" Pak Danang, kok di sekolah kita nggak boleh pacaran sih ? " Tanya April pada Pak Danang yang merupakan tukang kebun di sekolah itu.
" Iya, bener tuh. Peraturannya aneh banget " Sambung Ayu yang merupakan sahabat dekat April.
Mereka begitu antusias mendengarkan serba serbi tentang sekolah yang mereka tempati ini dari Pak Danang. Sebuah peraturan yang aneh bukan ? Bahkan sangat mengganjal bagi para siswa siswi di sekolah ini. Satu keanehan lagi di sekolah ini, yaitu banyaknya kasus gantung diri yang dilakukan oleh para siswi dengan motif yang hampir sama, yaitu masalah cinta.
" Begini ceritanya, lima tahun yang lalu ada seorang siswi bernama Risa penghuni kamar asrama nomor 123 " Ungkap Pak Danang pada April dan Ayu.
" Loh, Pril. Itu kan kamar kamu " Ujar Ayu.
" Iya, tapi ah peduli amat. Gue gak takut setan " Balas April dengan santainya.
" Bapak lanjut yah, singkat cerita Risa ditemukan gantung diri di kamar mandi umum asrama putri. Dan pada saat di temukan, ada sebuah surat yang ada dalam genggamannya. Surat itu berisi curahan hatinya, ketika hubungannya dengan Adnan harus berakhir. Dan kematian Risa, adalah awal dari peristiwa gantung diri di asrama putri ini " Jelas Pak Danang.
April dan Ayu manggut-manggut mendengar cerita yang di sampaikan oleh Pak Danang.
" Terus pak, cerita keduanya ? " Tanya Ayu yang masih dibuat penasaran.
" Cerita keduanya dan seterusnya masih dari kamar yang sama. Dan motif yang sama. Peristiwa gantung diri itu terus terjadi setiap tahunnya. Jadi bapak minta pada nak April, jangan sekali-kali berpacaran selama masih berada di sekolah ini. Kalau mau pacaran bapak sarankan sama cowok diluar sekolah ini aja "
" Loh kok gitu sih, pak. Cinta itu wajarlah buat kita yang udah remaja gini " Timpal April.
" Eh Pril, Lo pernah denger nggak, tentang cewek-cewek yang pacaran terus digentayangin sama hantu cewek. Katanya hantu cewek itu minta mereka jauhin pacarnya " Celetuk Ayu.
" Yaa, ampun Ayu, Lo percaya aja sama takhayul " Lagi-lagi April tetap tidak percaya dengan cerita itu.
***
Malamnya, April sedang berada di kamar asramanya sendiri. Ia merebahkan badannya yang sudah capek beraktivitas seharian. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi dan ada notifikasi pesan dari Rio yang merupakan teman sekelasnya.
Rio :
April, ketemuan yuk. Aku mau ngomong sesuatu sama kamu..
Sebuah senyuman tergurat dikedua sudut bibirnya, Rio adalah gebetannya sejak pertama ia masuk ke SMA ini. Dan belakangan ini, bisa dibilang bahwa ia sedang PDKT dengan Rio.
April :
Ok. Dimana ?
Rio :
Di kantin aja, nanti abis itu kita ke taman ..
Akhirnya April pun menyetujui dan segera bersiap-siap mandi sebelum menemui Rio. Ia menyalakan shower, sehingga seluruh tubuhnya diguyur air yang dingin. Lega rasanya.
" April " Panggil seseorang dari luar.
" Siapa yah, Ayu kali yah " Gumam April yang segera melilitkan handuknya di badannya.
Namun saat membuka pintu, tidak ada seorangpun diluar sana. Suasananya benar-benar hening dan sepi. Tidak suara apapun, April kembali memasuki kamar mandi dan melanjutkan mandinya.
Usai mandi, April segera mengenakan pakaiannya dan bersiap untuk bertemu Rio.
