Malam yang indah...
...
Kunikmati pemandangan saat itu bersama pacarku diatas atap rumahku...
...
Dia adalah "Mitsu", kami sudah 2 tahun berpacaran yang pada saat itu kami mulai saling menyatakan perasaan diatap gedung SMA Sakura, di Tokyo dan kami sudah menduduki kelas akhir yakni kelas 12..
...
Kami memang sudah dekat sedari kecil dan aku selalu memandang dirinya sebagai adikku yang imut...
...
"Namun...
...!
*Duk!*
Mengapa!..
..
*Duk!*
Mengapa!!.. Mengapa hal ini terjadi pada orang yang berharga dan kucintai!!.." (Mata Kazuya terlihat seperti Trauma dan tangan kirinya memukul tembok berulang kali dengan genggaman kuat yang diikuti amarah, penyesalan, dan sedih, dan semua itu kini tercampur aduk didalam fikirannya)
*Duk!*
«««««««««
*Krauk... Krauk... Krauk...*
"Ka... zu... ya.. Ba...ng...unlah.." Suara yang terdengar familiar ini membuatku terbangun dari tidurku dan setelah ku melihat Angel yang berada disebelahku....
Dia... Dia.. Tangan kirinya yang kupegang terputus namun tetap menggengamku, badannya hanya tersisa setengah dan matanya menatapku dengan penuh kekosongan...
"Mi.. Mitsu!.. Mitsu!!.. Apa yang terjadi padamu Mitsu!?!" Aku terkejut dengan pemandangan disaat pertama kali aku terbangun dari tidur di malam yang indah kemarin...
"Ini pasti mimpi!!.. Ya, b-benar se-sekali!!.. Ini semua hanyalah sebuah mimpi, maka dari itu aku harus segera sadarkan diri!!" (Selang waktu disaat ingin menampar wajah dirinya, Mitsu menghentikan lalu mengucapkan sesuatu padanya)
"Jang.. an lakukan itu Kazu.. ya... Dunia ini sudah hampir berakhir karena sebuah retakan tanah yang terjadi di sepanjang jalan Tokyo... Uhuk!.." Aku segera memapah tubuh Mitsu dan memeluknya walau tubuhnya saat itu mungkin membuat kebanyakan orang akan merasa jijik...
Namun aku tak merasakan itu, tapi aku hanya merasa kasihan, sedih dan kesal dengan para monster yang melakukannya...
"Sepertinya para monster ini keluar dari sana dan mereka selalu bergumam 'Hancurkan makhluk manusia ini!' dan sebelum dia memakanku, uhuk!!.. Mereka memakan kedua orang tua kita terlebih dahulu..." Aku tak berkutik sedikitpun...
"Hiduplah, bertahanlah, dan bu...sa... raja... pe.. han... dimensi..." Suara Mitsu diakhir tak terdengar jelas oleh Kazuya saat itu..
Namun saat itu juga, aku merasakan detak jantung serta nafasnya terakhir kalinya...
*Rrhh?..*
Tak sadar diriku saat itu, ternyata monster yang sudah memakan setengah tubuh Mitsu saat itu melihat keatap rumahku dan dia seperti sedang melihat mangsa selanjutnya adalah diriku...
"Manusia!!.. Manusia matilah kalian makhluk menjijikan!!" Aku segera membawa sisa tubuh Mitsu untuk kukubur nanti agar dia dapat beristirahat dengan tenang...
Namun... Apa-apaan monster ini?!.. Bukan hanya dia kuat sekali, namun dia tak berhenti untuk mengejar kami sebagai mangsanya..
"Aku harus membuat pengalihan dan bersembunyi disuatu tempat terlebih dahulu sepertinya..." Tapi, dimana?!
*Dor! Dor! Dor! Dor!*
Suara tembakan?! Apakah itu bala bantuan sudah tiba?..
"Akhirnya aku bisa sedikit te... na...!?" (Kazuya terkejut melihat bala bantuan saat itu)
Apa ini?! Mereka sedang bertahan dari serangan monster yang ingin melewati jembatan penghubung kota!?... Namun tidak ada waktu berfikir, aku harus memanfaatkan ini untuk dijadikan pengalihan monster tersebut...
