Aku seorang gadis yg bernama kesya narasya.
Aku sudah berumur 18 tahun.
Sejak umurku 15 tahun, aku meminta izin pada orang tua ku untuk tinggal di negara yg berbeda dari mereka, dengan alasan aku ingin mandiri.
Mereka mengizinkan ku.
Orang tuaku dan abangku yg bernama William tinggal di amerika.
Sementara aku, aku pergi ke Paris.
Selama di Paris aku sudah S3 dan keluargaku sudah tau itu.
Aku dilarang kerja oleh bang William.
Mereka hanya menyuruhku untuk tetap seperti biasa.
Kali ini aku berada di negara amerika.
Sekarang aku sudah berada di depan rumah mewah keluarga ku.
Aku disini karna kemarin mereka menelpon ku agar pulang karna sudah tiga tahun aku disana.
Aku mengetuk pintu rumah ku.
"TUNGGU" teriak seorang wanita dari dalam rumah.
Dan aku tau itu suara siapa.
Pintu pun terbuka lalu..
"OH MY GOOD PUTRIKU" teriak wanita itu yg tak lain adalah momy ku.
Momy segera memelukku erat.
"Akhirnya kau pulang nak kami merindukan mu ayo masuk" momy menarikku masuk ke dalam.
Dan aku hanya menurut sambil terus tersenyum.
Rasanya aku ingin menangis sekarang, aku sangat merindukan keluarga ku selama ini.
"Dad lihatlah siapa yg datang?"
Teriak momy.
Aku hanya menggelengkan kepala ku.
Mendengar teriakkan momy, dady dan bang William yg lagi main game bersama di lantai dua pun turun ke bawah.
"Siapa mom?" Tanya bang William.
Aku bersembunyi di belakang momy, karna tubuhku yg kurus jadi aku tidak terlihat.
"Tebaklah" jawab momy sambil tertawa.
Sementara dady dia sudah tau kalau aku akan pulang. Dan dady tau akulah yg bersembunyi di belakang momy. Dady hanya geleng-geleng kepala saja sambil tersenyum.
Aku mengintip dari pundak momy sedikit sehingga bang William bisa melihatku.
Bang William menyipitkan matanya padaku.
Yg dia lihat hanya mataku saja namun tentu dia sudah tau itu aku.
"Oh...baby, i miss you"teriak bang William lalu
Segera berlari ke arahku.
Aku yg melihat bang William ke arahku pun segera lari ke kamar dan kamarku ada di lantai dua.
"Hey... kemari kau berani beraninya lari dari ku tunggu kau keysa" ucap bang William setelah melihatku kabur ke kamar, dia pun mengejarku.
"Dad kesya skrng semakin besar ya, dan dia sangat cantik" ucap momy berbicara dengan dady.
"Ya, putri kita sangat cantik" jawab dady sembari tersenyum.
Sementara aku sudah berada di dalam kamar ku.
Dan mengunci pintu nya berharap bang William tidak bisa masuk.
Aku melihat sekeliling kamar ku.
"Kenapa kamar ini tidak ada yg berubah😌?" Tanya ku pada diriku sendiri.
Aku pergi ke balkon kamarku.
Dapat kulihat seluruh kota disini dari balkon ku.
"Huffff" aku menghirup udara disana.
Tiba-tiba ada tangan yg melingkar di perutku.
"Eh.." aku mendongakkan kepala ku.
Ternyata bang William yg memeluk ku dari belakang.
"Abang kok bisa masuk? " tanyaku heran padahal aku sudah menguncinya tadi.
"Apa kau lupa?"tanya bang William padaku, dia menaruh kepalanya di bahuku.
Aku terkekeh mendengar pertanyaan bang William.
Memang dulu bang William selalu menyelinap ke kamarku.
"Masih tidak berubah" jawabku sambil tertawa kecil.
"Tidak akan ku ubah baby, karna menggangumu sangat menyenangkan bagiku" kata bang William sambil tersenyum.
Aku berbalik lalu mengalungkan kedua tanganku ke leher bang William, dan menatap matanya.
