Ini season akhir dari cerpen "my horse"
Jadi yg belum tau ceritanya baca "my horse" dulu ok.
Like nya jangan lupa❤️
_________________________________________
Aku membuka pintu rumah ku tanpa mengetuknya terlebih dulu.
Lalu aku berjalan menuju kamar ku melewati ruang tamu.
Namun baru berapa langkah aku berjalan.
Momy menghentikanku.
"Nak" ucap momy menahan lenganku.
"Hmmm" jawabku dingin.
"Ayo sini, ada temen momy mau kenalan sama kamu" kata momy sambil menarikku dan duduk di samping pria yg sama sekali tidak ku kenal.
Diruang tamu ini ada bang jack dady mom dan sepasang suami istri lalu seorang pria yg dari tadi terus saja menatapku, aku hanya cuek saja.
"Apa ini putrimu ris, sangat cantik sama sepertimu" ucap wanita itu sambil melihatku dengan tersenyum lebar.
"Iya tania ini putriku, nak kenalkan dirimu" momy menyuruhku.
Dan semua orang pun melihatku.
Aku hanya memasang wajah dingin.
"Via" jawabku dingin.
Tante tania dan suaminya pun terkejut dengan sifatku.
"Nak ini tante tania sahabat momy dan itu suaminya om john lalu pria tampan itu putra mereka namanya roy" momy menjelaskan nya padaku.
Aku yg merasa tidak ingin tau pun hanya diam.
Setelah ucapan momy tiba tiba saja hening.
Tidak ada yg berbuka suara.
"Apa sudah selesai, aku boleh pergi?" Aku bertanya dengan nada dingin lalu berdiri.
"Tunggu dulu" dady akhirnya berbicara.
Dan aku kembali duduk, semua orang tampak gelisah.
"Silahkan john" ucap dady pada om john.
Seketika aku mengernyit heran.apa maksudnya?
"Gini nak via, kedatangan kami kesini mau memberi tau kalau pernikahan kalian akan segera di gelar minggu depan, jadi kami harap kamu bersiap-siap" jelas om john.
Aku yg terkejut menunduk emosiku sudah mulai naik ke ujung tanduk.
Sementara mereka gak ada yg menyadari emosiku kecuali bang jack, dia memperhatikan ku dari tadi dan skrng wajahnya berubah menjadi cemas,
"Kamu beruntung nak dapat gadis cantik seperti via" ucap tante tania pada putranya roy.
"Hahahaha iya mom, tapi kayaknya orangnya gak suka sama roy deh?" Kata roy yg hanya bercanda saja sambil melirikku yg masih menunduk rambutku yg panjang menutupi setengah wajahku.
Sehingga mereka tidak bisa melihat emosi di mataku.
"Tidak mungkin nak roy, via sangat menyukaimu" jawab momy sambil tertawa.
PRANGG (suara pecahan meja kaca yg ku pukul menggema di rumah ini).
Semuanya tercengang melihat tingkah ku.
Aku berdiri mengepalkan tanganku yg memegang pecahan kaca yg lumayan besar sehingga telapak tanganku pun berdarah.
"Via tanganmu!" teriak bang jack.
Roy yg melihatku pun ingin memegang tanganku dan ingin membuang beling yg kupegang itu.
Namun justru ku dorong badan roy hingga terhempas jauh ke dinding.
Dengan segera bang jack membantu roy berdiri.
"Apa maksud kalian hah!, kalian dengan tiba tiba menjodohkan ku pada orang lain!!" Suara ku mulai serak.
"Nak... bu.. bukan git" belum selesai ucapan momy aku segera berbicara lagi.
"JANGAN MEMANGGILKU ANAK KALAU KAU AKAN MEMBUANG KU KE kELUARGA MEREKA!" Teriakku dengan nada serak air mata sudah mengalir di pipi ku.
"Nak" ucap dady lirih dia sedih atas apa yg kukatakan tadi.
"SUDAH KUBILANG AKU BUKAN ANAK KALIAN!,ORANG TUA KU SUDAH MATI SEJAK DULU BAGIKU!" Aku kembali berteriak.
PLAKK (suara tamparan keras dipipiku).
