Ini season 2 dari "cinta tak terduga"
Yg belum baca, dibaca dulu ya..
Jangn lupa like❤️
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Sekarang sudah sore hari, namun clara masih belum pulang juga.
Edward yg berada di rumah pun khawatir pada clara.
"Kemana, perginya gadis itu sudah sore begini masih belum pulang juga"ucap edward dengan nada yg terdengar khawatir.
Dia ingin menelpon tapi lupa untuk meminta nomor hp clara.
Tidak lama kemudian, pintu terbuka dari luar.
Edward yg mendengar suara pintu terbuka pun segera berjalan menuju pintu itu.
Setelah aku mengunci pintu ku dengan benar.
Aku berbalik ingin berjalan menuju kamarku, namun langkahku terhenti seketika saat melihat edward yg berdiri di depanku dengan tangan dilipatkan di dadanya.
Dan memasang wajah kesal, aku yg melihatnya pun hanya tersenyum tipis karna dia terlihat aneh saat seperti itu.
"Kenapa kau tersenyum?" Tanyanya dengan nada ketus.
"Tidak, tidak ada apa apa aku ingin ke kamar boleh kau menyingkir dari hadapanku skrng?"jawabku dan bertanya padanya.
"Dari mana saja kau pulang se sore ini? Apa kau bertemu dengan lelaki di luaran sana !?" Edward bertanya lagi.
Aku yg mendengar pertanyaan konyolnya pun kesal dibuatnya.
"Diam edward!, berhenti bertanya seperti itu kau bukan suami ku!! Dengar baik baik oke? Aku pulang telat karna restoran ku lagi ramai, dan aku ikut membantu mereka disana! Skrng aku sedang lelah ingin istirahat, apa aku harus berdebat denganmu dulu!?" Tanyaku padanya sambil sedikit berteriak karna aku memang benar-benar lelah saat ini.
Seketika edward diam lalu dia menyingkir sedikit dari hadapanku untuk memberikanku jalan masuk.
Aku segera melangkah namun saat aku tepat berada di samping edward, aku berhenti lalu menatapnya.
"Ingat edward jangan pernah samakan aku dengan perempuan yg lainnya, aku bukan wanita murahan dan kalau saja kau tidak amnesia mungkin saja sudah ku usir kau dari rumahku!" Bisiku pas di telinganya.
Lalu kembali berjalan ke arah kamar dan mengunci pintu kamarku dari dalam.
Sementara edward yg mendengar perkataanku tadi pun, tersenyum miring..
"Kelinci kecil itu sudah mulai menjadi kucing liar"
Kata edward dalam hati.
Lalu dia pergi ke dapur untuk memasakkan sesuatu buat clara.
Setelah selesai edward pergi ke depan pintu kamar ku berniat untuk membangunkanku makan malam.
Dia mengetuk pintu kamarku.
Aku segera membuka pintu, wajahku terlihat lesu karna dari tadi tidak sempat istirahat.
Edward melihat wajahku.
"Apa kau sakit?" Tanya edward.
"Tidak, ada apa kau mengetuk kamar ku?" Jawabku dengan malas.
"Ayo makan malam"ajaknya sambil tersenyum.
"Hmm.. makan malam? Apa kau memasak untukku lagi?" Tanyaku heran.
Dia hanya mengangguk.
"Haisss... kau itu lelaki tapi senang sekali memasak seperti perempuan saja, aku kan jadi malu perempuan tidak pernah memasak di rumah!" Omelku sambil berjalan menuju dapur.
Edward yg mendengar ocehanku itu pun menahan tawanya.
Memang selama ini edward selalu memasak untuk ku, dan aku tidak pernah memasak dirumah aku selalu membawa makanan dari restoran ku.
Setelah berada di meja makan kami makan dengan tenang, dan edward... dia masih makan dengan terus menatap ku, sebenarnya risih tapi kututupi dengan pura-pura tak peduli.
