Di sebuah desa kecil yang terletak di selatan Amerika Serikat, ada sepasang kakak beradik yang sangat amat nakal. Mereka tidak jera menyusahkan orang tuanya, bahkan mereka hendak pergi dari rumah dan akan menuju ke kota, pergi ke tempat ayahnya tinggal. Kakak beradik itu bernama Ann sebagai kakak perempuan, dan Vinn sebagai adik laki laki.
Umur Ann adalah 8 tahun, dan Vinn 5 tahun. Ayah dan Ibu nya bercerai, Ann dan Vinn harus ikut ibu nya ke desa namun mereka hanya menyusahkan ibu nya.
Hingga suatu ketika, saat Ann dan Vinn ingin pergi ke kota, mereka melewati hutan yang sangat lebat, mereka pun kecapekan dan melihat pondok kecil yang berada di tengah hutan. Mereka pun menghampiri pondok itu untuk beristirahat sebentar.
Mereka di kejutkan oleh seorang kakek tua pemilik pondok itu, Ann dan Vinn meminta untuk di berikan sedikit makanan, kakek tua itu memberikan masing-masing roti.
Kakek tua itu heran, kenapa ada anak kecil yang berada di tengah hutan. Karena ini sudah melebihi batas bermain anak-anak desa.
Kakek itu pun bertanya kepada Ann.
"darimana asal mu?"
Ann hanya terdiam, ia tak berani menjawab pertanyaan kakek itu.
Lalu kakek itu pun duduk, dan menceritakan sebuah kisah yang membuka mata mereka, tentang seorang anak yang sangat malang.
.
.
.
Suatu hari di sebuah desa yang sangat terpencil, tinggal lah seorang anak bersama ibu dan adiknya. Ayahnya meninggal ketika perang melawan Jerman. Anak itu bernama Fred Antonius, anak yang baik dan berbakti kepada orang tua nya. Ibunya sangat bangga dengan Fred, ibunya bekerja sebagai penjual tomat yang ia petik dari kebun miliknya sendiri.
Ketika ibunya pergi ke pasar untuk menjual tomat. Fred mengurus rumah, ia juga yang merawat adiknya kala ibunya berjualan. Ketika adiknya telah tertidur, ia bermain dengan anak anak desa lainnya. Hidupnya sangat bahagia meski perekonomian keluarganya tidak begitu mencukupi.
Setiap malam, ibunya membawakan ikan segar dari pasar dan memasaknya untuk makan malam. Fred selalu bercerita tentang hari harinya yang bahagia, ia bercerita tentang Andy yang terjatuh ketika bermain, dan Fergie yang mencuri buah mangga di perkebunan milik keluarga Jord.
Ibunya turut bahagia ketika anaknya juga berbahagia.
Hingga suatu ketika, Fred telah berhasil menidurkan adiknya. Ia pergi untuk bermain, kali ini ia hanya bermain bersama Fergie dikarenakan Andy tengah sakit. Ia menelusuri hutan dan bertemu dengan wanita tua yang duduk di pinggir kolam.
Fred dan Fergie mendekati wanita tua itu, ia bertanya apakah wanita tua itu butuh bantuan.
"Permisi nyonya, apakah anda tersesat?" Tanya Fergie.
"Saya hanya ingin menjual mutiara ini." Jawab wanita tua itu menatap Fergie dan Fred.
Mereka berdua terpukau melihat mutiara yang dibawa wanita tua itu. Fred sangat ingin sekali memiliki mutiara itu, karena pikirnya kalau mutiara itu ia jual ke pasar hasilnya sangatlah banyak.
Fred pun bertanya kepada wanita tua itu.
"Berapa harga mutiara itu?"
"Kau tak perlu mengeluarkan uang untuk mutiara ini." Ucap wanita tua itu
"Kau hanya perlu melakukan hal-hal yang sangat amat nakal." Lanjutnya.
Fred pun pulang dari hutan bersama Fergie, malamnya saat makan malam, Fred tidak bercerita satupun kepada ibunya. Ia hanya bertanya tentang jualan ibunya.
Esok harinya, setelah adik Fred tertidur. Ia pergi ke hutan sendirian, dan menemui wanita tua itu di tempat yang sama.
"Seberapa nakal saya, agar bisa mendapatkan mutiara itu?" Tanya Fred dengan polosnya.
