Aku ingin merobek senyum wanita itu hingga koyak menanti saat-saat wanita itu berteriak ketakutan dengan sorot mata memelas meminta pengampunan. Lalu menatapnya dengan seringai iblis yang mengejek nyawa nya yang sebentar lagi akan diceburkan kedalam api neraka oleh malaikat kematian.
Wanita yang merebut perhatian orangtuaku, kakak tiri yang diangkat menjadi anak oleh orangtuaku karena rasa bersalah karna tanpa sengaja papaku menabrak ayahnya yang menyebrang dalam keadaan mabuk berat. Membuatnya menjadi sebatang kara di dunia.
Aku tidak perduli. Yang kuketahui wanita itu adalah iblis dibalik wajah kalem nya, dia adalah iblis betina yang berpura-pura baik saat di depan kedua orangtua ku dan saat mereka berpaling maka iblis betina itu akan menyiksaku.
Seperti saat ini gadis iblis bernama Rachel itu menampar dan menjambak rambutku tepat didepan para tamu undangan di acara ulang tahun nya, hanya karna tanpa sengaja aku menumpahkan sirup ke gaun yang dikenakannya.
"Seharusnya kau berjalan dengan mata! Kau membuat gaun ku kotor dasar dungu!" setelah memaki Helena Rachel langsung berbalik pergi.
Helena mengusap sudut bibirnya yang berdarah kedua matanya menatap tajam punggung Rachel yang angkuh.
"Cih.. Gembel tidak tahu diri." gumamnya.
Dikamar Helena melihat tubuhnya yang memiliki banyak luka lebam yang telah berubah ungu, Rachel saudari tirinya itu selalu memukulnya tanpa alasan tapi Rachel cukup pintar untuk meninggalkan luka di tempat yang tidak terlihat oleh kedua orangtuanya.
"Sudah cukup, kau telah melewati batasanmu KAKAK TERSAYANG. Selamat datang di neraka." ucap Helena pada pantulan dirinya dari kaca, seringai kejam itu terlihat mengerikan bagi siapapun yang melihatnya.
Helena kembali memasang pakaian nya dan melangkah keluar menunju kamar Rachel yang terletak di samping kamarnya.
Kriet..
Helena membuka pintu dan hal pertama yang dilihatnya adalah Rachel yang tengah sibuk memulas wajahnya dengan bedak tapi yang membuatnya geram adalah kalung dengan liontin berbentuk hati pemberian ibunya terpasang dengan apik di leher jalang itu.
"Oh ternyata kau. Bereskan kamarku, aku harus menghadiri pesta." perintah Rachel saat melihat kedatangan Helena dikamar nya.
Ketika rachel hendak melewatinya Helena langsung menahan pergelangan tangan nya.
"Apa-apaan kau! Lepas!." sentak rachel.
Helena menoleh dengan seringai diwajahnya, "kau tidak akan kemanapun malam ini selain kepemakamanmu jalang." ucap helena meremukkan tangan rachel dengan bunyi berderak.
Bugh!
Helena memukul kepala rachel dengan tongkat bisbol hingga terluka, setalah itu tubuh rachel sama sekali tidak bergerak. Pingsan.
Helena menyeret tubuh rachel kedalam mobil dibantu oleh para pekerja yang dendam oleh tingkah rachel yang seenaknya. Mobil dikendarai oleh supir keluarga helena semakin lama mobil yang mereka kendarai masuk kedalam hutan ditengah hutan itu terdapat sebuah rumah tua tidak berpenghuni. Setelah itu helena langsung menyeret tubuh rachel kedalam sebuah ruangan kosong yang gelap dan pengap. Ia duduk tenang di sofa sudut ruangan yang tertutupi dengan plastik menunggu mangsa nya terbangun dari pingsan nya.
Menit demi menit berlalu Helena menyeringai saat Rachel mulai tersadar dan menyentuh kening nya dengan shok.
"Sudah bangun kakak?" tanya helena manis berjalan mendekat dengan langkah tenang hingga berada dihadapan rachel
"Apa maksudnya ini?!" bentak Rachel.
Helena menatap rachel dengan hina.
"Aku tidak pernah mencari masalah denganmu tapi kau terlalu arogan hingga berfikir aku akan diam saja ketika kau injak-injak" Helena menginjak telapak tangan Rachel hingga bunyi patahan tulang dan teriakan memenuhi ruangan itu.