Aku tidak tersungkur atau jatuh ke lantai.
Karna tenaga ku lebih kuat.
Aku memegang pipi ku lalu melihat orang yg menamparku.
Ternyata yg menamparku adalah bang jack.
"Kau menamparku?" Aku bertanya dengan nada lirih pada bang jack, aku sungguh benar-benar tidak pernah menyangka bang jack akan jadi seperti ini.
"YA!, seharusnya aku membunuh mu sekarang juga!"bentak bang jack padaku.
"JACK!" Ucap mom dad dan om tante, roy secara
bersamaan.
"Sudah cukup mom dad, sudah cukup kita di rendahkan seperti ini!"bang jack berteriak.
"Untuk apa kita merawat anak kurang ajar sepertinya!!, dia tidak pernah menghargai sikap orang tua sama sekali, dia gak pantas di cintai mom dad, harusnya kita tidak usah merendahkan diri di depan gadis tak tau diri ini!!!"
Bentak bang jack tepat di depan wajahku dan menatapku dengan tatapan amarah.
PLAKK (aku menampar keras pipi bang jack)
Dia terbanting ke lantai, bibirnya berdarah dan pipinya sangat merah bekas tamparan dahsyat yg kuberikan tadi.
Dady membantunya berdiri. Sementara yg lain kembali terdiam melihat tenaga ku melebihi bang jack.
Aku kembali mendekat ke bang jack, lalu meninju wajahnya karna tak sempat menghindar bang jack kembali tersungkur.
Yg lain tak berani mendekati ku dan bang jack.
Sisi lain dalam diriku bangkit.
Emosi, Benci, dan amarah menjadi satu membangkitkan sesuatu dalam diriku.
Orang yg melihat tatapan iblis di mataku pun seketika menjadi lemas, mereka semua terduduk tak mampu berdiri,termasuk roy.
Aku menarik kerah baju bang jack lalu mengangkatnya agar berdiri.
"Tadi kau bilang apa! Aku tidak pernah menghargai kalian? Lalu apa kalian pernah menghargaiku dulu?! Bahkan kalian tidak menganggapku sama sekali!"
Aku berteriak tepat di depan wajah bang jack.
Bang jack tau itu bukan diriku.
Dia hanya diam dan pasrah atas sisi lain yg sudah bangkit dalam diriku.
Aku membanting tubuh bang jack ke depan dady.
"Arrghh" bang jack meringis punggung nya terhantam lantai.
Dady kembali membantunya berdiri.
Aku berjalan mendekati momy.
Sampai di depannya aku melihat wajah momy yg sudah berurai air mata,
"Untuk apa kau menangis?"
Tanya ku pada momy dengan suara menyeramkan.
"N.. nak sadar nak" ucap momy.
"Sadar? Aku sangat sadar! Aku sangat sadar kalau baru kaulah satu satunya seorang ibu yg tega meninggalkan anaknya yg baru lahir dEMI harta!" Aku membentak momy.
Tante tania kaget mendengar ucapanku.
Dia paham akan perasaanku, dan tante tania juga menyalahkan momy dalam hatinya tapi tante tania berpikir momy bisa di maafkan karna itu hanya masa lalu, namun tidak bagiku!
"Hiks.. momy menyesal nak hiks mo.. momy minta maaf" momy meminta maaf padaku.
"Maaf? Maaf ya, oke aku memaafkan mu"
Seketika semua orang tersenyum bahagia.
"Namun jawab dulu pertanyaan ku! Umur berapa aku mulai bisa berjalan?! Umur berapa gigi pertama ku muncul?! Umur berapa aku mulai merindukan kalian?! Dan umur berapa aku di bully teman kalau aku hanyalah anak terbuang!!!"
Aku menanyakan hal ini sambil berteriak.
Dan seketika senyuman hilang di wajah Mereka.
Hening! Hanya hening di dalam ruangan itu.
"Kenapa? Tidak bisa menjawab hah!maka begitu juga aku sampai kapanpun kau tidak akan bisa menerima kalian!"
Aku berjalan ke arah bang jack.
