"Dasar kalian para makhluk tua," seru Syalila.
Seorang wanita yang menjadi Ratu dari Kerajaan Tanah Hijau, namun tingkah lakunya sangat konyol hingga membuat penghuni Kerajaan Tanah Hijau terkadang dibuat menggelengkan kepala.
"Ya ampun Ibunda," ucap Leon.
"Dasar anak cicak tidak tau diri!" seru Syalila.
Terlihat wanita itu sedang memarahi kepada kedua anak kembarnya, namun sesaat kemudian.. nampak Phay datang dengan muka yang sangat menjengkelkan.
"Apa yang kau lakukan kadal ompong! pagi-pagi begini kau sudah menampakan wujud mu dihadapanku!" gerutu Syalila.
"Ya ampun Ratu, mengapa kau selalu memanggilku dengan sebutan kadal ompong. Apakah tidak ada sebutan yang lain selain itu, aku sudah jenuh mendengarnya selama puluhan tahun," canda Phay kepada Syalila.
Saat Syalila mendengar hal itu, nampak wanita itu langsung tersenyum.
"Baiklah, aku tidak akan memanggilmu kadal ompong lagi mulai sekarang," Jawab Syalila sambil tersenyum.
Saat mendengarkan hal itu, nampak siluman bulus putih itu langsung tersenyum kepada istri dari junjungannya.
"Terima kasih, Ratu," ucap Phay kepada Syalila.
"Baiklah, mulai sekarang aku tidak akan memanggilmu kadal ompong lagi. tapi mulai sekarang Aku akan memanggilmu kadal buntung saja," ucap Syalila kepada Phay.
Leon yang mendengarkan perkataan sang Ibu, nampak pria muda itu tertawa terbahak-bahak.
"Apa yang kau tertawakan anak cicak, Apakah kau sudah mengerjakan tugas yang ibunda berikan!" seru Ridha sambil menunjuk Leon dengan ranting yang dari tadi dia bawa.
Sesaat kemudian, nampak Rion datang dengan wajah yang sumringah dan Syalila yang melihat putranya itu dengan sebelah mata yang memicing.
"Hai anak kutu, apa yang kau tertawakan. baru masuk rumah malah bibirmu sudah cengengesan seperti itu," ucap Syalila kepada Rion.
"Baru pulang sudah mendapatkan hadiah nama baru seperti ini," gerutu Rion. saat baru pulang dan mendapatkan stempel nama baru dari sang ibunda.
"Ibunda Ini kenapa sih, selalu memanggil kami berdua dengan sebutan anak cicak, anak kutu, anak pria tua. ibunda ini sebenarnya hendak menamakan kami apa sih," gerutu Leon dan Rion.
"Kenapa kalian, memangnya tidak terima dengan sebutan ibunda, kalian ini tingkahnya seperti cicak yang merayap di dinding rumah," jawab Syalila. sambil melotot saat kemudian nampak Zhen yang sedang berjalan-jalan, pria itu ingin menyapa Ratu dari Kerajaan Tanah Hijau.
"Selamat pagi Nona Syalila!" seru Zhen kepada Syalila.
"Zhen kok ini tinggal di sini berapa ratus tahun, dan aku tinggal di sini berapa puluh tahun. aku ini sudah mengeluarkan 3 anak cap kutu kupret itu, lalu Mengapa kau memanggilku Nona terus. tidak bisakah kau memanggilku nyonya atau Ratu. dasar kau ini pria berekor!" seru Ridha kepada Zhen. nampak pria itu harus mendapatkan asupan air panas di pagi hari yang sedikit buram.
"Kau kena juga dong Paman Zhen," sindir Leon dan Rion.
"Memangnya Ratu Sya, sarapan apa tadi pagi?" tanya Zhen kepada Leon.
"Kelihatannya tadi pagi ibunda memakan satu mangkok paku, dua mangkok ubur-ubur, dan 1 baskom larva gunung Merapi," jawab Leon. nampak Zhen menatap pria muda yang ada dihadapannya.
"Dasar ibu dan anak sama saja, berbicara pun mereka tidak pernah disaring," gerutu Zhen
Tak lama kemudian 1 orang memasuki tempat keberadaan mereka, dan Hal itu membuat semua perkataan Syalila bertambah parah.
"Ibunda!" seru xia kepada ada sang ibunda, putri dari Syalila itu mendatangi ibunya dan hendak mencium pipi sang Ibu. lalu nampak di belakangnya Riu muncul sambil tersenyum kepada mertuanya itu.
"Ini pria berekor satu lagi.. kenapa datang kemari!" seru Syalila kepada ada Riu.
"Memangnya kenapa Bunda,apa aku punya salah?" tanya Riu kepada Syalila.
"Kalian kesini membawa apa? kalian ini selalu ke tempat ku hanya untuk makan dan menghabiskan makan ku, kalian ini semuanya para pria yang tidak mempunyai wajah sama sekali, bahkan wajah kalian itu seperti tanah datar yang tidak tak tahu malu," gerutu Syalila sambil menunjuk satu persatu orang yang ada di hadapannya.
Nampak mereka semua saling memandang satu sama lain, kemudian pemimpin dari Kerajaan Tanah Hijau tiba-tiba muncul dengan membawa begitu banyak bunga di tangannya.
"Lihatlah istriku, aku membawa bunga untukmu," ucapan kepada Syalila.
"Ya ampun suamiku, kenapa kau harus membawa bunga. seharusnya kau mencari buruan hewan yang sangat banyak. Aku capek melihat parah manusia berekor dihadapanku dan berusia tua ini, mereka memang tidak tahu diri ke tempatku hanya untuk numpang makan saja," gerutu Syalila.
Saat Ley melihat wajah sang istri, nampak pria itu juga mendapatkan semburan larva panas dari sang istri.
"Memangnya tadi pagi kamu makan apa istriku? hingga sekarang hatimu menjadi panas seperti ini," tanya Ley kepada sang istri.
Hal itu membuat emosi Syalila bukannya turun emosinya, malah wanita itu menjadi semakin panas.
"Tadi pagi aku memakan gunung berapi yang ada di Kerajaan petir, Apakah Kau puas!" seru Syalila. yang kemudian meninggalkan orang-orang tersebut, Sedangkan Leon.. nampak dia menatap wajah Zhen.
"Benarkan Paman, apa yang aku katakan. kalau tadi pagi ibunda memakan lava dari gunung berapi," ucap Leon yang membuat orang-orang yang ada di sana nampak menghela nafasnya sangat kasar.
Karena memang Leon sangat mirip dengan Syalila, pemuda itu selalu membuat kegaduhan seperti sang ibunda. namun hal itu membuat Kerajaan Tanah Hijau menjadi hidup berkat kekonyolan Syalila dan anak-anaknya..
*** END ****
Maaf ya, kubuat versi cerpen.❤️❤️🤭🤭