Di siang hari yang cerah, aku berjalan di pinggiran jalan menyusuri jalan yang sudah biasa aku lewati. Saat melihat sungai yang mengalir disampingku, aku terdiam dan berjalan mendekati sungai itu
Aku duduk dan menatap air sungai yang jernih, melihat bayangan diriku di air.
"Hari ini pun tidak terjadi apapun" gumamku
Aku berdiri dan kembali berjalan tanpa arah dan tujuan.
Beberapa menit setelah aku berjalan, sekarang aku sudah berada di taman bunga mawar. Aku berjalan menyusuri jalan di taman itu sembari melihat sekumpulan bunga mawar yang tertata rapi di pinggir jalan.
"Aku sama sekali tidak mengerti. Kenapa orang-orang sangat suka melihat benda seperti ini?" Pikirku
"Bunga ini memanglah cantik. Namun bunga ini adalah pengkhianat. Ia menarik perhatian orang dengan tampangnya yang indah, tapi juga bisa melukai siapapun yang menyentuhnya. Aku tidak suka hal seperti itu" ucapku
Aku berjalan menuju pintu keluar taman. Saat aku berada di dekat pintu keluar, ada seorang laki-laki berjalan masuk ke taman itu dengan wajah datar.
Saat aku melewati laki-laki itu, aku merasa ada sesuatu yang aneh pada dirinya dan saat aku menoleh ke belakang untuk melihat laki-laki itu lagi, dia sudah menghilang bersamaan dengan angin sepoi-sepoi yang mengibarkan rambutku.
Aku kembali berjalan. Kali ini aku berjalan pulang ke rumah karena hari sudah mulai gelap.
Aku masuk ke rumahku yang sunyi karena aku hanya sebatang kara tanpa ada saudara atau keluarga yang melindungi dan memperhatikanku.
Aku mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Setelah selesai mandi, aku masuk ke kamarku yang sedikit berantakan. aku memakai baju dan berdiri di depan cermin.
"Kau pasti bisa bertahan. Berjuanglah" ucapku menyemangati diri sendiri. Aku menyentuh bayangan wajahku yang ada di cermin, lalu tanganku masuk kedalam cermin itu dan akhirnya aku terisap kedalam cermin itu seutuhnya.
Saat aku membuka mataku, pakaianku yang biasa saja itu berubah menjadi sangat elegan dengan diselimuti armor yang sedikit berat, dan tangan kananku yang memegang sebuah pedang yang berwarna sama dengan armor yang kupakai.
Aku melihat sekelilingku. Di tempat ini seperti bukan bumi. Aku merasa seperti masuk ke dunia dongeng. Aku juga merasa ada yang aneh dengan penglihatan mata kiriku. Saat aku melihat sekelilingku, aku dapat melihat menembus benda-benda yang menghalangi pengelihatanku.
Di depanku, aku melihat ada seseorang yang memakai topeng dengan pakaian seperti seorang pangeran sedang duduk diatas tumpukan mayat yang menggunung.
Aku berlari ke arah orang itu dan menebas semua benda di depanku. Kami beradu kekuatan kami disana. Pertempuran sengit pun terjadi.
Ditengah-tengah pertempuran itu, aku mendengar sebuah suara.
Kriiing... kriiing... kriiing...
Jam weker di kamarku berbunyi. Semua hal yang terjadi itu hanyalah mimpi, namun anehnya aku merasa itu sangatlah nyata untuk dibilang mimpi.
Aku bangun dari kasurku dan mandi. Aku bersiap untuk berangkat ke sekolah dengan tubuh lemah.
Pagi hari ini cuaca sedang tidak bagus. Langit mendung yang membuatku semakin tidak bersemangat. Di tengah perjalananku ke sekolah, hujan pun turun dengan sangat deras. Aku berjalan melalui teras toko-toko yang berjejer di pinggir jalan agar aku tidak kehujanan.
Saat aku menoleh ke jendela salah satu toko, aku melihat bayangan diriku yang memakai pakaian anggun dengan armor dan mata kiriku yang berwarna merah menyala. Aku yang kaget melihat bayangan diriku itu, refleks melangkah mundur dan tanpa sengaja aku menginjak genangan air. Kakiku diisap kedalam genangan air itu dan aku berpindah ke sebuah kastil tua.
Di kastil itu, orang bertopeng itu juga ada disana dan berdiri di depanku. Kami pun akhirnya kembali beradu kekuatan hingga kastil itu runtuh. Meski sudah begitu, tapi tidak ada siapapun dari kami yang terluka. Dia sangat kuat.
Kami terus bertempur. saat kami sedang berjaga jarak dan posisi kami sedikit jauh, orang itu membuka sedikit topengnya hingga mulutnya terlihat. Mulutnya bergerak seperti mengatakan sesuatu, namun aku tak dapat mendengarnya. Saat aku sedang fokus untuk mendengar apa yang ia katakan, aku mendengar suara lain.
Kriiing... kriiing... kriiing...
Jam weker milikku berbunyi. Apa yang berlalu tadi juga ternyata mimpi.
"Apa yang terjadi?" Pikirku
Aku menangis sekilas karena terlalu bingung apa yang sebenarnya terjadi.
Aku pergi mandi, memakai pakaian sehari-hariku lalu pergi keluar.
Aku berniat pergi ke toko untuk membeli bahan makanan. Di tengah jalan yang ramai akan orang-orang yang beraktivitas itu, tiba-tiba mereka semua hilang dan hanya aku seorang yang tersisa. Lagi-lagi aku memakai pakaian anggun dengan armor dan sebuah pedang di tangan kananku.
Sesaat kemudian, aku dapat merasakan ada serangan yang mengarah padaku. Aku menepis serangan itu dengan pedangku dan seperti dugaanku, orang bertopeng itu kembali muncul.
"Jika aku ingin ini semua berakhir, maka aku harus mengalahkan orang ini" pikirku
Aku melawan orang itu dengan sungguh-sungguh. Kami bertarung sangat lama hingga kota itu hancur berantakan.
Dan saat dia lengah, aku mengarahkan pedangku ke kepalanya dan akhirnya topengnya terbelah.
Aku kaget saat melihat orang bertopeng itu adalah laki-laki yang tak sengaja bertemu denganku di taman bunga mawar saat itu.
Laki-laki itu melompat mundur dariku.
"Kau..." ucapku ragu
Laki-laki itu menghela napas dan tersenyum hangat padaku lalu menjulurkan tangannya ke arahku.
"Ayo pulang, tuan putri. Semuanya sudah menunggu" ucap laki-laki itu
Aku berjalan mendekati laki-laki itu dan menyambut uluran tangannya itu.
Kriiing... kriiing... kriiing...
Lagi-lagi aku terbangun dari mimpi tak berakhir ini