" Pril, Lo mau kemana ? " Tanya Ayu yang tiba-tiba berada di depan kamar April.
" Pergi bentar " Jawab April seraya mengunci pintunya.
" Aduuh, mau ketemuan yah sama Rio ? " Tanya Ayu yang mulai curiga.
" Tau dari mana lo ? " April bertanya balik.
" Yah tau lah, Rio tadi nanyain kamu " Jawab Ayu.
" Lah terus ? "
" Ehm, cepet pulang yah, gue pinjem komputer lo buat ngerjain tugas "
Akhirnya April meninggalkan Ayu di kamarnya sendirian. April terus berjalan melewati anak tangga, hingga ia melihat Rio yang sudah menunggunya di bawah. Sesuai janjian, mereka segera menuju kantin asrama dan makan bersama. Setelah itu, barulah mereka menuju taman.
" Aku mau nanya deh sama kamu " Ujar Rio seraya menatap lekat wajah April.
" Tanya apa ? "
" Kamu percaya nggak sama rumor dari aturan nggak boleh pacaran di sekolah ? " Tanya Rio penasaran.
" Nggak kok, aku nggak percaya. Itu cuman akal-akalan guru aja, biar nggak ada yang namanya mesum di asrama " Jawab April dengan santainya.
" Ok, kalau gitu, kamu mau nggak jadi pacar aku ? "
Mendengar hal itu, April tersipu malu seraya tersenyum tipis. Iya mengangguk mengiyakan permintaan Rio barusan.
" Ehem " Suara deheman itu, membuat April dan Rio terhentak kaget.
" Ayu, ngapain lo kesini ? Katanya tadi mau kerja tugas ? " Tanya April yang kebingungan.
" Nggak kok, mending lo cepet pulang. Gue cabut dulu yah " Balas Ayu yang langsung buru-buru pergi meninggalkan April dan Rio.
Setelah berbincang bersama Rio, April pun memutuskan untuk segera kembali ke asramanya. Diketuknya pintu itu, namun tidak ada jawaban dari dalam. Hingga akhirnya, April membuka pintu yang nyatanya tidak dikunci itu. Betapa kagetnya dia ketika melihat sahabatnya yang tergeletak tanpa busana di sofa panjang itu. Dan lebih parahnya, bagian leher Ayu yang mulai membiru seperti habis tercekik.
" Ayu, siapa yang lakuin ini ? Ayu, bangun yu " April mencoba mengguncang-guncangkan tubuh Ayu yang sudah bersuhu dingin dan pucat pasi.
" Sudah saya ingatkan, tentang aturan itu, tapi kamu membantah " Suara pria paruh baya itu terdengar dari arah belakang April.
" Pak Danang ngapain disini ? " Tanya April yang mulai dilanda kepanikan.
" Risa adalah anak saya, dia meninggal karena diputusi oleh pacarnya dalam kondisi hamil " Jelas Pak Danang yang sembari berjalan ke arah April.
" Maksud bapak apa, jangan macam-macam yah "
" Saya tidak ingin melihat perlakuan yang sama lagi. Saya tidak ingin ada siswi yang berpacaran di sekolah ini. Saya tidak ingin bayang-bayang Risa yang menderita masuk ke dalam pikiran saya "
Suara Pak Danang terdengar begitu menyeramkan dan penuh emosi. Ia terus berjalan mengikuti April yang berusaha menghindar dan berteriak meminta tolong. Namun usaha April tetap sia-sia, Pak Danang berhasil menarik lengannya dan menyetubuhinya dengan brutal.
Dan setelah itu Pak Danang mengikatkan tali di leher April hingga akhirnya April tewas di kamar asramanya sendiri. Dan Pak Danang membuat peristiwa itu seakan April yang melakukan bunuh diri di kamarnya. Sementara kematian Ayu, Pak Danang sengaja membuat semua seakan April yang menyetubuhi dan membunuh Ayu di kamarnya sendiri.