Kehidupan sekolah yang dimulai sedari pagi hingga sore hari, membuat Neo merasa lelah menjalani aktivitas belajar selama itu. Dengan menatap buku dan juga guru yang ada di depan, terkadang membuat dirinya mengantuk hingga mengabaikan pelajaran yang diterangkan oleh sang guru. Neo hanyalah siswa biasa, tidak terlalu pintar dan juga tidak bodoh. Sekala standar saja. Tetapi bila ada kesulitan yang dihadapinya, ia selalu datang menghampiri siswi perempuan bernama Juli yang duduk di sebelahnya. Posisi duduk mereka begitu dekat, membuat Neo cukup leluasa mendekati Juli untuk sekedar bertanya mengenai pelajaran jikalau dirinya tidak paham atau ketinggalan materi. Juli yang sudah terbiasa menghadapi kehadiran Neo di hampir setiap harinya, mau membantu agar lelaki satu ini tidak mengalami kesulitan yang berkelanjutan dalam proses belajarnya di sekolah.
Kedekatan antara Juli dan Neo tidak serta merta hanya di posisi bangku sekolah saja. Namun, di saat pulang sekolah pun mereka berdua juga pulang bersama. Berjalan seirama sembari membahas suatu topik sudah biasa dilakukan oleh keduanya. Pertemanan antar mereka berdua terjalin cukup baik sejak duduk di kelas 1 sekolah menengah atas (SMA). Beragam hal yang mereka bahas. Dari momen-momen yang ada di sekolah, hingga membahas pelajaran sekalipun. Sepulang sekolah di sore hari adalah waktu yang cukup lapang bagi mereka untuk berduaan. Sebab bila di sekolah hanya sekedar membahas pelajaran semata, serta Neo dan Juli ingin menghindari gosip yang tidak-tidak dari anak-anak sekelasnya. Keduanya pulang bersama tanpa diketahui oleh seorang pun anak kelas mereka. Dengan janjian ditempat tertentu yang sudah berlangsung cukup lama, membuat mereka bisa menghindari pantauan mata dari teman sekelas.
Kali ini mereka berjalan seperti biasanya. Berbicara seraya melangkahkan kaki. Pertemanan ini sudah dirasa cukup lama semenjak masih menjadi junior di sekolah menengah atas. Pakaian seragam yang dikenakan, serta tas yang di sandang perlahan sudah dirasa berbeda. Perbedaan yang dirasakan semenjak di kelas 3 sekarang ini. Pemikiran itu muncul dari Neo yang memandang kebawah. Juli memandang Neo yang berkata demikian. Ia membalas ucapan yang keluar dari mulut Neo tersebut. Saat ini lelaki itu tengah menyadari betapa berharganya momen dikala masih duduk di bangku sekolah menengah atas. Perlahan Juli pun turut ikut dalam perasaan itu. Rasa sedih yang mana mereka akan meninggalkan bangku sekolah disebabkan oleh kelulusan yang sudah tidak lama lagi.
Karena itu pula, Neo dan Juli mulai membahas masa-masa indah di sekolah hingga tiba di persimpangan jalan. Langkah kaki berhenti sejenak untuk menyempatkan waktu bagi salam perpisahan pada hari itu. Dan mereka berdua mulai berpisah jalan.
Sore yang selalu menjadi waktu bagi Neo dan Juli dalam menikmati waktu berduaannya itu, dirasa sudah tidak lama lagi. Neo tidak tahu, apakah Juli akan berada bersamanya setelah lulus nanti. Begitu juga dengan Juli yang berpikir demikian.
Beberapa hari setelah pemikiran tentang kenangan masa-masa sekolah, Juli meberi sebuah kertas yang dilipat pada Neo yang ada disebelahnya. Neo membuka dan membaca tulisan yang tertera di kertas tersebut. Anggukan kepala menandai respon dari seorang Neo. Dan Juli pun tampak senang melihatnya.
