Tiga bulan sudah sepasang suami istri itu terjebak di dalam cermin kuno yang berhantu.
Empat bulan kemudian, seorang gadis muda membeli rumah milik Edward dan Karin.
"Kenapa pemiliknya tiba-tiba perdu dari sini?" ucap Kesya dalam hati saat melihat rumah milik pasangan suami istri Edward dan Karin.
Saat malam telah tiba...
Nampak seorang gadis muda yang bernama Kesya sedang tertidur pulas di ranjang besar milik sepasang suami istri.
Saat jarum jam telah menunjukkan angka 12. tiba-tiba sepasang suami istri itu menatap hantu wanita yang sedang berdiri di depan gadis muda.
"Kita tidak boleh membiarkan hantu penasaran itu mengambil seseorang untuk dijadikan penghuni cermin ini lagi," ucap Edward kepada sang istri.
"Kau benar suamiku, Kita harus menolong Gadis itu," jawab Karin.
Terlihat hantu Wanita itu sudah melayang di atas tubuh Kesya. sepasang suami itu ingin sekali menolong gadis yang telah membeli rumah mereka tersebut.
"Tolong.. hihihihi..,"
suara rintihan dari hantu wanita penunggu cermin kuno. seorang gadis yang harus membanting tulang nya untuk menghidupi dirinya itu terlelap dalam tidurnya. Sesaat kemudian, terasa tubuhnya seperti ada yang menyentuh.
Kesya terbangun dari tidurnya, matanya menatap nyalang di sekitar tempat dia berada. sesaat kemudian.. nampak tatapan mata itu berhenti ketika bola matanya menatap nyalang ke atas langit-langit kamarnya.
Terlihat di sana ada seorang wanita yang melayang dengan memakai baju berwarna putih dan berlumuran darah.
"Ikutlah denganku..."
Suara hantu Wanita yang melayang di atas tubuh Kesya..
"Aaaaa!!!!!!!!!"
Kesya menjerit sejadi-jadinya, karena Gadis itu sangat ketakutan melihat penampakan sosok hantu wanita yang tiba-tiba sudah berada di atas tubuhnya. Ia langsung berlari keluar dari kamar tidurnya, iya membuka pintu dan keluar dari dalam rumahnya.
Terasa itu sangat mudah bagi Kesya, karena sebenarnya Edwar dan Karin membantu agar Gadis itu bisa keluar dari rumah mereka. Kesya berlari tak tentu arah, karena hantu wanita itu terus mengejarnya. Hingga suatu ketika, Kesya menghentikan larinya dan memasuki sebuah bangunan yang ternyata itu adalah sebuah pondok pesantren.
"Ada apa Nona, kau berlari seperti dikejar setan saja," ucap salah seorang murid pesantren.
"Tolong.. tolong saya.. Saya dikejar-kejar oleh hantu wanita," ucap Kesya dengan suara yang ngos-ngosan.
Seorang ustad muda menatap wajah Kesha dan melihat sosok hantu wanita yang berada tidak jauh dari Kesha.
"Masuklah Nona, sebaiknya kau ke dalam. karena orang-orang yang di dalam sedang mengaji," jawab ustadz muda itu. Tidak menunggu lama, Kesya langsung lari terbirit-birit masuk ke dalam pondok pesantren tersebut. si ustad muda mengikuti Kesya yang memasuki pondok pesantren.
Sedangkan hantu cermin kuno yang mendengar lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an kemudian ia langsung menghilang.
Kesya sudah menceritakan semua kejadian yang ada di dalam rumah yang baru dua minggu ia beli. ustad muda itu menatap wajah Keisha dengan sangat intens, bahkan pria itu terlihat tersenyum saat melihat Kesya yang ada di sana.
Akhirnya ustad muda itu meminta Kesha untuk tinggal di pondok pesantren selama 1-2 hari. Karena setelah itu ustaz muda itu akan meminta bantuan kepada guru dan santri yang lain untuk me ruqyah dan membersihkan rumah Kesya.