"Kau hanya melakukan hal hal yang nakal, dan kembalilah kesini esok hari lalu ceritakan kenakalan mu kepadaku." Jawab wanita tua itu.
.
Sepulangnya Fred dari hutan, ia melakukan hal hal yang nakal. Ia membanting gelas ketika makan malam.
Esok harinya ia menceritakan kenakalannya kepada wanita tua itu, namun wanita itu hanya tertawa dan mengatakan bahwa kenakalan yang dilakukan Fred belum cukup untuk mendapatkan mutiara itu.
.
Setiap hari Fred melakukan hal hal yang nakal, ibunya sangat curiga dan terkejut bagaimana bisa anaknya yang baik dan sopan berubah menjadi anak yang nakal. Namun setiap kejadian yang di lakukan Fred selalu di maafkan oleh ibunya.
Cerita demi cerita Fred lontarkan, namun wanita tua itu masih mengatakan belum cukup untuk mendapatkan mutiara itu.
Hingga suatu hari, Fred memberikan obat tidur kepada adiknya, ia juga merusak kebun milik ibunya. Ia membakar rumahnya dan meninggalkan adiknya di depan rumah yang terbakar.
Setelah melakukan itu, Fred pergi ke hutan namun wanita tua itu tidak ada.
Saat Fred pulang, ibunya menangis di hadapan Fred. Ia tak bisa mendidik anak menjadi anak yang baik, ia sangat kecewa dengan sifat Fred yang berubah. Ibunya pun menangis sekencang-kencangnya, ia pergi bersama adiknya Fred dari sana dan membiarkan Fred sendirian di rumah yang hangus terbakar.
Tak ada rasa yang dirasakan oleh Fred, tak ada penyesalan, kesedihan, tak ada emosi yang keluar dari mimik muka Fred.
.
Esok paginya, Fred pergi ke hutan untuk bertemu wanita tua itu. Ia menceritakan kisah kenakalannya kepada wanita tua itu. Wanita itu tertawa, dan memberikan mutiara yang selama ini Fred ingin kan. Lalu wanita tua itu pergi dari desa itu, Fred pun pulang dengan muka yang biasa saja, seolah emosi dalam dirinya menghilang tidak memiliki rasa dan emosi. Fred pulang dengan keadaan datar.
Saat ia pergi ke pasar untuk menjual mutiara itu, ternyata itu hanyalah batu laut yang berwarna putih. Tak ada satupun orang pasar yang mau membeli mutiara palsunya itu.
Ia pulang dengan keadaan tak ada emosi, seolah olah ia telah di kutuk tidak memiliki emosi, sesampainya di rumah Fred melihati rumahnya yang hangus akibat ulahnya. Ia merindukan ibunya yang telah pergi dari kehidupannya, ia meneteskan air mata namun mukanya tidak melihatkan emosi sedih.
Fred telah di kutuk untuk tidak memiliki emosi, dan Fred telah kehilangan mutiara yang sangat berharga, mutiara terindah yang ia miliki yaitu Ibunya. Semua telah berubah, hanya ada kecewa dan penyesalan dalam hidupnya.
.
.
.
Setelah menceritakan cerita itu kepada Ann dan Vinn, kakek tua itu mengajak sepasang kakak beradik itu untuk menginap di pondoknya hingga fajar terbit esok hari.
Ann dan Vinn yang telah mendengarkan cerita kakek itu sedih dan kecewa atas kenakalannya sendiri, mereka berjanji bahwa tidak akan pernah nakal lagi.
.
esok harinya, kakek tua itu menghantar Ann dan Vinn ke tempat tinggal ibunya. Seluruh warga desa mencari Ann dan Vinn, ibunya lalu memeluk dengan erat Ann dan Vinn. kakek tua itu nampak bahagia melihat momen itu, momen yang telah hilang dari kehidupannya.
Ibunya Ann dan Vinn pun berterima kasih kepada kakek tua itu.
"Terima kasih tuan?" tanya ibunya nama kakek tua itu
"Fred Antonius." jawab kakek tua itu sambil menjabat tangan ibu Ann dan Vinn.
"Terima kasih tuan Fred." ucap ibunya Ann dan Vinn.
Fred pun tersenyum, senyuman sangat hangat yang ia lakukan lagi. Senyuman yang pernah hilang dari kehidupannya.
TAMAT.
thanks semua buat yang udah baca(◍•ᴗ•◍)