Namaku clara Jonathan.
Umurku skrng 18 tahun..
Aku tinggal sendiri di rumah pribadiku.
Sejak kecil aku sudah yatim piatu, sebenarnya aku baru keluar dari panti asuhan dan hidup mandiri saat umur 15 tahun.
Aku mengelola restoran yg terkenal di kota ku ini.
Aku membeli restoran itu dari uang yg orang tuaku titipkan untukku.
Malam ini entah kenapa aku ingin melihat bintang bintang di langit sana.
Aku pun melangkah menuju keluar rumah.
Dan disaat aku membuka pintu, aku terkejut melihat seorang pria terbaring di depan pintu rumahku.
"Hei siapa kau?! Kenapa kau berbaring disini!? " tanyaku sambil teriak.
Namun pria itu tidak membalas dan sama sekali tidak bergerak.
"Apa dia sudah meninggal 😐?" Tanya ku dalam hati.
Aku membungkuk lalu membalik tubuh pria yg tadinya tengkurap di lantai itu.
Kuperhatikan wajahnya yg terlihat lebam dan ada darah di dahinya.
Aku pun dengan segera memeriksa denyut nadinya.
Setelah itu aku menghela nafas lega, ternyata pria ini masih hidup.
"Kenapa dia bisa ada disini? Haiss menyusahkan saja" ucapku kesal.
Lalu menyeret tubuh pria itu kedalam rumah
Dan menaruhnya di atas sofa.
Aku pergi ke dapur untuk mengambil air hangat dan kain. Lalu kembali ke ruang tamu.
Aku memercikkan air ke wajahnya.
Dan akhirnya dia membuka matanya lalu duduk sambil memegang kepalanya dan meringis.
"Akhirnya sadar juga kau" ucapku dengan nada ketus.
Dia yg mendengar suara ku pun melihatku yg duduk di sampingnya.
Tatapan kami bertemu, kulihat mata hijau terangnya, dan hidungnya yg mancung rahangnya yg tegas menambah kesan tersendiri bagiku.
Wajahnya seperti bukan orang Indonesia?
"Who are you?" (Siapa kau?)
Tanya nya padaku menggunakan bahasa inggris.
"Harusnya aku yg bertanya siapa kau? Kenapa tiba-tiba saja kau tergeletak di depan rumahku!atau jangan jangan kau modus ya!!" Kataku masih dengan nada kesal dan menatapnya curiga.
"What are you talking about? Sorry i don't speak Indonesian" (apa yg kau bicarakan, maaf aku tidak bisa bahasa Indonesia) jawabnya yg seketika membuat mataku terbuka lebar.
"Astaga tuhan kenapa kau mengirimnya padaku, ya... walaupun dia tampan tapi sangat menyebalkan dan menyusahkan ku saja!" Protesku dalam hati.
"Huh... oke" aku mencoba tenang.
"What is your name?" (Siapa namamu?)
Tanyaku pada pria bule yg menatapku heran dan setelah mendengar aku berbicara bhsa inggris dia pun tersenyum tipis.
"Edward" jawabnya.
"Then where is your house? Why are you here?" (Lalu dimana rumahmu? Kenapa kau bisa berada disini) aku kembali bertanya.
"Sorry i don't remember anything" (maaf aku tidak mengingat apapun)jawabnya.
"WHAT" aku terkejut mengetahui dia sepertinya amnesia.
"And why do you remember your name?!!" Tanyaku dengan anda tinggi.
"I don't know" (aku tidak tau) jawabnya santai sambil mengangka bahunya.
Ingin rasanya aku membunuhnya saat itu juga.
"Let me stay here until i remember my past please"
(Izinkan aku tinggal disini sampai aku mengingat masa lalu ku kumohon) pinta edward sambil menunjukan wajah konyolnya padaku,.
"STOP" jawabku.
"Okey, but there are conditions!" (Okey tapi ada syaratnya!)
Dia mengangguk.
Lalu aku pergi ke kamarku mencari kamus bahasa Indonesia, dan melemparkannya ke pangkuan Edward.
"What is this?" (Apa ini?) Tanyanya sambil melihat isi isi buku yg sangat tebal itu.
"Read that and i want tomorrow you have to speak Indonesian understand!!" (Baca itu dan aku mau besok kau harus berbicara bahasa Indonesia mengerti!!) Jawabku dengan nada ketus.
Dia mengangguk.
"Huh.." aku duduk kembali di samping nya.
Lalu mengambil kain yg sudah ku rendam di air hangat dan mengompres luka bibir edward dengan pelan.
"Doesn't it hurt?" (Apa tidak sakit?) Tanyaku yg melihat dia hanya diam, namun tanpa kusadari selama aku mengobati luka di wajahnya dia terus memperhatikan wajahku.
"No" jawabnya.
