Maaf Pernah Mencintaimu
Namaku Citra Putri Arsila kalian bisa memanggilku Citra, aku tinggal di ibu kota karna tengah mengenyam pendidikan perkuliahan.
Aku memiliki seorang kakak tiri bernama Revaldi atau kalian bisa memanggilnya Aldi, papa mengangkatnya sebagai anak sekaligus menjadi kakak tiriku sejak usia nya 5 tahun, jarak usianya denganku tak terlalu jauh hanya satu tahun.
Menurut cerita Papa, kak Aldi kehilangan kedua orang tuanya dalan tragedi kecelakaan. Kedua orang tuanya tewas, hanya dialah yang selamat. Karna Papa dan kedua orang tua kak Aldi bersahabat, maka memutuskan untuk merawat kak Aldi dan menganggapnya seperti anaknya sendiri.
Sejak saat itu kami tak bisa terpisahkan, di mana ada aku di situ juga ada kak Aldi. Dia menjelma menjadi penolong sekaligus penyelamat ku, sejak saat itulah tumbuh benih benih cinta di hatiku. Semua rasa itu semakin kuat sejak adanya kejadian ini
Flashback Onn
Di saat aku tengah fokus pada buku yang tengah ku baca, ponsel yang berada di sebelahku berbunyi dengan nyaring.
"Siapa sih gak tahu apa ini udah malem" gerutuku sambil mengambil ponsel yang di layar bertuliskan nama 'Roy' disana
"Apaan sih ni anak?" gumamku lagi
Aku mengangkat telfon dari Roy tersebut dengan Rasa malas, berani beraninya dia menelfonku hampir tengah malam gini.
Call
Aku: halo ada apa?
Roy: hei, sorry gue malem malem ganggu
Aku: mau ngomong apa? Buruan gue udah ngantuk
Roy: gue cuma mau kasih tahu, kalau gue besok mau pindah ke Amsterdam. Gue kuliah di sana
Apa? Roy akan kuliah di luar negri, Kenapa rasanya sakit sekali mendengarkan ucapan Roy barusan?
Roy: Cit, lo masih dengerin gue kan?
Aku: i-iya, gue masih dengerin lo ngomong
Roy: gue mau minta maaf sama lo, lagi lagi cuma itu yang bisa gue lakuin buat lo. Gue tahu lo marah, kesel kecewa atas apa yang pernah gue lakuin ke gue
Mendengar ucapan maaf dari nya membuat air mataku kembali mengalir di pipi, rasa sakit yang sedang berusaha kulupakan kini hadir kembali di hatiku.
Roy: tapi lo harus percaya satu hal sama gue Cit, gue mau berubah demi lo Cit. Itu pun kalau lo masih kasih gue kesempatan buat gue
Aku: udahlah, soal itu lupain aja. Gue akan berusaha buat maafin lo, tapi soal kesempatan kedua gue gak bisa
Roy: gue tahu, gue juga udah gak bisa maksa lo lagi. Gue juga tahu perasaan lo sekarang ke gue
Sebisa mungkin aku menahan tangisku, aku tak mau dia mendengar tangisan ku yang tak bisa kubendung ini.
Roy: please Cit, jangan pernah nagis lagi karena gue. Gue gak mau lo nangis karna gue lagi!
Samar aku mendengar suaranya bergetar. Apa dia juga menangis? Apa dia sungguh sungguh telah menyesal?
Roy: Cit, sebelum besok gue berangkat. Gue pengen minta satu hal dari lo. Please, kabulin permintaan gue
Aku: apa?
Lirih, sangat lirih. Aku tak tahu Roy bisa mendengarnya atau tidak
Roy: ke balkon, gue ada di depan sekarang! Gue pengen liat lo buat terakhir kalinya sebelum gue pergi
Inilah yang aku takutkan ! Hatiku yang merasa berat jika harus melepasnya pergi, aku memang kecewa padanya namun hati kecilku seakan memintaku untuk menahan kepergiannya.
Roy: gue tahu lo kuat! Gue gak mau liat lo sedih atau nangis karna gue lagi. Gue janji Cit, gue bakal perbaikin semuanya setelah gue balik ke indonesia. Semoga saat itu gue masih punya kesempatan kedua dari lo
Roy tersenyum kearah ku. Saat menyadari aku sudah berada di balkon menatap ke arahnya yang tengah duduk di kursi kemudi mobilnya.
Roy: jaga diri baik baik. Semoga lo bisa bahagia tanpa gue, gue pergi dulu sekarang
Call End
Dia melihat ke arahku lalu melajukan kendaraannya meninggalkan sekitar rumah ku
Aku tak bisa membohongi diriku jika aku masih sangat mencintainya. Namun aku tak bisa terus bertahan dengannya, terlalu sakit jika aku harus mengingat semua yang pernah dia lakukan padaku.
