Pada zaman kekaisaran, sang raja terpesona dengan kecantikannya dewi taleju, dewi taleju adalah dewi yang berubah wujud menjadi manusia di Nepal. Sang raja hingga membuat kesalahan dengan ingin menikahinya, lalu sang dewi pun murka dan meninggalkan kutukan yang mengerikan dan kembali ke surga.
Setelah kejadian itu, sang raja menyesal dan membangun sebuah kuil untuk sang dewi dan memohon ampun. Kemudian sang dewi menyuruh sang raja untuk memilih seorang gadis muda yang akan dipuja sebagai pengganti dirinya. Sang raja mematuhinya dan memilih gadis muda berusia antara tiga hingga lima tahun untuk pemujaan. Gadis-gadis itu kemudian dikenal dengan sebutan kumari (berdasarkan legenda kumari dari nepal)
Pada abad modern reinkarnasi kaisar menjadi seorang dokter yang bernama Sangmin, Sangmin adalah suami dari Sita. Sangmin mencintai sita segenap hatinya. Suatu hari sangmin disemangati oleh Sita untuk melakukan operasi darurat. Sangmin yang disemangati oleh Sita menjadi lebih percaya diri dan berhasil melewatinya. Tetapi istri dari Sangmin yang bernama Sita mengalami kecelakaan yang merengut nyawanya itu.
Sangmin menyesali karena terlambat untuk mengobati Sita. Sita pun meninggal dengan tragis. Setelah ketiadaan Sita, Sangmin menyesali dan ingin mengobarkan semuanya untuk Sita. Sangmin memutuskan untuk pergi ke negara C untuk memohon kepada dewa. lalu keinginan Sangmin ke negara C pun terjadi juga. Setalah mendarat di negara C Sangmin segera menuju ke kuil. Sangmin memohon kepada dewa untuk mengembalikan Sita kepadanya, lalu dewa patung itu dengan ajaibnya mengatakan "Apakah kamu siap untuk menyerahkan segalanya?" Sangmin tanpa ragu-ragu menjawab ya dan menyetujui permintaan dewa tersebut.
Nama lengkap Sita di Nepal adalah Sita Jahrana, untuk membiayai keluarganya ibu Sita ingin menjadikannya Kumari. Saat ingin menjadi Kumari, seseorang harus berani dengan melihat darah ataupun memegang darah. Ibu Sita yang mendidik Sita dengan memegang darah tikus, Sita terkejut saat membuka mata dengan memegang darah tikus. Sita menangis tersedu-sedu ibunya pun geram dengan Sita dan ingin memukulnya tetapi dicegah oleh suaminya. Suaminya mengatakan bahwa sita tidak usah menjadi kumari, tetapi ibunya tetap memaksa karena adik Sita yang berumur tiga tahun sedang sakit dan tidak ada penghasilan di keluarga mereka dan mengorbankan sita untuk menjadi Kumari. Lalu Sita berlari untuk menenangkan diri ke pinggiran kota.
Di pinggiran kotalah Sita bertemu dengan Sangmin. Sita mencoba membangunkannya lalu Sangmin terbangun tibalah Sangmin di Nepal, ketika Sangmin terbangun Sangmin melihat Sita yang berumur lima tahun sedangkan Sangmin berumur tiga puluh lima tahun. Ia senang melihat Sita kembali tetapi kecewa karena adanya perbedaan umur yang memisahkan mereka untuk bersama.
Sangmin memperkenalkan dirinya kepada Sita. Lalu setelah berbincang-bincang dan Sangmin mengetahui masalah Sita yang ingin dikorbankan keluarganya untuk menjadi Kumari. Sangmin mencoba menenangkan Sita dengan cara menghiburnya. Sita entah mengapa ia merasa akrab kepada Sangmin. Dan ia merasa terhibur dengan ucapan sangmin dan kembali pulang ke rumahnya tersebut.
Keesokan harinya, Sitapun mengikuti pemilihan Kumari. Ia disuruh membuka pakaiannya. Awalnya dia ragu-ragu tetapi melihat semuanya mengikuti instruksi tersebut, sita pun membuka pakaiannya untuk diukur punggungnya. Dan ia terpilih menjadi kumari.
(Dewi Kumari sendiri merupakan dewi hidup yang disembah oleh umat Buddha dan Hindu di Nepal. Mereka diangkat sejak usia yang masih sangat kecil sekitar 3-5 tahun. Dalam pemilihan untuk menjadi seorang Dewi Kumari harus melalui sebuah ritual yang dilakukan oleh para pemuka agama di kuil suci.
Ia sangat senang karena terpilih sebagai Kumari dan dapat membiayai keluarganya. Ia menceritakan semuanya kepada Sangmin. Sangmin pun ikut senang karena melihat Sita gembira. Sita membawakan Sangmin makanan seperti nasi dan garam yang sangat banyak. Sangmin memakannya banyak sekali, sampai Sita mengatakan tidak usah memakannya. Tetapi Sangmin mengabaikannya, Sangmin sangat senang mendapatkan makanan yang dibuat sendiri oleh Sita.
Beberapa hari kemudian
Sita berlatih menjadi Kumari yang baik. Seperti tidak takut dengan hal-hal yang mengerikan contohnya seperti darah, mayat, dsb. Sita juga mempunyai teman dekat di sana. Tetapi beberapa tahun kemudia Sita entah kenapa dianggap seperti pelacur, dsb. Susah untuk menjelaskannya umm seperti Sita dianggap rendah dan menjadi gelandangan yang hidup di Nepal. Sita pun dianggap murahan, sehingga Sita Dilecehkan atau diperbuat tidak layaknya seorang gadis.