*Tap... Tap.......*
"Rrhh!! Kemana manusia itu pergi?!.. Biarkan saja dulu, dia seperti tikus! Lebih baik aku membantu monster disana!" Hah... Akhirnya dia sudah pergi, dan didepan sana terdapat Mini market serta taman tak jauh disekitarnya... Tempat yang bagus untuk peristirahatan terakhir Mitsu.. (Kazuya tersenyum dengan sedikit penyesalan sembari berjalan menuju Mini market)
*Kriett..*
"Halo, permisi... Apakah ada seseorang yang selamat disini?.." Hmm... Sunyi sekali dan gelap disini, apakah listrik dimini market ini tak menyala?
*Ctak...* (Kazuya menekan saklar)
Ya... Sepertinya begitu, tapi seperti ada yang a...?!
*Duk!... Duk!... Duk!...*
Apa ada seseorang disini?!.. Namun dari yang terdengar.. Pukulan pintu itu terdengar tak bertenaga dan lemas sekali... Karena dunia sudah aneh, bahkan monster pun ada didunia ini... Tidak mustahil jika itu hal yang mirip seperti Zombie akan muncul...
Aku harus mencari sesuatu untuk melindungi diriku sendiri... (Kazuya mengecek seluruh ruangan ia berada)
*Srakk... Srakk...*
Heh?!.. Apa itu? (Kazuya mencoba meraih sesuatu dibawah tempat kasir)
Sebuah tas besar dan isinya...
*Sriett..*
Apa-apaan ini?! Senjata api ringan dan berat masing-masing 3 buah dan lengkap dengan alat modifikasi, senjata tajam, granat kejut, granat ledak, dan alat medis?! Mengapa ini semua disini?!... Tapi aku beruntung disini terdapat katana serta lengkap dengan sarungnya...
----------
Dulu... Disaat diriku masih SD, aku selalu mengunjungi dojo tempat semua orang berlatih...
Dan hal yang membuat diriku terkagum adalah dengan pelatihan kendo disana... Seorang seniorku disana, disaat pertama kali melihatnya dia sedang berduel dan memenangkan duel tersebut.. Membuatku kagum dan menyukai teknik dan gerakan yang ia lakukan...
Namun... Seniorku berhenti disaat aku memasuki SMA dan berlatih, masa itu seniorku mengikuti turnamen kendo dan dia mendapati juara 2...
Akan tetapi!.. Hal yang membuat diriku kesal hingga dunia seperti ini adalah orang yang mengalahkan seniorku, dia membuat senior tak bisa melawan dengan kekuatan penuhnya karena senior diancam jika dia menang maka ayah dan ibu senior akan dipecat dari tempat beliau kerja...
Hal ini baru kuketahui setelah keanehan senior keluar secara mendadak dan dia sempat merintihkan air mata disaat dia mengatakan "ingin meninggalkan dojo", dan aku menemukan senior menangis setelah dia pergi jauh dari dojo...
----------
Walau hal itu masa lalu, aku hanya bisa mengingat dan merasa kesal pada orang tersebut karena sudah melukai seniorku!.. (Kazuya mengambil katana)
*Sring..*
"Betapa bahagianya aku bisa memegang sebuah katana asli saat ini... Mungkin zombie atau apalah itu, MENJADI SAMSAK PERTAMAKU!..."
*Tap.. Tap...*
Hmm... Mengapa sangat gelap disini, sebaiknya aku menyalakan senter terlebih dahulu.. (Menyalakan senter yang menepel pundaknya)
*Duk!*
*Arrghh?... Arrrhhh!!* (Zombie tersebut berlari hendak menggigit Kazuya)
*Tap...* (Kazuya menghindar dengan lembut)
"..... Sepertinya kau memilih lawan yang salah Zom-Bie?..." (Menarik katana dari sarung pedang)
*Cratt!.. Cratt!*
"Sangat tajam, seperti yang dikatakan senior......." Sudahlah, lebih baik aku mengecek keadaan orang-orang yang berada didalam ruangan..
*Tok, Tok...*
"Halo, permisi.. Zombie atau apalah itu aku sudah singkirkan, jika anda ingin keluar silahkan saja nona atau tuan?.." (Sunyi)
"..."