Perlahan aku merasakan ada pelukan dari arah belakang, seseorang tengah menenangkan hatiku yang tengah perih ini
"Kenapa lo selalu nyiksa hati lo sendiri sih? Tahu kan kalau gue gak pernah suka liat adik kesayangan gue ini nangis"
Yaps, orang yang tengah memelukku dengan erat itu adalah Aldi.
"Gue gak bisa kak! Gue terlalu capek buat ini"
Aku membalas pelukannya sangat erat, menumpahkan tangisku dalam pelukannya
"Nangis aja yang kenceng, keluarin semua nya untuk saat ini. Setelah ini janji sama kakak, jangan pernah nagis kaya gini lagi! Jangan pernah siksa hati citra kaya gini lagi!"
Kak Aldi mengelus lembut Kepalaku lembut membiarkan ku menangis dan melegakan hatiku untuk saat ini.
"Sekarang Citra tidur ya udah malem!" kak Aldi menyeka air mata di pipiku sambil tersenyum
Aku mengangguk sebagai jawaban dan berjalan menuju kamar kembali ditemani kak Aldi
Flashback Off
Sesuatu yang paling berharga di hidupku adalah dirinya, cinta ku semakin kuat ter hadapnya namun semua itu berakhir sangat cepat
____
Dua tahun berlalu....!
Saat ini keadaan ku dan kak Aldy sedang tidak baik baik saja, aku sedikit harus menjaga jarak dengannya. Semua itu karna tuduhan kekasih kak Aldi jika aku akan merebut hati kekasihnya itu.
Aku memang memiliki rasa pada kakak tiri ku itu, namun aku juga masih punya hati tak akan pernah mengambil hak milik orang lain. Aku bahkan sadar jika kak Aldi menganggap ku sebagai adiknya! Hingga kami berdua kembali dipersatukan dalam sebuah ikatan yang tak ada satu orang pun dapat memisahkan !
Flashback Onn
Malam itu kak Aldi memberanikan datang ke rumah untuk meminta maaf atas apa yang telah terjadi diantara kami berdua
"Cit, kakak mau minta maaf sama kamu. Kakak udah gagal Jaga kamu" katanya menatap mataku lekat
"Hey, kakak kan gak salah soal itu. Citra tahu kok mana yang baik mana yang gak. Justru kakak udah jadi kakak terbaik buat Citra" kataku meyakinkan nya agar tak merasa bersalah atas kesalahan yang tak dia lakukan
"Kakak udah putus sama dia, kakak gak bisa ngorbanin adik kakak hanya karna wanita yang egois kaya dia" aku hannya tersenyum menanggapi ucapannya itu
Kak Aldi mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, sebuah buku nikah yang aku tak tahu milik siapa
"Kemarin waktu kakak bersih bersih gudang, kakak nemuin ini" kak Aldi memberikan nya padaku
Aku membukanga perlahan dan aku dibuat terkejut oleh buku nikah tersebut
"Namanya Citra sama Papa dulu pernah menikah, itu berarti kita bener bener kakak adik Cit" katanya menjelaskan
Bagaimana mungkin itu semua bisa terjadi? Kenapa Papa dan Mama tidak pernah cerita dengan kami? Aku yakin mereka mengetahui hal ini!
"Kenapa papa dan mama gak pernah cerita sama kita?" tanyaku pelan
"Papa sama Mama pasti cerita sama kita, mungkin saat ini belum waktunya, kita hanya perlu menunggu waktu itu" Kak Aldi menarikku kedalam pelukannya
Ia tahu jika aku sedang syok dengan apa yang baru saja aku dengar dan aku baca! Rasanya benar, aku harus melupakan cinta ku pada kakak tiri yang kini menjadi kakak kandungku.
"Maaf, aku pernah mencintaimu" ucapku dalam hati
Flashback Off
Kini, 1 tahun sudah berlalu sejak ungkapan kak Aldi atas masalalu keluarga kami. Saat ini kak Aldi sudah memiliki kekasih lagi, mereka saling mencintai.
Begitu juga denganku, aku sudah melanjutkan hodupku tanpa adanya bayang bayang masa lalu. Kini aku telah bahagia dengannya, seorang pria yang sangat mencintai ku dan akupun sangat mencintai nya.
"Tidak ada yang salah jika kita mencintai seseorang, yang salah itu adalah jika kita bertahan pada hubungan yang salah"
=Citra Putri Arsila =