"Kau memintaku untuk segera tiada bukan? Maka sebentar lagi kau akan melihat mayatku dan selamat berbahagialah dengan kematianku sebentar lagi!"
Setelah mengatakan itu aku berlari ke luar rumah.
"Tidak, via bukan maksudku begitu!" Bang jack berlari mengejar ku di ikuti dengan yg lainnya.
Sementara aku, aku berlari menuju kandang white sambil menangis, aku melihat white yg melihat kedatanganku pun segera memeluk leher white dan menangis sejadi-jadinya...
Aku menggenggam erat rambut putih dan panjang white.
"Hiks.. hiks.. white mereka jahat padaku white" aku mengadu pada white.
"Mereka ingin memberiku pada pria itu, hiks.. aku tidak ingin menikah dengannya white apa yg harus kulakukan?"
Tiba-tiba white bergerak dan menunduk lalu menempelkan kepalanya di keningku.
Kepala kami skrng saling menempel.
Aku menutup mataku, ku letakan kedua tanganku di dekat kedua telinga white.
"Terima kasih white, kau selalu membuatku tenang" ucapku dengan menutup mata.
"Tenanglah via aku selalu bersamamu"
Suara itu muncul lagi dalam benakku.
Sontak membuatku membuka mata dan melihat ke sekeliling ku, namun tidak ada siapa siapa kecuali, white.
"Si.. siapa kamu tunjukan dirimu jangan selalu bersembunyi seperti ini!!" Aku berteriak.
Namun tidak ada jawaban apapun.
Aku berbalik menghadap white.
"White apa kau tau itu suara siapa? Katakan padaku jika kau melihatnya?" Aku bertanya pada white.
Dia hanya mengelus-elus kan kepalanya ke tanganku.
Aku tersenyum, namun seketika aku teringat kata kata bang John.
Membuat senyuman hilang.
"White aku minta maaf, maafkan aku jika aku akan meninggalkanmu, berjanjilah padaku untuk selalu jadi kuda yg baik oke?" Aku berbicara pada white dengan nada lirih.
"Sebentar lagi aku tidak akan bisa menyentuh rambut panjang dan putihmu ini" ucapku sambil mengelus-elus rambut white.
(White adalah kuda jantan kesayangan ku)
Tiba-tiba ada suara langkah kaki.
Aku berbalik melihat mereka semua datang padaku.
Disaat mereka ingin lebih dekat padaku.
Aku segera mengeluarkan pistol yg berada di balik baju ku,ya aku selalu membawa pistol kemana pun.
Lalu aku mengatakan nya ke kepalaku dari samping.
"Jangan mendekat atau kalian akan melihat mayat ku detik ini juga!!"aku mengancam mereka.
dan seketika mereka terdiam.
Momy kembali menangis.
Tante om dan roy hanya terdiam namun dapat ku lihat mereka khawatir denganku.
"Nak jangan lakuin itu hiks.. momy minta maaf" ucap momy yg memohon padaku.
"Dek abang minta maaf, jangan lakuin hal buruk via.." ucap bang jack.
"Dady juga minta maaf sayang, dady salah dulu dady hanya mementingkan harta di banding kamu, dady pikir dengan harga kalian bisa bahagia" dady juga mulai menangis.
"Kenapa? Kenapa sekarang semua meminta maaf? Percuma dad mom, and bang jack"
"Percuma karna sampai kapanpun via gak akan bisa bahagia bersama kalian, setiap melihat kalian via selalu mengingat masa kecil via yg sangat buruk!"
"Via sudah gak tahan lagi, via hanya ingin bahagia"
Aku menutup mata ku lalu
DORRR (suara tembakan melengking di telinga mereka dan peluru itupun sudah tembus di kepala ku)
Sejenak aku membuka mata lalu berbalik menatap white, aku tersenyum padanya.
Lalu perlahan-lahan pengelihatan ku gelap.
Dan aku pun tergeletak tak bernyawa.
Dengan keadaan yg mengenaskan, banyak sekali darah yg keluar dari kepala ku membasahi tanah ini.
"VIAAAAA'" ucap mereka semua lalu mereka berlari mendekatiku, sampai tiba di dekatku momy langsung pingsan begitupun juga dengan tante tania karna melihat keadaan ku yg sangat hancur itu.
