Dimana tempat yang paling sepi selain hati yang sudah remuk di tinggal pergi.
Kau tau kah?
Satu - satunya orang yang mengerti cara mencintaiku adalah kamu.
Lalu kenapa kamu memilih untuk pergi, seolah semua suasana hati yang pernah kita rasakan tak lagi hal yang membuat kamu peduli,
Aku pernah mencoba mempertahankan cinta kita, aku bertahan sendirian begitu lama, hingga aku lupa cara mencintai diriku sendiri,
Aku terlalu jauh menjatuhkan diri kepada perasaan sayang kepadamu,
kamu yang dulu begitu selalu membuatku terbang tinggi seakan aku berada di atas angkasa
Hingga aku lupa diri...!
Bahwa yang diajak terbang terlalu tinggi bisa saja di jatuhkan untuk mati.
Aku mencoba berkali - kali untuk memahami namun tetap saja cinta ke kamu,
Lama sudah waktu begitu cepat berlalu, melupakanmu adalah perkara tersulit dalam hidupku. ( heheh)
Kita yang dahulu adalah kata yang selalu kusebut dengan BAHAGIA
meski sesekali duka datang menjadi pemanis kisah cinta,
sesuatu yang tidak pernah kubayangkan berakhir begitu saja tanpa alasan yang pasti.
Bagaimana mungkin kisah kita yang manis tiba - tiba terasa pahit menggerogoti hati, namun itulah Realitanya.
Terkadang kenyataan memang terlalu tidak masuk akal.
Atau barang kali akal ku yang tidak bisa menerima semua ini,
Kamu tidak lagi menerima sebagai cintamu
berhari telah berganti bulan dan tahun juga ikut ambil bagian,
namun perasaan begitu sulit untuk di taklukan dia memilih kamu dan aku tidak bisa memilih untuk tidak rindu, kubiarkan diriku tenggelam dalam hal - hal yang dulu kita banggakan,
meski aku sadar semakin lama sendiri seperti ini semakin banyak hal yang tidak bisa kunikmati,
Namun bukan kah mencintaimu seperti ini juga bagian dari menikmati perasaan, meski aku juga sulit untuk menjelaskan bagian mana yang membuat orang bahagia dalam menikmati perasaan yang dulu penuh luka?
Mungkin ini adalah cinta yang tak semestinya memiliki
perasaan yang dulu begitu bahagia kini menjelmah luka yang tak terkira,
Atau mencintaimu memang bukan hal yang seharusnya ku lakukan dulu,
sebab setiap kali mengingatmu rindu dan pilu menjelmah menjadi Luka yang teramat sakit.
Rapuh ketika kecewa membuatku tenggelam dalam luka
Menggrogoti pikiran ini untuk berhenti berpikir jernih
Melumpuhkan semangatku untuk bergerak,
Tidak lagi aku temukan jalan keluar Yang ada hanya buntu, tanpa tujuan.
Kemana aku harus mencari pelarian, disana tidak aku temukan gerbang kebebasan,
Sampai akhirnya yang terjadi, hanyalah aku yang putus asa sendirian
Aku butuh kamu sementara cinta tidak betah membuat kita tidak bertemu,
aku merindukanmu sementara luka selalu saja mengingatkanku bahwa kau adalah masalalu yang tak pantas di ingat-ingat.
Bagaimana aku bisa hidup tenang saat kamu dan semua hal yang kita sebut kenangan masih saja betah pulang.
Aku di sini menunggu dan menanti cinta sejati karena bukti dari kesabaran serta kesungguhan akan sebuah rasa yang disebut cinta.
Namun, menunggu juga harus dilakukan dengan pikiran yang terbuka dan perasaan lapang dada. hidup hanya sekali, waktu terus berjalan dan zaman akan semakin berkembang, tak perlu berlarut - larut dalam kesedihan dan kesendirian.
Percayalah bahwa segala yang indah dan selalu kamu semogakan akan segera datang. tentunya, selama itu semua dilakukan dengan usaha dan doa yang maksimal.
Kelelahan ini telah menjajah pada jiwa, keletihanpun merajam sukma.
Langkah mulai tak terarah ketika rasa tak mampu lagi tuk berucap kata.
