Perempuan mana yang tidak ingin menikah dengan pangeran impiannya.
Semua perempuan sangat berharap mendapatkan yang terbaik dalam sebuah pernikahan.
Cerita pendek kali ini tentang dua orang yang pernah bertemu tanpa disengaja dan akhirnya kembali bertemu dalam ikatan takdir hidup seorang anak manusia.
"Hai Vina hari ini kamu kerja gak? tanya Judit dengan sumringahnya.
" Iya aku kerja hari ini." jawab Vina tak kala sumringah pula.
Vina dan Judit sudah berteman sejak di Taman kanak kanak,namun mereka mulai merasakan sudah pernah saling bersama saat mereka duduk di bangku sekolah menengah pertama.
Vina merasa Judit mirip sekali dengan seseorang yang pernah ia kenal ketika kecil.padahal tidak mungkin semua orang bisa mengingat memori itu dengan begitu lugasnya.
Vina dan Judit juga bersekolah di bangku sekolah menengah atas yang sama.pertemanan mereka makin kuat dan hingga sama sama sudah bekerja pun mereka berdua tetap tak terpisahkan satu sama lain.
"Ohya Dit,kamu kenapa pagi pagi sudah berada di depan Kantorku."? tanya Vina dengan antusias.
"Aku ada sesuatu hal yang ingin dibicarakan sama kamu Vin,tapi setelah kita pulang kerja saja ya." jawab Judit.
"Oke deal." jawab Vina kembali.
Pagi itu setelah merasa berhasil mengajak Vina janjian,Judit pun kembali ke Kantornya yang juga tidak begitu jauh dari tempat Vina bekerja saat ini.
Judit lebih memilih bicara langsung pada Vina ketimbang via pesan di chat WA,apalagi masalah yang akan dibicarakan nanti,takutnya akan menjadi hal yang sangat sensitif bagi seorang Vina.
Sore tepat pukul lima,Judit sudah menunggu di depan Kantornya Vina.ia duduk menunggui Vina dengan sabarnya,karena jam pulang kerja mereka terpaut satu jam lamanya.
Setelah melihat Vina keluar,Judit pun langsung menghampiri Vina dan tak lama kemudian mereka pun berlalu dan menuju tempat yang sudah Judit pesan sebelumnya.
Sepuluh menit kemudian mereka tiba di sebuah cafe yang ramai dengan anak kawula muda.
Judit segera mengajak Vina masuk dan dudut di tempat yang sudah ia pesan.
"Vin ayo duduk disini." ajak Judit.
Vina pun segera menghampiri meja pesanan itu dan tak lama kemudian Judit segera pula memesan beberapa makanan dan minuman kesukaan mereka berdua.
Sambil menunggu pesanan datang,Judit memulai pembicaraanya pada Vina dan berharap dalam hati nya kali ini ia tak akan membuat Vina tersinggung seperti yang sudah sudah.
Obrolan demi obrolan memenuhi sudut bibir mereka berdua di sore itu,Judit pun akhirnya berhasil juga meyakinkan hati Vina.
🐝🐝🐝
Satu minggu kemudian Vina sudah menunggu di tempat yang sudah Judit bicarakan kala itu.
Vina tampak begitu anggun dalam balutan dress panjang bewarna abu abu,rambutnya yang hitam pekat tergerai indah dan tatapan matanya yang sendu tengah mencari cari seseorang yang Judit ceritakan kala itu di Cafe.
"Selamat siang." sahut seseorang yang berhasil mengagetkan Vina.
Vina pun menoleh seketika kearah suara itu.mata nya terhenti berkedip akan sosok yang berdiri tegap di sampingnya.
'I... iya." jawab Vina sembari mengulas senyum termanisnya.
"Kamu Vina kan."? tanya pria itu dengan lembut.
"Iya aku Vina." jawab Vina sambil mengulurkan pula tangan kanannya.
"Aku Arga temannya Judit." ujarnya dengan lembut sambil meraih uluran tangannya Vina.
Arga kemudian mengajak Vina beranjak dari sana karena memang tempat berdirinya mereka saat itu adalah pintu masuk salah satu Mall di kota mereka.
