Aku terkekeh saat lelaki itu bertatap dengan ku walau hanya sebentar, aku bisa melihat rona merah menjalar dari leher hingga wajahnya. sekarang kelas dalam waktu kosong, guru sedang rapat dan ini hari terakhir kami bersekolah, lalu besok jam kosong pula dan kami sekolah hanya untuk membersihkan sekolah karena beberapa hari lagi adalah hari kelulusan.
lelaki tampan dengan surai perak juga tampang sangar nya, saat ia tersenyum maka akan ada sebuah lesung pipi yang muncul, hidup mancung nya mengerucut saat ia tertawa apalagi alis tebal nya yang lagi-lagi membuat ku jatuh akan pesona nya.
lelaki konyol yang pernah ku kenal.
lelaki itu terus bercengkrama dengan kawan -kawan berandal nya dan aku hanya memperhatikan nya dari jauh, dia adalah cinta pertama ku, tapi aku tak berani mengungkapkan padanya, toh ada pepatah mengatakan bahwa cinta pertama tak akan berhasil.
"Sera!! ayo pulang bel udah bunyi!!" aku tersentak saat suara melengking milik sahabat ku itu membuyarkan lamunan ku, dan bisa ku lihat di sedang memperhatikan cinta pertama ku, yah sahabat ku ini sangat suka dengan cinta pertama ku.
aku mengambil ransel ku, lalu keluar kelas. dan lagi-lagi aku berpapasan dengannya, lalu dengan konyolnya ia mengejekku dengan menjelekkan wajahnya, ia menganga lebar kemudian tersenyum, matanya ia sipit kan, bibir nya cemberut lalu kemudian berkata, "nyenyenyenye!"
"sera! menangis lah! kau cantik saat kau menangis! ayo menangis ayolah umumumumu~"
dia gila, sudah terlampau sering ia melakukan nya dan aku hanya diam sambil menyembunyikan rona merah yang menjalar di sekitar pipi ku.
"umumumumu~my baby" ucapnya yang langsung berlalu di hadapan ku.
namanya Alzareksa chaiden sang pangeran sekolah, siapa yang tak suka dengannya, ia terkenal. dengan wajah tampan, tingkah konyol juga para geng Zard yang sangat terkenal di sekolah ku, bahkan terkenal sampai ke sekolah lain.
ia hanya orang biasa, namun menurut ku ia istimewa. ia anak nakal yang sering sekali masuk bk, bolos di jam pelajaran adalah hobinya, tidur di kelas adalah makanan sehari-hari nya.
tapi akun dan dia sama-sama masuk kelas unggulan, kelas A. menurut ku kelas kami itu sangat berisik bahkan guru bk saja angkat tangan jika berurusan dengan kelas kami, apalagi pembuat onar, namanya Neli dia perempuan yang cantik tapi sayang kelakuan nya tidak.
"oh... " gumam ku saat melihat siluet Zare.
kebiasaan Zare saat pulang, ia pasti menunggu di gerbang sekolah. entah menunggu apa, ia pasti akan stay di gerbang dengan honda ninja kesayangan tak lupa dengan jaket hitam lambang Zard, lambang geng motor nya.
honda ninja yang sangat betul suara ku hafal, setiap pagi ia pasti akan datang terlambat, dan setiap pagi aku akan menunggu dengan gelisah di bangku ku, apa dia akan berangkat ke sekolah? itulah pikiran ku setiap ia belum datang.
tapi, saat aku mendengar suara deru mesin honda nya, aku akan lega, karena dia datang kesekolah. kelas ku sangat dekat dengan parkiran dan bangku ku yang dekat dengen jendela memudahkan ku untuk mengintip nya.
"dia menunggu siapa?" monolog ku saat melihat zare.
semua murid sudah pulang, dan hanya aku saja yang terdiam di belakang punggung Zare, sangat jauh. dan aku hanya memandang punggung kokohnya. beberapa hari lagi adalah hari kelulusan dan aku harus mengungkapkan perasaan ku, ya harus!!
aku berjalan perlahan ke arahnya.
"Zare!"
ada seseorang sebelum aku yang memanggilnya, dan ternyata itu Larissa, sahabat ku. aku kembali mundur, aku tau Larissa sangat menyukai Zare, mungkin ini kesempatan baginya bukan bagi ku, Larissa sahabat ku dan aku tak boleh menyukai Zare, tapi aku malah menyukai nya.
aku salah, apa harus mundur?
