Apa yang akan kalian lakukan, jika saat senja kalian terbangun dan mendapatkan sesuatu yang sangat menakutkan. Malam itu aku terbangun, karena tiba-tiba aku merasa haus. Terdengar dari lantai bawah rumahku.. banyak sekali suara kegaduhan, aku mengira kalau itu adalah suara perampok yang memasuki rumahku.
Langkahku langsung berhenti, lalu aku mencari senjata untuk menyerang orang-orang yang ingin membobol rumahku. ku pegang pistol kecil yang memang ku beli untuk menjaga diri. Aku mengintip dari tembok lantai 2, terlihat disana ada beberapa pria yang sedang membungkukkan badan.
Terlihat sangat aneh, sesaat kemudian.. para pria itu menatapku dengan raut wajah yang begitu menakutkan, mulut sobek, bahkan beberapa ada yang mukanya hancur namun masih hidup dan bisa berjalan tegak. Aku terkejut saat melihat pemandangan itu, dengan spontan aku langsung mengarahkan pistol ku kepada orang-orang itu.
Aku menembak orang-orang itu, namun orang-orang yang ku tembak tidak ada yang mati. mereka tetap berjalan dan seperti tidak terjadi sesuatu apapun. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang meraih dan menarikku masuk kedalam kamarku.
"Diam!" seru pria itu sambil membekap mulutku.
"Apa yang terjadi?" aku bertanya kepada pria itu.
"Mereka adalah mayat hidup, karena laboratorium yang ada di kota mengalami kerusakan. Hal itu membuat para warga yang ada di kota ini terinfeksi oleh sesuatu, dan menjadikan mereka mayat hidup atau zombie," jawab pria itu.
"Yang benar saja, zombie," jawabku.
laku pria itu mengajakku untuk ke jendela rumah, saat berada di sana.. kulihat para mayat hidup sudah bertebaran di jalan.
"Kau mau hidup tidak?" tanya pria itu kepadaku.
Aku menganggukkan kepalaku.
"Kalau begitu kita bertahan. kalau tidak.. kita akan mati ditempat ini," ucap pria itu. aku berjalan di atap lantai 2 rumahku, terlihat di sana para jomblo itu sudah menguasai kota.
Terlihat para warga yang hidup, banyak yang tertangkap. Bahkan mereka dimakan hidup-hidup oleh para Zombie itu.
"Ini adalah pemandangan yang paling mengerikan di masa hidupku," ucapku dalam hati.
"Kita akan kemana?" tanyaku kepada pria itu.
"Pokoknya kau ikut denganku,'' tanya jawab pria itu.
"Siapa namamu?" tanyaku kepada pria asing itu.
"Hans, Namaku Hans. Lalu namamu Siapa?" tanya Hans padaku.
"Clara," jawab ku.
Kami sudah berada di depan minimarket, terlihat di dalam minimarket itu ada beberapa orang yang masih hidup. mereka bersembunyi di dalam minimarket, bahkan minimarket itu ditutup. aku mencoba meminta tolong kepada mereka.
"Kita jangan di tempat ini, karena kita akan terlihat," ucap Han.
Aku mengikuti langkah Hans, saat itu Hans berhenti disebuah bangunan kecil seperti kedai kopi. Terlihat kedai kopi itu tidak ditutup. Hans langsung masuk sambil mengarahkan pistol ke depannya, pria itu harus berhati-hati kemungkinan ada para mayat hidup.
"Dor!"
Di dalam kedai kopi itu ternyata ada seorang mayat hidup yang kemungkinan pemilik kedai. Kemudian kami mengitari kedai, ternyata tidak ada apapun. dan aku menutup dan mengganjal pintu kedai agar para mayat hidup itu tidak bisa masuk.
"Dasar brengsek! para ilmuwan gila itu akan melakukan apa, hingga membuat penemuan seperti ini," ucap Hans yang terlihat sangat kesal.
"Memangnya sejak kapan hal ini terjadi?" tanyaku.
"Saat fajar menyingsing terjadi ledakan di laboratorium perusahaan Stain. Hal itu membuat gumpalan awan hitam yang sangat menakutkan. sekitar satu jam kemudian.. orang-orang yang ada di kota langsung berubah menjadi mayat hidup," jawab Hans.
"Mimpi apa aku kemarin, saat tidur dengan bahagianya lalu terbangun mendapatkan horor seperti ini," gumanku.
"Kita harus keluar dari tempat ini menuju kota lain, karena yang aku dengar dari berita. beberapa kota telah dikarantina dari virus zombie." ucap Hans.
"Apakah tidak ada bala bantuan?" tanyaku pada Hans.
"Kita lihat saja, katanya pihak militer akan menjemput orang-orang yang masih hidup di atas hotel prince." jawab Hans.
Akhirnya aku dan Hans sepakat untuk menuju hotel Prince.
