"Maukah kau menjadi kekasih ku??"...tanya pria itu pada gadis di hadapannya.
"Maaf aku tak bisa menerima cintamu.. aku akui aku memang jatuh hati padamu dulu sejak pandangan pertama,tapi itu dulu sebelum aku tau kau adalah kekasihnya Lia,dan saat aku tau aku sudah mengubur perasaan ku padamu. Aku juga tak ingin menjadi pelarian mu,Jika dulu kau mengatakan kalimat itu pada ku mungkin aku akan langsung menerimamu tapi sekarang menerimamu adalah hal yang tak mungkin bagiku karna kau adalah mantan kekasih sahabat ku sendiri, Aku tak mau melukai hati sahabat ku karna ke egoisan ku.Kau dan dia baru satu bulan putus hubungan,dan sekarang kau malah mengejar ku,heh lucu sekali," jawab gadis itu sambil tersrnyum "Adinda percayalah padaku...aku tak mau menjadi kan mu pelarian."Ucap peria itu dengan penuh percaya diri.
"Krisna jangan egois, kau bukan mencintaiku kau mendekati ku karna kau tau kalau aku adalah sahabatnya Lia, kau ingin balas dendam padanya karna dia meninggal kan mu,"Bentak Adinda
"Aku akui sebualan yang lalu aku mendekatimu karna hanya ingin memanfaat kan mu tapi seiring berjalannya waktu aku mulai jatuh hati pada mu...Kau dengarkan kata kata ku ini aku akan terus mengejarmu sampai kau mau menerimaku dan jatuh hati pada ku lagi"
"kita lihat saja kris," Gadis itu berlalu meninggalkannya.
Waktu terus berputar dan sesuai janjinya laki laki itu terus mengejar sang gadis,dan akhirnya gadis itu mulai jatuh hati lagi pada si peria.
"Udah din terima aja kenapasih? kasihan tau dia itu serius banget sama kamu."
"Lia kamu masih sehat kan kamu mau jodohin aku sama mantan kamu?"
"Emang kenapa? dia itu sebenarnya pria yang baik namun hubungan aku dan dia memang udah gak bisa di perbaiki, karna aku sudah jatuh hati pada pria lain."
"Udah trima aja kenapa biar kamu gak jomblo lagi,kita berdua udah punya pasangan masak kamu jomblo terus,kamu mau dirumah terus saat kita semua senang senang di ahir pekan? benergak Airin?".
"Bener tuh Lia, aku yang adiknya udah punya cowok masak kak Dinda gak punya,lagian klo kakak punya cowok aku mau jalan jalan sama pacar aku jadi enak biar gak di introgasi Ayah sama Bunda lagi, kalo ditanya Ayah Bunda aku dari mana tinggal jawab aja jalan jalan sama kakak."
"Enak banget hidup lo." mereka bertiga pun tertawa terbahak bahak.
"Adinda aku menantikan jawaban mu."
setelah cukup lama berfikir akhirnya Adinda menjawab "Iya aku mau jadi kekasih mu".
"Apa aku tidak mendengarnya."
"Iya aku menerimamu KRISNAAAAA,"Jawab Adinda dengan nada kerasnya,hingga membuat para mahasiswi yang lagi ada di kantin kampus menoleh pada mereka berdua.
"karna hari ini adalah hari jadian kita aku mau mengajak mu jalan jalan pulang kampus kita akan merayakannya".
"Tapi aku takut Ayah Bunda marah kalau aku pulang telat".
"kalau begitu aku akan minta izin pada mereka,"
"Jangan gila sayang mereka tak pernah mengizinkan ku bserpacaran."
"Apa? kau bilang apa tadi coba ulangngi lagi."
"Apa? yang mana yang harus ku ulangi?."
"tadi kau bilang jangan gila,lalu setelah itu apa yang kau katakan? Aku tak mendengarnya."
Wajah adinda memerah karna malu,tapi tiba tiba ide nakal muncul di dalam benaknya."Sini dekatkan telingamu." Ucap Adinda pada krisna sambil menggerakkan telunjuknya.Krisnapun mendekatkan telinganya, saat krisna mendekat Adinda menggigit telinga Krisna dan setelah itu dia lari.. Krisna masi terdiam di tempatnya," Kau lihat saja pembalasan ku sayang,"
Waktu kuliah berakhir mereka berangkat jalan jalan dan tak lupa meminta izin pada orngang tuanya,tapi alasan yang dia gunakan adalah untuk kerja kelompok.Mereka berdua pergi ke taman bermain.
"Sayang tunggu di sini dulu ya aku mau kesana." Ucap krisna sambil menunjuk penjual eskrim.
"Oke,jangan lama lama". jawab Adinda sambil memainkan ponselnya.
"kenapa lama sekali sih" Guamam adinda,
Saat sedang asik dengan ponselnya tiba tiba ada yang duduk di sebelahnya.
"Kenapa lama sekali sayanh," ucap adinda sambil menoleh ke samping,dan betapa kagetnya dia saat melihat yang ada di sampingnya bukan krisna.
"hai Adin."sapa pria itu.
"Alex,"ucap Andin kaget.
