Ratu Elysa adalah keturunan dari singa marcius atau keturunan singa golongan biasa dan tak memiliki hak untuk menjadi seorang Ratu dari kerutan Marcosiu keturunan bangsawan.
Semua mahluk memiliki rupa sama dengan bintang namun wujud manusia tak lupa ciri khas nya macan dengan belang belang kuku panjang singa dengan rambut lebat semua ciri-ciri yang melekat pada bintang menjadi ciri mahluk yang hidup di dunia ini dan bisa berubah wujud manusia ke wujud binatang dan sebaliknya.
Namun berkat kepiawaian Elysa nya dalam memanah ia menjadi terkenal selain itu ia pandai berdagang dan berbisnis baik dengan tuan Gowuan ( manusia Kera ).
Saat ujian pemanahan antara semua manusia setengah binatang itu baik dari suku Zebra, suku jerapah, dan banyak suku yang lain.
Dan Elysa dapat dengan mudah memenangkan lomba dengan ketepatan dalam pengukuran target.
Saat menyipitkan mata saat yang paling hebat karena target memanah nya tak pernah meleset.
Bertemu dengan Elysa pertama kali mata raja seperti terikat oleh pesona yang tak tertandingi dari Elysa bunga desa atau yang paling cantik di desa Kerioucia.
Setelah bertanding raja semakin lebih tertarik lagi melihat senyum Elysa dan sikap ramah terhadap teman teman nya.
Raja Hariste mencoba mendekati Elysa dengan berpura-pura memberi apresiasi langsung, tak ada satupun pemenang yang bisa sedekat tiga langkah dari raja Hariste namun Elysa berbeda jarak mereka Sangat dekat.
Raja Hariste memberi ucapan selamat dan sebuah buku panduan singa Surya bagi pemanah yang berprestasi tak berlangsung lama Raja Hariste memberikan signal kedekatan untung saat itu tidak ada dewan Singa yang ada hanya ajudan raja yang setia.
"Penampilan mu sangat memukau, kamu bisa memanah dengan sangat hebat." ucap Raja dengan wibawa.
Raja Hariste melakukan pendekatan kepada Elysa dengan banyak cara salah satu nya menyamar menjadi Ekamas pria biasa dan setelah ia dekat raja melalui teater mengungkapkan identitas nya.
-- Aku Raja tahluk kepada kaum bukan kasta ku --
Ada hal yang selama ini Ekamas ingin Ungkapan dan belum bisa diungkapkan di depan Elysa dan teater jawaban nya.
Awal nya Elysa ragu menerimanya hubungan terlarang ini namun raja terus meyakinkan diri nya dan dengan ketulusan yang tersirat di dalam mata dari raja.
Hubungan Raja Hariste dan Elysa terhalang restu negara tak ada yang menyetujui pernikahan beda status ini sementara itu tekanan datang dari rakyat desa Elysa yang menuduh Elysa sebagai penggoda dan tak tau aturan.
Elysa yang tidak terima dengan tekanan semacam ini karena mengancam keluarga nya mengorbankan diri nya melepaskan perasaan nya.
Berkerjasama dengan Gouwan ( Rekan kerja nya manusia kera ) untuk pergi ke negara nya dengan pesiar jalur Delaya atau jalur terbatas pajak untuk kera agar tak terlacak kepergian nya dari pusat keluar Takara campuran pelayaran.
Raja Hariste ingin mengunjungi Elysia karena desas-desus yang beredar tak lepas dari kekhawatiran nya bagaimana Elysia bisa bertahan.
Pagi di temui lagi Gouwan dan Elysia pergi berlayar bahkan walau gelap sekali walaupun Hariste sudah memberikan sebuah surat akan kedatangan nya pagi pukul delapan.
Sampai lah Hariste ke tempat pelabuhan hati nya Elysa namun hanya di jumpai rumah kosong semua keluarga dari Elysa pergi dari desa nya namun berbeda arah Elya meneruskan bisnis nya sementara keluarga nya pergi ketempat teman nya Zebra satu akademi pelatihan.
Tak berbalas surat bagi Elysa rasa nya sangat sakit cinta pertama nya harus kandas karena kasta ciptaan para tetua.
Raja mengerahkan pasukan untuk mencari Elysia kemanapun dan termasuk ke negara tetangga dengan poster wajah Elysa hal ini sebenarnya melawan dikte dari dewan namun tetap di lanjutkan pencarian.