"Yasudah, tidak apa-apa... Tapi apakah ada yang terluka diantara kalian? Jika ada harap beritahu dan jika bisa ceritakan mengenai hal ini..." Aku merasa ada yang aneh dengan keadaan saat ini..
Pada dasarnya, mungkin zombie sama seperti yang berada difilm-film.. Mereka akan menjadi zombie jika mereka terinfeksi virus atau gigitan darinya.. Namun, tadi aku tak melihat sedikitpun luka gigitan dan kemungkinan adalah terinfeksi virus atau mungkin yang lain?..
*Kriett...* (Pintu ruangan staff terbuka)
"Maaf, atas ketidaksopanan kami.. Kami hanya takut anda memiliki niat busuk atau jahat kepada kami saat menolong..." Kami?.. (Kazuya memiringkan kepala)
Sepertinya 2 orang wanita, sekitar umur 21?.. Sudahlah, itu tidak penting... Sekarang yang terpenting adalah mendengarkan apa yang terjadi disini...
*Tap..*
"Aku izin masuk.."
"Ya, tak apa tuan.." Uhh... Itu terlalu formal...
"Panggil saja aku Kazuya.. Kalau boleh, aku ingin mendengarkan penjelasan kalian berdua mengapa bisa ada zombie atau apalah itu dimini market ini.." Sepertinya mereka kelelahan ya?... Wajah cantik dan mempesona , tubuh yang indah serta lekukan tersebut... Hah.. Untung saja diriku masih bisa menahan nafsu menjijikkan ini... Jika tidak, entah apa yang terjadi pada mereka berdua...
"Jadi begini Kazuya-san..."
..........
Seperti yang kudengar dari penjelasan mereka bahwa terdapat sesosok hitam pekat semacam kabut dan memakai jubah hitam disaat mereka hendak mengecek apa yang terjadi diluar mini market..
Mereka mengatakan bahwa pada saat itu mereka sedang berlima dan sesosok hitam pekat itu merapalkan semacam lafal aneh dan sesuatu yang aneh terjadi pada mereka saat itu...
Teman mereka yang bernama Klyn pergi keluar untuk meminta pertolongan, namun tak kunjung kembali.. Dan Kuzaki serta Fuzi mengalami hal aneh semacam kejang-kejang dan pupil serta urat mereka berwarna biru, dan pada saat itulah mereka menjadi seperti zombie dan mungkin mereka sebentar lagi juga akan menjadi seperti mereka...
Hah... Keputusasaan yah?..
"Mitsu..."
"Ada apa Kazuya-san?.." Eh, Apakah aku mengatakan sesuatu tadi?..
"Tidak, tidak apa-apa.. Aku hanya ingin mengatakan 1 hal pada kalian..."
"Apa itu Kazuya-san?.."
"Jangan pernah menyerah atas apa yang hilang dalam hidupmu, namun berjuanglah terus hingga tetes darah penghabisan menyentuh bumi... Aku akan berjanji untuk membuat kalian takkan menjadi seperti zombie itu... Akan ada jalan jika kita mencari dan terus berjuang.." (Kazuya tersenyum)
"...." (Mereka berdua tersipu dengan senyuman yang diperlihatkan Kazuya dengan tulus)
"Ba-baiklah, Kazuya-san..." Ini lebih baik...
*Tringg..*
[NAME: Kazuya/Human
STR: 28
AGI: 33
INT: 22
STA: 38
DEF: 34
MANA: 330
JOB:?????]
Apa ini?! Layar informasi semacam digame?..
"Apa ini? STR? AGI? Dan yang lainnya? Aku tak mengerti apa maksudnya..."
"Ini semacam digame-game bukan?"
"Apa kau mengerti?"
"Tidak.." Haduh, mereka gaduh sekali seperti anak kecil saja...
"Oh iya, sepertinya kita belum berkenalan.. Sekali lagi namaku Kazuya, umurku 22..."
"Ah, iya benar juga.. Namaku Riku"
"Dan aku Kitori, salam kenal" (Mereka membungkuk)
"Ah iya, salam kenal juga... Tapi tak perlu sesopan itu juga..." Mereka sangat baik dan beretika..
"Apakah kami boleh tahu apa yang membuat Kazuya-san, mendatangi mini market ini?.." (Kazuya terkejut karena tak tahu ingin menjawab jujur atau bagaimana)
[Waspada!
