Pradikta dan Lea sudah lama berteman , keluarga keduanya pun dekat . Dimana pun Pradikta ada , Lea pun ada di sana . Sampai-sampai orang berfikir jika mereka berpacaran . Namun Pradikta selalu menampiknya , perasaanya kepada Lea hanya sebatas sahabat . Namun berbeda dengan Lea , diam-diam ia menyukai Pradikta di dalam hatinya .
Pradikat adalah pria idaman dari para gadis , parasnya yang tampan dan pintar . Membuat para gadis mengejar-gejarnya , Lea sampai di buat pusing dan kadang ia di musuhi karena sangat dekat dengan Pradikta .
Pradikta dan Lea adalah teman sekampus dan sebangku , tidak ada yang bisa memisahkan kebersamaan mereka .
Sampai tiba saatnya Pradikta jatuh cinta pada pandangan pertama ke pada Cantika . Cantika adalah mahasiswi baru , ia pindahan dari kota X . Parasnya yang cantik dan anggun membuat mata semua pria jatuh hati padannya .
Demi bisa dekat dengan Cantika , Pradikta meminta Lea pindah tempat di belakang bersama Jordan , Lea menolak dengan wajah kesal .
Akhirnya Pradikta yang pindah kebelakang dan meminta Jordan pindah duduk bersama Lea .
tentu saja Jordan setuju , diam-diam sudah lama ia juga menaksir Lea . Sebenarnya Jordan juga tidak kalah tampan dari Pradikta , namun Lea tidak pernah tertarik dengan pria lain selain Pradikta .
Usai pelajaran Pradikta menawari tumpangan pada Cantika .
" aku pulang ma siapa dong ?" tanya Lea kesal yang ada di samping Pradikta .
" kamu ma Jordan ya , kali ini ga papa kan ?" ucap Pradikta . Lea diam tidak menjawab dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Pradikta dan Cantika .
" aku ga enak sama Lea " ucap Cantika .
" ga papa , di sahabat yang baik dan pengertian " jelas Pradikta .
Hari demi hari pradikta selaku sibuk bersama dengan Cantika , sampai Lea oun di abay kan begitu saja . Lea marah dan kesal namun ia tidak bisa berbuat apa-apa , ia takut jika Prafikta akan semakin jauh jika ia jujur akan perasaanya .
Di taman kampus terlihat meriah sekali , banyak orang berkerumun memberi dukungan Pradikta .
Lea penasaran apa yang terjadi , betapa hancurnya Lea melihat Pradikta sedang menyatakan cinta pada Cantika .
" Sejak pertama aku melihat mu , aku sudah jatuh hati pada mu . Hari ini teman-teman akan menjadi saksi cinta ku " ucap Pradikta sambil memegang seikat bunga mawar merah .
" Cantika ..maukah kamu jadi pacar ku ?" tanya Pradikta mengumpulkan semua keberaniannya untuk menyatakan perasaanya .
Cantika tersenyum dan menerima bunga dari Pradikta .
" aku juga suka sama kamu " ucap Cantika dan mencium pipi kakan Pradikta .
Sorak gembira dari para teman kampus , hanya Lea yang diam di banjiri air mata kesedihan .
Lea mencoba menghibur diri di danau kampus , ia duduk seorang diri sambil menangis .
" ga nyangka seorang Lea bisa nangis " ucap Jordan dan duduk di samping Lea .
Lea menghapus air matanya .
" apaan sih " sangkal Lea .
" mau nangis , nangis aja . aku akan jaga rahasia " ucap Jordan dan berbaring sambil menutup matanya .
Lea melanjutkan tangisannya , hampir seharian ia menangis . Jordan pun dengan setia menemani Lea yang menangis .
Jordan berangkat bersama dengan Lea ke kampus dengan motor sport milik Jordan .
" makasih ya " ucap Lea sambil melepas helm .
" ya " jawab Jordan sambil tersenyum .
Pradikat menghampiri Lea yang sarapan sendiri .
" makan kok ga ajak-ajak sih " pradikta duduk dan merangkul Lea .
" ngapain bukanya udah punya gandengan baru" sindir Lea .
