Asyifa dan evan menikah karena paksaan dari mama Evan ( Anita ) . Bagi Anita , Syifa adalah calon istri yang baik dan santun . Namun Evan tidak pernah mencintai atau mau menerima Syifa sebagai istrinya .
Setahun sudah menikah , Syifa dan Evan tidak pernah tinggal satu kamar . Evan pun tidak pernah bicara atau menyentuh Syifa . Dengan sabar dan ihklas Syifa menerimanya .
Hari ini pertama kalinya Evan ingin bicara dengan Syifa di ruangan kerja Evan .
" ada apa mas ?" tanya Asyifa yang terlihat senang , suaminya mau bicara dengannya .
" nie..tanda tangani " pinta Evan menyodorkan surat cerai . Syifa begitu kaget saat membacanya . Matanya pun berkaca-kaca , namun ia menahannya jangan sampai menetes .
" maaf mas aku ga bisa " tolak Syifa .
" kenapa ? kita ga ada rasa dan gada harap pan untuk kita . apa yang mau kamu pertahanin?" ucap Evan yang kecewa.
" mas..dari awal mas nikahin aku , aku udah berjanji dengan diri aku . Aku akan setia sampai maut memisahkan kita " jelas Syifa .
" aku mau nikah sama Ella besok , jadi lebih baik kita pisah " jelas Evan yang membuat hati Syifa sakit .
" asalkan mas ga menceraikan aku , aku rela di madu mas . bahkan harus tinggal bersama Ella . aku mau mas" ucap Syifa yang membuat Evan tidak percaya .
" baik ini mau mu , kita lihat tahan berapa lama kamu" tantang Evan .
Kemarin Evan meminta Syifa datang di pernikahan Evan dan Ella sebagai saksi .
Syifa sudah siap dengan baju syar'i dan cadarnya , Bi Ina begitu kaget melihat Syifa menuruni anak tangga .
" non, ini non Syifa kan ?" tanya Bi Ina .
" iya bi , gimana bagus kan ?" tanya Syifa .
" non dah mantep nie pakek kaya gini . soalny ya non , ga baik buka tutup hijab " ucap Bi Ina .
" InsyaAllah bi " ucap Syifa .
Syifa menjelaskan ke pada Bi Ina jika hari ini ia harus mengadiri acara pernikahan Evan dan Ella . Ina begitu syok mendengarnya , ia juga tidak percaya jika Syifa begitu tegar .
Acara pernikahan pun akan di mulai , Syifa yang sudah di tunggu pun datang .
" Assallamu'alaikum ?" ucap Syifa membuat semua ruangan melonggo .
" maaf mas saya terlambat " ucap Syifa meraih tangan Evan dan menciumnya .
" Syifa ?" ucap Evan yang kaget akan perubahan penampilan Syifa .
Usai akad nikah Evan membawa Ella pulang ke rumah , sementara Syifa ijin pergi sebentar .
Syifa merenung dan berdo'a di masjid . Cukup lama ia berdiam di sana , Sang Ustad pun menghampirinya .
" sepertinya anak ini sedah ada keresahan hati ?" sapa Ustad .
" tidak pak , saya hanya meminta kepada Allah agar suami saya bahagia dengan istri barunya " ucap Syifa sambil tersenyum .
Ustad itu kagum akan ke ihklasan Syifa .
" Sabar- sabar dan banyak do'a . biar kamu lebih dekat dengan sang pencipta nak " pesan Ustad .
" InsyaAllah " jawab Syifa .
Sampai rumah Syifa langsung istirahat di kamar tamu , karena kamar utama di gunakan Evan dan Ella .
Malam ini adalah malam pertama Evan dan Ella , meski mencoba ihklas namun dalam hatinya masih ada rasa iri dan sedih .
Syifa memilih Sholat malam agar dirinya tenang dan damai .
pukul 02:00 Syifa merasa haus , ia turun menuruni tangga . karena kurang hati-hati membuatnya keseleo di akhir tangga .