-- Di Tengah kondisi yang sangat terpuruk ----
Sementara itu Raja Hitusa Hitam sudah menjalankan sebuah siasat menyerang negara Singa, Kaum Hitusa Hitam adalah kaum ular yang sangat kejam dan ingin mengusap semua negara.
Mencari Keributan memang hobi orang yang memiliki pikiran picik trik licik tak henti hentinya di lakukan agar memuaskan ego nya.
Setelah 11 hari angka kembar yang menandakan kesialan bagi bangsa singa saat ini karena tiba tiba pasukan Hitusa menyerang dan hal ini tentu tidak disangka karena perdamaian sudah menjadi kesepakatan bersama saat perang besar besaran menimbulkan banyak korban.
Tak lepas ego nya terus berkembang bangsa ular ternyata menyiapkan segala kebutuhan pemuad ego kekuasaannya dengan berbagai racun.
Karena penyerang tanpa deteksi Raja berupayah semaksimal mungkin untuk melindungi rakyatnya dan berada pada daerah Jurang Palkiran.
Menyiapkan pasukan memanah lalu kembali kepada wujud nya berlari seperti singa masing masing binatang bisa berubah wujud ke wujud asli nya.
Pasukan memanah ternyata di kejutkan dengan pasukan ular yang ada di dasar jurang sangat banyak dan kewalahan semua mengahadapi nya sementara pasukan yang bertugas menggempur atau fight langsung nampak terlilit oleh ular yang jumlah nya mungkin sampai ribuan jumlah ini tidak sebanding dengan pasukan singa.
Raja Hariste yang memimpin pasukan beberapa kali harus berjuang menggunakan pedang untuk melawan ular yang melilit dan bisa nya yang mematikan bahkan ular nya sudah ada yang sampai leher raja dan hampir saja tergigit bisa namun raja Hariste membelah dua tubuh ular tersebut.
Mendengar kondisi perang dari pasar kera Elysa bergegas ke negara nya untuk membantu karena desas-desus pasukan raja kalah.
Elysa dengan melalui pelayaran campuran bergegas menuju istana dan bertemu dengan pasukan militer, perjalan dari kota kera melalui jalur pelayaran campuran memakan satu hari penuh sementara pasukan cadangan sudah berangkat dari awal dan ketika Elysia menyamar sebagai Geovin atau kaum lelaki pasukan bantuan yang kedua.
Sementara itu sudah berhari hari berjuang menghabiskan tenaga dan pikiran untuk strategi karena pasukan ular tak terduga jumlah nya.
Pasukan panah pun tak bisa mengelak kelelahan nya mereka berjuang dengan sasaran tepat pada ular ular yang tak ada habis nya ini.
Raja Hiraste merasa perang tak henti dan memilih mundur untuk mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi.
Namun Elysia datang dengan penyamaran dan bertempur di barisan paling depan.
"Jangan mundur yang mulia ini adalah generasi terakhir jika kita mundur maka tanah kita akan direbut dan mereka akan lebih banyak persiapan dan menggempur lagi dengan pasukan yang tambah banyak," ucap Elysa dengan yakin.
"Kita harus bertempur sampai habis yang mulia."
Haraste agak ragu dalam mengambil keputusan memilih mundur atau tetap berjuang namun Haraste merasa kalau ucapan Elysa ada benar nya juga.
"Bertempur dengan sekuat tenaga tanpa mundur prajurit sejati tanpa takut mati," Aba-Aba yang di berikan dengan keras dan mengangkat pedang nya.
Semakin kewalahan prajurit yang masih bertempur rasa nya ada dalam ambang hidup dan mati.
Melihat semua itu Elysa kembali memberikan strategi untuk mundur dari jalur perang hal ini membuat raja Haraste menghunuskan pedang ke leher Elysa karena telah menipu ada seekor ular yang ini melilit raja dan mendekat kearah nya
Elysia dengan sigap menghunuskan pedang kepada ular tersebut.
Elysia membongkar penyamaran nya dengan melepaskan kumis palsu nya.
"Aku Elysia, raja percayalah pada ku," ucap Elysia
dengan menatap mata Raja.
Akhirnya pasukan dari raja singa harus mundur dan Raja Hitusa Hitam merasa bangga akan kemenangan nya raja Hitusa Hitam tidak ikut bertarung dan hanya berada dalam pertempuran untuk menyatakan kemenangan.