"Bang dengar ya! Abang harus ubah kebiasaan mu yg selalu memasuki kamar gadis sesuka abang, karna jika aku sudah tidak ada nanti siapa yg akan memarahimu?" Aku bertanya padanya dan tanpa sadar mengatakan hal yg membuat bang William curiga.
"Apa maksudmu? Kenapa kau bilang kau tidak ada nanti? Apa maksudnya itu? Mau pergi kemana kau kesya?" Tanya bang William dan ekspresi nya pun berubah menjadi datar.
"Ah.. it.. itu kesya salah ngomong hehehe...
Su.. sudah dulu ya key... keysa mau turun it.. itu momy manggil bye... "aku yg gugup pun segera keluar dari kamar lalu pergi ke ruang makan.
Sementara bang William yg melihat keanehan dalam sikapku pun mulai curiga.
"Kenapa dengan mu baby, sejak kau kembali sikapmu sangat aneh padaku, dulu kau sangat ceria bahkan dulu kau tidak berhenti mengerjaiku tapi lihatlah sekarang kau sangat pendiam" tanya bang William pada dirinya sendiri.
Lalu bang William pun keluar kamar lalu menyusul ku ke meja makan.
Setelah kami selesai makan malam kami semua berkumpul di ruang keluarga.
"Nak ayo ceritakan, apa saja yg kau lakukan disana?" Tanya momy padaku.
Aku duduk di samping bang William.
Dan dady di samping momy.
Mereka semua melihatku.
"Tidak ada yg menarik, seperti biasa" aku mengangkat bahu ku.
"Haiisss kau ini" jawab momy yg merasa aku tidak mau menceritakan.
Aku hanya tertawa, begitupun dady dan bang William.
Sekarang jam sepuluh malam dady dan momy sudah masuk kekamar tidur mereka.
Sementara aku dan bang William masih menonton Televisi.
Namun bukannya menonton TV bang William malah menatap wajahku terus menerus.
Aku yg merasa risih pun menengok.
"Apa aku begitu aneh sehingga kau terus melihatku seperti ini bang?" Tanya ku.
"Tidak, kau sangat cantik tapi ada keanehan lain dalam dirimu skrng" jawab bang William membuatku penasaran.
"Really?" Tanyaku lagi.
Bang William pun mengangguk.
"Apa yg aneh?" Aku memegang seluruh wajahku.
"Sikapmu, sikapmu aneh tidak seperti dulu kesya, dan kau terlihat sangat kurus dan pucat, apa kau sakit baby?" Tanya bang William membuat ku terdiam seketika.
"Ap.. apanya yg aneh😁" jawabku gugup.
"Bang ini sudah malam kesya tidur dulu ya, good night" kataku pada bang william lalu pergi ke kamar tidur ku.
Bang William kembali mengerutkan keningnya.
"Ada yg kau sembunyikan baby" ucap bang William dalam hati.
Di pagi hari.
Aku sedang berjalan menuruni tangga.
Dan aku menghampiri keluargaku yg sudah mengumpul di meja makan.
"Good morning mom dad, bang" aku menyapa mereka lalu duduk di samping bang William.
"Morning to baby" jawab mereka bersamaan.
Bang William memberiku sandwich.
"Thanks" ucapku pada bang William.
Bang William pun mengangguk.
Kami pun sarapan dengan tenang dan damai.
Setelah selesai sarapan dady berangkat ke kantornya.
Lalu momy pergi ke rumah temanya, biasa arisan ibu ibu😂
Bang William sedang bersiap untuk berangkat ke kantornya.
"Bang kesya ikut boleh ya" tanyaku pada bang William.
"Tentu saja ayo" bang William menggandeng ku menuju mobil.
Aku pun hanya ikut saja.
Sampai di perusahaan bang William.
Aku memasuki kantor dengan tanganku yg memeluk sebelah tangan bang William manja.
Dan banyak orang yg membungkuk hormat saat melihat kedatangan bang William.
Namun bang William hanya memasang wajah dingin.
