Seoul ,south Korea
Sudah tak terhitung berapa banyak waktu yang ia telah habiskan ditempat itu sampai ia tidak merasakan kebosanan meskipun jauh dari orang tuanya. Ia seorang gadis Indonesia yang bertekad untuk kuliah di Seoul, south Korea. Kenapa ia memilih negara itu ? Entahlah pasti ia memiliki banyak alasan kenapa ia bisa senekat ini .
Selama 3 tahun setengah ia lalui tanpa ada "kata aku ingin pulang !!" ia tak pernah sedikit pun mengatakan seperti itu mungkin karena dia telah terbiasa, bagaimana tidak sejak sebulan ia di Seoul , ia telah memiliki banyak teman sehingga hal itu membuat nya tak ingat tentang halnya ingin pulang .
Namanya adalah Najmi Syauqilah ,yang sering dipanggil Najmi oleh teman-temannya ia kini telah menginjak usia 22 tahun bahkan ia sudah memasuki semester akhir ,ia adalah gadis cantik yang berhijab dengan memiliki sepasang mata kelinci yang indah , bahkan ia selalu ramah pada orang-orang yang temui baik di kampus atau pun di taman .
Saat ini ia berjalan menelusuri trotoar yang ada didekat Aparte nya ,namun tanpa ia sadari ada seseorang yang telah melambaikan tangannya dari kejauhan, dengan rasa semangat dan bahagia ia pun berlari kecil menghampirinya.
"안녕.... (Annyeong (halo ), sebuah ucapan Ketika saat bertemu atau pun meninggalkan nya dan hal ini sering digunakan oleh orang Korea ) " sapa seorang gadis imut dengan rambut yang terurai lepas tanpa ia mengikat dengan bahasa Korea , mungkin sudah terbiasa bagi orang Korea mengurai rambutnya. Ia bernama Shin Hye sun.
"나도 안녕 ...(nado Annyeong) " jawab Najmi sambil tersenyum manis diwajahnya.
" Jaebeom dimana ? " tanya gadis itu .
Jaebeom adalah salah satu teman mereka yang sudah akrab sejak 3 Tahun ini , tentunya Najmi sering berbicara bahkan meminta bantuan untuk mengerjakan tugasnya. Mereka bertiga selalu bersama di kampus namun karena jaebeom merupakan mahasiswa aktif dan teladan di kampus Sampai ia pun juga jarang bersama bila berkaitan diluar kampus.
"na Molla ...(aku tidak tau ) " jawab Najmi
"Baiklah kita hanya berdua...mari pergi..." ajak Hye sun penuh semangat sambil merangkul lengannya Najmi. Akhirnya mereka pun pergi meninggalkan tempat itu , mereka berjalan menelusuri trotoar menuju sebuah kedai tempat biasa mereka makan atau untuk membeli minuman saja .
Kedai itu tak jauh dari tempat tinggal Najmi hanya saja membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai disana. Sebuah kedai pun tampak ramai hari ini karena hari ini adalah Weekend . Najmi yang sedari tadi tidak begitu sabar untuk menyantap makanan yang ada didepannya.
" Hye sun a.... "
"Waeyo ?(kenapa?)"
"apa kau tak ingin pergi ke gereja hari ini ? " tanya Najmi karena tak seperti biasanya Hye sun mengajak makan bersama disaat hari Minggu.
Itulah Najmi yang selalu peduli terhadap teman nya meskipun ia memiliki keyakinan yang sangat berbeda .
"cepat makan atau aku akan pergi !" ucap Hye sun sedikit mengancam
" Arasseo ( baiklah )" ucap Najmi sambil memanyunkan bibirnya.
Sehingga dengan wajah yang sedikit memelas Najmi mulai mengunyah makanannya sedikit demi sedikit. Namun tanpa ia sadari pikirannya tertuju pada seseorang yang sudah tiga hari ia tidak bertemu .
" ke mana dia pergi ? Bagaimana aku bisa menyelesaikan tugasku yang begitu menumpuk ? " batinnya .
Disisi lain hye sun yang sedari tadi memperhatikan Najmi ingin ia tertawa namun ia tahan bagaimana tidak ia tak bisa ketawa sedangkan ekspresi Najmi yang begitu lucu seperti anak kecil .