Setelah makan aku duduk sejenak di sofa sambil mengerjakan sesuatu di laptop yg berada di paha ku.
Edward yg duduk di sofa yg berbeda dari ku pun terus saja menatapku.
"Kau sangat cantik saat sedang serius seperti itu" ucap edward.
Aku yg mendengar itu pun, seketika mengangkat kepalaku dan menatap wajah edward dengan ekspresi terkejut sekaligus malu..
"Ap.. apa kau bilang?" Tanya ku.
"Tidak ada" jawabnya sambil tersenyum melihat ekspresi ku yg sangat terkejut.
Aku langsung kembali menatap laptopku.
"Apa yg sedang kau kerjakan ini sudah malam beristirahat lah" kata edward dengan nada tegas.
"Tidak bisa, aku sedang memeriksa keuangan ku belakangan ini" jawabku tidak mengalihkan perhatianku dari laptop.
"Keras kepala sekali"gumam edward namun masih terdengar jelas di telingaku.
"Apa!!" Aku langsung melotot ke edward.
"Tidak ada apa apa" edward hanya menunjukan senyum bodohnya padaku.
"Awas saja kal......" belum sempat aku menyelesaikan kalimat ku.
Tiba tiba ada suara tembakan dari luar.
DORR....
DORR...
DORR....
Suara tembakan tiga kali berturut-turut menghantam kesunyian dalam rumahku.
Seketika aku langsung berdiri, tanpa mempedulikan laptopku yg sudah tergeletak di lantai.
Begitu juga edward dia berdiri.
Aku yg hendak melangkah ke arah pintu depan pun ditahan oleh Edward, dia memegang lenganku.
"Apaan sih lepas, aku mau lihat siapa yg berani menembak rumahku!!" Aku langsung melepaskan tangan ku dari edward dan langsung berlari menuju pintu.
"Clara jangan!!" Edward mengejarku.
Aku yg sudah berada di dekat pintu kaget melihat ada sekelompok pria berbadan kekar dan memegang senjata api.
Salah satu dari mereka yg melihat kedatangan ku pun langsung menembaku.
DORR... (satu tembakan lolos di dada ku)
Aku yg tertembak belum sempat menghindar pun tergeletak di lantai.
Edward yg baru sampai pun, terkejut melihatku yg sudah berada tak sadarkan diri di lantai.
Seketika amarah edward memuncak.
"Disini kau rupanya bersembunyi edward" ucap pria yg terlihat lebih tua darinya.
"Bedebah kau bajingan!! berani beraninya kau menembaknya!!" Teriak edward dengan penuh amarah.
"Cih.. ternyata seorang edward seleranya tidak jelek juga" kata pria itu dengan senyum miringnya.
"Mati saja kau!!" Ucap edward lalu dia mengeluarkan pistol yg dia sembunyikan di sakunya dan dengan segera menembaki mereka semua.
Seketika itu juga semua yg berada disana tergeletak.
"Cih bermain-main denganku itulah akibatnya" ucap edward dengan senyum penuh kemenangan.
Namun saat itu juga senyum nya hilang saat mengingat ku.
Edward dengan cepat menggendongku, lalu membawa ku rumah sakit menggunakan mobilku.
Edward menyetir sambil memangku diriku, dan darahku pun menempel juga di bajunya.
"Bertahanlah clara.. kumohon.." pinta edward dengan nada khawatir.
Sesampainya di rumah sakit....
Sekarang aku sudah aku sudah berada di ruangan operasi untuk mengeluarkan peluru yg berada tepat di jantungku.
Sementara edward, dia bersama dady momy dan adik perempuan nya berada depan ruangan itu semuanya terlihat khawatir.
"Apa kau sudah membereskan semua edward?" Tanya dady nya dengan nada dingin.
"Hmmm" jawab edward tak kalah dingin.
Momy dan adiknya hanya geleng-geleng kepala melihat kesamaan dady dan anak itu.