" kamu marah ya ?" tanya Pradikta . Lea menyingkirkan tangan Pradikta .
" nanti ada yang cemburu " ucap Lea dan bergeser duduknya .
" kamu kenapa sih.. ga biasanya kaya gini" protes Pradikta .
" aku cuma jaga jarak aja , aku ga mau jadi perebut pacar orang " jawab Lea dan pergi meninggalkan Pradikta .
Sampai di kelas Lea tanpa sengaja mendengar pembicaraan Cantika bersama Nita dan Sarah .
" apa ku bilang , aku bisa kan taklukin seorang Pradikta . sekarang sesuai pertaruhan aku menang , kalian harus bayar uangnya mana ?" ucap Cantika yang membuat Lea sangat kaget dan kesal .
Lea tidak terima sahabatnya jadi bahan pertaruhan .
" o gini kamu aslinya !" ucap Lea mengebrak meja Cantika . Semua syok melihat Lea . Namu cantika mencoba santai menghadapinya .
" kenapa ? ga rela ya ?" tanya Cantika .
" kamu ga pantes mainin Pardikta " ucap Lea menarik kerah Cantika .
" emang kamu juga pantes apa !" balas cantika .
Lea menampar cantika , Cantika pun membalas tamparan dari Lea .
Pertengkaran pun tak terhindarkan , mereka saling jambak rambut dan cakar .
Sarah segera pergi mencari Pradikta , Pradikat pun segera sampai di lokasi .
" kalian apaan sih !!" lerai Pradikta .
" di bohongin kamu !" ucap Lea .
" di mulai duluan dan fitnah aku " balas Cantika pura-pura menangis .
" dasar air mata buaya !!" ucap Lea yang mencoba menjambak rambut Cantika . Namun di hadang pradikta .
" kamu jangan belain dia ! di jahat dia jadiin kamu taruhan !" jelas Lea .
" bohong ...kamu jangan fitnah aku Lea . aku tahu aku membuat kamu kehilangan Pradikta . tapi jangan fitnah aku , aku ga sejahat itu " ucap Cantika yang semakin drama .
" kamu yang bohong !!" kata Lea yang benar-benar marah . Pradikta menampar Lea di depan teman sekelas . Sungguh hinaan yang besar di berikan Pradikta dapa Lea .
" kamu akan nyesel " ucap Lea dan pergi dengan tangisan .
Jordan marah mendengar jika Pradikta menampar Lea . Ia menghadang Pradikat di jalan .
" kamu ngapain hadang jalan" ucap Pradikta berhenti dan turun dari motor .
Tanpa aba-aba Jordan menonjok pipi Pradikta .
" lo ngapain mukul gua !" kata Pradikta yang syok .
" kamu layak dapetin , tega ya kamu tampar Lea " jawab Jordan .
" itu karena dia sudah jelekin Cantika , sebagai pacar wajar kan ?" tanya Pradikta .
" lo.. gua pikir mengerti dan tahu seperti apa Lea . Dari kecil kalian bersama dan selalu aku . tapi apa liat , lo di butakan oleh Cantika yang berhati busuk !" ucap Jordan yang mendapatkan pukulan dari Pradikta .
" jangan hina Cantika !!" ucap Pradikta marah .
Mereka pun berkelahi di tengah jalan .
Lea yang lewat saat bersama mamanya menghentikan mobil dan menghampiri Jordan dan Pradikta .
" ini ada apaan , kok berantem di jalan ?" tanya tante Santi mamanya Lea .
" mama ke mobil dulu aja ya ma , biar Lea yang urus " pinta Lea . Santi pun kembali kemobil .
" Jordan ada apa ini ?" tanya Lea berdiri di antara Jordan dan Pradikta.
" aku mukul dia duluan , aku minta maaf Lea . aku ga terima jika kamu di permalukan dia " tunjuk Jordan ke pada Pradikta .
" aku minta maaf atas nama Jordan dan diri ku " ucap Lea ke pada Pradikta .
" kamu ngapain minta maaf ?" tanya Jordan .
" kadang kala kita harus meminta maaf duluan Jordan , meski kita benar .Meminta maaf adalah hal yang mulia dari pada menerima kebohongan dari orang yang ia cintai " ucap Lea yang secara halus menyindir Pradikta .