SESUATU MENDEKAT DALAM JARAK 3 METER DARIMU!]
"Hati-hati Kazuya.... san?!.." (Mereka terkejut dengan kecepatan gerakan Kazuya saat Zombie hendak menyerangnya)
*Cratt!...*
"Aku... Aku kesini hanya ingin membuat tempat... Tem.. Tempat peristirahatan untuk seorang yang berharga agar nyaman untuknya... Maaf untuk hal ini, aku ingin kedepan... Jika kalian ingin bersama dan mencari solusi untuk sebuah kutukan yang kalian miliki, temui saja aku ditaman..." Mengapa... Mengapa!!.. Hanya karena sebuah pertanyaan seperti itu saja membuatku teringat kembali padamu... Mitsu... (Kazuya hendak pergi dengan wajah yang sekilas terlihat oleh Riku saat itu)
[SKILL AKTIF: Empati (lv 1)
DISAAT SEORANG TARGET BERADA DALAM JANGKAUAN 1 KM, PENGGUNA AKAN MERASAKAN HAL ATAU PERASAAN YANG SAMA DIRASAKANNYA OLEH SEORANG TARGET. ENTAH ITU SEDIH, BAHAGIA ATAU YANG LAINNYA. SKILL INI HANYA DAPAT DIGUNAKAN TERHADAP 1 TARGET (MENINGKAT SEIRING 3 LEVEL). PENGGUNA BISA BERBAGI APA YANG IA RASAKAN PERASAAN DARI TARGET KE ORANG YANG IA SENTUHNYA (MAKSIMAL 1, MENINGKAT SEIRING 1 LEVEL)]
"Apa dia tidak punya hati!! Mengapa dia tega hingga membunuh Fuzi didepan kita!?.." (Kotori kesal dengan apa yang dilakukan Kazuya)
"Tidak..."
"Apa yang kau maksud tidak, Riku? Bukankah jelas dia sudah melakukan tindakan ke... ji?!..." (Kotori melihat air mata Riku mengalir entah mengapa)
"Kitalah yang keji... Karena pertanyaan yang kita tanyakan saat itu, membuat dirinya sekali lagi tertampar dan tertusuk beribu kali padanya..."
"Apa maksudmu Riku?..."
"Cobalah pegang tanganku..."
~~~~~~~
*Zrashh.... Swuushh...*
Mitsu!!... Mitsu!...
~~~~~~~
"Hah... Hah... Hah... Apa?... Siapa itu barusan?.. Apa yang kulihat tadi?.." (Kotori tanpa sadar meneteskan air mata juga)
"Yang kau lihat adalah jawaban dari pertanyaan yang kita tanyakan sebelumnya... Mengapa dia kemari dan untuk siapa dia membuat tempat peristirahatan... Kau kini tahukan, siapa yang keji terhadap siapa?" (Kotori dan Riku berdiri hendak menghampiri Kazuya)
...............
(Disaat yang sama, disisi Kazuya...)
(Taman dekat Mini market)
*Usap-usap* (Kazuya sedang meratapi tempat Mitsu beristirahat)
"Maaf... Maafkan aku Mitsu.. Aku tak bisa menjadi pacar yang baik atau kuat, dan juga gagal menjadi seorang kakak yang mampu melindungi adiknya..."
*Jderr!...* (Hujan turun membasahi Kazuya dan kuburan Mitsu)
Sekali lagi....
Maaf...
(Kazuya menangis sembari berteriak dengan penyesalan akan ketidakpuasan dirinya saat itu)
(Dan Riku juga Kotori yang melihat hal tersebut, hanya bisa memandang tanpa menggangu Kazuya)
Note: Jadi sebenernya aku tuh udah bikin sampe 1307 kata, terus karena pengen ngitung kalkulator... Gak sengaja kepencet mode multi-window dan akhirnya semua yang kuketik hilang dan kembali ke 392 kata... Jadinya ceritanya sedikit berbeda dengan yang seharusnya kefikirkan sebelumnya...
Maaf ya kalo gak bikin jantung berdegup kencang, kalo aku bikin kek gitu, nanti kalian masuk rumah sakit... Xixixiixixi...
Salam dari,
FTΔfriltzy-san