Sampai di depan pintu ruangan bang William aku langsung melepas tanganku dari gandengan nya.
Bang William melihatku heran.
"Why baby?" Tanya bang William yg melihatku berhenti dan melepas gandengan nya.
"Emm kesya kebelet bang..." aku langsung lari menuju kamar mandi umum.
"Eh kesya" teriak bang William.
"Didalam kan ada kamar mandi pribadi, kenapa kesya malah kesana😑" kata bang William sambil geleng-geleng kepala.
Lalu bang William kembali masuk ke ruangannya.
Sementara aku skrng berada di toilet Umum untuk para karyawan yg bekerja disini.
Setelah aku selesai buang air kecil.
Aku berdiri di depan wastafel.
Lalu menatap pantulan wajahku di cermin itu.
Namun tiba-tiba aku melihat ada seorang wanita datang dan berdiri tepat di belakangku.
Sontak aku membalikkan badanku.
"Hai" sapaku padanya.
Namun dia tidak menjawab dan dengan cepat dia menamparku.
PLAKK (suara tamparan keras di pipi ku).
"Akhkk" aku tersungkur ke bawah dan memegang pipi ku panas.
"Kenapa kau menamparku?" Tanyaku padanya lirih.
"Karena kau sudah berani menggoda tuan William dasar jalang kecil!!" Jawab wanita yg terlihat seksi itu dia menggunakan gaun yg sangat ketat bagian dadanya sangat terlihat, lalu pendek ukuran gaunnya mengekspos pahanya yg mulus itu.
Dan sepertinya dia tidak tau kalau aku adalah adiknya bang William.
"Aku bukan jalang! Bodoh!" Ucapku lalu saat aku ingin berdiri dia menarik rambutku lalu melemparkan tubuhku ke dinding alhasil kepalaku terbentur dinding itu.
"MATI SAJA KAU DASAR jalang!!" Ucapnya lalu pergi begitu saja.
Kepalaku sangat sakit ku kupegang kepalaku yg terhantam dinding pun kaget melihat tanganku penuh darah merah.
Aku berusaha berdiri meskipun sangat berat bagiku untuk berdiri.
Aku berjalan keluar sambil memegang dinding kantor itu.
Lalu sampailah aku di depan ruangan bang William.
Aku membuka pintu ruangan bang William lalu masuk dengan langkah yg gontai.
Bang William yg melihat keadaanku.
"KEYSA"
Teriak bang William lalu mendekat padaku.
Aku yg sudah gak bisa berdiri lagi pun terjatuh beruntung saja bang William segera menyambut tubuhku.
Lalu bang William duduk dan memangku kepalaku di pahanya.
"Baby ada apa dengan mu"
Keadaanku benar-benar kacau saat ini.
Darah dari kepala ku mengalir lewat dahi ku.
Wajah ku yg pucat membuat bekas tamparan tadi semakin terlihat.
Bibirku berdarah dan mengalir darah segar di hidungku.
Bang William yg melihat bekas tamparan di pipi ku pun naik pitam.
"Siapa yg menamparmu baby!?" Tanya bang William.
Aku yg melihat wajah bang William terlihat khawatir pun mengangkat tanganku, lalu memegang pipi bang William.
"Bang kesya mau izin tidur ya" tanya ku dengan nada lemah.
"Gak! Jangan menutup mata mu baby"
"Kesya lelah bang" aku tersenyum lalu menutup mata ku dan tangan ku terlepas dari pipi bang William.
"Kesya.. bangun...!" Bang William menggerakan tubuhku.
Melihat aku tidak bangun juga bang William segera bangun dan menggendong ku keluar kantor nya dengan berlari.
Bang William menggendong ku kedalam mobil menuju rumah sakit.
"Bertahan lah baby, jangan tinggalkan kami!" Kata bang William berbicara padaku yg saat itu berada di dalam gendongan nya.
Bersambung..
___________________
Season2
Sudah ada judul "selamat tinggal" dibaca oke.
Jangan lupa like.
Komen.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Mampir juga ke novel baru author yah...
Dan tinggalkan jejak oke😉