Dengan tangan bergetar bang jack mengangkat kepalaku ke atas pangkuanny tentu saja darah di kepalaku terus mengalir.
Bang jack menatap wajahku yg sudah tertutup darah merah ku.
Air mata berjatuhan deras di pipinya.
Bang jack kembali mengingat perkataanku.
"Kau ingin melihatku tiada? Maka kau akan segera melihat mayatku." Ucapanku yg terus terngiang-ngiang di pikiran bang jack.
"TIDAK!! ViAAA BANGUN DEK!!" Teriak bang jack sembari mengguncangkan wajahku.
Roy pun segera menarik bang jack menjauhi ku.
"Sadarlah jack adikmu sudah tiada" ucap roy.
"Gak... gak roy dia kuat..via gak mungkin tiada!!" Bantah bang jack.
Dady sudah masuk kebawa momy ke kamar
Begitupun juga om John yg menggendong tante tania yg pingsan ke rumah.
Tiba tiba langit menggelap, awan bergemuruh begitu nyaring dan petir menyambar di mana mana, angin badai menerpa ke sekitar mereka.
"Ada apa ini" ucap roy dan bang jack heran dengan cuaca yg tiba-tiba berubah!.
Tiba-tiba ada cahaya putih yg muncul di tengah-tengah awan hitam lalu cahaya itu turun ke arah white.
Dan seketika tubuh white tidak terlihat karna tertutupi cahaya putih yg sangat menyilaukan itu.
Roy dan abng jack menutup mata mereka.
Namun beberapa menit kemudian cahaya itu mereda.
Namun yg membuat roy dan jack kaget,
Tubuh seekor kuda yaitu white menghilang lalu disana hanya ada seorang pria dengan berambut panjang bewarna putih dan matanya yg bewarna coklat terang, dan memakai jubah bewarna putih.
Dia berjalan mendekati tubuhku yg tergeletak dengan bersimbah darah.
Di setiap tubuh pria itu di keliling aura putih.
Bang jack yg melihat pria itu mendekati ku pun segera menghalanginya.
"Siapa kau kenapa kau muncul tiba-tiba?"
Tanya jack dengan tegas.
"Menyingkirlah dariku jack, akan kujelaskan nanti" ucap pria itu dengan tenang.
Dan mengangkat tangannya ke hadapan jack lalu menghempaskan ke samping, seketika juga bang jack terhempas ke samping.
Pria itu menepis tubuh jack menggunakan ilmu nya.
Dia kembali mendekatiku.
Lalu berjongkok di samping kepala ku.
"Kau sangat bodoh via,kenapa kau melakukan ini? Hufff" pria itu mengela nafasnya perlahan.
Lalu dia memegang keningku seketika ada cahaya putih di kepalaku.
Roy dan jack kembali terkejut.
Saat melihat darah yg berceceran di tanah itu kembali kedalam tubuhku dan aku mulai membuka mata ku.
Aku membuka mataku yg pertama kali kulihat adalah wajah seorang pria yg sangat tampan bagiku.
Mata coklat cerahnya dan rambut panjang berwarna putih membuatku terpesona sejenak.
Pria itu melihat ku kembali hidup pun berkata.
"Kau sudah bangun via, berdirilah" ucapnya dia berdiri lalu mengulurkan tangannya padaku.
Aku tersadar dan menyambut tanganny lalu berdiri.
Aku memegang kepala ku.
"Ke.. kenapa aku masih hidup... d.. dan dan dimana white!!" Aku kaget setelah melihat kondisi ku dan setelah aku melihat white sudah tidak berada di sampingku lagi.
"Kau mencari white?" Pria itu kembali berbicara.
Aku yg merasa pernah mendengar suaranya pun.
Menghadap ke pria itu,
"Ka.. kau? Su.. suara mu! Apa itu suaramu
Kau yg selama ini berbicara denganku?! "Aku bertanya padanya.
Pria itu tersenyum lalu berjalan mendekati ku.
"Kau tadi mencari white kan?" Dia bertanya padaku.
Aku hanya mengangguk.
