Makan, rebahan, males-malesan itu semua adalah kegiatan ku setiap hari. Belum mempunyai pekerjaan tetap padahal sudah lulus SMA, kenapa tidak lanjut kuliah? karna aku sama sekali tidak tertarik.
aku hidup tinggal terpisah dengan orang tuaku berharap bisa hidup mandiri sayangnya realita tidak sesuai dengan ekspektasi, aku semakin malas keadaan kost seperti kapal pecah! aku membereskan kekacauan di tempat tinggal ku hanya saat orang tua atau teman akan datang aku terlalu malas untuk membereskan semua itu.
keadaan ku sekarang semakin membuat ku sengsara karena di jauhi oleh teman teman karena penampilan ku yang gemuk atau gendut yah berat badan ku saat ini sekitar 85kg. boleh tidak aku menyebutnya pembullyan? entahlah.
hari ini minggu yang seharusnya aku hanya akan di kamar dan merebahkan diriku, tapi entah kenapa badanku ingin sekali di gerakan.
"emm... aku ingin belanja sudah lama aku tidak ke mall!" mood ku sangat bagus hari ini sampai-sampai saat ingin mengajak teman.
Aku: wendy, ayo ke mall kita belanja!
Wendy: maaf intan tapi aku malu...
Aku: malu kenapa?
Setelah itu tidak ada balasan lagi dari Wendy. Sebenarnya aku tau dia malu karna apa! tentu saja karna aku gendut!
"Sudahlah aku berangkat sendiri juga tak masalah!" aku memutuskan untuk berangkat sendiri.
Sampai di mall.
"wah bajunya bagus! sayangnya ukurannya terlalu kecil! nasib orang gendut seperti aku!"
Dari pada pusing memikirkan baju yang pas aku lebih memilih untuk pergi melihat Laptop untuk bermain game online.
"mbak Laptop yang bagus buat main game yang mana ya?"
"silahkan ke sini saya tunjukan!" seorang pegawai toko menunjukan beberapa Laptop.
"Yang itu berapa mbak?" aku menunjuk Laptop berwarna hitam corak merah.
"Itu sekitar 8jt, keluaran terbaru, dan untuk bermain game cocok!"
"aah, begitu." tanpa pikir panjang aku langsung membeli dan bergegas pulang untuk mencoba benda baru itu.
Aku memang belum mendapatkan pekerjaan, tetapi aku bisa menghasilkan uang dari jualan kerajinan tangan kerang secara online.
Lumayan bisa untuk membeli sesuatu dengan uang sendiri. walau masih di beri uang kost dan sehari hari dari orang tua.
"main game apa ya? MR aja deh."
Aku menghabiskan waktu seharian untuk bermain game seharian, aku bermain bersama dengan seorang bernama @nandaaaa88 yah itu nama di game nya sedangkan nama ku @iiintan23 kami bahkan bertukar nomor wa, dan aku sangat terkejut dia menelpon ku! dan ternyata dia laki laki!
"hai namaku satria salken!" katanya dalam telpon.
"ohh hai aku intan, salken!"
"aku kira kamu perempuan ternyata laki laki! haha..." tambah ku.
"Aku perempuan tan? haha..." Mendengar dia tertawa entah kenapa membuatku bahagia.
setelah itu suasana hening seketika, yah aku tau ini pertama kalinya kita bicara langsung jadi maklum agak canggung.
"eh sat, mabar lagi kuy."
"Yoi langsung gasss" satria menjawab dengan semangat.
kita pun melanjutkan acara mabar nya.
hampir setiap hari kita semakin akrab, setiap malam selalu telepon seperti sekarang yang sedang kita lakukan!
"eh tan tadi siang aku main kan nah ada bocil masuk, yaa selanjutnya kamu tau lah!"
"haha... mampus salah sendiri gak ngajak aku!"
"kamu off kok aku chat gak di jawab juga!" nada suara satria tiba tiba berubah seperti orang ngambek.
"aku lagi ngurus toko buat kerajinan kerang aku, jadi maaf hehe..."
"ohh udah sukses nih ceritanya!"
"ya lumayan lah walau harus jual montor kesayangan."
"uluulu kasian bentar lagi ya nanti aku boncengin pake montor ku!"
"hah? maksudnya?"
"aku mau ke jawa tepatnya ke jogja."
"ngapain?"
"nemuin kamu! tunggu ya sekitar 4 bulan lagi!"
"..." kenapa harus ketemu sih! nanti kalo dia liat penampilan ku yang ternyata beda gimana?
"tan?"
"tan?"
"eh iya! ngapain lagi ke sini cuma ketemu aku? kurang kerjaan"
"dih, berarti gak mau ketemu aku gitu? gak mau liat muka ganteng aku?"
"pede banget sumpah!" gue juga pingin banget ketemu, tapi aku takut.
"beneran! sini video call kalo gak percaya!"
"GAK! gak jangan!" aku langsung reflek teriak dan mungkin sekarang telinga satria sakit?
"heh jangan teriak teriak dong! iya iya aku gak vc kenapa sih emang selalu kalo di ajak vc gak mau?"
mampus kan!
"kenapa ya.... muka aku jelek mending gak usah di liat haha..."
"bohong banget sih!"
"haha..."
selesai telepon dengan satria.
Aku bingung harus gimana, kenapa juga satria harus dateng empat bulan lagi!
mulai hari ini aku harus diet! harus!
-
-
-
-
Tiga bulan kemudian
aku kini masih tinggal di jogja dan usaha kerajinan kerang ku juga semakin laris, komunikasi dengan satria juga masih, seperti biasa kita mabar.
