Arda Pradana seorang siswa baru sebuah sekolah di daerah Jakarta Barat, berteman dengan seorang wanita berparas menawan bernama Ivanka "Va, ngapain sih lo ngajak gue ke sekolah jam segini serem tahu?" ucap Arda ketakutan, bayangkan saja sudah hampir pukul 5 sore sekarang
"Elah, jadi cowok penakut amat sih, baru juga jam 5 sore" jawab Ivanka
"Ya elu mah enak tiap hari bisa liat 'mereka' lah gue?" katanya lagi, Ivanka memiliki kemampuan bisa melihat mereka yang tak kasat mata sejak kecil
"Kenapa? Mau bisa liat juga?" tanya Ivanka
"Gila lo! Ya enggak lah" jawabnya sesegera mungkin hingga membuat temannya itu terkekeh kecil
"Kalo gue gak balik ke sekolah mana bisa gue masuk rumah Da, kunci nya aja di sini" jawab Ivanka setelah sampai di depan meja yang biasa dia gunakan belajar disekolah
"Lagi lo ceroboh banget sih" ucap Arda sambil melihat sekitar ruangan, dia merasa seperti ada yang mengawasinya sejak tadi tetapi ketika melihat sekitar tidak ada siapapun hanya ada mereka berdua saja
"Gue juga bingung sama diri gue sendiri" gumam Ivanka
Ivanka seperti merasakan ada yang sedang mengawasinya dari arah jendela namun saat melihat kearah jendela tak ada apa apa disana "Kenapa Va?" tanya Arda bingung
"Buruan keluar yuk, gue takut banget" ucap Ivanka sambil mempercepat langkah nya dan hal itu tetu saja diikuti oleh Arda yang sejak awal sudah merasa tidak nyaman
Akhirnya mereka sampai di depan gerbang sekolah sambil ngos ngosan dan segera masuk kedalam mobil Arda "Lo kenapa Va, kaya ketakutan gitu?" tanya Arda sambil menjalankan mobilnya keluar dari sekolah
"Waktu di dalem tadi gue ngerasa kaya ada yang liatin gue dari arah jendela, tapi pas gue liat ke jendela gak ada apa apa" jelas Ivanka
"Apa gue bilang serem kan?" gumam Arda "gue juga ngerasain dari tadi, waktu lo masih ngoceh" gerutunya
"Ya sorry, namanya juga lupa gimana lagi" jawab Ivanka "btw, enak bet lo bilang ngoceh?" protesnya hingga membuat Arda nyengir
"Sebenernya lo kenapa sih? Belakangan ini lo jadi pelupa gini?" Tanya Arda tak percaya "untung lo gak lupa sama rumah lo sendiri" sambungnya
"Gue aja aneh sama diri gue sendiri" jawab Ivanka
"Kok bisa gitu?" tanya Arda bingung, tentu saja karena temannya itu tidak pernah seperti ini sebelumnya
"Belakangan ini gue sering banget mimpi buruk, trus belakangan ini gue gak bisa fokus sama apa yang gue kerjain" jelas Ivanka "anggaplah semacam gangguan gitu
"Mimpi buruk? Emang lo mimpi apa?" tanya Arda penasaran masih dengan fokus pada kemudinya dan sesekali menoleh pada Ivanka ketika dia sedang bercerita
"Gue mimpi Cewek, rambut panjang, trus lagi berdiri didepan cermin yang baru mama beli satu minggu lalu" jelas Ivanka panjang lebar
"Cermin?" tanya Arda sambil menghentikan mobilnya di depan lampu lalu lintas yang sekarang tengah berwarna merah
"Iya cermin, satu minggu lalu mama itu beliin gue cermin karna cermin yang lama udah retak" jelas Ivanka kembali
