Dari dalam rumah aku melihat kegelapan dan suasana hening. sepi dan menyeramkan. Aku melihat bulan yang hanya menampakkan setengah bagiannya. Dan awan gelap yang kini mulai menampakkan dirinya. Menjadi pendukung dari suasana seram pada malam ini. Dan kini mataku pun tertuju pada sebuah rumah yang berada diseberang rumahku. Atap rumah yang lepas, benalu yang menjalar di dindingnya, kaca jendela yang retak, dan sebuah pohon besar yang menjulang tinggi yang berada disisi rumah tersebut. Kesan seram pun telah tampak dari luar rumah itu. Aku tak tau pasti seberapa lama rumah itu telah ditinggal kan dan history apa yang berada didalamnya. Yang aku tau rumah itu benar benar menyeramkan untuk dilihat. "Erin Rin Erin. panggil kak Serli yang sedari tadi memanggilku, namun aku tak mendengarnya karna melamun. "Oh iya kk, ada apa ?" "Teman kamu itu jadi datang kan ?" kak Serli yang menanyakan kabar Gita temanku, yang sedari tadi belum datang kerumah Oh iya kak, mungkin sebentar lagi,"jawabku. "Oh baiklah. Kalo Gita belum datang juga pintu rumah itu ditutup aja Rin. Kamu nggak takut apa ngeliat rumah kosong yang diseberang rumah kita," ucap kak Serli kepada ku. "lya kak ini Erin tutup." Sambil mengund pintu besi, aku pun segera menutup pintu rumah. Dan langsung menuju ruang TV. Namun baru 3 langkah aku meninggakan pintu, terdengar suara ketukan pintu besi dari luar. Dan aku mengira Gita udah datang kerumah. " Gita kamu udah datang yah tunggu bentar Git." Aku yang bicara mengira Gita ada diluar. Namun, suara ku pun terhenti saat pintu rumah ku buka. "Git Gita Gita"aku pun memanggil nama Gita dari dalam rumah sambil melihat sekeliling luar rumah. Dan siapa sangka tak ada satu pun orang yang berada diluar rumah. Seketika bulu kudukku berdiri. Namun aku mencoba untuk berpositif thinking " Ahh mungkin kucing lewat lalu menabrak pintu." Lalu aku langsung menutup pintu rumah. Dan segera menuju ke sisi kak Serli. " Kak, tadi saat Erin meninggalkan pintu, Erin dengar suara, pintu besi kita diketuk dari luar rumah. Erin kira Gita udah datang, tapi saat Erin buka pintu dan ngeliat sekeliling luat rumah, Erin nggak ngeliat satu pun orang yang ada diluar. "Ahhhh yang benar. Kamu halu mungkin ?" respon kak Serli yang tampak tidak percaya dengan apa yang aku bicarakan kepadanya. "Beneran kak. Erin nggk Halu pun." "Iya baiklah. Pintu rumah udah kamu kunci lagi belum?" "Belum. kakak aja ahh yang nguncinya." " Nggak ah kakak mager, kamu aja sana. Lagian siapa yang nyuruh kamu ngelamun tadi di depan pintu."
Dengan kening yang mengkerut di muka ku dan garis bibir yang mulai terjatuh. Aku pun mulai kesal terhadap kak Serli. "lihhh, kakak mah," Sambil berdiri dan meninggalkan kak Serli, lalu aku pun pergi untuk mengunci pintu rumah. Setelah aku mengund pintu rumah dan akan berbalik badan, terdengar lagi suara ketukan pintu besi dari luar rumah Tuk tuk." Dan kini suara ketukan jendela kaca . Aku pun mencoba untuk memberanikan diri membuka pintu dan memeriksa keluar lagi. " Hmm nggak ada orang, ahh mungkin kak Serli benar. Aku cuman halu." Lalu aku masuk kedalam rumah. Dan menutup pintu kembali Saat aku sudah menutup pintu. Suara ketukan kembal terdengar. Dan aku langsung saja membuka pintu kembali. Dan tiba tiba.... wWaaaa" Seketika aku terlonjak karna kaget. Ternyata Gita yang telah datang dan mengagetkanku. " Ihh apaan sih kamu, Git." Kalo datang itu ucap salam dulu dong. Jangan ngagetin orang gitu. "Iyaa maaf. Lagian waktu aku ngetuk pintu pertama kali, aku sembunyi. Dan kamu keluar celingak-celinguk gitu, saat aku mau ngagetin diluar, kamu malah masuk duluan. Ya udah deh aku kagetin nya waktu kamu buka pintu tadi. Maaf ya, Rin. kamu aku buat kaget." Ucap gita sambil menahan tawa dibibirnya. " Ya udah, Kamu masuk aja. Di luar seram tau." Aku segera mengajak Gita untuk masuk.