" aku mau ngomong sama kamu sebentar " ucap Lea dan menarik Pradikta menjauh dari Jordan .
" ngomong apa Lea , jika kamu mau jelekin Cantika . aku ga bisa " ucap Pradikta yang akan pergi .
Lea menahanya .
" aku mau jujur sama kamu" ucap Lea .
" Aku sebenarnya suka sama kamu sudah lama ,jauh sebelum kamu kenal Cantika . Aku bicara gini bukan aku mau kamu kasihani atau apa . Aku hanya mau jujur aja sama perasaan aku , aku ga perduli kamu senang atau benci aku " jelas Lea dengan tegar .
" Persahabatan kita ga bisa lagi kaya dulu . ga ada rasa percaya dari kamu ke aku . aku ga bisa lagi menjadi Lea yang selalu jadi bayangan kamu . kita sampai di sini aja " ucap Lea dan pergi meninggalkan Pradikta . Lea bahkan tidak melihat Pradikta yang tertunduk sedih , lea tidak mau menoleh kebelakang . Hatinya hanya akan sakit saja .
Lea dan Jordan pun pindak kampus , mereka mencoba membuka lembaran baru . Lea juga mulai membuka hati dan mencoba menerima Jordan . Jordan pun sangat senang di beri kesempatan oleh Lea .
Setahun sudah Pradikta dan Lea tidak bertemu .
Pradikta pun sudah tidak bersama lagi dengan Cantika , ia pun tahu kebenarannya jika ia hanyalah dijadikan taruhan oleh Cantika .
Rasa menyesal tidak percara dengan Lea membuat Pradikta prustasi dan sedih .
Lambat laun Pradikta sadar jika hidupnya terasa hampa tanpa kehadiran dan tawa Lea lagi .
Namun ia merasa sangat gengsi untuk bertemu Lea , ia merasa sangat tidak pantas .
Suatu hari Lea berdiri di halte bis sambil berpayung di bawah hujan lebat di siang hari .
Tatapan Lea terasa rileks dan santai , beban di hatinya terasa terangkat saat ia bisa melepaskan Pradikta didalam hatinya .
Pradikta yang melihat Lea di sana segera turun dari mobil dan menghampiri Lea .
" Lea..!!" panggil Pradikta di bawah tetesan hujan .
" ada apa ?" tanya Lea santai sambil tersenyum.
Pradikta memeluk erat Lea , sampai membuat payung Lea jatuh .
" maafkan aku Lea . aku memang bodoh" ucap Pradikta sambil menangis menyesali semuanya .
" sudahlah , semua sudah berlalu " ucap Lea yang tidak membalas pelukan Pradikta .
" kamu maafjn aku ?" tanya Pradikta senang .
Lea melepaskan pelukan dari Pradikta .
" aku maafin kamu dan tidak marah sama kamu " ucap lea .Pradikta semakin senang dan mengenggam tangan kanan Lea . ia ingin mengutarakan perasaannya kepada Lea .
Namun Lea memotong lebih dulu . ia mengeluarka sebuah undangan dari tasnya .
" aku dan Jordan minggu depan akan tunangan , aku harap kamu akan datang " Lea memberi undanganya ke pada Pradikta . Betapa hancurnya Pradikta menerima undangan dari lea
" apa kamu yakin akan ini ?" tanya Pradikta .
" Jordan pria yang baik , ia selalu memahami aku dan selalu menggenggam tangan ku . Dai tidak pernah meninggalkan aku saat senang mau sedih . dia laki-laki yang sempurna buat aku" jelas Lea yang terpancar dari matanya jika ia juga begitu mengagumi Jordan .
Dengan berat hati Pradikta pun berlapang dada menerimannya .
" selamay ya , maaf aku ga bisa datang " ucap Pradikta dan pergi meninggalkan Lea dengan sejuta rasa penyesalan dan kesedihan .
Lea tersenyum melihat kepergian Pradikta , hatinya tidak sakit lagi melihat Pradikta pergi . Justru saat ini ia sangat bahagia , akhirnya ada seorang pria yang mencintainya dengan tulus