Ardian Guntur Pratama, dia adalah seorang CEO yang terkenal dengan sifatnya yang sombong dan kejam. Ia sering di juluki Raja CEO karena kehebatannya dalam mengalahkan semua musuh di dunia perbisnisan. Meskipun tampan, kaya, dan mapan. Ardian tidak pernah mau melirik wanita mana pun, Karena menurutnya, wanita hanyalah seseorang yang berniat mengincar harta dan tahtanya.
Suatu hari, Ardian di buat marah besar, Karena keteledoran sekertarisnya dalam mengoreksi berkas-berkas rapat yang akan ia pimpin. Dan hal itu membuat Ardian merasa kesal, lalu memilih untuk pergi ke bar dan menenangkan dirinya. Namun yang namanya orang sedang emosi akan berbuat semena-mena dan tidak bisa mengendalikan dirinya. Sangking terlarut dalam emosi, Ardian hampir saja menabrak seorang wanita.
"Apa kau tidak bisa melihat?" Pekik Ardian yang langsung turun dari mobilnya.
"Tuan anda yang salah, kenapa saya yang anda bentak?" Bantah wanita itu yang bernama Mia. "Saya bisa melaporkan tuan dan memenjarakan tuan loh!" ancam Mia.
"J-jangan lakukan itu, apa mau mu? apa kau mau uang, tanah, perhiasan?" Tanya Ardian yang sangat ketakutan, Karena jika sampai wanita itu melaporkannya maka, reputasinya sebagai CEO yang paling disiplin,tegas, bertanggung jawab, sekaligus kejam, akan hilang dalam sekejap.
"Orang kaya seperti kalian memang suka membeli segalanya pake uang yah? Dasar tidak tau malu! semua orang tidak bisa kau bujuk dengan uang!" Pekik Mia.
"Wanita ini sangat berbeda dengan wanita-wanita pada umumnya,dia tidak memandang harta dan tahta" batin Ardian sembari menatap gadis muda yang sedang mengomel-ngomel tidak jelas, di depannya.
"Maukah kau menikah dengan ku?" Lirih Ardian yang langsung membuat Mia terdiam sejenak.
"Apa tuan bodoh? tuan kira saya mau menikahi tuan yang baru saja saya temui?"Mia tertawa terbahak-bahak.
"Aku tidak bercanda"Tegas Ardian.
"Perbaiki lah sikap mu, dan jangan berfikir bahwa semuanya bisa di beli dengan uang..jika kau sudah berhasil melakukannya, maka aku akan siap menikahi mu!" Mia berkata dengan tegas dan percaya bahwa seseorang yang ada di depannya ini tidak akan mengubah sifat aslinya hanya karena seorang wanita.
"Oke, aku terima tantangan mu! dan yah,aku minta alamat rumah, serta nomor telefon mu! agar kita bisa berkomunikasi dengan mudah" Perkataan Ardian Membuat Mia mematung. Dengan terpaksa Mia memberikan semua yang di minta Ardian, karena Bagi Mia, jika ia sudah mengatakan sesuatu, maka ia harus menepatinya.
Mulai hari itu, Ardian terus menghubungi Mia dan sering menemuinya. Ardian benar benar terobsesi pada sosok Mia. Kesederhanaan, kebaikan, dan kejujuran Mia membuat Ardian terpikat. Meskipun Mia tidak se sexy dan se mulus seperti wanita-wanita di luar sana, namun Ardian lebih memilih Mia, karena ia tau bahwa yang cantik wajahnya mudah di cari, namun yang cantik hatinya susah di dapatkan.
Awalnya Mia sempat merasa risih dengan sikap Ardian yang selalu mengusik kehidupannya dan mengganggu aktivitasnya. Namun seiring berjalannya waktu cinta dan kasih sayang mulai tumbuh pada hati Mia. Ia juga bisa merasakan bagaimana perjuangan Ardian demi mendapatkan Mia yang tidak ada apa-apanya di banding Ardian. Dan pada akhirnya sifat Ardian yang sangat dingin dan kejam berubah seketika, karena Mia yang memikatnya pada pandangan pertama.
Setelah menjalani proses Pendekatan yang sangat lama dan penuh rintangan, akhirnya mereka pun meresmikan hubungannya, dan memulai rumah tangga. Kebahagiaan dan kesedihan mereka lewati bersama-sama. Ardian pun sadar, bahwa..
JIKA KITA MAU BERJUANG DAN SABAR MENUNGGU, KELAK KITA AKAN MENDAPATKAN APA YANG KITA INGINKAN.
BY: YoaSmith