" yaa!!!! Najmi.... palli beogho ( yaaa...najmi cepat makan) "
"ye ....hehehehe.... " jawab Najmi sambil menyeringai.
Beberapa detik kemudian Akhirannya mereka pun sudah selesai makan dan perut mereka terasa udah terpenuhi oleh makanan. Bahkan mereka pun keluar dari tempat itu .
" Hye sun apa kau tidak sibuk ? " tanya sedikit ragu .
" Kenapa ? " Hye sun pun membalikkan pertanyaannya
" Aku bertanya pada mu kenapa balik tanya huhuhuhu....."
" Aku hanya ingin bermain dengan mu ..." ucapan nya sambil tersenyum manis.
" Soalnya kau selalu sendirian di akhir pekan ... bukankah seperti itu ? Sambung nya.
" eumm... beneeeeeeerrrr bangeeeeet ....aku tidak pernah kemanapun selagi aku sendirian "
" Bukankah jaebeom selalu menemanimu belajar ? "
"Tapi dia tidak pernah serius...saat Minggu lalu ..aku kira dia mengajariku ternyata dia hanya bermain game .... Sungguh menyebalkan ! " tutur Najmi panjang lebar . Tanpa sepengetahuan Najmi kini Hye sun sudah pergi jauh dari tempat Najmi .
" Hye sun...a ..." lirihnya . Seketika ia menoleh ternyata orang yang ia ajak bicara sudah pergi. " Aigoo Hye sun a ...neol jinjja seakkkiiii!!!!! " Najmi berteriak tanpa ia sadari dan kini pun menjadi tontonan orang disekitarnya ...
" gwenchana? " tanya seorang wanita paruh baya mungkin sekitar umur 40 _ an
" Ne.... ahjuma naega gwenchana ( iya bibi...aku baik-baik saja) "
Dengan rasa malas ia pun melanjutkan langkahnya menuju Aparte( apartemen ). Ia pun sambil menikmati suasana musim semi ia terus melangkah tanpa memerhatikan kesekitarnya namun pikirannya terlintas sebuah pertanyaan .
" kenapa Hye sun tidak berpamitan kalau dia ingin pergi? Ahh....dia benar-benar membuat ku bingung...kearah mana dia pergi? Kenapa aku tidak mengetahuinya ? Apa ada sesuatu yang ia sembunyikan ? Ya ampun Najmi kenapa pikiran mu seburuk ini " batinnya
★★★★★
Disisi lain Hye sun terasa gugup dan perasaan nya tak menentu bahkan nafas tak beraturan detak jantung nya pun tak seperti biasanya akan tetapi lebih cepat dari biasanya. Ia berkali-kali menengadah menahan darah yang terus keluar dari lubang hidungnya dan rasanya ia tak percaya bahwa pertemuan dengan Najmi ini mungkin yang terakhir kalinya
" maaf kan aku Najmi...naega jeongmal mhianheayo...aku rasa kau tidak perlu mengetahui nya ...agar Kau tak pernah merasakan kehilangan " batinnya sambil menahan isaknya .
Ia terduduk di samping ranjang tempat tidurnya dimana tak ada seorang pun yang bisa mengetahui keadaan nya saat ini .
Ia meraih sebuah foto yang dimana disitu terdapat foto tiga orang yaitu Najmi paling depan ,Hye sun ditengah dan jeabeom paling akhir dan tak terasa air mata yang ia bendung dari tadi seperti gelas yang ingin ia jaga agar tidak terjatuh namun sekarang gelas itu jatuh dan pecah berkeping-keping itu lah yang di rasakan oleh seorang Hye sun , seorang gadis yang amat ceria namun mengindap penyakit kanker otak.
★★★★★
Najmi yang terus berjalan sambil bersenandung lagu favorit nya yaitu WHY _UN
MYUNG ,dan lagu ini yang sering ia putar tiap kali ia kesepian .