"Bang, apa calon kakak iparku akan baik baik saja?" Tanya adiknya.
"Aku tidak tau" jawab edward dengan nada sendu.
"Sudahlah tania, abangmu sedang bersedih saat ini jangan bertanya padanya, berdoalah untuk keselamatan calon kakak iparmu itu" jelas momy mereka sambil tersenyum.
"Baik mom" jawab tania sambil mengerucutkan bibirnya.
Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang operasi itu.
Dady mom edward dan adiknya pun mendekati dokter itu.
"Bagaimana keadaan nya?" Tanya edward dengan nada khawatir.
"Operasi nya berjalan lancar, kami sudah berhasil mengeluarkan peluru nya tapi pasien skrng dalam keadaan koma." Jelas dokter itu.
"Ap.. apa" kaget edward.
Dia langsung menepis tubuh dokter yg berada di depan pintu itu lalu segera masuk.
Setelah masuk edward melihatku yg terbaring lemah di ranjang rumah sakit itu.
Edward berdiri di sampingku.
Dia mengelus wajahku yg pucat itu.
"Maafkan aku" ucap edward dan tanpa dia sadari air matanya menetes,skrng edward merasa bersalah karna melibatkanku dalam permasalahan ny.
Keluargan edward pun masuk ke ruanganku.
Mereka melihat edward duduk di kursi yg berada di samping ranjangku sambil terus mengelus rambutku. Dengan tatapan yg tak pernah lepas dari wajahku.
Tania dan momy nya mendekatiku.
Tania memegang tanganku yg tertancap selang infus dengan pelan.
"Kakak ternyata cantik, pantas saja bang edward luluh dengan kecantikan kakak" ucap tania sambil melirik edward.
Sementara edward dia tidak peduli dengan ucapan adiknya itu.
"Haissss kak cepatlah kau bangun,lihatlah kau sudah membuat seorang edward menangis" ejek tania yg berusaha menghibur abangnya itu.
"Diam atau ku kirim kau ke Amerika dan jangan pernah kembali melihatnya (clara)" ancam edward dengan nada dingin.
Seketika tania diam.
Momy hanya geleng-geleng kepala saja.
Tanpa terasa waktu terus berlalu...
Dan clara masih juga belum mau bangun dari tidurnya itu wajahny yg damai dan tenang seakan-akan dia lebih nyaman seperti itu..
Sudah 3 bulan berlalu.
Edward masih setia berada di samping ku.
"Hei kucing liar ku.., apa kau tidak capek tidur terus hah... bangunlah aku merindukanmu, sudah tiga bulan kau terbaring disini, kumohon bangun atau aku akan menyusulmu kesana!" Ancam edward tepat di samping telinga ku.
Aku yg sebenarnya sudah sadar lebih dulu sebelum edward datang ke ruangan ku pun segera membuka mataku, dan segera duduk lalu menatap Edward khawatir.
"Apa yg mau kau lakukan dasar bodoh! Jangan berbuat yg tidak tidak" ucapku pada edward dengan sedikit membentak entah kenapa aku benar-benar gak mau edward kenapa napa.
Sementara edward yg terkejut melihatku tersadar dan langsung duduk lalu memarahinya.
Tidak bisa berkata Kata.
Edward hanya menatapku dengan tatapan rindu.
"Hei kau dengar aku TI...." belum sempat aku menyelesaikan kata kataku edward langsung memelukku dengan erat.
Tiba-tiba aku merasakan kehangatan yg selama ini gak pernah kurasakan.
Aku tidak menolak ataupun membalas pelukan edward.
"Makasih" ucap edward yg masih memelukku erat.
"Un... untuk apa..?" Tanyaku dengan heran.
"Terima kasih sudah, mau bangun dari tidurmu." Jawabnya lembut.
Aku yg mendengar ucapan edward sangat menyentuh hatiku.
Seharusnya aku yg berterima kasih padanya karna dia sudah setia menemaniku selama ini.
