Banyak yang bisa terjadi didalam mobil yang satu ini, sama seperti mobil pada umumnya yang hanya dapat berjalan di jalanan yang sesuai dengan jalurnya.
Mobil yang kumaksud ini juga mobil yang didalamnya dapat mengubah kepribadian orang yang mengendarainya. Sebenarnya mobil ini adalah salah satu ciptaan profesor yang terkenal didunia, namun sepertinya ada beberapa kesalahan dalam pembuatannya.
Mobil ini tadinya sengaja didesain khusus untuk orang –orang yang kurang percaya diri pada dirinya sendiri. Namun karena adanya kesalahan tersebut mobil ini dapat mengubah seratus delapan puluh derajat oleh orang yang mengendarainya.
Je adalah salah satu buktinya, ia bercerita bahwa pertama kali ia menemukan mobil tersebut di depan halaman rumahnya, mobil tersebut merupakan salah satu hadiah dari kedua orang tuannya di ulang tahunnya yang ke 18 tahun.
Kedua orang tuanya membeli mobil tersebut disebuah toko yang baru saja dibuka beberapa bulan di kota itu, toko itu cukup ramai pemeli, mereka yang keluar dari toko itu bercerita bahwa mereka mendapatkan barang yang belum pernah mereka lihat sebelumnya ditoko –toko lainnya di kota itu. Hal itu membuat kedua orang tua je tertarik untuk membeli mobil tersebut.
Perasaan pertama je saat mendapatkan mobil tersebut adalah sangat berbahagia, ia sebenarnya tidak menyangka kedua orang tuanya akan membelikan barang semewah itu untuknya. Kebetulan sekali, akhir –akhir ini je berlatih menyetir dengan temannya, sehingga ia tak sabar mecoba menyetir mobil itu untuk yang pertama kalinya.
Ayah je melemparkan kunci mobil tersebut kepada je, je menangkapnya dengan penuh semangat . je membuka pintu mobil tersebut dan masuk kedalamnya. Mesin juga telah ia nyalakan, brrum... je berhasil mengendarai mobil tersebut disekitar komplek rumahnya yang terbilang cukup besar wilayahnya.
Setelah asyik mencoba mobil barunya, je berniat untuk memarkirkannya dan keluar dari mobil itu. Namun sesuatu terjadi padanya, seperti keluar asap berwarna biru muda memenuhi dalam mobil, je batuk batuk dan tak sadarkan diri, asap tersebut membuatnya merasa sesak. Kedua orang tua je sudah masuk kedalam rumah terlebih dahulu dan tidak mengetahui keadaan anaknya.
Je sadar setelah beberapa menit, dia baik – baik saja, kondisi fisiknya juga tidak satupun yang trlihat lecet. Je pun keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. Saat melepas alas kakinya didepan rumah je merasa tiba –tiba mood nya hancur begitu saja. Seperti orang yang baru saja patah hati, ia terlihat sedih, mukanya memelas.
Aku pulang, ucap je dengan nada yang lesu dan sangat tak bersemangat. Kamu kenapa? Tanya ibu je melihat perubahan anaknya. Entah, jawab je yang terus saja berjalan menuju kamarnya. Aneh ya bu, padahal tadi bukannya dia lagi seneng banget dapet mobil baru? Kok tiba –tiba lesu gitu? Tanya ayah je ke istrinya.
Aku juga gatau, kayak ada yang aneh sama dia. Jawab ibu je yang juga sama- sma kebingungan dengan anaknya, sambil masih menyiapkan makannan untuk makan malam.
Makan malam dah siap, jee ayo sini makan dulu, panggil ibu je , jelas dari ruang makan. Je masih merasa lesu dan sekarang ia mulai sedikit meneteskan air matanya, perasaannya sangat rapuh. Je pergi ke ruang makan untuk memakan makanna yang sudah disiapkan oleh ibunya.
Ayah dan ibu je sudah berkumpul dimeja makan terlebih dulu, je datang dengan terisak. Kamu kenapa si? Ayah je kembali bertanya kepadanya. Je hanya terdiam seperti tak mendengar apapun dan mulai makan tanpa dipersilahkan. Mata ayah je melirik ke istrinya seolah bertanya tentang sikap anaknya. Ibu hanya sedikit menaikan bahu sambil menggelengkan kepala, sebab ia juga tidak tahu dan sama- sama khawatir.
Je sudah menyelesaikan makan malamnya dan kembali ke kamar tanpa berbicara apa-apa. Tiin klakson mobil terdengar jelas dari depan rumahnya. Ayah je menggeser tirai untuk mengintip apa yang terjadi di luar sana. Rupaya salah satu tetangganya tidak bisa lewat karena spion mobil je belum tertutup. Ayah je keluar dan menutup spion tersebut, ada rasa penasaran yang ada dalam diri ayah je. Malam itu ayah je membuka mobil je dan mencoba mengendarainya.
Keesokan harinya, je bangun lebih awal kesdihannya sudah hilang begitu saja, mungkin karen ia dapat tidur dengan cukup malam ini. biasanya ia selalu tidur sangat larut. Je menyiapkan sarapan untuk kedua orang tuanya yang belum terdengar suaranya pagi ini. sarapan siap dan je berniat membangunkan kedua orang tuanya yang masih didalam kamar.
Praank.. suara beling yang jatuh terdengar jelas, bukan dari dapur asalnya. Keributan melengkapi suara jatuhnya beling itu. Seperti ada yang gak beres, gumam je dalam hati. Ia pun menghampiri kamar kedua orang tuanya yang sekaligus sumber keributan ini.
Pintunya tidak terkunci,dari dekat terdengar jelas suara amarah ayahnya dan tersamar isak tangis ibunya. Je membuka pintu kamar itu melihat dengan jelas semua kejadian itu. Ibunya dipenuhi luka disekujur tubuhnya. Ia sangat terkejut melihat semua itu, yang ia tahu ayahnya sama sekali tidak pernah berbuat kasar pada siapaun, ayah je terkenal dengan kelembutannya yang tidak pernah marah dan ini adalah pertama kalinya je melihat semuanya berbanding terbalik.
Je langsung berlari menuju ruang tamu, menggunakan telepon rumah untuk segera memanggil polisi. Pikirannya sangat kacau hari ini dan yang ingin ia lakukan hanyalah membantu ibunya. Tak lama 2 orang polisi datang kerumah je. Je menjelaskan semua kejadian itu. Polisi memberi tembakan bius kepada ayah je, dan membawanya ke kantor polisi. Je dan ibunya mengantar kedua polisi itu sampai di gerbang. Alah satu polisi mengenali mobi yang tepat berada didepan rumah je dan bertanya tentang mobil tersebut.
Ibu je menjelaskan singkat tentang keberadaan mobil itu. Kemudian kedua polisi tersebut berpamit untuk mengamankan ayah je terlebih dahulu. Beberapa jam kemudian setelah penangkapan ayah je, 4 polisi dengan 2 polisi yang masih sama dengan yang tadi pagi kerumah datang.
Mereka menjelaskan detail tentang mobil itu, mobil itulah yang menyebabkan semua kejadian ini . 5 tahun yang lalu mobil ini juga sudah ramai diperbincangkan dan hanya terdapat 15 mobil saja yang berhasil di produksi dan diperjual belikan.
Ibu je terkejut mendengar semua itu, hari itu juga sebelum banyak korban yang disebabkan oleh mobil itu ibu je memanggil truk derek untuk membawa mobil tersebut ke tempat pembakaran mobil dan je juga telah mengikhlaskan semuanya.