"Sarangeul jal moreugesseo ireohke dagaol jul nal mollasseosseo
(Aku tidak benar-benar tahu tentang cinta
Aku tidak tau itu akan datang kepadaku seperti ini)
Nae maeumjocha geu saram apheseoneun nae tteutdaero andwae
(Hatiku tidak ingin berakting seperti itu di depan kekasihku)
Ireol jul aratdeoramyeon
(Jika ku tau akan seperti ini)
Cheoeumbutheo sijakhajido anhasseo
(Aku tak akan memulainya dari pertama kali)
(Babocheoreom ijewaseoya nan imi neujeun huhwuireul hago isseo)
Seperti orang bodoh aku terlambat menyesalinya
(Niga sarangi dwaeji anhgireul bireoseo)
Aku berharap kau tak akan menjadi cintaku
(Neomaneun jeoldaero anigireul bireosseo)
Aku berharap bahwa itu bukan hanya kamu "
sebelum ia menyelesaikan lagunya tiba-tiba ada seseorang yang menepuk pundak nya . Lantas ia pun menoleh dan tentu ia mengenalinya tanpa Sekata apapun ia menghela nafas panjang dan tersenyum lebar.
" Najmi ...a..." lirihnya
" waeyo? (Kenapa ) " jawab Najmi sedikit datar .
" apa kau baik-baik saja ? " tanyanya begitu lembut .
" kau liat aku sedang sakit ? " sekali lagi Najmi menjawab dengan nada datar Serasa tak peduli pada seorang yang sedang berjalan disampingnya dengan mengenakan tas ranselnya.
" Najmi a.....! " kali ini suaranya terdengar sangat keras sampai orang disekitar menoleh kepadanya dan hal itu membuatnya malu sehingga ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sedangkan Najmi hanya bisa menahan tawanya, serasa hari ini ia ingin tertawa lepas dihadapannya namun ia mengurungkan niatnya.
" wae wae...wae...? "
"kyuttago ( kau imut ) " seketika kata itu muncul dari mulutnya bahkan tanpa ia sadari padahal ia tak ingin mengatakan nya ,dan hal itu membuat Najmi terdiam dan membisu seribu bahasa.
" apa aku tidak salah dengar ? Apa yang ia katakan ? ”
" jaebeom a... "
"oh...."
"Mworago ( apa yang kau katakan ?) " tanya Najmi berpura- pura tidak tau
" eopsoe ( tidak ada )..." kilahnya
" baiklah kalo begitu ...ayo kita pergi..."
akhirnya mereka pun berjalan menuju aparte masing-masing ,dan apartemen mereka berhadapan.
Perasaan jaebeom yang kini tak beraturan karena sesuatu yang tak seharusnya ia katakan namun sudah terlanjur di katakan bahkan selama ini ia tak pernah mengatakan hal seperti itu pada Najmi.
" ah ...ini benar-benar membuat ku gila " gumannya sambil mengacak-acak rambut nya ,
"setidaknya ia tidak pernah tau siapa diriku sebenarnya”
Dan sesuatu yang tak pernah Najmi mengetahui siapa dirinya sebenarnya .
★★★★★
Najmi hanya terduduk ditempat meja belajarnya dengan wajah yang kusut ia berharap ada sebuah pesan masuk dari sahabatnya , dia terus menatap layar ponselnya berkali-kali namun tak ada sedikit pun pesan darinya, sejam kemudian ia terus berharap akan mendapatkan sebuah pesan dari Shin Hye sun walaupun dengan satu kata saja sehingga hal itu tidak membuat nya begitu cemas
" Hye sun ...a...apa kau baik-baik saja? Kenapa kau tak mengabari ku ? Apa terjadi sesuatu padamu ? "
pertanyaan itu terus menghantui pikirannya. Bahkan ia tak mendengar ada suara bel pintu dari seberang .
Tingtong...tingtong ...tingtong...
Sampai bel berbunyi sepuluh kali lebih dan Najmi belum juga menyadari, hingga pada akhirnya
Tingtoooooooooooooooooooooooooooooooggggggggg.......
Sampai seseorang diseberang sana menekan tombolnya begitu lama dan akhirnya membuyarkan lamunannya Najmi.
" oh my God.... " ucap Najmi karena terkejut, dengan rasa malas ia menuju pintu dan tampaklah seorang lelaki yang tampan , maskulin,dan sedikit memiliki aura orang Korea pada umumnya . Dan tentunya Najmi tidak tau tentang kehidupan aslinya .
" Najmi a... "
" ada apa ? "
" eumm...Hye sun di rumah sakit ”
ucapnya seketika ,dan mendengar seperti itu Najmi tak percaya akan seperti ini .