" Astafirullah" ucap Syifa yang merasa sakit .
Usai minum ia berdiam diri di maja makan , ia masih memegangi gelasnya .
" kamu belum tidur ?" sapa Evan .
" mas " ucap Syifa mencoba berdiri .
" kamu ga tidur ?" tanya Evan lagi .
" sudah tadi mas , cuman sedikit haus setelah Sholat " jawab Syifa .
" mas ada perlu apa ?" tanya Syifa .
" aku mau minum juga " jawab Evan .
" saya ambilkan mas "
Dengan terpincang Syifa mengambilkan air untuk Syifa .
" kaki mu kenapa ?" tanya Evan .
" ga papa mas , hanya terkilir dikit " jawab Syifa menaruh air di meja .
" mas aku balik ke kamar ya " ucap Syifa dan pergi .Meski sakit Syifa menahan untuk menaiki anak tangga .
Evan tidak tega pun mengendong Syifa membawanya ke kamar . Syifa hanya diam dan malu .
Ella bagun dan marah melihat Evan di kamar Syifa .
" Dasar pelokor ? ganggu suami aku !" ucap Ella yang marah .
" maaf Ella , aku ga ada maksud " Syifa merasa bersalah .
" apaan sih kamu , bagaimana pun Syifa istri pertama aku . Kamu harus sopan sama dia " protes Evan .
Akhirnya mereka pun bertengkar di malam pernikahan mereka . Syifa merasa tidak enak , karena dia mereka bertengkar .
Anita begitu murka mendengar kabar anaknya menikah lagi . Sampai rumah Evan , Anita langsung menampar Ella dan memakinya .
" dasar wanita ga tau malu !!" ucap Anita .
" ma , jangan kasar sama Ella " bela Evan yang tidak rela Ella di marahi .
" kamu juga , anak ga tahu diri ! mama cariin kamu istri yang baik malah milih racun kaya gini" tuding Anita .
Syifa segera datang melerai , Anita yang marah melempari Ella dengan bingkai kecil di meja .
Syifa segera menghadannya dan membuatnya terluka .
" Syifa , apa-apaan kamu !" ucap Anita .
" ma , jangan marah -marah ya ma ." pinta Syifa menahan Anita .
" mama itu belain kamu , mama ga rela mantu mama di gini in" ucap Anita yang sangat kecewa dengan Evan .
" ma , aku ihklas ma , ga papa ma " ucap Syifa yang semakin membuat hati Anita sangat bersalah .
" ga seharunya mama nilahin kamu sama anak durhaka ini" Anita memeluk Syifa sambil menangis .
Sehari-hari Ella makin seenaknya aja dengan Syifa , Syifa di jadikan pembantunya . Menyuruh ini itu di saat Evan tidak ada . Dengan sabar Syifa menerima semuanya . Bi Ina begitu kesal dan sakit hati , majikannya di perlakukan buruk .
Anita datang lagi dan marah besar . Kali ini ia membawa paksa Syifa pulang kerumahnya .
Evan yang mendengar kabar pun menjemput Syifa .
" jagan harap kamu bisa bawa dia untuk jadi pembantu ya !" ucap Anita yanh terbakar emosi .
" mana mungkin ma ,Evan perlakukan Syifa dengan baik " ucap Evan yang tidak tahu .
Bi Ina menjelaakan semuanya , Evan begitu marah dan kecewa akan sikap Ella . Padahal yang ia tahu Ella wanita lembut dan baik .
" mulai hari ini kamu ga usah urus perusahaan mama , mama diri yang urus !" ucap Anita yang tidak rela lagi jika Ella menikmati uangnya .
Evan bertengkar dengan Ella dirumah , dengan jurus menangis Ella meluluhkan hati Evan . Evan pun memaafkan kesalah Ella .