Aku melepas pelukan edward lalu menatapnya dengan tatapan sedih.
"Dasar bodoh! Harusnya aku yg berterima kasih padamu! Kau sudah mau menemaniku selama aku terbaring di sini! Dan apa kau tau lagi lagi kau menghilang kan harga diriku sebagai manusia!" Ucapku dengan nada kesal.
"Harga diri?" Tanya Edward heran.
"Ya, sejak di rumah kau selalu mengerjakan pekerjaan rumah seharusnya aku yg melakukan nya, dan skrg kau malah berterima kasih padaku, padahal seharusnya lagi aku yg berterima kasih padamu,! Menyebalkan!" Jawabku kesal.
Edward yg mendengar itu pun tertawa.
"Apanya yg lucu?!" Tanya ku.
"Oke oke... aku tidak bermaksud seperti itu clara aku hanya tak ingin kau kelelahan, kau sudah bekerja di restoran mu lalu kau harus mengerjakan pekerjaan rumah lagi? No tidak akan kubiarkan!" Jawab edward dengan lembut sambil tersenyum.
"Boleh aku bertanya?"
"Of course" jawab edward.
"Kenapa kau begitu baik padaku? Kenapa kau rela menungguku selama tiga bulan ini? Aku bukan siapa siapa mu, kau pasti sudah memiliki seorang kekasih atau istri di luaran sana hanya saja kau lupa dengan masa lalu mu, jangan membuatku menjadi seorang pelakor okay? Sudah kubilang aku bukan wanita murahan!" Tanyaku dengan nada datar.
"Huh... ak..." belum sempat edward menjawab pertanyaan dari ku.
Keluarga edward masuk tiba-tiba ke ruangan ku.
"Hai kak cantik, kakak sudah sadar ya" ucap tania sambil mendekatiku.
Aku hanya memasang wajah heran sambil tersenyum paksa.
Dady edward yg melihat raut wajahku pun segera menjelaskan karna di tau putranya pasti belum memberi tau siapa mereka.
"Kami keluarga edward nak, aku dadynya dan itu istriku lalu yg berada di samping mu itu putriku" jawab dady edward menjelaskan siapa mereka sebenarnya.
"Ap.. apa keluarga..." aku terkejut bukannya edward amnesia.
"Iya kak, kenalin namaku tania, adik bang edward" ucap tania mengulurkan tangannya.
Aku menyambut nya sambil tersenyum.
"Ak.. aku clara.. kalian benar-benar keluarga edward?" Tanyaku memastikan
"Tentu saja kak memangnya bang edward belum memberitaumu" jawab tania dengan polos.
Aku menggeleng.
Lalu menatap tajam kearah edward.
Dan edward hanya tersenyum bodoh ke arahku.
Sementara keluarga nya menahan tawa nya ketika melihat ekspresi yg dikeluarkan edward itu.
"Baiklah sepertinya kami datang di saat yg tidak tepat, besok kami kembali okey nikmati waktu kalian" ucap momy lalu mengajak suami dan putrinya keluar.
Mereka bahagia melihat putranya berubah.
Sementara aku yg dari tadi menatap tajam edward
Pun segera menumpahkan amarah yg kutahan.
"Kau bilang kau amnesia? Tapi apa tiba-tiba saja kau bawa keluarga mu kesini!! Apa jangan jangan selama dirumahku kau tidak amnesia? Kalau kau tidak amnesia lalu apa maksudmu!? Jelaskan padaku EDWARD!!?" Tanyaku sambil meluapkan emosiku dengan beribu-ribu pertanyaan yg kulemparkan ke edward.
Edward menatap dalam mataku.
Aku yg melihat tatapan edward pun merasa gugup. kulihat tatapannya yg menatapku dengan penuh arti.