" Najmi ... Nuna ( ucapan laki-laki pada wanita yang lebih tua darinya ) yang memberi tahuku baru saja " jelasnya sekali lagi .
Najmi masih tetap membisu dan sudah terlihat bendungan air mata yang berbinar dimatanya namun kini telah mengalir memenuhi wajahnya,
" Uljima ....( Jangan menangis ) " lirihnya " sebaiknya kita ke rumah sakit agar kita tau keadaan nya dia yang sebenarnya "
kini jaebeom mencoba untuk menenangkan pikiran Najmi agar tidak terlalu memikirkannya, Namun Najmi yang sejak tadi membisu tak bisa mengatakan apapun dan mengikuti perintah jaebeom dan berjalan mengekor di belakangnya menuju ke luar Aparte untuk menghentikan taksi dan lima menit kemudian taksi yang ditunggu kini telah tiba .
★★★★★
30 menit kemudian
Jarak dari Aparte ke rumah sakit emang jauh sehingga mereka menghabiskan waktu setengah jam . Sesampai di depan rumah sakit Najmi berlari menuju ke dalam bahkan ia mengabaikan jaebeom yang memperingatkan agar berhati-hati .
" Najmi...jangan berlari ...kau akan terjatuh !!! " teriak jaebeom dari kejauhan .
Namun sekian kalinya Najmi tak menghiraukan teriakannya , karena hatinya sekarang seperti serpihan-serpihan cermin yang hancur berkeping-keping yang tak bisa di perbaiki sedikit pun sambil menahan isaknya tangisnya ia berlari dilorong rumah sakit tak mempedulikan orang-orang disekitarnya.
Sedangkan jaebeom yang mengejarnya dari kejauhan merasa cemas dan khawatir.
Kini mereka pun berada di depan sebuah ruangan I.C.U. dan tampaklah seorang yang didalam yang seluruh tubuhnya penuh dengan selang entah berapa banyak ditubuh itu karena terlalu banyak untuk dihitung bahkan tubuh itu tak bergerak sedikit
Dibalik jendela ruangan Najmi hanya menatap dengan penuh kekosongan, bahkan hatinya terasa sakit dan dadanya sesak bahkan nafasnya sekaligus tak beraturan ,ia tak tau apa yang harus ia lakukan bilang ia kehilangan nya .
"permisi ..." seseorang menepuk pundak Najmi sambil menjulurkan sebuah amplop yang tak tau apa isinya Jika bila mengatakan uang itu tidak mungkin , sehingga secara
perlahan-lahan ia membukanya dan lebih terkejut nya saat ia melihat nama Yang tertera didalam surat itu yang tertera di dalam surat itu .
From : Shin Hye sun
"Najmi...a ... gomawoyo....
Terima sahabatku selama ini kau tak pernah mengecewakan aku dan maaf jika aku tak mampu menjadi sahabatmu yang baik namun jangan pernah kau lupakan bahwa kita bertemu saat awal musim dingin di Seoul university diawal pertemuan aku sudah memperhatikan mu dari kejauhan...dan aku tau bahwa kau adalah gadis yang baik dan aku tau bahwa kau adalah wanita tangguh....
Jangan merasa kesepian ya... karena aku selalu disamping mu dan jika kau sendirian dengarkanlah lagu ( whenever wherever whatever:벤 ) dan aku selalu menjadi cahaya yang terang menerangi hari-hari ku namun ... apakah mungkin aku bisa melihat wajah mu yang begitu ceria dan senyuman manis dibibirmu
내가 보고싶어요
Uri Najmi ...a "
Setelah membaca isi surat tersebut Najmi tak bisa menahan air matanya yang semakin ia tahan semakin tak terhentikan ia sambil meraba kaca jendela dari luar dan terus mengalir kan air matanya.
Disisi lain jaebeom ingin mendekati dan mendekap nya hanya untuk sekali saja agar ia bisa menenangkan hatinya . Namun hal itu tak bisa ia lakukan dan hanya bisa memandangi wajahnya dari kejauhan ,sekali hatinya tak bisa berkata apa-apa selain ia tak ingin Najmi menangis bahkan tak ingin sedikit pun air matanya menetes diwajahnya yang anggun itu .