Biasa rona bahagia perlahan sirna, senyum tak lagi tampak pada wajah.
Terselimuti duka mengulum nestapa, yang kian menganga dalam lara.
Hamparan mega yang kian kelam menutup cahaya sang rembulan.
Hingga gelap makin menutup bulan kesunyian pun meraja.
Keindahan nirwana telah porak poranda, kesejukkan kasturi tertelan api yang membara.
Kini yang ada hanyalah kebisuan di antara kita berdinding keegoan tanpa memiliki jeda.
Akankah semua itu berlalu tuk kembali bahagia?
Hingga tiada lagi yang bisa memisahkan.
Ah ... itu hanyalah ilusi belaka, yang takkan pernah mampu kujamah.
Sebab sekarang aku lebih melekat pada duka.
Duka yang kian lama kian menghimpit bahagia ku damba bahagia di setiap detik.
Meski itu sebatas mimpi sesekali aku ingin merasakan nikmatnya bahagia.
Bukan aku tidak percaya bahwa bahagia itu ada, faktanya yang kudapat hanya selalu duka.
Aku tak menyalahkan waktu ataupun ketentuan Sang Ilahi
Aku sebatas dan ingin menggapai bahagia meski itu dalam mimpi.
Tuhan jangan k batasi lagi kedekatan ku dengan kebahagian itu
Aku sudah tak kuat berada di jurang Luka dan kecewa.
Ijinkan aku hidup dengan penuh bahagia.
Hingga aku benar _ benar bisa merasakan yang katanya akan indah pada waktunya.
Tuhan jangan buat aku menyerah, beriku kesabaran
Dengan ujian hati yang bertubi - tubi menghantam jiwa.
Batas kesabaran dan kekuatanku kian Melemah, tuhan..
Sekarang esok ataupun Lusa aku benar - benar mengharapkan kebahagiaan itu datang di dalam hidupku bukan untuk singgah namun menetap.
Mengapa masih kau rangkai sang kata
Melantunkan sajak yang tak lahi bermakna
Mengapa kau tebar lagi larik pujangga
Menyanyikan lagumu seakan penuh kecewa
Tak ku tahu kisah di balik bahumu
Namun setidaknya hargailah laju langkahku
Tak ku tahu luka apa yang telah membelenggumu
Namun setidaknya mengertilah keberadaanku
Kita memanglah sebuah masa
Di mana lara pernah membersamai nyawa
Relakanlah luka yang pernah kau punya
Karena dia pun berhak bahagia
Relakanlah segala kenangan bersama
Karena aku pun kini berhak mendampinginya
Teruntuk hati yang pernah luka, Pada jiwa yang selalu tersakit
Jangan biarkan ia terus menganga ya, Merejam dan semakin membabi buta hingga damaipun tak dapat lagi kau rasa.
Masuk saja dulu di kamarmu dan berdoalah sejenak, dengan sepenuh jiwa pula rasa, Merelakan segala gunda gulana, merelai segala resah yang ada membalut luka memeluk jiwa pula raga.
Meminta maafkan pada diri sendiri itu paling utama , sebagai awal kedamaian jiwa.
Memaafkan kepada mereka adalah langkah kedua agar hatimu lapang tiada Tara.
tak dapat kita mengatur lidah mereka atas lisan yang menggoreskan luka pada jiwa,
Cukup jaga hatimu saja pula Lidah dan Telinga.
Sebab Ilahi tak pernah meninggalkanmu menanggung sendirian.
Ingin ku kubur luka dalam - dalam sekuat tenaga aku menahan lebam
Menikmati rasa sakit yang menghujam tiap kali teringat akan masa yang silam,
Tak ingin lagi ku gubris saat sapamu hanya membuat hatiku makin teriris
Tak ingin ku tatap kisah lalu yang masih terlukis tentang kisah cinta yang berujung tragis
Setumpuk rinduku masih milikmu namun enggan untukku kirim padamu
Bait - baitku masih saja tentangmu
Namun ku tahu ia sudah tak layak untukmu
Menghindarimu terasa menyakitkan tapi apalah dayaku yang memalukan
Sepucuk suratmu amat memilukan untukku yang amat merindukan.
*Semoga suka ya teman-teman*🥰
*BlueLovers*