"aku menyukai mu" Ujar Larissa dan aku menutup mataku, hatiku sangat sakit, tak terasa aku meremat dada kiri ku di mana sang hati berada.
"maaf, aku menyukai orang lain, sudah sejak lama" ucap Zare yang membuat hati ku pecah berkeping-keping, tenyata dia sudah menyukai orang lain.
"apa itu Aprin?" tanya Larissa, aku pernah dengar Aprin menyukai zare, Aprin adalah orang selalu membully ku dan aku heran saat aprin bilang aku harus menjauhi Zare, apa hubungannya dengan ku?
"bukan" jawab Zare.
lalu siapa? aku sangat penasaran...
"orang yang kusuka adalah... Sera" jawabnya yang membuat ku berjongkok lalu menangis, aku bisa melihat Zare dan Larissa menoleh dan terkejut mendapatiku, Larissa menatap ku tak suka dan Zare ia langsung menenangkan ku.
"kau kenapa?" tanya nya.
entah lah perasaan ku campur aduk, kau tau aku sudah menahan ini selama 13 tahun, aku menyukai abang sepupu ku sendiri lalu Zare datang, saat aku sudah menyukai nya tapi sahabat ku sendiri juga menyukai nya.
aku adalah orang yang sangat setia tentang persahabatan, dan aku sangat takut jika Larissa marah pada ku.
"kalau kau menyukai ku, kenapa tak membalas surat ku" celetuk ku tiba-tiba yang membuat Zare menggaruk tengkuknya
"aku terlalu pengecut" jawabnya sambil mengeluarkan amplop pink dengan gambar bunga, itu surat dari ku.
ia membuka amplop itu lalu membacakan isinya sambil menenangkan aku yang terus menangis, entah kenapa aku hanya ingin menangis, perasaan ku terbalas setelah sekian lama.
DEAR Z
Aku menyukai mu, tapi keadaan membuat ku tak boleh menyukai mu, sudah 3 tahun ini aku berpegang setia pada perasaan ku pada mu, aku terlalu takut mengungkapkan nya, hei aku sangat suka saat kau mengganggu ku, kenangan itu tak akan ku lupakan
ingat saat itu waktu kau kita berlari keliling sekolah bersama, aku melihat oeluh yang membanjiri leher mu kau tau di saat itu kau sangat tampan, dan hanya ada kita berdua di sana. kau terus mengganggu ku, aku geram hingga menendang kaki mu.
kau tidak marah, tapi malah tertawa.
dear Zare, aku menyukai momen bersama mu.
Aku tidak ingin menjadi Dilan, karena sehebat apapun dia merangkai kata, sepandai apapun dia membuat mu tertawa, semua percuma, jika pada akhirnya Milea bukan takdir nya.
maaf aku tidak bisa merangkai kata.
tertanda tangan
Sera youffen
sejak saat itu aku tak bertemu dengan Zare lagi, Teman-teman nya bilang ia pergi ke Amerika untuk bersekolah di sana dan aku tau maksudnya berdiri di depan gerbang sekolah.
ia menunggu ku, ia ingin pamit dengan ku.
sejak saat itu, Larissa mulai menjauhi ku. Zare aku sendirian di sini, tak ada yang mengganggu ku lagi. aku rindu tingkah konyol mu.
aku akan menunggu, seperti kata mu.
tepati janji mu Zare
aku meminum secangkir coklat panas lalu melihat langit dari balkon kamarku, aku mengangkat tangan ku seakan ingin menggapai bintang.
"tunggu aku, aku akan kembali"
aku akan menunggu mu, Zare
pasti!
tapi...,
"apakah cinta pertama akan berhasil?" tanya ku pada bulan, aku menatap bulan yang sangat indah malam ini, bulan mengingatkan ku dengan surai perak Zare.
"Buktikan pada dunia, cinta pertama juga akan berhasil! cinta pertama seorang Zare tak akan pernah lolos" aku tersentak kaget lalu menoleh kebelakang ku,
huh
aku mengelus dada ku sambil menghela nafas panjang, handphone ku hampir jatuh saat aku membaca story Ig Zare.
"tugas ku hanya menunggu"
``` jangan lupa Like, thanks :)