Tak akan pernah terfikir olehku, menjalani kehidupan berumah tangga dengan seseorang yang telah ku anggap keluargaku.
"Apa maksudmu Naina! Mengapa Ayah harus menikahi temanmu itu!!" seru Farhan kepada putrinya.
"Aku tidak akan membiarkan ayah menikah dengan wanita lain, selain dengan Salwa!?" seru Naina dengan sangat kerasnya.
"Naina, apa kata temanmu itu kalau ayah mempunyai pikiran ingin menikahinya!!" seru Farhan.
"Aku tidak ingin ada wanita lain yang mengisi kehidupan Ayah selain sahabatku, Salwa!!" seru Naina.
Terlihat Farhan sangat kebingungan dengan permintaan yang diucapkan oleh putrinya itu.
"Tidak akan pernah ada wanita yang lebih baik daripada Salwa, Ayah. Dia adalah wanita yang sempurna untuk ayah, aku tidak akan menerima para wanita yang Ayah bawa dan memperkenalkannya padaku!!" seru Naina.
"Kau belum kenal mereka Naina, jadi ayah mohon!!" seru Farhan.
Akhirnya Naina meninggalkan ayahnya pergi ke suatu tempat yang selalu diatas datangi saat tidak ada kasih sayang untuknya.
Farhan begitu shock atas permintaan yang diucapkan putrinya itu, pernah sekali Farhan bertemu dengan Salwa. memang Salwa mempunyai wajah yang sangat mempesona bahkan sikapnya selalu riang dan mampu memberikan ruang untuk Naina.
Di lain tempat seorang gadis berlari menuju rumah sederhana milik seorang wanita yang berbeda usia dengannya 4 tahun.
Tok... tok.. tok... "Kak Salwa Salwa!!" seru Naina yang mengetuk pintu rumah Salwa.
Ceklek..
Terlihat seorang wanita yang sangat mempesona membuka pintu rumahnya..
"Naina!!" seru Salwa.
Naina langsung berlari dan memeluk Salwa. Gadis itu menangis sejadi-jadinya di pelukan Salwa, kemudian Gadis itu membawa Naina masuk ke dalam rumahnya mengambilkan minuman dan menenangkan dirinya.
"Ada apa? Kenapa kau selalu menangis Naina?" tanya Salwa kepada Naina.
"Aku benci Ayah, Kak! Aku sangat benci dia!!" seru Naina. nampak Salwa menghela nafasnya.
"Memangnya ada apa lagi?" tanya Salwa.
"Aku benci dengan wanita-wanita yang diperkenalkan oleh Ayah, aku tahu mereka hanya ingin hidup numpang dengan ayahku. pasti mereka akan tidak menyukaiku!!" seru Naina.
"Memangnya kau sudah bertemu dengan mereka?" tanya Salwa.
"Sudah, bahkan dua dari beberapa dibawa Ayah ..mengatakan kalau ayah menikah dengannya aku harus segera keluar dari rumah," jawab Salwa.
Nayla sambil menundukkan kepalanya. terlihat gadis muda yang berusia 18 itu hatinya terluka.
"Apakah kau sudah berbicara dengan ayahmu?" tanya Salwa.
"Ayah tidak mau mendengarkan semua ucapanku," jawab Nayla.
"Aku mohon Kak, bicaralah sama ayahku dan tolong Kakak katakan sesuatu," ucap Salwa sambil menangis.
"Memangnya Kakak harus bicara apa, ayahmu berhak untuk mencari seorang wanita yang dia cintai," jawab Salwa. nampak Naina sangat sedih dengan jawaban yang diucapkan oleh Salwa.
Dua hari kemudian..sebuah kabar didapat oleh Salwa kalau sahabat kecilnya mengalami kecelakaan. mau tidak mau Salwa ke tempat sahabat kecilnya itu dan bertemu dengan Farhan.
"Tok- tok-tok.." Salwa mengetuk rumah milik Naina. beberapa saat kemudian pintu itu terbuka.
"Iya Nona, mau cari siapa?" tanya pelayanan kepada Salwa.
"Saya Salwa, teman Nona Nayla. Saya ingin bertemu dengan Nona Naina," jawab Salwa.
Akhirnya pelayan membawa Salwa ke kamar Naina, Saat memasuki ruangan demi ruangan nampak Salwa sangat terpukau dengan kemewahan yang dimiliki oleh gadis kecil itu. namun Entah mengapa kebahagiaan tidak pernah terlihat di matanya.
"Ini kamarnya, Nona," ucap pelayan.
"Terima kasih," ucap Salwa.
Akhirnya Salwa membuka pintu kamar Naina, terlihat di sana Naina terus menangisi keadaannya.
"Naina!!" seru Salwa kepada Naina.
Terlihat Naina sangat terkejut saat Salwa berada di depannya, Naina menangis dengan sangat keras kemudian dia mengulurkan kedua tangannya. terlihat Gadis itu sangat kesepian di rumah besar milik ayahnya.