Dengan penuh keberanian ia mendekati dan memberikan sapu tangan agar Najmi tak menghapus air matanya dengan jilbab yang ia gunakan . Dalam isaknya ia sambil meraih sapu tangan yang diberikan oleh jeabeom.
★★★★★
1 bulan kemudian
Sudah tak terasa waktu yang terus berjalan tanpa henti, pagi menjadi siang ,siang menjadi malam ,malam menjadi pagi ,hari pun berganti , Minggu kini berganti bulan. Tak ada kabar sedikit pun mengenai Hye sun sadar dari koma nya . Hari-hari yang Najmi jalani terasa hampa tanpa kehadirannya meskipun sekejap jaebeom mencoba menghibur nya namun tak ada perubahan sedikit pun .
Dengan rasa malas ia berjalan menelusuri trotoar tanpa ia memerhatikan kesekitarnya sampai ada sebuah mobil dari belakang ia pun tak menyadarinya sehingga sampai mendekat dan akhirnya.....
Bukkkkkkk.....
Ia terlempar bersamaan dengan seorang ke seberang jalan karena ada seseorang itu yang menarik tangan nya sehingga ia terhindar dari bencana yang membahayakan . Akhirnya ia dan tertunduk .
" Gomawo " ucap Najmi sendu
" Najmi berapa kali aku katakan ...jangan pernah berjalan sembarangan...kau ingin bunuh diri !!! Jangan begitu juga caranya jika kau menyendiri yang berjalan dijalanan ... sampai kau tak mengenal arah !!!! Dan bukankah aku sudah mengatakan bahwa kau boleh menelpon ku kapanpun kau membutuhkan seseorang !!! Aku tidak akan mengabaikan mu.... Ayo sekarang bangun..." cerocos jeabeom membuat Najmi tertegun karena kaget dan ia baru pertama kalinya ia mendengarkan jaebeom berbicara bahasa Indonesia sangat lancar . Sedangkan jaebeom tak peduli apa anggapan Najmi setelah mendengar semua ucapannya.
" jaebeom a...neol....." lirihnya ,dan ingin bertanya namun sebelum ia menyelesaikan ucapannya Jaebeom memotong ucapannya.
" maaf karena aku tidak pernah memberi tahumu...aku adalah seorang yang ingin dijodohkan dengan mu 3 tahun setengah yang lalu ...dan aku meminta ijin kepada orang tuamu agar aku bisa menyusul mu kesini dan ingin selalu menjagamu dan memastikan apa kau baik-baik saja ...dan saat aku pergi ke sini aku duduk dibelakang mu saat didalam pesawat ...dan setiap aku ingin mengatakan yang sebenarnya pada mu ....aku takut kau akan menjauh dari ku ... sampai aku benar-benar tak ingin kehilanganmu ....sekali lagi maafkan aku....jadi kau sudah tau bukan ? jadi aku akan pergi ..." dengan panjang lebar jeabeom menjelaskan semuanya dari awal sedangkan Najmi yang tertunduk sejak tadi dan membisu kini tersenyum .
"간다 (aku pergi ) " ia pun mulai melangkah
" Mhiefal ......" panggil Najmi ,sontak membuat jaebeom berhenti melangkah dan menoleh ke belakang ke arah Najmi.
"kau kira aku bodoh !! Aku sudah tau kalo kau itu tunangan ku... karena setelah sebulan aku disini ayah dan ibu ku memberi tahuku ..." kini Najmi tersenyum puas melihat seorang yang selalu menjaga nya dan selalu ada di setiap saat, dan akhirnya jaebeom alias mhiefal kini pun tersenyum bahagia.
Tatuttt...
Ponsel Najmi berbunyi dan itu pertanda bahwa ia menerima sebuah pesan
💬💬Najmi... ini Hye rim ...Hye sun sekarang sudah sadar ...💬💬
Mendapatkan sebuah pesan singkat yang membuatnya sangat bahagia.
The End
maaf ya kalo masih belepotan ini karya pertama ku di noveltoon ini
Jangan lupa tinggalkan jejak vote dan komentari dan aku terima apa pun itu 🤗🤗
oiya kalo kasih rekomend kalian buat lanjut ke season 2 maka aku akan membuat nya menjadi novel bukan cerpen lagi 🤗🤗
dan terimakasih buat yang baca cerpen ku
Happy readers