"Siapa yang kau tunggu? sepertinya kau sangat bahagia saat mengira aku adlah dia,"
"Maaf sayang aku lama, antriannya panjang sekali, eh siapa dia?." tanya krisna.
"kenalin dia teman SMA ku Alex."
"Alex kenalin dia krisna pacarku."
"wah jadi kamu punya pacar,jadi aku gak bisa ngejar kamu dong?."ucap Alex cemberut.
"Apa maksudmu berkata begitu hah?."ucap kris dengan nada marah sambil menarik baju Alex.
"Udah udah Krisna sayang gak usah marah,dia orangnya memang gitu, orang yang dia cintai Airin adik ku bukan aku,sekaran ayo jabatan tangan saling minta maaf."
Alex menjulurkan tangannya "Maaf"
namun tak ada respin dari kris karna dia madih kesal."Sayang". Akhirnya kris menerima uluran tangan Alex,dan tiba tiba Kris memeluk Alex.
"jangan kamu pikir gue gak tau kalo yang lo cintai Adinda bukan Airin Awas saja kau berani macam macam."ucapnya pelan di telinga Alex
"Maka dari itu kau harus pintar pintar menjahanya jika kau membuatnya menangis aku akan merebutnya darimu."Ancam Alex.
Tiba tiba adinda melepas pelukan mereka.
"Eh kalian berdua aneh ya kalian sama sama cowok kok pelukan lama banget."
"Sayang kita pulang saja,"
"Baiklah,ini juga udah sore."
Tak terasa hubungan mereka sudah berlangsung 5 bulan cinta mereka makin mesra dan romantis mereka tak pernah bertengkar sedikitpun.
"Hai Adinda.?" Sapa Lia
"Hai Li, "
"Mana Airin kok gak keliatan?."tanya Lia
"Biasa lagi pacaran."
"kok kamu gak ikut pacarn juga? kan pacar mu juga ada di kampus ini,"
"Dia lagi ada kelas Li."
"eh dipikir pikir kita itu aneh tau."
"Memangnya kenapa Lia?"
"Cuma kita lo mantan pacar sama pacar mantannya yang tetep akur kalo ketemu."Ucap Lia sambil tertawa terbahak bahak
"Lia Lia".Ucap adinda sambil tersenyum.
""Adinda aku mau tanya sesuatu boleh?."ucap Lia
"Tanya apa?"ucap adinda sambil meminum minumannya.
"Kamu udah pernah ciuman belum? secara kamu kan pacaran sama di udah Lima bulan."ucap Lia blak blakan.sontak kata kata lia itu membuat Dinda tersedak minumannya.
"Apaan kamubsih Li ? kamu masih sehat kan?". tanya Adinda pada Lia sambil Adinda memegang kelala Lia
"Aku serius din." ucap lia sambil tersenyum.
Adinda hanya menggeleng.
"ya ampun Din kalian udah lama pacaran tapi belum ciuman?.apa kamu yaki dia masih sayang kamu?."
Kata kata terahir Lia terus berputar di otak Adinda."Apa benar Kris tak menyukaiku?." Batin Adinda.saat adinda masih bergelut dengan pemikirannya tiba tiba ada yang memeluknya dari belakang sontak itu membuat Adinda tersadar dari lamunannya.
"krissna, kau mengagwtkan ku."
"siapa suruh kamu melamun."
Tak ingin resah berkepanjangan Adinda menyampaikan unek uneknya pada Krisna
"Kris apa kau mencintai ku?."
"Tentu saja sayang apa selama ini aku belum cukup tulus menurtmu?."
"Tida,bukan begitu."
"Lalu kenapa?"
"Kalau kau memang mencintaiku kenapa kau tak pernah menciumku".dengan wajah polosnya.
Sontak perkataan Adinda itu membua Krisna tertawa
"Ha ha ha, sayang aku kira apa yang kau lamun kan. Gini sayang aku jelasin ya, aku tak pernah menciummu bukan karna tak mencintaimu tapi karna aku ingin menjaga kehormatan mu."
"Maksudnya?"
"jika aku menciummu lalu aku tak bisa mengontrol diriku sendiri aku takut akan melakukan hal yang lebih dari hanya sekedar ciuman, Dan lagi jika kita mencintai seseorang itu kita harus menjaganya bukan malah melakukan yang tidak tidak, apa kamu mengerti sekarang sayang?."
Adinda mengangguk.tak terasa waktu cepat berlalu merekapun akhirnya memutuskan untuk pulang dari perpustakaan.d
Di perjalanan pulang Adinda terus tersenyum tanpa henti tanpa iya ketahui kalau setelah sesampainya di rumah senyuman itu akan sirna.
"Asssalamualaikum."ucap Airin
"waalaikum salam." ucap orang orang yang ada di ruang tamu.
"loh kok ada tamu bun?"
"iya ini teman ayah.kakak kamu mana?"
"ada di belakang."ucap Airin sambil mencium tangan bundanya dan juga menyalami para tamu tersebut.
"Bunda siapa kakak tampan ini bun?"
"Dia adalah pria yang akan bertunangan dengan kakak mu."