Salwa mendekati Naina, duduk di sampingnya dan memberikan pelukan kepada gadis itu.
"Ada apa denganmu?" tanya Salwa kepada Naina.
"Aku bosan hidup Kak," jawab Naina.
Salwa sangat terkejut dengan jawaban yang diberikan oleh gadis kecil itu.
"Haruskah kau melakukan hal ini?" tanya Salwa. Naina mendongakkan kepalanya dan menatap wanita yang berbeda umur 4 tahun.
"Apakah kau sudah makan?" tanya Salwa. Naina tidak menjawab.
"Mau ku buatkan makanan kesukaanmu?" tanya Salwa lagi. Naina menganggukkan kepalanya, kemudian Salwa meninggalkan Gadis itu menuju dapur rumah Naina.
"Sedang mencari apa, Nona?" tanya pelayanan kepada Salwa.
"Bolehkah aku meminta tolong bibi?' tanya Salwa.
"Ya nona," jawab pelayan rumah.
"Aku ingin memasak untuk Naina, jadi bolehkah aku memakai dapur ini?" tanya Salwa pelayan di rumah itu sangat terkejut dengan kesopanan yang dimiliki oleh wanita muda yang ada di depannya. karena selama ini para wanita yang dibawa oleh Farhan semuanya bersikap sangat kasar dan sok akan menjadi di Nyonya rumah.
Tak lama kemudian nampak Farhan kembali dari kantornya, tatapan pria itu menatap seorang wanita yang berada di dapur rumahnya. terlihat tatapan intens dari Farhan tertuju pada Salwa yang sedang memasak.
Setelah selesai memasak Salwa menaiki anak tangga menuju kamar Naina.
"Apa yang dilakukan wanita itu bi?" tanya Farhan kepada pelayannya.
"Nona muda tadi memasak buat Nona Nayla, Tuan," jawab pelayan rumah.
"Apa yang dibuatkan?" tanya Farhan.
"Terlihat masakan itu sangat sederhana, Tuan. apakah nona Naina menyukainya?" tanya pelayan kepada Farhan. Farhan tidak menjawab kemudian pria itu mengikuti Salwa yang berada di kamar putrinya.
"Apa mau kusuapi?" tanya Salwa kepada Naina.
Naina menganggukkan kepalanya wajahnya terlihat sangat bahagia saat Salwa berada di dekatnya. Naina terus memeluk tubuh Salwa hingga membuat gadis itu bingung saat ingin menyuapi Naina.
Sedangkan Farhan yang melihat pemandangan itu hatinya begitu terenyuh, karena gadis muda yang berbeda sedikit usia dengan putrinya itu begitu telaten merawat putrinya yang sedang sakit.
Tatapan mata Farhan sangat sendu, seolah menunjukkan kegundahan di hatinya. Farhan terus menatap pemandangan yang ada di kamar putrinya itu. bahkan Salwa yang mencium kening Naina dan dan memberikan sentuhan-sentuhan hangat kepadanya.
Sesaat kemudian, nampak salwah melihat kehadiran seorang pria yang sekitar berumur 40 tahun. Salwa mendatangi pria itu dan tersenyum kepadanya.
"Tuan Farhan," ucap Naina dengan sangat lembut. Farhan sangat tersentak mendengar suara Salwa yang begitu hangat.
"Apakah kau yang bernama Salwa?" tanya Farhan kepada Salwa. Salwa menganggukkan kepalanya, kemudian Gadis itu mengajak Farhan untuk berbicara sedikit kepadanya.
"Kalau anda ada waktu bolehkah saya berbicara, Tuan," ucap Salwa kepada Farhan. nampak Farhan mengangukan kepalanya dan mengajak Salwa ke teras depan rumah mereka.
"Kau mau bicara apa?" tanya Farhan kepada Salwa.
"Maafkan aku jika lancang mengatakan hal ini, Apakah tidak sebaiknya anda memberikan sedikit perhatian dan kasih sayang kepada putri Anda," ucap Salwa.
Farhan menatap wajah Salwa
"Memangnya aku kurang memberikan dia kasih sayang," jawab Farhan. Salwa tersenyum menatap pria yang mempunyai jambang di wajahnya.
"uang bukanlah sebuah kasih sayang Tuan, perhatian dan mendekatkan diri itu merupakan hadiah yang sangat besar untuk Naina. tidakkah anda berpikir untuk memberikan hal itu padanya.. bukan hanya materi saja," ucap Salwa. Farhan sangat tersentak dengan perkataan Salwa karena selama ini dia berpikir kalau putrinya itu hanya memerlukan uang saja sebagai seorang remaja yang ingin bersenang-senang.
"Besok saya akan kembali lagi, mohon anda mencari tahu bagaimana sikap para kekasih Anda kepada putri Anda. setelah anda mengetahuinya pasti anda akan mengetahui bagaimana perasaan Putri anda," ucap Salwa. setelah mengatakan hal itu Salwa meninggalkan rumah milik Naina.
** bersambung **