Gita datang untuk menginap di rumah sambil dia menemani ku. Karna mama dan papa ke luar kota. Sedangkan kak Serli segera masuk ke kamarnya mengerjakan tugas kuliahnya Aku dan Gita akan berniat untuk tidur larut malam. Karna kami akan menonton film favorit kami yang akan tayang malam ini. "Git, sebelum kita nonton film THE CONJURING nanti. Lebih baik bikin makanan dulu yuk." Aku mengajak Gita untuk membuat makanan di dapur "Bikin makanan apa ?" "Kita bikin Samyang Noodle aja yuk," Ucap ku kepada Gita. Kami pun segera menuju ke Dapur. Untuk membuat makanan. Namun... "Yah Git. Noodle nya habis deh kek nya." Ucap ku kepada Gita yang melihat mie didalam lemari sudah tidak ada lagi. "Ya udah kita pergi beli aja. Kan belum larut malam kali kan." Gita yang tiba tiba saja mengajakku keluar untuk membeli mie ke warung. "Yah, keluar. Kamu berani apa ?" "Beranilah. Apanya yang ditakutin coba " ucap Gita kepada ku. "Nggak. Aku Nggak mau ah Git. Diluar seram soalnya." "Ya udah kalo kamu nggak mau. Biar aku aja yang keluar." Gita yang berniat keluar sendirian. "Ehh jangan. Ya udah aku ikut deh." Aku pasrah kepada Gita "Yya udah. Yuk." Gita segera menarik tangan ku. Setelah kami keluar dan berjalan. Gita dan aku tidak mengalami apa pun. Namun saat kami akan menyebrang dan
melewati rumah kosong itu. Tiba tiba hawa dingin menerpa kami berdua seketika kami pun merasa merinding "Kok seram yah, Rin." ucap Gita pelan kepada ku yang berjalan disampingnya. "Jangan ngomong apa-apa. Diam aja Git dan baca doa dalam hati." Ucap ku kepada Gita. Sambil kami berjalan kencang. Saat posisi kami tepat berada di tengah hadapan rumah tersebut. Aku mendengar suara rintihan dan teriakan. "Gita. Kamu dengar nggak. " bisik ku kepada Gita. "Dengar apa. Udah diam dulu Rin. Nanti ceritain setelah lewat dari rumah kosong yang ini." Ucap Gita kepadaku. Beberapa menit kami berjalan akhirnya sampai juga di warung. Aku pun segera membeli mie. Saat sampai diwarung aku pun segera menceritakannya kepada Gita. Karna mungkir aku bercerita agak keras. Ibu ibu warung itu pun mendengar cerita ku kepada Gita. "Iya dek. Kalian harus hati-hati jika melewati rumah itu. Kata orang rumah itu sering terdengar suara-suara nggak jelas dari rumah itu." Ucap ibu warung itu pun membuat kami berdua makin diselubungi perasaan takut untuk melewati rumah itu lagi agar sampai kerumah. Beberapa menit kemudian, kami pun segera pulang dari warung. " Rin, kamu baca doa dalam hati. Jangan mikir aneh-aneh saat lewat depan rumah itu." ucap Gita sesaat sebelum kami melewati rumah tersebut Dan tiba tiba.
Aku dan Gita yang mendengar suara minta tolong tersebut. tersebut. Kami berhenti dan memberanikan diri untuk melihat kearah rumah itu. Dan tidak lagi mendengar suara itu. Kami terus berjalan.Seketika kami berhenti dan tepat berada di hadapan rumah Hingga akhirnya dari arah belakang. Kami mendengar suara teriakan ketawa misterus. Sudah kami duga. Aku dan Gita pun segera berlarian. Dan sampainya. "Kak buka pintunya. Kak Serli cepat buka." Aku yang terengah-engah sampai dirumah. Segera mengedor pintu rumah yang dikundi dari dalam oleh kak Serli Saat pintu rumah di buka Kak Serli. Kami segera masuk. Dan langsung berguling di sofa ruang TV sambill menutup kan muka dengan bantal. "Kalian habis ngapain ?" Tanya kak Serli kepada kami berdua. Sebelum kami menjawab Aku dan Gita menangis duluan akibat rasa takut tersebut.
tamat~
sekian terimakasih