"APA!" Ucap adinda kaget dari arah pintu masuk.Adinda berlari meninggalkan ruang tamu tanpa menoleh pada orang orang yang berada di ruang tamu.Adinda menangis sejadi jadinya Airin yang sedari tadi mengjiburnya tak ia hiraukan.
Setelah para tamu pulang Orang tua Adinda masuk kedalam kamarnay.
"Adinda kamu harus berusaha menerimanya".ucap sang bunda
"Tidak bun aku tak mengenalnya dan juga tak mencintainya." Ucao Adinda sesegukan.
"jangan kamu kira ayah tidak tau kenapa kamu menolak pertunangan ini.apa yang kamu harapkan dari pria itu dia hanya anak kuliahan,cintanya hanya cinta monyet."ucap sang ayah yang mulai kesal.
"Dia memang anak kuliahan tapi aku mencintainya ayah." Adinda meninggikan suarany.
"Cukup Adinda jika kau ingin melihat ayah mu ini tetap hidup maka terima semua ini."ucap sang ayah sambil menarik bunda dan adiknya keluar dari kamar.Adinda terus menangis tanpa henti.
Keesokan harinya Adinda bangun kesiangan untungnya hari ini dia tidak ada mata kuliah pagi..
Adinda membuka ponselnya ternyata banyak telfon tak terjawab dari krisna.akhirnya Adinda menghubungi krisna
"Kok baru telfon sayang?"
"Aku bangun kesiangan."Adinda bersikap seolah tak terjadi apa apa.
hunungan mereka terus berlanjut meskipun Adinda memiliki tunangan tapi adinda tak memberi tahukannya pada Krisna.
Hari ini adalah tepat hari jadi mereka yang ketujuh bulan mereka merayakannya di taman tempat mereka biasa merayakannya.
karna setiap bulam mereka akan merayakannya.
"Sebentar lagi aku akan menikah, apa yang harus ku lakukan?"Batin Adinda.
"Sayang kenapa melamun?."Tanya kris.
"Aku ingin mengatakan sesuat pada mu sayang".
"Apa yang ingin kau katakan padaku?".
Krisrna menunggu apa yang akan di katakan Adinda.tapi tiba tiba Adinda mencium bi*** krisna,sontak perbuatan Adinda tersebut membuat Krisna kaget.Krisna tak membalas ciuman Adinda,lama kelamaan krispun membalas ciuman Adinda.Tanpa mereka berdua sadari ada sepasang mata yang menatap tajam kearah mereka.
BRUKK
Krisna terjatuh karna di hajar oleh seorang pria"Hei apa yang kau lakukan?." Bentak Adinda.sambil membantu kris bangun
"Seharusnya aku yang bertanya,Apa yang kau lakukan Adinda? kau berciuman dengan pria lain di belakang ku?."Bentak peria itu yang tak lain adalah tunangannya Andre.
"Heh asal kamu tau aku bukan pria lain aku adalah pacarnya,apa kau tau itu.Lalu siapa kau? datang datang malah mara marah."Ucap Krisna tak kalah marahnya.
"Apa kau tau,aku tunangannya ." Ucap Andre sambil menarik Adinda pergi.
"Lepaskan aku Andre. kau menyakiti ku."
Namun Andre tak menghirau kannya.Andre mendorong tubuh Adinda masuk kedalam mobil,karna tidak seimbang adinda terjatuh di atas kursi."kau mau apa sebenarnya ba..."Belum sempat Adinda meneruskan kata katanya Andre membekap mulut Adinda dengan menciumnya, ciuman itu sangat kasar, Adinda meronta dan berusaha mendorong Andre namun Andre tak menghiraukan dia seperti orang yang kerasukan,setelah itu Andre mulai turun menciumi leher Adinda dan meninggalkan bekas di sana.
PLAKK...
Bunyi tamparan Adinda di wajah Andre
"Dasar pria kurang a***."
"Kenapa kau marah pada ku? sedangkan dengan lelaki tadi tidak ?" Andre tersenyum mengejek.
"karna aku mencintainya dia laki laki yang ku cintai sedangkan kamu.Hanya seorang peria yang merenggut cinta ku,kebahagiaan ku,keaenangan ku,apa kau tau itu hah."Ucap adinda penuh dengan kemarahan.Adinda keluar dari mobil Andre dan kembali mencari Krisna,ternyata Krisna masih terduduk di bangku tangan dengan air mata yang menetes di wajah nya.
"Kris maaf kan aku, dengarkan penjelasan ku,"ucap Adinda sambil berlutut di hadapan kris
"Maaf mungkin hubungan kita sampai disini saja, aku tak mau menjadi orang ketiga."
Krisna meninggalkan Adinda yang masih syok sendirian.
"Mengapa cinta yang selama ini aku dambakan tak bisa ku miliki,dulu sahabat ku sekarang pria itu mengapa takdir mempermain kan ku.Hubungan ku dan dia baru 7 bulan dan kini sudah berahir.JIKA CINTA TAK HARUS MEMILIKI MENGAPA HARUS ADA RASA CINTA" Adinda menagis sejadi jadinya.
Jadi inikah akhir cinta ku.