"Lisa ada telepon dari Ridwan," ucap Ibu Lisa yang kemudian memberikan telepon rumahnya kepada putrinya.
"Memangnya ada apa, Bu?" tanya Lisa kepada ibunya.
"Ibu tidak tahu, jawab telfonnya dulu daripada bertanya dengan ibu," ucap Ibu Lisa yang kemudian membelai kepala putrinya kemudian meninggalkan gadis itu.
Tak lama kemudian Lisa mengangkat telepon dari seorang pria yang bernama Agus. sebuah kejutan yang tidak pernah dikira oleh Lisa, karena saat dia mengangkat teleponnya, sang kekasih sudah berada di luar bersama keluarga serta beberapa temannya.
Tok..
Tok
Tok..
bunyi pintu diketuk oleh seseorang, Tak lama kemudian Lisa berjalan menuju pintu rumahnya itu.
Ceklek..
"Iya siapa," Lisa yang membuka pintu rumahnya, betapa terkejutnya Lisa saat dia membuka pintu rumahnya. terlihat disana Agus bersama orang tuanya dan beberapa rombongan orang yang sudah berjajar di depan pintu rumahnya.
"Abang, lagi ngapain disini." ucap Lisa kepada Agus. Lisa sangat terkejut saat dia membuka pintu rumahnya namun di sana sudah berjajar beberapa orang.
Tak lama kemudian ibu Lisa keluar karena mendengar beberapa orang berbicara.
"Ada apa, Lis." ucap cap Ibu Lisa.
"Bang Agus Bu." jawab Lisa.
Ibu Lisa menatap pintu tempat Lisa berdiri disana sudah berjajar beberapa orang bersama orang tua Agus.
"Nak Agus, Mbak Sri." ucap Ibu Lisa yang sedikit terkejut karena di depan pintunya sudah banyak orang.
"Mbak Sukma." jawab ibu Agus yang cengengesan saat melihat kedatangan calon besannya.
"Ada apa ini, mbak Sri. kok bawa orang banyak banget?" tanya ibu Sukma kepada Ibu Sri.
"Ini loh bu, boleh kami masuk nggak." ucap ibu Sri.
"Boleh, silakan." jawab ibu Sukma.
Tak lama kemudian pak Rahmat ayah Lisa keluar karena mendengar kegaduhan yang ada di rumahnya, betapa terkejutnya pak Rahmat saat melihat di dalam rumahnya sudah dikerumuni orang banyak.
"Pak Gatot, Ibu Sri." ucap pak Rahmat yang sangat terkejut saat melihat orangtua Agus dan keluarganya sudah berada di rumahnya.
"Begini loh pak, kami ini datang karena permintaan agus.
"Hari ini Agus meminta kami untuk melamar Sukma." ucap pak Gatot. betapa terkejutnya kedua orang tua Lisa, begitu pula dengan Lisa. karena Gadis itu tidak menyangka kalau kekasihnya akan melakukan hal itu,
"Kok abang tidak bilang padaku sih." ucap Lisa kepada Agus.
"Ya biar kamu tidak dikejar-kejar sama banyak pria itu, lebih baik aku langsung menikahimu biar kau menjadi milikku. sah dan halal." jawab Agus sambil tersipu malu. wajahnya terlihat sudah merah sedangkan kedua orangtua agus nampak saling menatap.
.
"Ya ampun Bu Sri, kami ini belum tahu sama sekali. kok mendadak banget sih, kami tidak punya apa-apa untuk disajikan lho." ucap Bu Sukma yang terlihat sangat kebingungan.
"Kami tidak butuh suguhan Bu, yang kami butuhkan itu Ibu menerima Putra kami menjadi menantu Ibu. karena kami mau 1 bulan lagi Lisa sudah menikah sama Agus, maklum bulan depan Agus mau dipindah ke Jakarta buat kerja di sana." Jawab Ibu Sri.
Hari itu menjadi hari yang sangat lucu, membahagiakan dan sangat mendebarkan bagi Lisa. karena dia tidak menyangka kekasihnya akan melamarnya hari itu.
1 bulan kemudian, akhirnya Agus menikahi Lisa secara sah karena mereka berdua tidak ingin berpacaran lama-lama dan menimbulkan fitnah.
"Apakah sudah sah!!" seru pak penghulu kepada para saksi.
"Sah!!"jawab para saksi.
senyum merekah di bibir kedua insan itu,
"Terima kasih karena kau mau menerimaku menjadi suamimu." ucap Agus kepada Lisa
"Tentu bang, jadilah imamku di dunia dan di akhirat." jawab Lisa yang kemudian mencium tangan Agus.
** tamat ***