Aku pun kembali membersihkan darah yg ada di dahinya.
Setelah beberapa menit kemudian..
Akhirnya selesai.
Aku menyuruhnya tidur di sofa karna tentu saja tidak mungkin dia tidur sekamar dengan ku.
Di pagi hari.
Aku bangun kesiangan darj biasanya.
Aku keluar kamar menuju dapur, tapi aku terhenti seketika melihat pemandangan yg tidak pernah kulihat.
Edward sedang menata makanan di meja makan.
Aku segera menghampiri nya.
"What are you doing edward?" (Apa yg kau lakukan?) Tanya ku yg heran melihat seorang pria berada di dapur.
"Memasak" jawabnya menggunakan bahasa Indonesia.
Seketika aku terdiam mendengar jawabannya .
"Ka.. kau bisa bahasa Indonesia?..." tanyaku dengan wajah terkejut.
"Ya,Sesuai perjanjian semalam, aku bisa tinggal disini jika aku bisa berbahasa Indonesia benar kan?" Jawabnya lagi lagi membuatku terkejut hingga hampir saja mati di tempat.
Bagaimana bisa ada seseorang yg menghapal bahasa asing dalam satu malam,
Dan ucapannya sangat sempurna.
"I.. iya" aku kembali mengontrol diriku dan duduk.
"Apa kau yg memasak ini semua?" Tanyaku
"Tentu saja, kalau bukan aku siapa lagi" jawabnya sambil tersenyum lembut padaku.
Saat aku melihat senyumnya, tiba-tiba jantung berdetak kencang, hal yg aneh bagiku, ini pertama kalinya aku terpeson melihat senyum seseorang.
Setelah selesai makan, aku bersiap-siap mau pergi ke restoran ku untuk mengecek keadaan disana.
"Kau mau kemana?" Dia bertanya padaku setelah melihatku memakai pakaian yg rapi.
"Oh iya.. edward aku ingin ke restoran dulu mungkin aku akan pulang sore nanti, aku titip rumah ya" saat aku mau melangkah edward memegang lenganku tiba-tiba sehingga aku yg tidak bisa menahan tubuhku pun tertabarak dengan dadanya...
Seketika jantungku kembali berdebar saat aku menyadari wajah kami begitu dekat, aku dapat merasakan deruhan nafasnya di keningku.
"Lepas edward apa yg kau lakukan" aku memberontak namun cengkramannya di lenganku sangat kencang.
"Aku hanya ingin bertanya,ingin bertemu siapa kau di restoran?" Edward bertanya dengan ku dengan nada dingin.
Aku kaget dengan nada bicara edward.
"Ak.. aku tidak ingin bertemu siapa siapa, restoran itu milikku aku hanya ingin memeriksa keadaan disana saja, ada apa denganmu! Lepaskan" aku menghempas tangan edward kasar.
Edward yg mendengar jawaban ku pun diam.
"Dasar menyebalkan! Buang-buang waktuku saja" ucapku di depan wajahnya dengan nada kesal.
Lalu keluar rumah dengan wajah yg tampak kesal.
Edward tersenyum melihat ekspresi ku saat itu.
Setelah dia melihatku pergi.
Edwar mengambil handphone nya lalu menelpon seseorang.
"Halo edward, kemana saja kau hah!!? Sudah dua hari kau tidak pulang!" Ucap seorang pria dari sebrang sana.
"Maafkan aku dad, aku akan pulang secepatnya, dan aku akan membawakan sesuatu untuk kalian, karna edward sudah menemukannya dad" jawab edward pada pria itu yg tak lain adalah dady nya.
"Baiklah, jika kau sudah menemukannya segera bawa dia kemari jangan terus menyembunyikan nya dari kami!" Ucap dady nya pada edward.
"Yes dad" jawab edward lalu memutuskan panggilan telfonnya.
Dia berjalan ke ruang tamu.
Dan melihat bingkai foto clara.
"Kau sangat cantik clara... sekian lama akhirnya aku menemukanmu juga.. aku tidak akan melepaskanmu" kata edward sambil memandang foto clara yg berada di genggamnya.
Sebenarnya edward bisa bahasa Indonesia.
Dan dia sebenarnya tidak lupa apapun.
Hanya saja Edward yg saat pertama kali sadar dari pingsan nya, dia terpesona dengan kecantikan clara, lalu tiba-tiba muncul ide untuk mengerjai gadis itu.
Dan karna suatu hal yg membawanya ke depan rumah clara, sampai skrng pun mereka masih mencari edward.
Bersambung.......
Season2 sudah ada ya judulnya "mendadak cinta".
Jangan lupa like.
And komen.
💖❤️
Mampir yuk di novel pertama author tinggal tekan profil author lalu cari novel judulnya
"cinta jadi benci"
Tinggal kan jejak kalian oke😉