Bunga putih, bunga merah, bunga kuning, puncak dari musim semi adalah warna merah muda dari bunga SAKURA. Mengabarkan musim semi telah tiba...
Entah kenapa, perasaan hangat musim semi ini terasa hampa di hati Alya. Dia memandang kuncup - kuncup bunga dengan perasaan sedih.
" Lihatlah Alya, hanya sakura di sekitar kita yang terlambat mekarnya. Masih banyak yang kuncup. Kalau ke arah utara, semuanya juga begini. Kampung halamanku juga paling - paling sekarang.." kata - kata Arman tidak diteruskan.
" Rumahnya kak Arman ya ? Aku ingin kesana deh...kapan - kapan ajak aku ke sana dong kak.." jawab Alya yang antusias.
" Semakin telat musim semi tiba, justru semakin kuat nuansa musim seminya. Air dari salju yang meleleh serta kuncup bunga sakura..lalu bunga warabi yang cepat menguning...warabi tua yang membatu di atas air, menunjukkan tibanya musim semi..." Arman menjelaskan semua keadaan di kampung halamannya.
" Aku,,,aku suka sekali kampung halamanmu kakak. Aku ingin kesana " jawab Alya dengan semangat. Wajah muramnya kembali ceria.
Kehidupan cinta setiap manusia berbeda - beda. Selama hayat masih dikandung badan, perasaan ini tidak akan berhenti disini.
Kecemburuan, kesengsaraan, karena cinta. Semua telah ditakdirkan bagi umat manusia.
Cinta segitiga antara Alya, Arman dan sepupunya Arni. Membawa kisah pilu pada situasi kisah cinta di jaman lama.
" Mengapa,,mengapa seperti biasa lagi ? Mengapa ? Mengapa aku bisa jatuh cinta pada orang yang dicintai juga oleh sepupuku Arni ? Aku pun sebetulnya tidak mau bersikap seperti itu " batin Alya menjerit, menahan kesengsaraan cinta di dalam hatinya.
" Aku pun...aku ingin seperti Arni. Aku iri pada Arni. .." desahnya lirih sambil menggigit bibirnya.
Kecemburuan dan kesengsaraan karena telah mencintai seorang pria yang sama. Antara kedua orang sepupu. Ini adalah sebuah kisah jaman dulu. Bayang - bayang bunga yang berwarna merah muda..
Dalam sebuah peperang besar yang dahsyat, dikabarkan seorang jendral perang mengalami kekalahan. Sang tunangan menunggu dengan hati cemas. Berharap sang jendral pulang dengan selamat.
" Ibu kota jatuh ke tangan pasukan pemberontak !!"
" Oh tidak mungkin..kalau begitu bagaimana dengan nasib beliau...tunanganku...kakanda...jangan - jangan beliau...semoga ia selamat...kasihku..."
" Seandainya hidup ini ada batasnya, kan kutinggalkan perasaanku di dalam hatimu. Namun demikian perasaan cinta ini tetap tidak dapat dihilangkan. Meski harus melukai hati sepupuku sekalipun...oooh ..namun apakah semua yang kulihat ini hanyalah khayalanku semata ? Perasaanku yang mencintai beliau...dan yang diperlihatkan oleh semburat kabut bunga..." Alya tiba - tiba menangis. Dadanya sesak, seperti tertimpa bangunan berat.
Akan kuhilangkan perasaan cintaku disini saja. Di balik bayang bunga warna merah muda. Kebencian dan kesengsaraan berkumpul di situ...terbelenggu perasaan kasih yang tak sampai.
" Oh kak Arman, aku tak peduli meski ini hanyalah fatamorgana. Mengapa engkau tidak datang menemuiku ? Mengapa hanya kepada Arni ? Mengapa hanya dia ? Tak kan kumaafkan. Tidak akan..kau yang telah merebut pria yang kucintai. Tak akan kumaafkan seumur hidupku. Tidak akan ku maafkan " batin Alya dengan penuh sesak.
" Ada apa Alya ?" tanya Arman yang melihat Alya termenung di bawah pohon sakura.
" Nggak apa - apa !" jawab Alya singkat.
" Kamu benci sama aku ya ? Apa aku pernah melakukan sesuatu yang membuatmu jadi membenciku ? "
" Nggak...aku hanya nggak suka saja " jawab Alya tanpa melihat Arman.
" Hahaha baru kali ini aku dibenci oleh cewek yang nggak aku apa - apakan " Arman tertawa terbahak - bahak membuat Alya risih.
" Huh, aku mau masuk " Alya berdiri dan hendak pergi.
" Tunggu Alya, jangan pergi..jawab dulu pertanyaanku. Mengapa kamu tidak suka padaku. Apa karena kampung halamanku ? " tanya Arman dengan penasaran.
" Aku suka dengan kampung halamanmu..tapi kamu adalah kekasih Arni !!" jawab Alya dengan tegas.
Arman langsung memeluk Alya, dengan sekuat tenaga, Alya berontak.
" Lepaskan aku !!"
Arman tidak mau melepasnya. Bahkan dengan ganas, Arman mencium Alya.
" Ti..dak..kau kekasih sepupuku Arni...kenapa kau lakukan ini padaku ?" Alya tidak bisa menguasai tubuhnya, hingga diapun lunglai dalam pelukan Arman.
" Karena aku suka sama kamu !!" bentak Arman serius.
" Hentikan...kenapa..kamu kan kekasihnya Arni..kamu ciuman sama Arni juga kan ? Dasar hidung belang !!" Alya memukul - mukul Arman sambil menangis.
" Apa yang terjadi ? Alya kau..." tiba - tiba Arni memergoki mereka dan mendengar semuanya.
" Arni.." Alya berusaha mencegah Arni yang lari sambil menangis.
" Kau mengkhianatiku Alya " bentak Arni sambil pergi.
" Arni,,yang tersiksa adalah aku selama ini..selama ini aku iri padamu..aku dendam padamu...kau merebut segalanya dariku..ini semua gara - gara kamu " batin Alya yang berhenti mengejar Arni.
Rasa cemburu bercampur dengan rasa merana, pasti akan menyakiti orang lain. Dendam dan kecemburuan adalah bisikan setan yang menyesatkan. Akhirnya bunga sakura mekar semuanya.
Hubungan kedua sepupu itu pun hancur karena menyukai satu pria yang sama. Dan hati pria itupun bercabang, mencintai yang satu dan memberi harapan cinta kepada yang satunya lagi. Apa mungkin akan menikahi keduanya ?
Warna merah muda, dari bayang - bayang bunga sakura. Seperti perasaan cinta segitiga yang mereka rasakan. Seperti sebuah benda, cahaya lalu bayangannya.
Mencintai seseorang adalah melukai hati sendiri dan melukai hati orang lain. Suatu hari nanti, ketulusan hati akan menyelimuti hati yang pedih.
Akhirnya Arman pulang ke kampung halamannya. Tanpa menikahi mereka berdua. Dia takut untuk memilih salah satu. Lebih baik melupakan cinta mereka. Seperti bayangan semburat bunga yang menghilang karena berguguran. TAMAT