Kembali di waktu sepulang sekolah seperti biasanya. Dua murid sekolah menengah ini tengah jalan bersama menyusuri jalan. Keduanya mampir di sebuah restoran makanan cepat saji, dan membeli beberapa makanan dan minuman untuk dibawa oleh mereka. Setelah itu perjalanan berlanjut sampai di sebuah tempat yang cukup jauh dari keramaian.
Tampak sebuah bangunan bekas yang tak utuh lagi isi ruangan dalamnya, mereka datangi dikala sore. Neo dan Juli berhenti di atas bangunan tersebut. Ini adalah keinginan dari Juli sesuai dengan apa yang tertera di kertas tadi. Ia ingin menikmati waktu berduaan bersama Neo. Mereka duduk dan mulai memakan makanan yang mereka beli sebelumnya sambil bercerita.
Diatas bangunan yang menyuguhi pemandangan indah di sekitarnya, membuat Neo maupun Juli merasa nyaman dan takjub. Mengobrol diselingi senda gurau, membuat suasana semakin menyenangkan. Momen itu berlangsung hingga matahari mulai tenggelam. Menyaksikan matahari tenggelam bersama adalah suatu hal yang baru sekali ini terjadi. Sebab selama mereka pulang bersama dan menjalin pertemanan yang begitu dekat, keduanya belum pernah melakukan hal semacam ini. Setelah matahari tenggelam, Neo dan Juli mulai membereskan sisa bungkusan makanan dan minuman yang ada. Setelah itu, tangan Juli menggenggam kuat sebelah tangan dari Neo. Lelaki itu memandang tangan dari perempuan yang ada di sebelahnya tersebut. Juli menundukkan kepala dan terdiam disaat sedang memegang tangan Neo. Kemudian ia mulai angkat bicara. Juli berkata bahwa momen ini merupakan hal terindah yang pernah dialaminya. Dan menyampaikan rasa terimakasihnya pada lelaki bernama Neo tersebut. Sedangkan Neo hanya membalas dengan senyuman setelah mendengar ucapan dari Juli.
"Perempuan bernama Juli yang aku kenal, sudah membuat hidup ini menjadi berwarna. Yang mana permulaannya adalah monokrom."
Juli mengangkat pandangannya ke arah wajah Neo. Genggaman tangannya masih berlangsung hingga perkataan selanjutnya yang dilontarkan oleh siswa lelaki terdekatnya itu.
"Hal itu adalah yang aku harapkan selama ini. Pribadiku tidaklah sempurna. Dan juga dirimu yang demikian. Namun, bila kita menyatukan ketidak sempurnaan pada diri kita. Itu akan menjadi lebih baik kan? Menuju sebuah kesempurnaan. Meski aku tahu manusia itu memang tidak sempurna seutuhnya."
Usai berkata seperti itu, Neo mengambil sebuah bunga yang ada di dalam tasnya. Setangkai bunga cantik diberikannya pada Juli. Melepas pegangan tangan, lalu meletakkan bunga di telapak tangan. Kini juli menggenggam setangkai bunga pemberian Neo tersebut.
"Bunga Itu adalah tanda bahwa aku menyukaimu selama ini. Jadilah cantik dan mekar seperti bunga tersebut. Jikalau mulai layu aku akan menyirammu dan merawatmu sepenuh hati. Agar kita bisa hidup bersama lebih lama lagi."
Neo tersenyum setelah memberikan kata-kata indah pada Juli. Perempuan itu diam dan tersipu malu mendengarnya. Ia mengangguk dan membalas perasaan Neo tersebut. Dan sekarang keduanya resmi memiliki status baru, Yaitu berpacaran. Lalu tangan Juli digenggam oleh Neo dan mereka pun berjalan pulang.
Di lain waktu setelah hari kelulusan, terpampang foto kebersamaan mereka yang di bingkai rapi di sebuah ruangan. Kini hari dan bulan sudah berganti, tetapi perasaan mereka berdua masih tetap sama hingga kini.
-----SELESAI-----