"Kita cari senjata yang banyak untuk bertahan hidup dari para zombie itu," ucap Hans yang kemudian mengambil senjata yang ada di kedai kopi. mulai dari pisau, palu, pedang pistol dan lain sebagainya.
"Kita pergi saat fajar sudah menampakan wujudnya. kalau kita keluar malam, maka kita akan bunuh diri," ucap Hans.
Akhirnya aku dan Hans tertidur di kedai kopi, saat pagi sudah menjemput. aku dan Hans melajukan melanjutkan rencana kami menuju hotel Prince. begitu banyak parah zombie berlalu-lalang di jalan.
"Kau tidak boleh takut, anggaplah mereka permainan game dan kau mencari poin untuk naik level selanjutnya," ucap Hans.
Aku menganggukkan kepalaku, kemudian aku melakukan apa yang dikatakan oleh Hans. kami berjalan sambil membunuh satu persatu para zombie. Sesaat kemudian, nampak seorang wanita yang meminta tolong kepada kami.
"Hans, kita tolong wanita itu!" seruku kepada Hans.
"Jangan, kalau dia sudah terkena gigitan Zombie dia akan menjadi zombie juga," jawab Hans.
Akhirnya Hans dan aku meninggalkan wanita itu, kami melanjutkan perjalanan kami menuju hotel Prince. Entah berapa lama, Namun Hans mendapatkan sebuah mobil polisi yang berisikan Zombie polisi yang masih terjebak didalam. Hans membuka pintu mobil itu lalu menembakkan pistolnya..
"Dor!!"
Zombie polisi itu langsung terkapar di tanah.
"Segera masuk, kita akan mencari keberadaan Hotel prince." seru Hans. karena suara mobil yang begitu berisik, hingga membuat para zombie itu mengejar mobil kami. Hans lajukan mobilnya dengan cepat, karena para zombie itu mengejar.
"Hans! mereka mengejar kita!" seruku kepada Hans. nampak para zombie yang ada disebelah mobil kami langsung meloncat di atas atap mobil. dengan cekatan Hans langsung menembak atap mobil kami.
"Dor! dor! dor!"
"Aku mau masih aku masih mau hidup jadi jangan main-main denganku!" seru Hans yang kemudian menancapkan gas mobilnya dengan sangat kencang. Entah berapa lama, Namun tak jauh dari tempat kami. terlihat sebuah hotel yang cukup besar.
"Itu hotelnya, Hans!" seru kepada Hans. Tak lama kemudian Hans langsung mematikan mesin mobil, lalu kami keluar dari mobil itu memasuki Hotel prince. saat kami memasuki Hotel prince, terlihat banyak sekali zombie yang ada di sana.
"Dor! dor! dor!" suara tembakan.
"Hans peluruku habis!" seru kepada Hans.
"Pakai pedang," jawaban Hans.
Aku terus melangkahkan kaki kami, hingga menaiki beberapa anak tangga.
"Kita naik lift saja!" seru Hans saat berada di depan lift. Hans sudah ancang-ancang dan aku siap menghadapi para zombie itu. saat pintu lift terbuka, benar saja.. di dalam lift itu ada 3 Zombie yang akan menyerang kami.
"Dor! dor!" 1 Zombie tidak kena, 1 Zombie pria itu berusaha menyerang Hans. dengan cekatan Hans langsung membenturkan zombie itu ke dinding hingga kepalanya remuk. kami memasuki lift menuju lantai teratas Hotel prince. terlihat di atas hotel masih belum ada orang yang datang menjemput.
"Siapa kalian!" seru para orang-orang tersebut.
"Kami sama seperti kalian." jawab Hans.
"Apakah kalian terluka?" tanya mereka.
"Tidak," jawab Kami.
Akhirnya orang-orang yang selamat itu membuka pintu lantai paling atas gedung prince. suara para zombie yang mengejarku dan Han semakin banyak. lalu kami mencari sesuatu untuk mengganjal pintu atap hotel.
"Apakah hanya kita yang tersisa?" tanyaku kepada mereka. terlihat hanya tersisa sekitar 5 atau 6 orang saja, kami menunggu bantuan. tak lama kemudian, suara para zombie yang terus menggebrak pintu. Tak lama kemudian.. suara helikopter datang memberikan bala bantuan, dengan beberapa pasukan.
"Cepat naik!" seru para tentara tersebut.
Kami semua naik kedalam helikopter dan terlihat para zombie itu sudah membobol pintu atap Hotel prince.
"Segera naik!" seru pemimpin militer. saat kami hendak naik, tiba-tiba salah satu kaki orang yang bersama ku nampak ditarik oleh zombie itu. para tentara mencoba menolongnya. Namun sia-sia, karena para zombie itu sangat banyak. Setelah kami selamat, akhirnya kami di bawah pergi ke suatu tempat yang tidak ada virus Zombie.
***. END .***