Sebulan sudah Evan tidak bekerja , Tabungannya pun semakin menipis . Sehari-hari Ella hanya belanja dan belanja tidak penting . Membuat Evan semakin stres .
" mas , uang mana ? kok belum dikrim ke rekening aku " pinta Ella yang mau pergi .
" kamu lupa apa gimana ? mama dah ga bolehin aku kerja . aku ga ada uang " ucap Evan .
" jadi kita , bakal jatuh miskin dong mas ?" tanya Ella .
" aku akan cari kerja apa aja , asalkan bisa buat kita makan ya . kamu yang sabar ya " ucap Evan
" Ga ! ga mau mas . aku nikah sama kamu hanya buat hidup enak bukan kaya gini !" ucap Ella membuat Evan kaget .
" jadi kamu cinta sama harta aku aja , iya ?!"tanya Evan yang naik pitam .
Evan pun menalak Ella dan melempar Ella keluar . Betapa ia merasa sangat bodoh selama ini , mincintai wanita yang hanya menvintai hatlrtannya saja .
Anita mendengar kabar jika Evan sudah berpisah dengan Ella pun merasa sangat lega .
Anita pun mengembalikan semua milik Evan , termasuk perusahaan . Evan pun merasa sangat senang dan meminta maaf kepada mamanya karena membuatnya kecewa .
Namun Anita mengatakan jika Syifa tidak lagi di indonesia , ia menimba ilmu di Kairo . Untuk memperdalam ilmu agama . Evan pun merelakan Syifa pergi , ia merasa sangat bersalah selama ini akan sikapnya yang tidak baik .
2 tahun berlalu .
Asyifa kembali ke indonesia , ia menemui Anita dirumahnya . Namun kebetulan Evan sedang pergi bisnis ke Amerika .
Anita menceritakan semuanya kedapa Syifa , Syifa merasa perihatin akan rumah tangga Evan dan Ella .
Syifa meminta izin untuk kembali kekampung untuk melihat pembangunan Masjid dari uang warisan orang tuanya yang selama ini di simpan Anita .
Di kampung Syifa membangun Masjid dan pondok mengaji kecil . Ia ingin anal-anak bisa menimba ilmu agama Islam lebih baik lagi .
Mendengar niat baik Syifa , Evan dari Amerika langsung menyusul Syifa dan Anita . Ia pun memberikan sumbangan sebesar 10 miliar untuk Pondok pesantren Asyifa . Ia pun menerimannya dengan sangat senang .
" terimakasih mas " ucap Syifa .
Asyifa mengajak Evan berjalan di persawahan saat sore hari .
Udaranya sangat sejuk dan tenang .
" Fa..kamu ga marah sama aku ?" tanya Evan .
" apa yang mau di marahin mas , dosa " ucap Syifa .
" kamu mau nerima aku yang udah nyakitin kamu ?" tanya Evan lagi .
" aku terima kamu apa adanya . karena aku menikah dengan mu untuk ibadah mas . aku ihklas tentang masa lalu , dan aku ga pernah marah sama kamu mas" jelas Asyifa .
Evan menggenggam tangan Syifa , ia merasa sangat gugup
" kita mulai dari awal ya ?"ajak Evan . syifa tanpa berpikir panjang langsung mengguk setuju .
" Aku menerima mu jadi imam ku mas " ucap Syifa yang membuat Evan bahagia .
Waktunya Sholat Magrib , Evan bersiap menjadi Iman untuk Syifa dan Anita .
Dalam hati Syifa merasa sangat bahagia , ia merasa ini adalah kado yang sangat spesial dan instimewa .
Akhirnya setelah tiga tahun menikah , Evan mau menerimannya dengan ihklas . Tidak ada harapan lain yang Syifa inginkan melainkan mempunyai keluarga yang Sakinah , mawadah , warohman .
Sampai akhir hidup ini , engkau lah imam ku mas Evan .