"Jadi maksud lo semua itu bermula dari cermin itu?" katanya setelah memahami apa inti cerita dari Ivanka
"Iya, karena sebelum adanya cermin itu gue biasa biasa aja gak kaya sekarang ini" jelas nya lagi
Tak berselanh lama Arda menghentikan mobilnya di depan rumah Ivanka "sampe nih" mematikan mesin mobilnya
"Da, lo mau nemenin gue gak sampe mama pulang, paling jam 7 nanti juga udah pulang. Gue takut di rumah sendirian?" tanya Ivanka, Entah ada apa dengan dirinya yang biasanya pemberani jadi penakut seperti ini
"Lah bukannya lo udah biasa ya liat yang kaya gituan?" tanya Arda bingung
"Ya kan gak selamanya yang gue liat itu arwah yang baik, gue ngerasa arwah yang ada di mimpi gue belakangan ini itu jahat Da" kata Ivanka ketakutan
Setelah mendengar cerita Ivanka dan ekspresi ketakutannya, Arda juga tak tega meninggalkan temannya ini sendirian "Yaudah gue temenin lo sampe mama lo pulang" jawab Arda
____
Flashback Onn
Ivanka sedang terlelap di bawah selimut tebal miliknya, namun ada yang aneh di raut wajahnya dia seperti ketakutan dan tubuhnya berkeringat. Ia tengah berada di sebuah hutan yang sangat gelap, tak ada penerangan apapun di sana "Gue lagi di mana sih? Hoby banget ke masa lalu seseorang" gumam Ivanka sambil berjalan di tengah kegelapan
Dia melihat ada cahaya tak jauh dari tempat dia berdiri saat ini "Itu cahaya apa ya?" gumam Ivanka pelan sambil berjalan mendekat kearah cahaya yang dia lihat
Sayup dia mendengar suara orang sedang berbicara di tengah hutan, Ivanka melihat ada seorang perempuan berparas cantik dan seorang pria yang sepertinya sedang melakukan sesuatu
"Apa apaan sih kamu bawa aku ketengah hutan gini?" ucap Wanita cantik itu
"Kamu yang apa apaan, kenapa kamu mau dijodohin sama orang lain, katanya kamu cinta sama aku" jawab pria yang hingga saat ini Ivanka tak bisa melihat wajahnya
"Aku bisa apa mas, aku gak mungkin nglawan ucapan papa? Aku takut jadi anak durhaka yang nglawan orang tua aku sendiri" kata wanita itu
Pria itu menggenggam tangan wanita itu sangat erat, dan mencium tangannya "Mas, maafin aku. Mungkin kita harus lupain impian kita menikah, aku takut mama celaka karna aku" ucap wanita itu
"Gak! Aku gak mau putus sama kamu" ucap pria itu memohon, namun saat Ivanka ingin mendengar percakapan mereka lebih jelas dan mendekat, Ivanka justru ditarik kembalk kedalam tubuh nya
Flashback off
"Gue ngerasa familiar sama suara cowok itu walaupun gue gak bisa liat mukanya" ucap Ivanka pada Arda
"Siapa?" tanya Arda penasaran
"Gak tahu! Gue gak inget siapa orang nya tapi gue ngerasa deket banget sama orang nya"
Saat ini mereka sedang ada di kantin di jam istirahat pertama, tak lama setelahnya Ilham sahabat dari Arda menghampiri mereka "Ekhm.." mendengar itu Arda dan Ivanka menoleh bersamaan
"Paan si lo? Ngagetin aja?" gumam Arda
"Lagi ngomongin apa kalian kok serius banget kayaknya" tanya ilham
"Ini soal mimpi nya Iva semalem"
"Mimpi? Lo mimpi apa Va?"
