Malam begitu gelap, hujan turun deras bersamaan dengan hatiku yang hancur dan remuk berkeping-keping.
Karena cintaku sekarang sudah hilang tidak bisa ku selamatkan. diambil orang yang dahulu menjadi kekasihnya, dan kini ia kembali lagi.
Ini rasanya dihianati, begitu sakit sekali terasa seperti ditusuk walau tanpa mengeluarkan darah, dan hanya tangisan air mata yang terlihat. namun itu pun hilang dengan derasnya air hujan.
"Erwin kamu menghancurkan hatiku dalam beberapa menit saja.
"Kenapa, Winn! Apa salahku.
Aku hanya menangis dan membayangkan kejadian beberapa menit yang lalu.
FLASHBACK
Aku berjalan ke rumah Erwin dengan senyum,
karena hari ini tepat hari jadian kami yang ke 2 tahun dalam perjalanan aku senyum-senyum Erwin pasti terkejut sekali aku datang kesana, karena aku mengatakan tidak bisa kesana hari ini.
Aku membawakan bolu pisang kesukaannya, yang kalau makan ini dia bisa menghabiskan satu loyang kue.
Tidak lama foto Erwin jatuh dari dompetku dan terlindas mobil.
"Erwin gumam ku.
Perasaan ku tiba tiba berbeda, aku merasa ini pertanda buruk.
"Hahh... mungkin perasaan ku saja, ucapku pada diri sendiri.
Aku mengambil foto itu lalu kurobek saja, dan kubuang ke tong sampah. lalu kembali jalan ke rumah Erwin.
Sampai rumah Erwin alias kos kosannya, aku masuk gerbang kosan Erwin yang ada dilantai dua.
Sampai di depan pintu kamar Erwin ada sepatu wanita.
"Sepatu siapa ini? tanyaku dalam hati.
"Mungkin temannya, Erwin kan punya banyak teman ucapku dengan memegang gagang pintu.
Namun aku mendengar suara yang begitu menyakitkan.
"Makasih yah iPhone 11 pronya, bagus sekali sayang ucap wanita itu manja.
'Erwin memberikan IPhone kepada orang lain, sementara aku yang kekasihnya dia tidak pernah memberikannya hanya sebatas janji di angan saja.
Erwin tidak menjawab pertanyaan wanita itu aku lalu membuka pintu itu.
"Hai...sapaku.
Saat kulihat Erwin dan wanita itu saling berpelukan, wanita itu penuh bahagia walau Erwin terlihat risih tapi aku yakin dia pasti menikmatinya.
"Vera...! panggil Erwin menatapku.
Wanita disebelahnya menatapku dan tersenyum terlihat bahagia sekali dengan perselingkuhan ini tanpa merasakan hatiku yang hancur.
"Hay, Kamu temannya Erwin yah? masuklah mari gabung, kita banyak makanan ucap wanita itu yang aku tidak ketahui namanya.
Aku sakit menahan air mata yang keluar dan menahan dada yang tertusuk begitu dalam.
"Tidak perlu, Ma... makasih ucapku gugup.
Aku segera pergi dari kosan Erwin, lari dan hanya bisa lari ditengah hujan yang sangat deras ditengah kebingungan hati dan pikiran.
menahan sebuah rasa sakit yang mendalam.
"Erwin, Kenapa.
Aku berdiri di sebuah bank mandiri hujan hujanan.
FLASHBACK END
Aku masih menangis, aku tidak menyangka Erwin kamu dengan mudahnya selingkuh begitu saja dengan wanita itu.
Sekarang pun.
Kamu tidak mengejar ku disaat aku menangis seperti ini kenapa Erwin apa kurangnya aku, Aku datang jauh-jauh dari Sukabumi ke Bekasi hanya untuk sebuah CINTA.
โAaaaahhhhhhhh" aku berteriak dan duduk ditengah hujan dan dinginnya malam.
Ditengah tangis ku Erwin tiba tiba datang dari belakang ku.
"Vera, Ucap Erwin.
Erwin berlari menghampiriku, tapi aku menjauhinya.
"Jangan dekat dekat!
"Sayang dengarkan aku dulu Pinta Erwin padaku.
"Apa, Tanyaku padanya.
"Kamu mau jelaskan dia pacar pertama kamu? lanjutku dengan tangis.
