Berawal dari Citra yang menemukan sebuah kotak di atap rumahnya Citra dan keluarganya baru saja pindah dan Citra ditugaskan ketika ayah dan ibunya kerja untuk membereskan ruangan di atap rumah.
jika kita memainkan monopoli apa yang terpikirkan selain dadu ada juga pionnya kan dan Citra berposisi sebagai pion di garis start.
Dadu yang besar monopoli itu berbentuk seperti karpet dan di situ Citra tidak bisa bergerak sama sekali disitu ada pola-pola tertentu seperti kalau dadu berputar 1/2 angka yang keluar dia akan terjebak dan dia bisa membeli rumah namun bedanya di situ bukan nama kota nama atau yang lain-laindi sana hanya lingkaran hitam dengan garis tepi yang berbeda-beda seperti merah kuning hijau dan itu merupakan sebuah misteri yang sama sekali tidak diketahui oleh Citra apa maksud semua ini.
Dadu itu awalnya hanya diam saja di tempatnya dan Citra menebak-nebak Ini adalah sebuah permainan seperti monopoli dan ia harus memutar dadunya namun jika badan Citra tidak bisa bergerak dan dadunya sebesar itu bagaimana cara memutar nya akhirnya Citra berucap 'putar.'
seketika dan itu berputar dan angka yang keluar adalah angka 6 berarti kita harus bergerak 6 langkah dari titik start ternyata di situ terdapat tulisan.
---kartu misteri ---
Dan Citra sekali lagi mengadakan aba-aba untuk membuka kartu misteri itu dan mengetahui apa sebenarnya isi kartu tersebut.
-Setelah kamu memutar dadu angka yang kamu peroleh akan bertambah 1 langkah jika tempat kamu berhenti memiliki warna garis samping berwarna merah itu berarti kamu akan mendapatkan kesialan dalam langkah-langkah berikutnya.-
Setelah itu citra berkata lagi putar itu berputar dan memunculkan angka 2 Citra secara otomatis badan yang bergerak berpindah ke kotak berwarna hijau hampir saja mendekati kotak berwarna merah.
Setelah tepat berada di atasnya kita tiba-tiba diserap oleh kotak itu dan masuk ke dalam kotak tersebut ternyata kita berada di sebuah tempat kumuh di mana Di sana berdiri seorang nenek-nenek tua yang memakai tongkat dan baju yang urak urakan penampilannya sangat menyentuh rasa iba.
Namun tiba-tiba itu melemparkan tongkat ke arah Citra, Citra yang refleks langsung menghindarinya jantungnya berdegup dengan kencang ia tahu apa yang sedang terjadi dan itu yang tadinya berjalan dengan tongkat tiba-tiba berjalan ke arahnya dengan cepat langsung saja Citra lari dari tempat itu.
Namun sepertinya nenek itu semakin kencang mengejarnya tiba-tiba Citra tersandung batu dan akhirnya jatuh dan nenek-nenek tua itu tepat berada di depannya tiba-tiba nenek tua itu yang memakai jubah hitam mengeluarkan sebuah pisau.
Citra kaget walaupun dengan menyeret tubuh nya perlahan kebelakang karena benar-benar menakutkan rasanya jika ditodong dengan pisau seperti itu dan aneh nya lagi darah mengalir dari pisau itu mengenai pipi Citra dan perlahan citra merasakan darah dari pisau tersebut mengalir.
Namun tiba-tiba nenek itu menghilang padahal Citra sudah ketakutan setengah mati dan nenek itu terlihat dengan tatapan ingin sekali memburu Citra.
Ketika nenek itu hilang Citra langsung berdiri dan lari sekencangnya dari tempat itu.
Namun Citra dibawa lagi ke atas dari kotak monopoli, hal ini baru pertama kali dialami Citra dengan pisau di depan matanya dan seorang yang ingin membunuhnya pengalaman baru yang benar-benar menakutkan sekali menurut Citra.