Sangmin menemui Sita yang umurnya sudah dua puluh tahunan. Sangmin merasa sedih karena ia sudah sangat tua dan tidak pantas untuk Sita. Sangmin memegang tangan Sita, tetapi Sita merespon dengan hal-hal yang negatif. Sita meresponnya dengan pikiran negatif karena ia diperlakukan tidak baik oleh masyarakat Nepal. Lalu Sangmin mengatakan hal-hal yang dapat mengingkatkan masa kecilnya dengan Sangmin di saat-saat seperti berbingcang bersama, makan bersama, bercanda bersama, dsb. Sita pun mengingatnya dan menangis dan menyesali karena tidak mengingatnya. Sita mengajak Sangmin untuk tinggal di tempatnya. Tempat tinggal Sita kumuh seperti gelandangan yang di pinggir jalan.
Sangmin tidak bisa mengajak Sita ke rumahnya karena ia pun tak punya rumah. Sangmin yang usianya sudah sangat tua pun sering mengalami sakit-sakitan dan lebih sering tinggal di kasur bukan menghabiskan waktu dengan Sita. Sita berencana untuk membeli makanan untuk Sangmin dan dirinya dengan cara mengutang kepada orang yang menjual makanan. Sita pun mendapatkan makanannya dengan memohon-mohon. Di tengah jalan sita menemui dua orang anak seusia lima tahun meminta makan pada dirinya. Sita tak tega pada anak tersebut dan memberikan kedua makanannya tersebut dan kembali dengan tidak membawa sepersen pun makanan.
Sita melihat Sangmin tidur dengan memegangi kain merah yang sudah usang. Sita pun berniat untuk membuatkannya, tetapi Sita tak punya uang. Sita berusaha untuk meminta benang merah kepada orang sekitarnya. Tetapi tak ada yang mau memberikannta lalu Sita kembali pulang dengan tidak membawa makanan maupun benang. Di perjalanan pulang Sita menemui seseorang yang membuatnya jatuh cinta pandangan pertama. Tetapi Sita tetap melanjutkan perjalanannya itu.
keesokan paginya Sita mencari makan untuknya dan Sangmin yang sudah sakit-sakitan. di ujung pencarian makanan dan benang merah Sita melihat orang yang membuat dirinya jatuh cinta pandangan pertama. Sita menghabiskan waktunya dengan pria itu, Sita menceritakan pengalamannya menjadi Kumari tersebut. Tetapi pria tersebut tidak masalah kalau Sita pernah menjadi Kumari dan tetap menghormatinya. Pria itu juga diam-diam menyukai Sita. Saat perjalanan pulang dari rumah pria itu, Sita diantarkan oleh pria tersebut di tengah perjalanan Sita melihat benang merah, ia ingin membelinya tetapi tidak mempunyai uang. Ia mencoba untuk meminta kepada penjual tersebut tetapi ditolak. Melihat Sita menginginkan benang itu, pria itu membelikannya benang. Sita merasa sangat senang dan berterimakasih padanya.
Saat sampai di rumah Sita, Sita membangunkan Sangmin yang sedang tertidur sedang memegang pita merah itu. Sita memberikan Sangmin makanan serta membuatkan Sangmin pita merah yang baru. Pria itu pun juga mendapatkannya juga. Sita membuatkannya di perjalanan pulang saat bersama pria itu. Sangmin sangat senang karena mendapatkan pita merah dari Sita. Sebelumnya di kehidupan yang lalu memangg pita merah itu dari Sita. Sita menceritakan bahwa ia menyukai pria kepada Sangmin. Sita menganggap Sangmin sebagai ayahnya sendiri. Lalu Sangmin bertanya apakah pria itu tampan. Sita malu-malu untuk menjawabnya tetapi Sita tetap menjawabnya. Sita menjawab "Ya sangat tampan! Tetapi aku melihat bukan dati mukanya saja tetapi hatinya juga sangat baik!" puji Sita di hadapan Sangmin. Sangmin pun merasa cemburu terhadap pria tersebut. Hati Sangmin terasa sangat sakit ketika mendengarnya langsung dari ucapan Sita. Ia pun menangis tersedu-sedu dan Sita menenangkannya dengan cara memeluknya. Sangmin mengatakan "Aku sayang kamu, Sita!" Teriak Sangmin tidak rela kehilangan Sita. Sita pun menjawab "Aku juga sayang ayah." Setelah itu Sangmin tidur dengan menangis tersedu-sedu karena Sita hanya menganggapnya sebagai ayahnya sendiri.
keesokannya pria itu semakin dekat dengan Sita. Tiga bulan kemudian setelah pendekatan mereka itu. Sita dan Pria itu berencana untuk menikah dan menjalani kehidupan yang lebih baik di Korea. Sita menyampaikan itu terhadap Sangmin. Sangmin merasa sedih tetapi tetap mengizinkannya untuk pergi. Awalnya Sita ingin mengajak Sangmin bersama tetapi sangmin menolak dan bilang untuk "Pergilah dan jangan khawatirkan aku, hiduplah dengan berbahagia Sita." Kata Sangmin. Sita pun memeluk Sangmin untuk perpisahannya. Saat berada di bandara entah mengapa air mata Sita terus mengalir tanpa henti karena meninggalkan Sangmin. Pria yang bersama dengan Sita adalah Sangmin di usia muda. Jadii kutukan dari dewinya untuk menyembahnya tetap berlaku.
-Tamat-
Have a nice day~