Namun sepertinya kaum Hitusa Hitam belum menang kaum Hitusa Hitam menemukan benda milik raja dan mereka berkesimpulan raja sudah habis di tangan pasukan mereka karena ada jasad nya beserta kerangka tubuh raja yang masih berubah wujud jadi singa.
Raja Hitusa tertawa dengan bahagia nya karena pasukan nya sudah menang dan kekuasaan nya akan semakin luas.
Namun tiba tiba pedang leluhur dari Raja menancap tepat di dada Raja Hitusa Hitam pedang itu pedang leluhur yang sudah di beri sebuah kekuatan akan menyayat yang terkena tusukan sampai ke- sendi-sendinya bahkan sampai tulang nya kan remuk.
" Aaaaaa," teriak keras raja ular.
Namun sebagai konsekuensi nya Elysa yang menusuk raja Hitusa harus terkena racun yang paling mematikan.
Dan pasukan memanah mulai menyerang kembali pasukan pertempuran mulai berdatangan berlari dengan cepat selayak nya singa.
Raja mendatangi Elysia dan memeluk nya.
Flashback
"Percayalah yang mulia," ucap Elysa
Awalnya Raja hanya mengira bahwa Elysa akan berpura- pura menjadi nya dan pasukan akan datang dan Elysa Yang dikira sudah tak hidup tak akan diracuni kembali.
Hal itu raja yakni karena semua itu adalah rencana dari Elysa, Elysa juga lah yang telah meyakinkan raja bahwa semua akan baik-baik saja.
Elysa sebenarnya merencanakan hal ini di sore saat itu karena kalau malam penglihatan ular akan sangat bagus pada malam hari
Dan Elysa untuk memberikan kesan bahwa raja telah mati membauri tubuh nya dengan darah prajurit yang sudah mati dan memakai tinta cumi agar tubuh nya terlihat seperti keracunan.
Selain itu Elysia dengan kepintaran nya berhasil menebak strategi kaum Ular di beri nama aku banyak hanya untuk menggertak ( dalam artian awal awal aku muncul banyak untuk mengelabuhi musuh musuh pasti akan berpikir bahwa semakin lama semakin banyak pasukan yang datang padahal tidak ).
Pasukan ular memukul mundur pasukan nya dan membawa raja nya kembali namun masih dalam kejaran pasukan singa, sementara itu Raja Haraste masih memandang wajah Elysa yang mulai membiru.
Sampai lah pada pesta berduka bukan pesta perayaan karena banyak korban yang berjatuhan akibat perang para anak anak yang di tinggalkan dan istri mendapatkan bantuan 200 Perakal ( mata uang kerajaan singa).
Dan paling berduka nya lagi karena Elysa belum sadar dan belum sepenuhnya pulih dari racun yang menyebar di seluruh tubuhnya.
Tiba akhirnya Elysa terbangun namun ia tak melihat apa- pun, Raja senang mengetahui bahwa Elysa sudah sadar namun panik karena Elysa mengeluh semua nya gelap.
Tabib memberi sebuah kabar duka bahwa efek racun itu Elysa harus menanggung kebutaan dalam hidupnya.
Elysa tak menangis karena hal yang ia lakukan hanya untuk negara nya.
Setelah peristiwa itu ada dekrit yang mengangkat Elysa sebagai Ratu dan disetujui oleh dewan walupun ada beberapa yang gak setuju dengan hal ini dan di pertegas lagi bagi yang meneror atau melakukan hal yang membahayakan keluarga Elysia akan di penggal dan di pajang di pasar pasar.
"Elysa, aku adalah mata mu aku akan mendampingi kamu seumur hidup," ucap raja dengan romantis.
Setelah Elysa tak bisa melihat peraturan di ganti di istana ataupun seluruh bangsa ini dimana setiap pelayanan yang datang harus menyebutkan apa yang ia lihat seperti piring warna apa dan lain lain.
Bahkan di bangun sebuah bangunan mansion unik untuk mengenang ratu nya dan mendirikan patung perhargaan.
Di buat buku pula yang menyerupai buku braille
untuk memudahkan bagi yang keadaan nya sama seperti ratu Elysa.
"Tak ada yang bisa memisahkan kita , jika kita telah terikat di buku maha pencipta bahkan dunia ini," ucap Raja sambil melihat Elysa tertidur.
Tamat -----