Aku adalah Renata aku tak pernah berfikir kalau ada sesuatu yang ajaib benar ada nya, Aku selalu ingin ke luar negeri menikmati suasana di sana dan aku ingin merasakan dinginnya salju aku belum pernah kesana sama sekali di musim dingin di Eropa aku berkhayal tentang aku sampai ke sana dan betapa senangnya aku.
Bermain salju dan melihat pemandangan yang indah gedung-gedung bersejarah seperti di Roma benar-benar tak pernah terpikirkan olehku pada suatu hari aku mendapatkan sebuah kiriman yang menurutku aneh.
"Aduh, ini kiriman nyasar kali ya kiriman siapa ini ?," ucap Renata yang kebingungan sambil memegang kotak kiriman itu.
Renata membawa kotak itu kedalam kamar nya Tak ada satupun yang bisa Ia tanyakan dan kepada siapa karena paket itu seperti paket misterius yang tidak ada pengantarnya.
Sempat ketakutan karena daya imajinasi dari Renata sangat tinggi Dia mengira itu adalah bom yang dikirim oleh temannya yang sudah tidak berhubungan lagi atau benci terhadap dirinya ataupun haters-nya padahal dia bukan siapa-siapa.
Memang terkadang lucu daya imajinasi itu namun bagaimana kalau fantasi itu benar benar ada di dunia nyata.
Di kamar Renata yang sedang belajar tak bisa konsentrasi karena terus penasaran dengan kota itu.
"Aduh jadi was-was begini aku taruh di luar tapi takut yang punya paket datang kesini.. aduh...bagaimana kalau itu bom, tapi tidak ah dari tadi gak meledak mungkin aku sudah jadi butiran debu kali kalau itu benar benar bom," ucap Renata
Renata tidak membukanya sama sekali tapi kotak itu terbuka sendiri padahal angin saat itu tidak terlalu kencang, namun kotak itu terbuka sendiri reaksi yang ditimbulkannya dari Renata merinding namun karena masih sore jadi dia meyakini bahwa perbuatan itu bukan perbuatan dari setan yang menjahilinya.
Renata berjalan mendekati kotak itu dan ia sangat terkejut di mana terdapat dua pasang sepatu berwarna hitam yang terlihat sangat cantik karena berkilap sepatu itu terbuat dari kulit.
Renata pun melihat sepatu itu dari dekat dan lebih dekat lagi saat ia mengambil sepatu dari kotak itu sehingga ia tertarik untuk mencobanya.
"Coba aja kali ya kayaknya emang nih sepatu dikirim dari seseorang yang menyukaiku mungkin di kampus Adi menyukaiku kali aduh Dasar penggemar rahasia," rasa kepercayaan diri ranata sangat tinggi padahal itu mengarah ke arah Geer.
Setelah mencobanya karena terkejut benar-benar sangat terkejut sepatunya sangat cocok di kakinya.
Ada kertas di bawah sepatu itu ternyata dan Renata membacanya dengan serius biasalah Renata kan jomblo jadi sedikit Renata berharap bahwa itu adalah surat cinta.
Namun tak disangka itu loh surat yang sangat membingungkan Dia berkata sepatunya adalah sepatu tujuan Jika kamu ingin ke manapun kamu bisa sampai sana tapi kamu tidak bisa kembali dengan sepatu ini.
Sebutkan tempat dimana saja di dunia yang kamu ingin jelajah dan kamu akan sampai ke sana hanya perlu berkata Iya.
Tanpa berpikir panjang Renata mengucapkan ingin pergi ke Eropa yaitu tepatnya ke Belanda tiba-tiba saat itu mengeluarkan cahaya dan impian Renata pun datang.
Saat itu di Belanda sedang ada musim salju dan disana ketika pergi ke taman ia merasakan betapa indahnya pemandangan di sana dan dan es yang pertama kali dia sentuh.
Pada awalnya baik-baik saja namun Iya merasa kedinginan karena saat itu ia hanya memakai baju biasa tanpa jaket berbulu ataupun kaos kaki.
"Kenapa aku bisa ke sini ini benar-benar sepatu ajaib apakah aku sedang mimpi," benak Renata
kalian pernah gak sih mendapatkan larangan untuk memakan sesuatu yang kalian suka dari dokter misalnya kalian dilarang memakan coklat padahal kalian sangat menyukai coklat saat itu tanpa berpikir panjang kalian melanggarnya dan memakan coklat dengan lahap namun Apakah menimbulkan ketidaknyamanan pasti tentu nya.
Pasti tentunya ya Sama juga sayang apa meskipun ia menikmati berada di tengah salju memang merasa badannya tidak enak karena ingin seperti menusuk.
Iya pun mencari tempat berteduh dari hujan salju beberapa menit ia memandangnya dengan senyum namun ia memandangnya dengan rasa muram tak terlupakan kata-kata di surat itu bahwa ia tidak akan bisa kembali dengan sepatu itu.
