Suara piring memecah keheningan di pagi itu..
seorang pria yang sudah rapi dengan kemeja putih dan celana jins biru sedang mencuci piring.
Di meja berukuran 1x1 m itu sdh berjejer sayur dan ikan goreng di atasnya, tak lupa ada kerupuk lengkap dengan sambal terasi khas orang jawa...
pria itu berjalan menuju kamar yg berada di sebelah kanannya...
Dia mencium seorang wanita yg masih tertidur pulas di bawah selimut warna coklat tua..
" q berangkat kerja dulu ya" ucapnya sambil mencium kening wanita itu...
" emmmm..... " wanita itu menggeliat sambil melihat jam..
" papi sudah mau berangkat kerja?"
ya...kehidupan pasangan suami istri yg begitu harmonis hingga semut pun merasa iri dengan kemesraan mereka....
Selly dan Still adalah pasangan pengantin baru,,, sudah 1 bulan lamanya mereka menikah... kehidupan yg tampak oleh orang lain adalah kehidupan yang penuh cinta. bahkan para tetanggapun iri dengan keharmonisan mereka berdua...
Suara motor yang menjauh smakin terdengar samar...
setelah mengantar keberangkagan Still. Selly mendesah seolah ada sesuatu di pikirannya..
.
Dia melihat meja makan yang sudah penuh dengan makanan, sehingga dia tidak perlu repot memasak untuk hari ini... rumah sudah bersih dan rapi.. lantai mengkilat bersih dengan aroma karbol pel yang khas...
seketika air matanya menetes tanpa dia sadari...
"Ya Allah ya Tuhan ku... maafkanlah hambamu ini... Trimakasih karna kau telah memberikan lelaki yang luar biasa mencintai dan menyayangiku.." sambil bersimpuh dengan mukenah putih yang dia pakai... air matanya tumpah ruah di sajadah ber warna abu2 .
Al qur'an dengan sampul warna hijau menjadi saksi bagaimana seorang hamba mengadu dan bersimpuh penuh syukur dihadapan Rabb nya...
suara lantunan al qur'an terdengar lirih dan samar memecah keheningan di rumah yang sepi itu..
Selly bersiap sarapan... tiap sendokan nasi yang dia masukkan ke mulutnya di iringi dengan tangis dan suara sesenggukan, Dia menangis menahan air mata penuh kerinduan yang rasa itu tidak seharusnya ada.
Selly mengingat pria yang pernah menjalin hubungan dengannya selama 5 tahun, pria tampan yang menjadi cinta pertamanya, cinta bergelora dan penuh hasrat juga penuh perjuangan di masanya...
Cinta yang membuat dia kuat dan mampu menjalani masa2 sekolah di tingkat menengah waktu itu...
Cinta yang mendampinginya ketika keluarganya hancur lebur karna perselingkuhan seorang ayah.
Sosok yang sangat luar biasa di kagumi oleh banyak sekali siswi di sekolahnya.. seorang lelaki tampan, tinggi dan memiliki tubuh yang atletis. seorang pemain sepak bola yang menjadi idola kala itu... seorang yang memiliki kepribadian yang sangat dingin dan pendiam.
pria itu sama sekali tidak menghiraukan suara teriakan histeris siswi2 yg memanggil manggil namanya...
Saka namanya....
Seorang lelaki yang pernah menjadi cinta dan penolongnya....
" hei sell.. " ucap seorang siswa
kamu di panggil tuh sama Saka...
" ada apa..?"
Selly berjalan melewati lorong kelas, sambil penuh tanya..
kenapa idola sekolah memanggilnya?
kenapa dia?
dia bahkan tidak menjadi salah satu siswi yang berteriak histeris ketika dia lewat.
kira2 apa yang di inginkan idola sekolah untuk bertemu dengannya..
sambil berjalan melangkahkan kaki...Selly asyik dengan pikirannya sendiri.. tak terasa dia sampai di tempat yang di tunjukkan oleh siswa yang memanggilnya tadi...
kemudian dia melihat Saka yang sangat tampan dan dingin sedang menunggunya...
" iya.. ada yang bisa saya bantu? "tanya Selly
Seketika Saka berdiri sambil menyodorkan tangannya...
" hai..aku saka..."
" kalo boleh tau siapa nama mu?" sambil menyodorkan tangannya...
Selly pun menyodorkan tangannya untuk meraih tangan Saka waktu itu... perasaan campur aduk antara heran, penasaran dan senang bersatu di pikirannya...
siapa yang tidak panas dingin.. di dekati langsung oleh idola sekolah waktu itu...
hingga tanpa di sadari... Selly menggenggam tangan itu terlalu erat... seolah tidak mau terpisah....