Arga lalu membawa Vina menuju ke sebuah restoran dalam Mall tersebut.
Perawakan Arga yang tinggi membuat Vina sedikit canggung karena harus sedikit mencongak untuk menatap wajahnya Arga.
Siang itu setelah memesan makanan yang sama, Arga pun lebih dulu memulai pembicaraan.
Wajahnya yang begitu bersih,kulit yang kuning langsat dan tentu saja suaranya yang begitu khas seketika telah menciptakan argumen dihati Vina tentang sosok laki laki yang di idam idamkan oleh banyak kaum hawa adalah Arga satu diantaranya.
Vina mulai merasa ia cepat klik saat bicara dengan Arga padahal ini adalah pertemuan pertama bagi mereka berdua.
"Ohya Vin,kamu tadi kesini sendirian."? tanya Arga sambil tersenyum manis.
"Iya sendiri." jawab Vina tak kalah lembutnya.
Vina tak bisa membohongi hatinya jika ia saat ini merasa lumayan gugup berhadapan dengan Arga yang sangat tampan ini.
Vina merasa bahwa tidak mungkin seorang Arga masih single seperti yang diceritakan Judit saat seminggu yang lalu di Cafe.
Dan siang itu,setelah makan dan mengobrol santai Arga berniat mengajak Vina ke suatu tempat dan tak lama kemudian mereka pun berhenti di sebuah pantai nan indah.
Arga mempersilahkan Vina untuk masuk ke area pantai dan berkeliling menyusuri tepian pantai berdua.
Vina pun tak menolak ajakan Arga,mereka melanjut kan obrolan mereka lagi saat di Mall tadi.tanpa sadar Arga tiba tiba memberanikan dirinya untuk menggandeng tangan Vina sambil terus menapaki jejak mereka ke pasir yang putih ini.
Vina pun merasa semakin ingin lebih mengenali sosok Arga nantinya.
"Ohya Vin ayo kita kesana." ajak Arga sambil menunjukkan salah satu jarinya kesebuah bangku yang tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri.
"Ayo." jawab Vina.
Arga mempersilahkan Vina yang duduk lebih dulu diatas bangku itu.sesekali matanya menatap teduh ke wajah Vina dan Vina merasa salah tingkah di buatnya,ditambah lagi Arga sengaja menyibakkan rambut panjangnya agar tidak tertiup oleh angin Pantai.
"Terasa seperti orang yang sedang pacaran saja." bathin Vina.
Arga kemudian menawarkan Vina minum kelapa muda di sana,tapi Vina menolaknya halus dengan alasan masih kenyang sejak di Mall tadi.
Vina diam diam mencoba mencuri pandang ke arah Arga dan tanpa ia sadari aksinya itu tertangkap basah oleh Arga.Arga pun tersenyum manis sambil menatap Vina balik.
Vina yang merasa dirinya ditatap Arga seketika menundukkan wajahnya.ia merasa malu karena aksi curi pandangnya berhasil ditepis oleh Arga.dengan pelan Arga pun membuka mulutnya,sepatah kata indah keluar dari sana dan itu membuat Vina seketika merasa jantungnya berhenti berdetak.
"Apa apaan ini." bathin Vina sambil merasa terbuai juga ujung ujungnya.
Arga pun kembali menatap ke wajah Vina,sambil kembali menegaskan pernyataannya barusan.
Vina sedikit bergeming.ia mencoba untuk menyusun kembali puing puing kagetnya barusan dan ia akhir nya memberanikan diri untuk menatap balik ke wajah tampan Arga.
Bibirnya agak kelu seolah masih tak bisa percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari bibir merahnya Arga.dengan segenap rasa ragu tapi pasti Vina mengiyakan ajakan itu dan Arga pun seketika terbelalak seolah juga tak bisa percaya jika Vina pun menerima tawarannya.
Mereka pun saling tatap dan Arga kemudian mengucapkan rasa terima kasihnya yang mendalam kepada Vina yang sudah mau menerima lamarannya barusan.