Citra ingin melanjutkan permainan ini namun ia harus melakukannya karena dia dulunya bener-bener tidak bisa diam dan terus bergerak seperti suatu signal bahwa Citra harus memulai permainannya lagi.
takut jika dadunya bergerak sendiri dan menunjukkan hasil yang bertambah buruk akhirnya Citra memulai permainan.
Angka yang muncul adalah angka satu Citra merasakan jantungnya tidak bisa diam dan terus berdegup dengan kencang dan kembali lagi tubuhnya bergerak sendiri dan sekarang pindah kotak hitam dengan tapi berwarna biru.
Dan kembali kotak itu menyerap citra kedalam nya
dan di bawah Citra sebuah kerajaan tapi bukan kerajaan daerah ini berbentuk seperti rumah abad ke-14.
Baru saja ia sampai di tempat itu hal yang mengejutkan seorang wanita datang dan tiba-tiba merangkul tangan Citra dan mengajaknya berlari.
"cepat lah berlari," ucap wanita misterius itu
"Siapa wanita ini," benak Citra.
Karena Citra tak mau terjebak dalam masalah ia menghentak tangan wanita itu dan berhenti berlari.
Wanita misterius itu hanya menatap Citra dengan tatapan tajam tak mengerti apa sebenarnya maksud tatapan itu karena citra tak melakukan apapun kesalahan.
Apakah citra lolos dari masalah atau kah justru dalam masalah besar ternyata citra dalam masalah besar sudah ada prajurit ( Roma )bersenjata mengelilingi nya.
"Tangkap perempuan aneh ini !," perintah putri sasenez.
Citra di penjara dan keesokan hari nya akan di eksekusi karena melawan perintah putri kerajaan.
Citra mendadak ingin bertemu ibu nya dan memeluk nya dan memberitahu ia seberapa sayang nya Citra kepada nya.
Keesokan hari nya Citra akan dieksekusi dan kepala nya sudah dalam lingkaran pasung itu.
Namun ketika Citra dalam keadaan terpuruk sudah ingin di penjara lagi lagi ia menghilang dan kembali ke tempat permainan.
Kembali Citra memainkan permainan dengan rasa 1000 persen gugup takut dan frustasi karena citra tak tau kapan permainan ini terus berlangsung.
Angka 3 di tunjukan ia berada pada kartu horror
di bukalah kartu itu berisi tentang kata kata yang paling horor.
--- Kartu ini adalah kartu yang paling horor pemain akan melibatkan keluarga nya sekarang dan akan memulai nya dari start --
///KELUARGA////
Dengar kata- kata itu saja membuat Citra gemetar ketakutan.
"Citra, citra," Ibu Citra memanggil citra berulang kali suara ibu citra Seperti mendekati ruangan atap ini.
Dan ibu citra menaiki tangga menuju ke atap citra ingin melarangnya namun bibir nya seperti terkunci.
Ibu Citra kaget melihat dadu yang besar dan Citra yang berdiri di tempat.
Tubuh ibu Citra mulai bergerak sendiri ke arah garis start.
Citra sontak tak bisa menahan air mata nya ia tak tega jika ibu nya harus mengalami semua itu biarkan dia saja yang terluka dengan permainan aneh ini.
"Kalian siapapun mahluk gaib atau siapa pun yang mengendalikan semua ini aku tak tau apa maksud kalian tapi plis jangan ibu ku dia segala nya untuk ku." Ucap Citra dengan nada tinggi namun akhirnya di tengah rasa frustasi nya air mata nya keluar dari pelupuk mata.
Ibu nya yang tak atau apa- apa bingung dengan kejadian yang menimpa nya.
Seketika dadu hancur dan perlahan-lahan semua pengendali tubuh Citra dan ibu nya pudar semua alat- alat permainan pun hilang.
-----Terakhir ada tulisan di lantai ----
Air mata mu menghancurkan ku permainan ku
Aku tak berhati namun kali ini aku melepaskan mu karena kamu sosok yang lemah, ibu mu seperti ibu ku kali ini kalian lolos.
--- Tamat