Menjadi direktur utama adalah hal yang menyenangkan dimana semua tunduk dan patuh pada sang penguasa
Itulah yang Axelle rasakan CEO muda yang sangat pintar membuat perusahaannya maju pesat hanya dalam waktu dua tahun
Seharusnya bukan ia yang menjadi direktur utama hanya saja karena kakaknya mati ia harus menjadi penerus
Biarlah toh kekuasaan ini sangat memuaskan dan ia tidak berduka atas kepergian kakaknya
Mereka tidak dekat bahkan tidak pernah saling menyapa
Karena kekuasaan persaudaraan retak Axelle tidak memusingkannya ia menikmati hidupnya
Axelle keluar dari ruangannya semua pegawai menunduk hormat tidak boleh ada yang menatapnya
Bisa-bisa mata tersebut hilang keesokannya
Memasuki mobilnya ia ingin segera berbaring di rumah ia butuh istirahat melaju dengan kecepatan normal
BRAK
Axelle mengumpat saat mobil tiba-tiba berhenti di depan pemberhentian bus dan lebih parahnya keningnya mencium jok mobil
"Ada apa denganmu?!" Tentu Axelle marah sang supir juga kaget
"Tuan muda ada mobil yang menghalangi jalan kita" ujarnya membuat Axelle menatap ke depan
Ini kesialan menjadi direktur utama dimana orang yang bahkan tidak kita kenal bisa kapanpun menyerang
Dan seperti ini lah kakaknya mati
Yaitu dibunuh orang yang dengki padanya sungguh miris dunia ini penuh dengan manusia bodoh
Orang berbadan besar keluar dari mobil tersebut mengetuk kaca mobil Axelle dengan bruntal
"Sialan!" Axelle keluar dari mobil ia lelah ingin istirahat ia sedang tidak mau olah raga malam untungnya ini bukan yang pertama kali
Axelle melirik ke depan terdapat seorang wanita remaja dan nenek tua tengah duduk memperhatikan mereka
"Ada apa" Axelle sangat tenang wajah datarnya tentu membuat aura disana semakin mencekam
"Gak usah banyak bicara!"
Bugh!
Pukulan yang meleset membuat tangan kekar itu menghantam kaca mobil untung saja kacanya anti pecah
"Bela dirimu kurang" ujar Axelle mengejek
Tiga teman pria tadi mulai saling memberi pukulan pada Axelle tapi nihil Axelle bisa menghindari semuanya
Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata api menodongkannya pada nenek tua! Yang tengah duduk
"Kau sedang berurusan denganku! Jangan libatkan orang lain!" Axelle melirik nenek tersebut wajahnya sangat panik dan wanita disampingnya sangat tenang ia malah fokus pada permennya
Axelle melihat nametag nya dan namanya Chloe sepertinya ia anak kelas dua belas
Anak muda jaman sekarang tidak berperikemanusiaan bahkan tidak mau menyelamatkan nenek tersebut
"Serahkan dirimu maka dia itu akan selamat" Axelle mengangkat kedua tangannya yang langsung diborgol
Terlihat wanita remaja tersebut mendecakan lidahnya
"Pengecut!" Ujarnya memutar matanya malas
"Hei jalang apa yang kau katakan?!"
"Hai man! Saring kata-kata mu!" Chloe berdiri melipat kedua tangannya
Penampilannya sangat keren
Switer hitam bergambar tengkorak rok mini yang mengekspos paha mulusnya rambut dikucir dan wajah yang angkuh lalu dimana sisi jalang sang Chloe? Ia hanya memberi jari tengah untuk lelaki tua tersebut
"Berani-beraninya kau ikut campur!!" Ia menodongkan pistolnya ke arah Chloe
Chloe takut? Tidak. Ia hanya takut pada kedua orang tuanya ia tidak pernah takut pada orang asing
Ia menyunggingkan senyumannya yang sangat manis
Chloe bersiap ia menepis ke atas tangan tersebut membuat pistolnya melayang indah di udara
Chloe mengambil alih pistolnya ia balik menodongkan senjatanya
Axelle sebenarnya bisa saja langsung membunuh para lelaki kotor tersebut
Hanya saja ia penasaran dengan wanita dihadapannya
"Kau telah berani menodongkan senjata pada nenekku!"
Axelle mengerutkan keningnya jika itu neneknya mengapa duduknya sangat berjauhan
"Kenapa hanya diam saja! Lenyapkan dia!"