Ivanka dan Arda menceritakan apa yang terjadi selama ini pada Ilham, ilham mendengarkan dan sesekali mengangguk sebagai tanda memahami cerita tersebut
"Em, gini aja gimana kalo gue bantu lo cari tahu siapa sosok wanita yang ada di mimpi lo. Menurut gue sosok itu tempat tinggal nya di cermin yang baru lo beli itu"
"Tempat tinggal?" tanya Arda
"Iya, biasanya sosok itu suka atau punya sejarah besar dalam hidupnya berhubungan dengan cermin itu" jelas Ilham pada Arda dan Ivanka
"Tapi lo tahu gak apa maksud dari mimpi gue semalem?" tanya Ivanka bingung
"Mungkin itu cara sosok yang ada di cermin itu berkomunikasi sama lo Va" jelas ilham
"Kenapa harus gue?" tanya Ivanka dengan polosnya
"Ya karena cuma lo yang bisa komunikasi sama 'mereka' di rumah kan?" tanya Ilham
"Iya sih, tapi gue penasaran siapa cowok yang ada di mimpi gue semalem" ucap Ivanka
"Kenapa?" tanya Ilham
"Gue familiar sama suara cowok yang ada di mimpi gue semalem, trus gue juga ngerasa deket banget sama cowok itu"
"Mungkin aja lo kenal sama dia" guman Ilham
Sore harinya Arda dan Ilham sedang berada di dalam kamar Ivanka untuk mencari tahu tentang cermin sipemilik rumah
"Ini cermin nya?" tanya Ilham memastikan
"Iya ini cermin nya, satu minggu lalu mama beliin cermin ini karna yang lama rusak" jawab Ivanka
Saat Ilham memegang cermin itu Ilham seperti ditarik menuju sebuah tempat yang sangat gelap dan kedap udara, netranya tertuju pada dua orang didepannya. Seorang wanita yang diikat tangannya dan ada seorang pria yang sepertinya dia pernah mengenal orang tersebut
"Mas, kenapa kamu bawa aku ke ruangan ini?" tanya seorang wanita ketakutan
"Kamu tanya aku kenapa? Aku gak akan biarin kamu nikah sama dia, aku gak ikhlas" bentak
"Tapi mas, bukannya kamu udah setuju kalau kita jadi temen aja. Kenapa sekarang kamu jadi kasar kaya gini sama aku"
"Gak! Pokoknya aku gak mau kamu nikah sama orang lain selain aku, kalau aku gak bisa sama kamu berarti orang lain juga gak bisa"
Ilham hanya menutup matanya saat pria yang ada di hadapannya itu perlahan melakukan hubungan yang tidak seharusnya dia lakukan itu, dia memaksa wanita itu untuk melakukannya dan setelah dia puas wanita itu dicekik hingga kehabisan nafas dan pada akhirnya meninggal di tangan pria itu
Ilham mengerjapkan matanya perlahan untuk menyesuaikan matanya dengan cahaya sekitar
"Lo gak papa kan?" tanya Arda
"Gue gak papa"
Saat ini dia tengah berbaring di atas ranjang milik Ivanka
"Lo minum dulu" ucap Ivanka sambil memberikan segelas air putih pada ilham
"Thanks" ilham menerima air minum tersebut
Setelah ilham merasa tenang dia menceritkan apa yang dia lihat pada Ivanka dan Arda
"Ham, guwe bisa liat gak?" tanya Ivanka ragu
"Boleh, lo bisa pegang tangan gue trus tutup mata lo nanti lo bisa liat jelas apa yang masih buat lo penasaran" jelas Ilham
Ivanka melakukan apa yang ilham ucapkan, dan setelah selesai melihat masalalu sosok itu Ivanka meneteskan air mata
"Va lo gak papa kan, kok nangis?" tanya Arda khawatir
"G-g-gue udah tahu siapa Cowok itu" ucap Ivanka sambil sesenggukan
"Siapa?" tanya Arda dan Ilham bersamaan
"Papa" jawab Ivanka tegas
"Hah? Jadi selama ini...."
"Papa yang ngebunuh cewek itu Da, papa yang ngelakuin itu" ucap Ivanka
Ke esokan harinya Ivanka menceritakan semua yang dia tahu di bantu Ilham dan Arda, hal itu membuat mama dari Ivanka terpukul atas kelakuan sang suami di masa lalu.
"Ilham, Arda trimakasih sudah membantu Iva mencari tahu tentang cermin ini" ucap mama Ivanka sambil tersenyum
"Sama sama tante, ilham sama Arda kan temannya Ivanka dan kebetulan Ilham juga mempunyai keistimewaan hanpir sama dengan Iva, jadi bisa bantu" Jawab Ilham.
Soal papa Ivanka satu bulan kemudian di ceraikan oleh mama dari Ivanka, dan mendpatkan hukuman penjara atas kejahatan yang beliau lakukan.
"Semoga apa yang kita lakukan bisa buat cewek itu tenang" ucap Ivanka
"Amiinn" jawab Arda dan Ilham bersamaan
"Gimana Va, masih suka mimpi buruk?" tanya Arda
"Sejak saat itu udah gak lagi, semoga aja gue udah gak mimpi aneh aneh lagi"
"Alhamdulillah kalo gitu" ucap Ilham sambil tersenyum