Bibir Saka tersenyum,,, senyum yang sangat menawan..bahkan mungkin eksklusif hanya Selly yang bisa melihatnya....
sampai ketika suara Saka memecah suasana yang membius hati waktu itu...
" apa kau tidak berencana melepas tanganku?" ucap saka
" oh...iya...iya... maa maaf...." Selly tergagap
" sampai jumpa nanti pulang sekolah ya "
Saka berjalan pergi meninggalkan Selly yang masih tercengang bingung dengan apa yang sudah terjadi tadi.
Selama di kelas Selly selalu terngiang dengan ucapan saka...
" apa maksudnya?" guman Selly
" jangan bilang dia mau menungguku pas pulang sekolah" guman Selly lagi...
"nggak... aku gak mau jadi sorotan ketika bertemu dengan dia... "
" aku hanya mau lulus sekolah dengan tenang tanpa masalah... perjuangan yang tidak mudah bagiku untuk bisa melanjutkan sekolah tingkat menengah, karna biayanya lumayan "
Selly melewati dengan baik proses belajar mengajar di kelas kala itu...
" kriiingg....kringgg....kringgg....." bel pulang sekolah pun berbunyi.
Selly bergegas untuk pulang... Dia berjalan menuju gerbang sekolah...
Dia melihat kerumunan siswi di sana.. yang tampak sedang mengagumi sesuatu....
Selly berjalan dengan tidak mempedulikan itu semua... kemudian apa yang dia hawatirkan terjadi juga...
" Selly... tunggu"
suara motor menghampirinya... yah..saka mendekatinya....
semua mata tertuju padanya... karna mungkin ini moment pertama kalinya sang idola sekolah menyapa perempuan di sekolah itu...
" hayuk naik... ada yang mau aku bicarakan" ucap Saka.
" eeeh.... apa tidak bisa bicara sekarang saja?" ucap selly.
" apa kamu mau jadi pusat perhatian seperti sekarang?". ucap Saka sambil menunjuk siswi2 yg menatap Selly dengan penuh rasa iri dengki...
Selly naik ke motor Saka... kemudian Saka menjalankan motornya...
" emm... memang mau bicara dimana?" tanya selly...
tidak ada tanggapan dari saka... beberapa saat kemudian, motor saka berhenti di sebuah warung mie ayam yang sederhana...
" tumben gak sendirian?" ucap bapak penjual mie ayamnya... terkesan seperti hampir setiap hari Saka makan di sini...
" iya... ini cewek saya.. namanya Selly.." ucap Saka mudah dengan ekspresi yang biasa saja..
Sementara Selly kaget dengan tanpa sengaja membelalakkan matanya mendengar pengakuan Saka..
" tak perlu kaget seperti itu... sini duduk..." ucap Saka santai.
Selly duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Saka...
sambil kebingungan dan heran dengan apa yang Saka mau...
sambil menunggu pesanannya datang, Saka menanyakan di mana rumah Selly...
" rumahmu dimana ?" tanya Saka
" oh.. rumahku lumayan jauh.. sekitar 5 km dari sini.." jawab selly
" emmmm.... maaf ..ee... apa yang mau kamu bicarakan? " tanya Selly dengan hati - hati.
" aku cuma mau makan berdua sama kamu" ucap Saka sambil tersenyum..
" Dia biasanya sendirian ke sini neng.... baru si neng ini yang dia ajak makan satu meja... hehehhee... warung bapak biasanya rame kalo pas pulang sekolah...banyak siswi siswi sekolah yang makan di sini... cuman pengen makan bareng si Saka... tapi dia langsung pesan satu meja...karna katanya gak suka kalo makan sama orang lain..hehehe" cerita si bapak penjual sambil menata pesanan kami.
" heheh..iya... makasih ya pak..." jawab Selly
di hadapannya Saka makan dengan sangat tenang...seolah tidak ada apapun yang perlu di jelaskan...
" kamu gak suka mie ayam?" tanya Saka
" oh nggak..q suka kok.. cuman.... " ragu Selly
" aku suka sama kamu .... kamu mau gak jadi pacarku? " tanya Saka
" uhuk...uhukk....uhukkk.... " selly tersedak
Saka menyodorkan es teh untuk di minum oleh Selly...
" apa...apa... apa...maksud kamu?" tanya Selly heran...
" bukannya kamu sudah dengar jelas?"
" aku mau kamu jadi pacar ku.."
" uhuk...uhuk... bukannya kamu banyak di sukai oleh siswi siswi cantik... ? mereka bahkan mau melakukan apapun untukmu...
" kenapa kamu malah memilihku "... tanya Selly untuk memastikan.
" oke.. karna kamu tidak menolakku..maka aku anggap ini kencan pertama kita..." kata Saka sambil mencium pipi Selly.
Seketika mata Selly terbelalak lebar dengan wajah merah...dia menatap Saka.
bersambung...