Yang paling mengejutkan adalah diet ku berhasil berat badanku sekarang sekitar 48kg semua ini berkat satria. ayah dan ibu belum mengetahui bahwa penampilan ku sudah berubah, mungkin aku akan memberitahu saat mereka kesini tepat saat peresmian toko cabang ku?
tiba tiba hp ku berdering.
"halo sat?"
"tan kamu inget kan sebulan lagi?"
"sebulan lagi november kenapa?"
"hih beneran gak inget? aku ke jawa INTAN!"
satria berteriak sangat keras sehingga beberapa pegawai melirik ku. Aku sekarang berada di toko untuk mengawasi keadaan di toko.
"nggak usah teriak juga satria!"
"maaf maaf kamu sih gak inget!"
"ya kali gak inget sih, orang gara gara itu aku sekarang jadi kur--"
hampir aja!
"kur apa? ayam? kur kur petok petok"
"haha...mulai jiwa humornya keluar."
"gak sabar nih pingin liat muka kamu yang misterius!"
"hmm, nanti pacar kamu cemburu loh!"
"pacar? nanti aku bawa ke sana deh!"
"wih, ternyata udah punya pacar nih! terus nanti kalo kamu kesini kerjaan kamu gimana?" oh iya satria itu pengacara loh, hebat yaa... pinter pasti dia!
"baru calon sih belum resmi jadi pacar, tenang aku udah nabung cuti kok."
"yaudah semangat kejar pacarnya!"
"kamu gak ngerasa gimana gitu aku punya pacar?"
"nggak, emang kenapa sih?"
"gak peka banget sih!"
"eh eh bentar ada pelanggan aku mau layani dulu pegawai ku lagi keluar Byee."
tut tut tut
aku langsung mematikan telepon dan menghampiri pelanggan.
waktu begitu cepat berjalan bisnis kerajinan ku semakin berkembang diet ku masih berjalan dan ini adalah hari dimana peresmian toko cabang pertama ku di langsung kan tentu saja ibu dan ayahku terkejut melihat aku yang sukses dan penampilan ku sekarang.
"nak kamu kok sekarang udah cantik aja!" kata ibuku sambil memeluk ku melepas semua rindu.
"udah sukses sekarang kamu nak! hebat kamu!" kata ayahku yang sudah terlihat dimatanya ada air yang tertahan untuk menetes.
"iya bu, yah ini semua juga berkat ayah sama ibu yang udah mendidik intan sampai seperti ini." tak kuasa aku menahan rasa bahagia ini, air membasahi kedua pipi ku dengan sangat deras.
"makasih." satu kata yang selalu ingin ku ucapkan pada mereka berdua.
"sudah sudah, ini acara bahagia jangan nangis okey?" kata ibu. aku hanya mengangguk.
acara peresmian toko cabang berjalan dengan lancar, sekarang aku dan keluarga ku yaitu adik laki-laki ku dan kedua orang tuaku sedang di restoran untuk makan siang. Tetapi sepertinya aku tak bisa makan bersama karna aku akan menjemput Satria di bandara.
"bu, yah aku mau jemput temen dulu ya! nanti aku kesini lagi bareng temenku!"
"okey, ini juga kayaknya bakal lama antri banyak soalnya." kata ibuku.
"ohh, oke Byee." pamit ku.
"hati hati nak"
-
-
-
"lama banget sih kamu! katanya jam 1 udah nyampe gimana sih!?" kata ku kesal karna sudah menunggu selama 20 menit sendirian.
"Intan?"
"iya siapa lagi SATRIA begoo!"
"gila cantik!" satria melongo melihat ke arah ku terus.
"udah ah yuk di tunggu keluarga aku ini!"
"sumpah ini pertama kalinya aku liat muka kamu!"
"iya terus? udah ayo!" aku menggandeng tangan satria keluar bandara.
"bentar bentar." kata satria menghentikan ku.
"apa lagi astaga!"
"will you marry me intan?" kata satria tiba tiba.
"hah?"
"iya,gimana?"
"pacar kamu mana biar aku aduin kamu mau selingkuh!"
"nggak intan aku gak punya pacar!"
"hah? coba ulangin kamu bilang apa?" aku tak percaya ini nyata, aku berusaha menyadarkan diriku dengan menyubit nyubit pipi tetapi, sakit? ini nyata?
"okey, intan Will you marry me?"
"halah masih muda udah mau nikah aja!"
"yaudah pacar mau gak?" kata satria sambil menatap dalam mataku.
"ihh kasian banget sih, kayak kucing lucu deh." aku memainkan pipi satria.
"heh, ayo jawab dong!"
"mau." aku malu pake banget, jadi aku langsung lari meninggalkan satria sendiri, eh malah nggak taunya dia ngejar:)
"mas, mbak jangan main kejar kejaran di bandara yaa..." kata seseorang sepertinya dia satpam disini? entahlah tapi aku udah terlanjur malu.
"maaf pak." jawab ku dan satria.
setelah itu satria langsung memeluk bahu ku, aku sih biasa aja karna udah ketutupan sama rasa malu tadi.
"aaaa... aku malu banget tau! kamu sih ngejar aku!"
"kok jadi nyalahin aku!" ucap satria yang semakin erat memegang bahuku.
"tan I Love You." suaranya lembut, terlihat jelas di wajahnya tergambar senyum yang lebar. membuat jantungku berdebar tak kuasa menahan pemandangan itu.
"Love you too♡"
-----------------------------♡♡♡--------------------------