Dia menunduk dan menyatukan kening kami berdua seperti yg white lakukan padaku.
"Tutup matamu via" ucap pria itu.
Dan anehnya aku hanya menurutinya.
Aku merasa seperti berada di samping white.
Aku menutup mata ku, lalu entah kenapa aku mengangkat tanganku lalu mengelus rambut panjang dan lembut itu seperti aku mengelus rambut white.
"White" aku membuka mata ku kaget lalu melepaskan kening ku dari keningnya.
"Akhirnya kau tau juga" jawabnya sambil tersenyum
"Apa kau white... la.. lalu bagaimana bisa?"
"Aku adalah pangeran dari alam lain, aku di perintah untuk turun ke bumi dalam wujud binatang untuk menemukan pasangan yg tulus padaku, dan kau menemuiku lalu merawatku sampai skrng" jelasnya dengan nada yg lembut dan tenang.
"Pa.. pasangan?"
"Ya aku sudah menunggu saat saat ini, sebentar lagi aku akan pulang ke alamku, dan kuharap kau mau ikut bersamaku, kali ini biarkan aku yg berjanji untuk menjaga mu selamanya karna aku mencintaimu via"
Jawab pria itu membuatku terkejut sekaligus bahagia.
Aku tiba-tiba memeluk pria dengn erat dia juga membalas pelukanku dengan penuh kasih sayang.
Aku melepas pelukan ku
"Emmm" aku menggaruk tengkukku bingung mau memanggilnya apa.
Dia terkekeh melihat tingkah ku.
"Namaku sebenarnya crish William namun aku lebih menyukai nama yg kau berikan white panggil aku white" dia menjelaskan nama lengkapnya.
"Terima kasih white" ucapkan sambil tersenyum.
"Jadi apa kita pergi skrng?" Tanya white padaku.
Aku langsung menengok ke arah bang jack yg tersenyum melihatku begitupun juga roy.
"Tidak apa via pergilah, asalkan kau berjanji kalau kau tersenyum terus seperti ini kami bahagia melihat mu seperti ini via" ucap bang jack.
Sambil tersenyum.
Aku yg mendengar ucapan bang jack pun lari dan memeluk tubuh bang jack lalu menangis di pelukannya.
"Via minta maaf bang hiks.."
Bang jack melepas pelukanku lalu memegang kedua pipi ku dengan tangannya.
"Sudah kubilang selalu tersenyum jangan seperti ini lagi oke?"
Aku segera mengangguk dan tersenyum lebar untuk bang jack.
Bang jack dan roy juga tersenyum melihat ku.
"Pergilah" ucap bang jack padaku.
Aku mengangguk lalu berjalan ke arah white.
Di saat aku sudah sampai di samping white.
White memegang tangan ku erat lalu melihat ku sambil tersenyum.
Aku pun membalas senyumannya.
Lalu kembali melihat ke arah roy dan bang jack.
"Bang jack dan roy terima kasih, aku menyayangi kalian semua" ucapku sambil tersenyum lebar.
"Kami juga menyayangimu via" ucap roy dan jack bersamaan tanpa mereka sadari air mata menetes deras di pipi mereka.
Aku tersenyum lalu menutup mataku saat cahaya putih dari langit datang ke arah kami berdua dan membawa ku dan white pergi ke atas langit sana.
Setelah kepergian kami semua kembali seperti semula langit menjadi cerah kembali
"Sekarang aku menyadari sesuatu jack"
Ucap roy di depan jack.
"Apa?" Tanya jack.
"Aku menyayangi adikmu itu seperti adikku sendiri dan aku sangat bahagia melihat dia menemukan kebahagiaanya skrng" lanjut roy sembari tersenyum menatap langit.
Jack pun tersenyum juga.
"Berbahagialah disana via, kami hanya berharap kau tidak akan melupakan kami hehehe" bang jack terkekeh dalam hatinya.
Tamat
-------------------
Jangan lupa like
Komen.
And baca cerpen author yg lainnya ❤️❤️❤️
Mampir di novel pertama author juga yuk.
Tekan aja profil author lalu baca dan tinggal kan jejak oke😉...