Ya,Arga yang tanpa Vina ketahui,ternyata selama setahun ini telah memendam rasa terhadapnya dan melalui ocehan Judit kala itu lah Arga akhirnya memutuskan menyukai Vina secara diam diam.ia mengikuti perkembangan tentang Vina dari akun akun media sosial milik Vina yang disarankan oleh Judit saat itu.
Tanpa Vina sadari di salah satu akun media sosial nya,Arga sering mengomentari setiap postingan postingannya.Arga menyukai Vina dari sana dan ternyata tadi saat di Mall ia terpaksa membohongi Vina bila itu pertemuannya yang pertama dengan Vina.
Beberapa bulan sebelumnya Arga pernah bertemu tanpa sengaja dengan Vina di suatu tempat dan itu semakin meninggalkan kesan yang sangat manis baginya akan sosok Vina yang sebenarnya.siang itu yang mulai menjelang sore,mereka berdua terus mengobrol tentang kehidupan nyata mereka.
Vina juga tak segan segan menceritakan hobby dan kebiasaan buruknya dan Arga pun sama.
tanpa mereka sadari,keakraban di kala ini membuat hati dan juga perasaan untuk saling segera memiliki pun mulai berkecamuk.
Hampir dua jam disana,menurut Vina cukuplah ia mengenal sosok Arga.
🐝🐝🐝
Satu bulan kemudian hari itu tiba juga.sejak setelah pertemuan itu,Vina pun sudah menceritakan pada Ayah Ibunya jika ia sudah siap untuk membina bahterah rumah tangga.kedua orang tuanya pun tak mengahalangi apa yang menjadi keinginan baik putri mereka ini dan begitu pun dengan sang Kakak yang saat ini tengah bekerja di Kota lain.
Sang Kakak ikut merasa bahagia dengan keputusan adik satu satunya ini.Judit pun sama,ia juga sangat merasa bahagia,setelah tahu jika Sahabat terbaik nya ini ingin menikah.ia berharap penuh jika Vina tidak salah dalam keputusannya saat ini.
Pagi itu beserta rombongan.Arga tiba di depan rumah orang tuanya Vina.suasana terasa sangat hikmad tak kala kedua orang tua Arga meminta izin untuk meminang dengan resmi putri mereka.
Vina tampak sangat cantik dalam balutan kebaya putih,rambutnya tertata rapi dan senyum pun tak berhenti terkembang dari sudut bibirnya,sambil ia menyapa seluruh rombongan yang tiba.
Arga pun tampak makin mempesona dalam pakaian putih putihnya,bertahtahkan kopiah putih pula.
Acara demi acara pagi itu berjalan dengan lancar dan kini mereka berdua resmi bertunangan.kedua belah pihak tidak henti hentinya mengucapkan rasa Syukur.
🐝🐝🐝
Satu bulan setelahnya.kini Arga dan Vina telah resmi membina biduk rumah tangga.Arga dengan gelar barunya,yaitu seorang suami dan Vina pun demikian dengan gelar seorang istri.
Mereka masih dalam suasana pengantin baru.tiap hari pun menjadi bulan madu bagi mereka berdua hingga di bulan kedua.
Hari itu suasana rumah tangga mereka terasa mulai mencekam,tak kala ada seorang wanita tiba tiba datang ke kantornya Vina dan ia mengaku jika ia adalah istri siri dari seorang Arga.
Siang itu bagai di sambar petir bagi Vina.entah ia harus percaya atau tidak dengan si wanita itu yang juga tengah menggendong seorang perempuan yang sangat cantik.
Vina mulai merasa mual dan tubuhnya pun mulai dibasahi oleh keringat gugup.ia segera pamit dari hadapan wanita itu sambil menahan rasa tangis.
Dalam toilet perempuan.Vina menatap ke arah cermin sambil menatap wajahnya sendiri yang akankah menangis histeris disana atau tidak.dalam hatinya Vina bersusah keras meyakinkan dirinya jika mungkin saat itu ia telah salah mengambil sebuah keputusan.
_The End_
230911