"Bukan sayang, dengarkan ak... ucapan Erwin terputus.
"Aku tidak butuh penjelasan lagi, seruku menangis.
"Semuanya sudah jelas, kamu lebih memilih dia ucapku menangis dengan menunjuk kearah kosan.
"Bukan begitu sayang gumam Erwin.
"Cukup Erwin, aku benci kamun ucapku dengan tatapan tajam.
"Sayang...! gumam Erwin.
"Pergi!!!
"Dengarkan aku dulu ucap Erwin perlahan mendekat.
"Pergi Erwin! pergi ucapku dengan rasa sakit hatiku.
"Tidak ucap Erwin
Dia perlahan mendekat ingin memelukku, hingga.
"Pergi...gumamku mendorong nya.
Bila perlu, pergi untuk selamanya aku benci sama kamu gumamku dengan tangis!
Erwin Menatapku.
"Aku benci sama kamu Erwin... gumamku kembali.
DASH.....
Tiba tiba tubuh Erwin tertabrak mobil kijang yang membuatku diam seketika, Erwin terlempar sejauh 4 mt.
Aku kembali menangis dengan semakin kencang
"Erwin! panggilku dengan tangis.
Aku berlari menghampirinya kulihat Erwin penuh darah, kupeluk dia sembari meminta tolong.
"Tolong... toloong... ungkapku dengan tangis haru.
"Tolooooong...! aku terus menangis.
Tiba tiba Erwin memegang pipiku.
"Erwin, panggilku.
"Doamu terkabul sayang, gumam Erwin sembari tersenyum.
Aku menggeleng geleng kan kepalaku.
"Tidak kamu pasti selamat! gumamku.
"Sayang aku tahu kamu marah ucap Erwin terbata bata.
"Dia mantanku, dia memaksaku agar ia masuk kedalam kosan padahal aku tidak mau ucap Erwin menjelaskan dengan senyum.
"Jangan bicara lagi ucapku.
"Aku sangat mencintaimu tidak mungkin aku selingkuh ucap Erwin lemah.
"IPhone mu ada di lemari kita, maaf telat karena aku membelikan versi baru ucap Erwin padaku.
"Aku tidak mau IPhone aku maunya kamu ucapku saat sadar Erwin terluka.
"Sssttt aku akan pergi dengan tenang ucap Erwin padaku.
Karena kekasihku menginginkannya lanjutnya.
Erwin mencium ku dengan bibirnya yang penuh dengan darah, aku hanya bisa menangis.
Erwin tersenyum padaku.
"Jaga diri baik-baik oke, I love you lanjut Erwin dengan menghembuskan nafas terakhirnya.
"Tidak tidak! gumamku tak percaya
Bagun Erwin! bangun gumamku membangunkan Erwin.
"Erwin...! panggilku dengan memeluk jasad Erwin.
"Bangun! ucapku terisak kumohon! kumohon.
Tapi Erwin tidak bangun lagi, Erwin pergi untuk selamanya karena doaku yang sukses didengar oleh sang pencipta.
Orang orang menghampiriku dan jasad Erwin di tengah derasnya hujan, aku memeluk Erwin yang sudah tiada dengan sangat erat.
Menangis...!Menangis.
1 bulan kemudian
Kehidupanku di Sukabumi benar benar sangat berubah, tidak seperti dulu aku selalu tersenyum dan semangat.
Sekarang
Aku hanya mampu menatap foto Erwin dan menangis, karena Erwin sudah pergi untuk selamanya.
Hari demi hari rasa bersalahku semakin tinggi
"semua ini gara gara aku ucapku di cermin.
"Kamu pembunuh gumamku dengan takut.
"Aku tidak membunuh ucapku dengan menangis.
Kulihat ada pisau dan ku arahkan pada leherku.
"Aku bukan pembunuh ucapku.
"Erwin aku akan menyusul mu, seruku dengan tubuh tumbang kelantai dengan berlumuran darah
perlahan mataku menutup perlahan nafasku mulai berat dan seolah tak mampu lagi untuk bernafas.
"Selamat tinggal dunia.
[๐๐ฅ๐ข๐ฏ๐๐ซ ๐. ๐๐ฌ๐ก๐ฐ๐จ๐จ๐๐ฌ]