Iya berteduh di depan restoran tak enak hatinya ia melihat pemilik restoran tersebut melihatnya dengan tatapan sinis mungkin dia berkata orang aneh dari mana ini kenapa di hujan salju seperti ini ia hanya memakai pakaian seperti itu hanya kaos biasa.
Iya kirim berjalan ditengah hujan salju dingin sekali yang dirasakan di tubuhnya biasanya Iya selalu terpapar matahari dan sekarang tubuhnya harus beradaptasi dengan dinginnya hujan salju.
Terhentinya Renata untuk memohon kepada sepatu itu untuk membawanya kembali dan berkata ia menyesali apa yang ia katakan ia tidak ingin ke manapun.
"Aku mohon sepatu ku bawa aku kembali," ucap Renata.
Putus asa ia rasakan karena sedikitpun tak ada signal sepatu itu berubah dan membawanya kembali Renata berharap ada gemerlip dari sepatu nya kembali.
Ia tak membawa apapun dari rumah dan tak mungkin juga ia meminta bibi nya membayar tiket pulang nya, bibi nya saja repot dengan 5 anak.
Perjalanan tanpa arah sampai akhirnya bertemu dengan anak kecil yang sangat lucu dan memeluk nya.
"Kenapa Tante tidak memakai jaket apa Tante kedinginan," ucap anak kecil itu
"kenapa kamu sendirian ?," Renata bertanya dengan ( bahasa Inggris ).
"Aku sedang main hujan salju Kaka aku di beri waktu 10 menit oleh kakek nenek di sana di mobil," menunjuk kearah mobil.
Tersenyum Renata ke arah mobil ( karena melihat kakek nenek lylia membuka kaca mobil dan tersenyum. Anak kecil itu bernama lylia, Lylia mengajak Renata dengan menuntun tangan Renata ke arah mobil untuk bertemu dengan Kakek nenek nya.
"Kake nenek aku menemukan Tante yang suka bermain sangat di hujan salju ini, bahkan lebih hebat dari ku Tante ini tak sama sekali dingin."
Renata pun masuk mobil karena diajak oleh kakek dan nenek dari lylia kisah Nala Renata berkata sejujurnya bahwa wa iya tersesat namanya tidak bisa mengungkapkan tentang sepatunya itu yang bisa mengungkapkan suatu kebohongan bahwa ia ditipu oleh temannya.
kakek nenek Renata bersedia memberikan tiket pesawat untuknya kembali namun Renata menolak karena ia tak mau berhutang Budi.
Jadi untuk memudah kan kakek dan nenek dari lylia memberikan solusi Renata boleh bekerja disini sebagai pengasuh Lylia karena dilihat Renata sangat dekat lylia sebagai bayaran tiket nya.
Selama 2 minggu kesepakatan yang berlaku Renata sangat menikmati hari-harinya selama 2 minggu itu dengan dilihat terlebih lagi Lily adalah anak yang sangat manis.
pernah ada suatu kejadian saat mereka berdua sedang memandang hujan salju Dia berkata dengan polosnya.
"Papah pergi ke surga dan nenek berkata di surga papah mengirim hadiah untuk ku melalui bola bola salju yang turun dari langit."
"Mamah pun sudah pergi aku tak pernah melihat nya mamah sudah pergi dari aku masih bayi nenek bilang wajah mamah sangat bersih kulit nya sangat bersih seperti salju."
"Tante," lylia menatap kearah Renata dan tersenyum.
Renata memeluk nya namun ia sedikit terganggu dengan panggilan Tante.
"Lylia sayang panggil Kaka aja ya," ucap Renata
"Kenapa memang nya Tante," ucap Lylia dengan menggoda.
"Uh,, nakal ya," dan menggelitik lylia.
Waktu berlalu hingga akhirnya mereka harus berpisah disayang kan perpisahan mereka di warnai dengan air mata lylia ternya sudah lama mengidap kangker dan baru di ketahui nya saat terkahir kali saat Renata ingin pergi dan kakek nenek nya meminta Renata untuk menunda keberangkatan karena dia mau Renata ada di sebelah nya saat oprasi berlangsung.
Oprasi berjalan dengan iringan doa untuk keselamatan Lylia namun Tuhan lebih sayang lylia, lylia pun mungkin sudah merindukan kedua orang tua nya.
Stelah ia pulang ia masih memeluk Poto lylia dengan erat bahkan sampai tidur nya selalu memeluk nya.
Dan untuk sepatu itu Renata menyimpan nya sekarang Renata menjadi giat belajar untuk menyelesaikan studi nya dan bekerja mengumpulkan ia ingin ke sana lagi menikmati salju.
Ya pasti sepatu nya hanya untuk menghemat ongkos agar tak perlu membayar berangkat dan pulang untuk tiket pesawat.