun di rumah saudara ibunya walaupun Gadis itu mencari makan sendiri dengan cara kerja paruh waktu setelah pulang sekolah.
1 bulan kemudian
"Pak Adrian." Rindu yang terkejut karena Adrian berada di depan kos-kosan Rindu.
"Hai," sapa Adrian.
"Sedang apa bapak di sini?" tanya Rindu kepada Adrian.
"Kau itu sudah lulus sekolah, jadi tidak usah memanggilku bapak, tahu." jawab Adrian yang mengelus kepala Rindu, nampak sentuhan dari Adrian membuat Rindu salah tingkah.
"Aku dapat alsmatmu dari asma." jawab Adrian. nampak Rindu menganggukkan kepalanya, karena hanya asma yang tahu tempat kos-kosan nya dan tempat kerjanya.
"Masuk dulu pak, aku buatkan minum." pinta Rindu kepada Adrian.
"Di luar saja, nanti kalau aku ke dalam akan menimbulkan fitnah." jawab Adrian. nampak Rindu tersenyum kepada mantan guru olahraganya, Tak lama kemudian Rindu keluar membawa secangkir kopi.
"Kamu masuk shift malam atau pagi?" tanya Adrian.
"Masuk pagi terus pak, saya nggak berani masuk malam.. takut." jawab Rindu.
Nampak Adrian menganggukkan kepalanya dan tersenyum kepada Rindu.
"Bagus kalau begitu." jawab Adrian.
Setelah hari itu, sering sekali Adrian menjemput Rindu saat pulang kerja, hal itu membuat Rindu merasakan perasaan yang berbeda dengan Adrian.
"Rindu, apakah kau mau menikah muda?" tanya Adrian.
"Memangnya kenapa, mas?" tanya Rindu.
"Ya..mas kan tanya." jawab Adrian.
"Ya mau mas, kalau ada yang mau sama Rindu." jawab Rindu sambil cengengesan.
"Mas ini bertanya beneran, rindu." ucap Adrian.
"Aku mau nikah muda, mas. karena Rindu ingin ada seseorang yang melindungi dan memberikan Sinta yang tulus kepada Rindu." jawab Rindu.
Saat mendengar jawaban dari Rindu, nampak Adrian sangat senang.
"Lalu... apakah kau mau menikah sana Mas, mendampingi Mas, dan menjadi ibu anak-anak Mas?" tanya Adrian. Rindu sangat terkejut dengan perkataan Adrian.
"Ah Mas ini, sukanya bercanda sama Rindu." ucap Rindu. padahal hati Rindu berdebar tidak karuan saat mendengar perkataan dari Adrian.
"Mas tidak sedang bercanda, Rindu. mas sudah suka kamu semenjak kamu masih sekolah kelas 2." jawab Adrian.
Rindu sangat terkejut dengan perkataan dari Adrian, karena dia tidak menyangka kalau pria itu mencintainya semenjak masih kelas 2.
Adrian memberikan waktu kepada Rindu, karena dia yakin kalau gadis itu juga ada rasa dengan nya.
2 minggu kemudian.
"Bagaimana Rindu?" tanya Adrian.
"Iya mas, aku menerima lamaran mas." jawab Rindu.
Betapa bahagianya Adrian saat wanita yang dia cintai menerima lamaran cintanya.
1 bulan kemudian..
"Sah!" seru penghulu.
Ijab kabul telah dilakukan, pernikahan sepasang insan itu telah selesai, nampak Asma datang bersama Kevin. seorang pemuda yang dulu menyukai Rindu.
"Aku mencintaimu." ucap Adrian.
"Aku juga Mencintaimu," jawab Rindu.
*** selesai ***