Dua diantara mereka mendekat pada Chloe yang masih memegang pistol
Tangan kekar tersebut hendak menyentuh Chloe tapi tangan Axelle lebih dulu menepisnya
Axelle memukuli semua lelaki tersebut hingga mereka terkapar lemah di jalanan
Dan akhirnya mereka kabur dengan luka lebam yang cukup serius
Axelle melirik Chloe yang tengah memerhatikan pistol ditangannya
Ia merebut senjata api tersebut membuat sang remaja tersebut menatap tajam dirinya
"Kau masih sekolah tidak baik memegang senjata berbahaya" ujarnya lalu menyimpan senjata tersebut di dalam jasnya
"Hei paman! Itu hanya pistol Magnum apa hebatnya?! Bahkan aku punya yang lebih baik dari itu"
Axelle tak percaya jika wanita dihadapannya menyebutnya paman dan Axelle pikir wanita dihadapannya pasti seorang pemain game itulah mengapa ia tahu senjata tersebut
"Aku baru dua puluh enam aku masih muda! Jangan panggil aku paman!"
Chloe yang pada dasarnya tidak takut apapun malah tertawa keras
"Baiklah. Kau tidak mengasikkan selamat tinggal paman jelek" ujarnya sembari berbalik meninggalkan Axelle
"Wanita tidak tahu malu!" Axelle hendak masuk kembali ke mobilnya saat ia melihat nenek itu masih duduk ditempatnya
"Apakah dia meninggalkanmu? Dia memang cucu durhaka!" Ujar Axelle menatap tajam Chloe yang sudah jauh sedang menaiki mobil mewah sepertinya ia menunggu jemputan
"Tidak dia bukan cucukku, aku hanya sedang menunggu bus ku"
Axelle mengerutkan keningnya dasar wanita berandal bicara sesukanya bertingkah seenaknya
Axelle kembali melaju ke rumahnya ia lelah ingin istrirahat
Wajahnya cantik senyumannya juga manis berhenti! Apa yang baru saja Axelle pikirkan? Itu tidak masuk akal
Axelle berjalan menuju rumahnya ia hendak langsung berjalan menuju kamarnya hingga matanya beralih pada ruang tamu dimana chloe yang tengah memakan camilan kesukaannya
"Hei! Apa yang kau lakukan disini?!" Axelle heran mengapa wanita berandal ini ada di rumahnya apakah dia penguntit
"Seharusnya aku yang bertanya paman! Kenapa kau ada disini!" Chloe berdiri memasukan tangannya pada saku sweater
"Ini rumahku!" Axelle menatap tajam Chloe yang sepertinya terkejut
"Jadi kau Axelle?" Tanya Chloe menunjuk Axelle
"Ada apa denganmu?" Tanya Axelle saat Chloe tiba-tiba tertawa
"Hei paman selamat kau akan menjadi suamiku"
Axelle membulatkan matanya apa maksud berandal ini
"Jangan bicara omong kosong!" Axelle mulai naik pitam
"Aku perjelas kau dan aku kita dijodohkan, dan kau tahu kita tidak bisa menolaknya jadi ya enjoy saja" Chloe duduk kembali lalu memakan camilannya
Axelle mengambil camilannya itu miliknya
"Kau sangat tidak sopan!"
Chloe memutar bola mata malas ia mendongak menatap Axelle
"Aku seperti ini karena aku diawasi. Jika tidak mana berani aku kurang ajar di rumah ini"
Axelle melirik sekitarnya sangat sepi padahal kedua orang tuanya di rumah tapi rumahnya sangat sepi mereka pasti sengaja membuat Axelle dan Chloe berduaan
"Mereka semua diluar" ujar Chloe tau apa yang Axelle pikirkan
"Jadi bodyguard mu ada disini? Dan saat tadi pun mereka tengah mengawasimu?"