2 hari pun berlalu, akhirnya ustad muda yang bernama Ahmad itu menepati janjinya. ustadz Ahmad mengajak Kesya dan berserta guru serta beberapa murid pesantren ke rumah Kesya.
Kesya berdiri di belakang para pria yang ada disana, sesaat kemudian... ustad muda itu memegang handle pintu rumah Kesya.
"Assalamualaikum," ucap ustad Ahmad yang kemudian membuka pintu rumah Kesya. terasa Aura yang ada di rumah Kesya sangat berat. sehingga membuat ustad muda itu menatap Sang guru dengan tatapan yang sudah diketahui oleh gurunya.
"Kita tolong gadis ini, Ahmad!" seru kyai haji Ridwan guru dari ustad Ahmad.
Aura di rumah Kesya semakin menggelap, dan hembusan angin yang ada disana semakin kencang. tak kalah para murid pesantren membacakan ayat-ayat suci Alquran.
"Aaaa!!!" seru suara hantu cermin kuno saat mendengar suara lantunan ayat suci Al-Qur'an.
"Pergilah dari tempat ini wahai makhluk tak kasat mata!" seru ustadz Ahmad.
"Siapa Kau! berani sekali mengusirku!" seru hantu cermin kuno. saat mendengar banyak orang dan lantunan ayat suci Al-Qur'an. nampak Edward dan Karin yang ada di dalam cermin, mereka berdua begitu senang karena penantian selama hampir 5 bulan itu akan tercapai. sepasang suami istri itu menggoncang cermin tempat makhluk halus itu bersemayam.
"Tolong.. tolong.. tolong!!!" seru Karin dan Edward. kyai haji Ridwan yang mendengar hal itu, nampak pria tua itu mendatangi cermin tempat para makhluk itu bersemayam.
"Semenjak kapan cermin ini ada dirumah ini, nak Kesya?" tanya haji Ridwan kepada Keisha.
"Saya tidak tahu pak kyai, saya membeli rumah ini beserta perabotannya. kelihatannya pemiliknya meninggalkan rumah ini secara tiba-tiba," jawab Kesya.
Sesaat kemudian, kyai Ridwan menatap dari cermin itu dan membaca sebuah doa. terasa cermin itu menampakan bayangan 2 sosok makhluk yang masih hidup, namun terperangkap di dalam cermin.
"Mundurlah nak Kesya, pak kyai akan membacakan doa-doa," ucap kyai Ridwan.
"Guru, sebaiknya kita hancurkan saja cermin itu. karena makhluk ini sangat berbahaya!" seru ustadz Ahmad kepada Sang Guru.
Kyai menganggukkan kepalanya, sesaat kemudian..
"Jangan kau hancurkan rumahku!!" seru hantu cermin kuno, Tak lama kemudian..
"Prang.prang..prang!!!" suara kaca yang telah pecah.
Kyai Ridwan telah memecahkan cermin kuno itu, Tak lama kemudian dua sosok sepasang suami istri keluar dari dalam cermin. Edwin dan Karin menatap para penolong mereka.
"Terima kasih, pak Kyai!" seru Karin.
"Mundurlah, kita harus memusnahkan makhluk itu!" seru kyai Ridwan.
Sesaat kemudian.. doa-doa dan ayat suci Al-Qur'an telah dibacakan, seisi rumah itu serasa bergoncang saat hantu cermin kuno berteriak semakin keras.
"Akan kubalas kalian!!!" seru hantu cermin kuno. Setelah perjuangan yang lumayan panjang, akhirnya hantu cermin kuno itu telah hilang dari rumah Edward dan Karin.
"Sebaiknya sering-seringlah Kalian membaca ayat-ayat suci Alquran," ucap kyai Ridwan.
Setelah kejadian itu. cermin kuno itu telah menghilang dari kediaman Edwar dan Karin. dan Keisha meminta kembali uang yang telah diberikan kepada penjual rumah sepasang suami istri tersebut. Kesya membeli rumah minimalis yang ada di dekat pondok pesantren karena dia ingin mendekatkan dirinya kepada sang pencipta.
*** END ***