"Baiklah akan ku jelaskan semuanya" kata edward
"Itu harus!" Jawabku kesal
"Sebenarnya aku sedang menghindari musuhku saat itu dan tanpa kusadari aku tak sadarkan diri di depan rumahmu, dan saat aku siuman jujur aku terpesona melihat wajahmu, saat itu juga muncul ide untuk menjahilimu dengan berpura-pura amnesia dan tidak bisa berbahasa Indonesia, tapi aku melakukan itu karna aku benar-benar jatuh cinta denganmu clara, aku tidak memberi taumu kalau aku tidak amnesia karna aku ingin kau mengizinkan ku tinggal di rumahmu, sehingga aku bisa terus menjaga mu dan tentu saja selalu berada di dekatmu" jawab edward dengan senyum lembut di bibirnya.
Aku yg mendengar jawaban edward pun, terkejut.
Jantungku tiba-tiba saja berdetak kencang.
"Ap.. apa kau tidak bercanda edward?" Tanyaku terbata-bata
"Tentu tidak, justru aku ingin mengatakan sesuatu...clara apa kau bersedia menjadi istriku? ya... aku tau ini terlalu cepat bagimu, bahkan aku juga tau kau pasti belum mencintaiku bukan? Tapi yakinlah satu hal, aku sangat mencintaimu clara jika kau ragu katakan saja apa yg bisa kulakukan agar kau yakin kalau aku sangat mencintaimu?" Tanya edward.
Mataku semakin melebar saat mendengar perkataan edward.
Memang aku belum mencintainya untuk saat ini.
Tapi entah kenapa jantungku berdebar kencang saat berada di dekatnya seperti ini.
"Ak.. aku huffff..." aku menarik nafas dulu sebelum menjawab.
"Edward kau benar aku memang belum mencintaimu, kau juga benar kalau bagiku ini terlalu cepat, tapi kurasa aku tidak perlu menyuruhmu melakukan apapun untukku, dengan perlakuanmu padaku selama ini saja bisa meyakinkan ku bahwa kau memang mencintaiku, jujur aku tidak pernah merasa sesuatu yg aneh saat berada di dekat pria, tapi berbeda saat aku berada di dekatmu, mungkin ini hanya lah rasa biasa, tapi... aku akan berusaha untuk mencintaimu semoga kau tidak mengecewakan ku edward" jawabku dengan nada tenang.
"Benarkah?"
Tanya edward dengan wajah yg terlihat sangat bahagia. Aku hanya tersenyum sambil mengangguk, Edward langsung memelukku.
"Aku berjanji, aku berjanji tidak akan mengecewakan mu, aku mencintaimu clara sangat mencintaimu" ucap edward sambil memeluku.
Aku yg berada dalam pelukan edward dan mendengar ucapannya pun hanya diam.
Mungkin saat ini aku tidak bisa membalas ucapan cinta edward, tapi aku yakin suatu saat nanti aku akan mengucapkannya.
Suatu saat nanti, setelah aku merasa aku benar-benar sangat mencintaimu barulah aku akan mengatakan, bahwa aku juga sangat mencintaimu.
Sekarang aku hanya bisa membalas dengan senyuman.
Akn sangat munafik jika aku membalas perkataanmu saat ini juga sedangkan aku belum yakin dengan perasaanku padamu.
Aku membalas pelukan edward dengan erat juga.
"Semoga keputusan yg kuambil ini benar"
Ucapku dalam hati.
Sementara keluarga edward yg mengintip kamj dari tadi pun tersenyum bahagia.
"Ah.. akhirnya mom tania punya kakak ipar, senangnya.. sebentar lagi tania akan punya ponakan dan tania akan dipanggil tante donk hahahaha"kata tania sambil memeluk momy nya.
"Iya momy sama dady juga bakal jadi granpa and granma" jawab momy nya yg terlihat bahagia itu.
Mereka pun akhirnya tertawa bersama.
Membayangkan masa depan yg indah.
Tamat
__________
Jangan lupa like and komen❤️❤️❤️❤️❤️❤️