"Tolong!!"
Seorang wanita mudah berteriak ketika 5 orang pemuda telah melakukan kekejaman kepadanya, 5 pemuda itu melakukan pelecehan dan pemerkosaan kepada seorang wanita bernama Gisel.
"Jangan!!"
Gisel yang meronta ketika tubuhnya dijamah oleh para pemuda itu, mereka terus menelanjanginya hingga tidak ada satu benang pun menutupi tubuh Gisel.
"Kita gilir wanita ini sampai kita puas!!" seru para pemuda.
Sebuah kekejaman telah terjadi ketika malam telah tertutup oleh kegelapan. 5 pemuda itu secara bergantian terus menerus memperkosa Gisel, hingga gadis itu tidak mampu untuk berteriak ataupun memberontak. air matanya terus menetes tubuhnya penuh luka, bahkan wajahnya penuh dengan pukulan para pemuda itu.
"Hahahaha, Lihatlah. dia sudah tidak mampu untuk berteriak lagi!!" seru salah satu pemuda yang telah memakai pakaiannya kembali. nampak Gadis itu sudah pasrah, hidupnya sudah tidak mungkin diselamatkan lagi.
"Apa yang akan kita lakukan?!" seru salah satu pemuda yang lain.
"Kita buang dia ke jurang, jangan sampai dia melapor kepada polisi!!" seru pemuda yang lain.
Akhirnya para pemuda itu membawa Gisel ke sebuah tepian jurang yang tidak jauh dari tempat mereka memperkosa gadis itu.
"Cepat buang mayatnya!!" seru seorang pria yang bernama Derek.
"Apa kau yakin, derek?" tanya Jimmy.
"Apakah kau mau kalau kita mendekam dalam penjara!!" seru derek.
"Tentu saja aku tidak mau mendekam ke penjara, Kita semua tidak mau mendekam ke penjara." jawab Jimmy, Andi, Toni, chucky.
Akhirnya kelima pria itu membuang Gisel ke sebuah jurang yang jauh dari kota, Gisel hanya pasrah karena dirinya sudah tidak berdaya. hidup atau mati pun sama saja.
6 bulan kemudian..
Seorang wanita yang terlepas dari kematian datang kembali ke sebuah kota tempat para kelima pria yang telah memperkosa dirinya. penampilannya sudah berubah, tubuhnya pun sudah berubah. bahkan lebih seksi dari yang sebelumnya. wajahnya lebih cantik dari yang sebelumnya.
Gadis itu berjalan gemulai di sebuah diskotik malam.
"Hai bro! lihat cewek.. cakep banget!!" ucap Toni kepada chucky.
Chucky menoleh kepada wanita yang dikatakan oleh Tony.
"Kau benar bro, Gadis itu cantik sekali." jawab Chucky. akhirnya chucky dan Toni terjebak pada permainan Gisel.
"Hai cantik, Siapa namamu?" tanya Chucky dan Toni kepada Gisel.
"Anastasia, Namaku Anastasia." jawab Gisel.
"Mau jalan-jalan nggak," ajak Toni.
"Tentu boleh, tapi.. bayaranku sangat mahal." jawab Giselle.
"Aku akan membayarmu berapa saja, asalkan kau memuaskan kami," ucap Toni dan Chucky.
Akhirnya ketiga orang itu pergi ke sebuah penginapan yang lumayan jauh dari kota. di dalam penginapan itu Gisel telah membuka bajunya berlenggak-lenggok di depan kedua pria itu. hasrat mereka sudah mengebu-ngebut. Tak lama kemudian Gisel mematikan lampu kamarnya.
"Aaaaa!!"
"Ughhhh.."
suara kedua itu serasa putus, saat pisau yang digenggam Gisel telah memotong urat leher Toni dan Chucky.
"Bagaimana rasanya? kematian yang akan kalian Terima tidak akan sebanding dengan penyiksaan yang kalian berikan padaku!!" seru Gisel kepada kedua pria itu. nampak Gisel terus menatap kedua pria itu yang terus mengeluarkan darah dari leher, bahkan salah satu mata Toni telah ditusuk oleh Gisel dengan pisau.
"Apakah kalian ingat dengan aku? gadis yang kalian perkosa," ucap Gisel. diselah nafas terakhir mereka..kedua pria itu menghembuskan nafas yang terakhir tatapan mata mereka tertuju pada Gisel.
Gisel tersenyum saat melihat kematian kedua pria itu,
Keesokan hari..
Berita mengenai dua pria yang mati mengenaskan di sebuah motel yang ada di desa telah tersebar hingga didengar oleh Derek dan yang lain.
"Ada apa ini!!" seru Derek.
1 Minggu kemudian.
Sebuah stasiun televisi telah menyiarkan kematian seorang pria bernama Andi dengan kondisi telanjang dan luka yang begitu banyak di tubuhnya.