"Sakit?" tanya Helena tanpa melepaskan pijakan kaki nya dan malah semakin menekan kuat kelantai. Ia menatap punggung tangan kanan nya yang melepuh kesal. "Tentu saja, karna itu aku akan membalas semua luka yang orang lain torehkan ditubuhku dengan beribu kesakitan atau bahkan aku akan memberikan kematian pada orang tersebut. Yang artinya kau, akan mati!"
Rachel terisak makin kuat saat angel sama sekali tidak berbelas kasihan padanya. Helena mencengkram rambut pirang wanita itu kuat hingga terasa akan mencabut serta kulit kepalanya.
"Bagimana rasanya dijambak di depan semua orang nona muda Rachel?." dengan tangan kirinya Helena menghapus air mata penuh drama yang mengalir di pipi Rachel.
"Oh jangan menangis, kita belum masuk kedalam permainan yang sesungguhnya nona muda. Hilang kemana wajah angkuh mu tadi?." hina Helena puas. "bukankah kau menyukai dongeng disney princess? Mari kita wujudkan mimpimu itu dengan ending yang berbeda." Helena tersenyum manis dan mulai berjalan mengintari tubuh rachel yang mengigil ketakutan.
"Dongeng apa yang kau suka? Cinderella? Snow white? Sleeping beauty?."
Rachel mendongak menatap angel dengan mata yang telah banjir dengan air mata yang sayang nya sama sekali tidak membuat helena iba.
"Kau gila Helena." ucap Rachel nyaris tak terdengar.
"Benarkah? Kalau begitu mari kita mulai dengan cinderella.." Helena melangkah mendekat kearah meja yang penuh dengan berbagai macam senjata lalu ia memilih sebuah kapak dan kembali mendekat kearah Rachel.
Rachel terus melangkah mundur mencoba untuk menjauh dari Helena yang sama sekali tidak terusik dan tatap melangkah mendekat. "Aku sebagai cinderella dan kau berperan sebagai kakak tiri. Kau tahu dalam versi kelamnya kakak tiri dari cinderella tidak dapat mengenakan sepatu kaca karna itu mereka MEMOTONG NYA agar muat." dan tanpa aba-aba Helena langsung mengayunkan kapak nya hingga kedua kaki rachel hampir terputus.
CRASH....!
Kyaaa..!
Helena menikmati segala teriakan itu dengan perasaan puas, ia melemparkan asal kapaknya ke sudut ruangan dan meraih gunting yang berada di dalam saku jaketnya. Helena kembali melanjutkan cerita.
"Dan dalam versi lain karna sifat jahatnya beberapa burung merpati moncongkel keluar sebelah mata mereka."
"Kyaa! Hentikan!" triak rachel saat angel mencongkel sebelah matanya dengan gunting.
"Selanjutnya dongeng apa lagi? Ah ya, snow white. Snow white dikisahkan mati karna memakan apel beracun dan karna saat ini aku tidak memilikinya aku akan menggantinya dengan cairan arsenik hanya 0.1 gram. Tidak sakit." Helena terbahak bak gadis sakit jiwa.
Helena mencengkram rahang rachel kuat hingga hampir mematahkan rahang nya, Helena memaksa rachel untuk membuka mulut nya dan memasukan cairan arsenik kedalam mulutnya paksa.
Rachel mencengkram lehernya yang terasa terbakar dan menjalar hingga bagian dalam tubuhnya. Tepat saat tubuh rachel berhenti bergerak Helena menunduk dan mengusap rambut rachel dengan lembut.
"Selanjutnya aku akan menceritakan kisah sleeping beauty, dikisah itu Aurora tertidur nyenyak hingga sang pangeran datang membangunkan nya dari tidur panjang nya. Tapi kau, sayang sekali kau akan mati disini KAKAK." usapan lembut Helena berganti dengan cengkraman kuat dan membenturkan kepala rachel ke lantai hingga wajah dan tubuh Helena terkena bercakkan darah.
"Selamat tinggal KAKAK sampaikan salamku pada kekasihmu di neraka." ucap Helena melangkah pergi namun sebelum mencapai pintu gadis itu menghentikan langkah nya dan melirik sinis pada rachel yang sekarat. "oh aku lupa si tolol itu bukan mati karna kebakaran tapi sebelum itu akulah yang membunuhnya lebih dulu."
Tepat setelah pintu tertutup ruangan itu langsung terbakar karna ledakan kecil disudut ruangan.
Tamat.