Chloe mengangguk ia tersenyum membuat Axelle terkagum dengan senyuman tersebut
"Dipernikahan ini kita sama-sama diuntungkan, kau mendapatkan kejayaan sedangkan aku bisa terbebas dari kekangan keluargaku dan aku juga bisa terlepas dari para bodyguard papa, setelah menikah kau bebas memiliki wanita lagi begitupula aku bebas menentukan lelaki pilihanku"
Axelle tidak suka apa yang Chloe ucapkan pernikahan bukan mainan
"Aku tidak mau!" Axelle menyimpan camilannya di atas meja ia berbalik membuat Chloe berlari menyusul nya
"Hei paman kau akan untung dan setelah menikah pun aku akan langsung pergi untuk liburan jadi kau akan bebas"
Axelle semakin tidak suka apa yang Chloe katakan
Axelle berbalik memperhatikan Chloe yang tengah tersenyum
"Aku. Tidak. Mau"
Chloe mendengus mendekat dan mengecup bibir Axelle
"Kau!" Marah Axelle karena disentuh
"Come on! Hanya pernikahan setelah itu aku tidak akan mengganggumu lagi"
Axelle menghela nafasnya
"Kapan?" Tanya Axelle membuat Chloe tersenyum lebih lebar
"Tenang masih lama tunggu lima bulan lagi"
Axelle mengerutkan keningnya
"Bukannya kau lulus dalam bulan ini?" Chloe mengangguk
"Nikmati masa muda paman, rasanya akan berbeda setelah aku menjadi janda"
Axelle berbalik
"Pernikahannya bulan ini" ujarnya sembari pergi membuat Chloe mematung
"Sepertinya dia sangat ingin kekuasaan baiklah lebih cepat lebih bagus agar perceraian nya lebih cepat"
Chloe berbalik ia mengambil tasnya lalu pulang
Apa-apaan diundang ke rumah megah itu dan hanya ditinggal sendiri begitu saja sangat tidak menyenangkan
Axelle tengah berbaring di ranjangnya ia tak sabar menunggu pernikahannya
Si manis yang menggemaskan
Terus terbayang dipikiran Axelle hingga tak terduga senyuman terukir di wajahnya
Tampan.
Itulah Axelle
*
Pernikahan pun tiba pasangan yang setelah debat hari itu tidak pernah bertemu akhirnya dipertemukan kembali di atas altar
Janji suci terucap
Chloe sangat cantik penampilannya terlihat sangat feminim berbeda saat ia pertama kali bertemu dengan Axelle
*
Malamnya Axelle tengah mandi dimana Chloe baru saja selsai dan sepertinya tengah berpakaian
Axelle keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi bagian bawahnya saja
"Kau mau kemana?" Tanya Axelle melihat Chloe yang tengah berdandan
"Dan kenapa kau belum merapihkan kopermu, baiklah biar aku saja"
"Eeh! Tunggu apa yang kau lakukan" Chloe menarik kopernya
"Ingat ucapanku dulu, aku akan pergi berlibur"
Apa karena ia sudah terbebas dari bodyguard sekarang ia bisa bebas pergi begitu saja?
"Aku akan ke luar negri dan kau boleh menikah lagi besok pun juga boleh"
Chloe membenarkan pakaiannya seksi memang tapi ia suka
Chloe bersiap ia mengambil kopernya
"Apakah aku mengiyakan?!" Chloe melirik Axelle ia tahu jika itu bukan pertanyaan melainkan sebuah perintah larangan untuk Chloe
"Eh? Paman aku sudah bilang kau akan bebas dan kita akan hidup masing-masing"
Chloe menatap Axelle yang tengah menatapnya
"Paman? Em aku sudah terlambat sebaiknya aku segera pergi" Chloe yang tidak merasa bersalah berbalik membawa kopernya
BRUKK
Chloe membulatkan matanya sekarang ia tengah berada dibawah tubuh Axelle kopernya jatuh dengan kasar ia kaget
"Hei kau merusak koperku!" Chloe yakin penerbangannya sebentar lagi
Axelle mencium dan melumat bibir Chloe ia sudah sangat menunggu bibir manis itu
"Kau milikku" Axelle melumat bibir Chloe perlahan merambat ke lehernya
"Kau! Berhenti apa yang kau lakukan! Ingat perjanjiannya!"
Axelle suka melihat Chloe yang bergerak gelisah ia tahu si cantiknya tengah marah
"Apakah aku membuat perjanjian?" Axelle tersenyum saat Chloe tak menjawab
"Kemana wajah angkuhmu? Kau takut padaku?"
Chloe menggelang rusuh ternyata si cantiknya masih belum takut padanya
"Aku tidak takut padamu siapa kau sehingga aku harus segan padamu menyingkirkan aku ingin per-- ARGHHH"
Chloe merasakan gigitan Axelle dilehernya itu sangat menyakitkan
"Kau milikku. Penjagaanmu akan dua kali lipat dari sebelumnya dan yang pasti tidak akan ada yang menikah lagi. Kau sendiri yang datang padaku maka jangan salahkan aku tidak akan melepaskanmu Kau milikku dan itu mutlak hari ini aku harus memberimu kepemilikan mendesah lah dibawahku!"
Chloe takut.