"Ada apa ini, Bagaimana mereka mati!" seru Derek.
"Kelihatannya ada yang dendam kepada mereka." jawab Jimmy.
"Sebenarnya siapa musuh kita itu?" tanya Derek.
"Aku tidak tahu, karena Sebenarnya musuh kita sangat banyak. jadi kita tidak tahu salah satu dari mereka," jawab Jimmy.
Beberapa hari kemudian Giselle mulai mendekati Jimmy, seorang pria tampan yang memiliki butik yang sangat terkenal. Gisel datang sebagai seorang pembeli, tatapan mata Jimmy sangat terkagum dengan Gisel.
keesokan hari..
Jimmy telah mengajak Gisel ke sebuah hotel yang berada di puncak, pria itu sudah berangan-angan akan melakukan sesuatu yang menyenangkan bersama Gisel. laki-laki itu sudah tidak bisa menahan gairah nya.
Gisel tersenyum menatap pria itu, Gadis itu mulai bermain sambil mengikat kedua tangan Jimmy diranjang.
"Apakah kau siap?" bisik Gisel di telinga Jimmy.
"Aku sangat bergairah," jawab Jimmy. matanya di tutup oleh Gisel.
Sesaat kemudian..
"Aaaa!!!"
Suara teriakan Jimmy. saat wajahnya digores oleh Gisel dengan pisau yang dia bawa, goresan itu terus turun hingga sampai ke perut Jimmy.
Zlepp...
Zlepp..
Aaaa!!!
pisau yang dibawa Gisel langsung dihunuskan ke perut Jimmy, pria itu berteriak kesakitan saat perutnya dihunus oleh Gisel. kemudian Gadis itu menghunuskan pisau nya ke senjata milik Jimmy. Hal itu membuat Jimmy berteriak.
"Selamat datang di dunia Kematian!" ucap Gisel yang kemudian pergi meninggalkan Jimmy yang dalam kondisi sekarat.
keesokan hari Giselle mendatangi rumah Derek, Gadis itu berpura-pura menjadi sekretaris baru yang akan bekerja untuknya. Dare sangat terkesima dengan penampilan Gisel, bahkan pria itu tidak mencari tahu asal-usul Gisel.
Akhirnya Gisel berhasil bekerja pada derek, wanita itu terus mempersiapkan rencana dengan sangat matang. tiga hari kemudian derek mengajak Gisel ke sebuah penginapan yang dia miliki yang berada di dekat pantai.
"Aku pasti akan memuaskan diriku dengan tubuhmu." ucap derek dalam hati. saat melihat tubuh Gisel yang sangat bohay dan seksi.
"Apakah kau mau bermain sesuatu dengan ku?" tanya Gisel sambil memainkan bibirnya, dan menyentuh dadanya sendiri, wanita tuh terus memancing gairah Derek. akhirnya Dark terpancing dengan semua kelakuan Gisel.
"Aku akan melayanimu." ucap derek yang telah menanggalkan semua pakaiannya. Gisel tersenyum.. kemudian dia menarik tubuh derek ke atas ranjang, mengikat kedua tangannya, kedua kakinya dan menutup kedua matanya.
"Aku akan memuaskan mu," ucap Gisel.
"Puaskan aku," jawab Derek.
pria itu tidak tahu kalau gissel telah mengeluarkan pisau dari tempat yang telah dia sembunyikan Gadis itu bermain cantik.
"Aaaa!!!"
suara teriakan Derek saat pisau yang dipegang oleh Gisel telah menancap di kedua pahanya.
"Wanita sialan!!" seru derek.
Tak lama kemudian suara teriakan derek menggema kembali.
"Aaaa!!!!"
saat pisau telah menghunus senjata pribadi derek.
"Apakah sakit?" tanya Gisel sambil menjilat darah yang keluar dari tubuh Derek.
"Wanita sialan, kau akan mati di tanganku!!" seru Derek.
"Kalau kau bisa," jawab Gisel.
1 pisau yang telah menancap di paha dan kemaluan derek dicabut oleh Gisel. kemudian tangan diesel dengan lincah menggores leher derek hingga membuat pria itu mengeluarkan suara seperti hewan yang disembelih.
"Eegggg..." suara erangan Derek.
Gisel terus tersenyum melihat derek mengalami sekarat dihadapan matanya. Wanita itu terus melihat Derek yang mengerang kesakitan.
tak lama kemudian... hembusan nafas Derek telah menghilang. kemudian Gisel meninggalkan kamar derek menggunakan semua penyamarannya, setelah itu Gisel melenggang pergi setelah menuntaskan dendamnya.
"Akhirnya kalian Mati semuanya," ucap Gisel yang telah pergi jauh ke sebuah kota yang tidak pernah mengenalnya.
** Tamat ***