Halloo... Ini cerpen pertama ku, semoga kalian suka ya^-^
----------------------------------------------------------------------------------------
Suara sorakan penggemar didalam studio begitu nyaring sehingga terdengar diruang tunggu Triangels, anggota Triangels sudah bersiap menaiki panggung. Dalam hitungan ketiga Triangels sudah muncul di atas panggung bersamaan dengan alunan musik, melihat Idola-nya sudah hadir para penggemar bersorak senang.
Selama dua jam lebih Triangels manggung, mereka pun langsung kembali memasuki ruang tunggu dan mengganti baju. Setelah semua anggota mengganti baju, mereka kembali ke panggung untuk penampilan terakhir mereka.
"Terima kasih kalian sudah datang ke konser kami, jangan lupa setelah ini kalian mandi dengan air hangat dan langsung pulang" Ucap sang Leader Triangels, Dita.
Satu persatu anggota Triangels mengucapkan kata Terima kasih kepada penggemarnya, setelah itu mereka kembali menuju backstage. Konser telah usai kini mereka bersiap meninggalkan lokasi mereka konser, penggemar mereka masih setia menunggu mereka pulang.
"Aku langsung ke bandara hari ini" Ucap Hanna memecahkan keheningan di dalam mobil Triangels.
"Kenapa tiba-tiba?" Tanya Dita.
Triangels beranggotakan lima orang, dua orang berasal dari Indonesia. Satu orang berasal dari Thailand dan dua orang berasal dari Korea, "Kau mau pulang?" Tanya Wan, member asal Thailand.
"Ne" Ucap Hanna.
"Ada acara apa kau pulang tiba-tiba?" Tanya sang leader lagi.
"Tidak ada acara, aku hanya ingin pulang saja" Ucap Hanna.
"Memang kau tidak ada jadwal?" Tanya Aeri
"Tidak ada, tiga hari kedepan aku libur" Jawab Hanna.
"Unnie! Bawa makanan Indonesia lagi ya" Ucap Aeril, saudara kembar Aeri.
Hanna yang mendengar permintaan Aeril hanya tersenyum, Ia pun mengiyakan permintaan Aeril. Mobil yang ditumpangi member Triangels berhenti tepat di depan apartemen Hanna, Hanna pun keluar dari mobil dan berpamitan kepada anggota Triangels.
"Oy, Na!" Panggil Dita.
"Kenapa, Kak?" Tanya Hanna saat mendengar Dita memanggilnya.
"Hati-hati dijalan, jangan lupa baca do'a sebelum menaiki pesawat" Ucap Dita.
"Siap, Kak. Nggak usah khawatir" Ucap Hanna lalu memasuki gedung apartemen.
Hanna sendiri seorang Idola Korea yang berdarah Indonesia, disaat dirinya pulang ke Indonesia Ia dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Ia di nikahkan oleh seorang ustadz muda yang berusia 29 tahun, di hari pernikahan mereka Hanna sama sekali tidak merasakan bahagia. Tetapi enam sahabatnya dari Indonesia selalu meledek dirinya yang menikah terlebih dahulu, kehadiran ke-enam sahabatnya di pernikahan dirinya membuat Hanna menghilangkan rasa beban itu.
"Saya tidak akan melarang kamu untuk aktif di dunia hiburan tetapi saya mohon kamu jangan menari lagi diatas panggung" ucap sang Suami Hanna saat di hari pertunangan mereka tepatnya di hari dirinya tiba di rumah.
Para tamu tidak terlalu banyak hadir di pernikahan mereka, hanya kerabat dekat Hanna dan suami Hanna. Pernikahan mereka tidak di publikasikan, agensi yang menaungi Hanna melarang Hanna untuk mempublikasikan pernikahan mereka agar karir Hanna di Korea lancar. Hal itu tidak masalah bagi suami Hanna yang terpenting bagi suami Hanna, Hanna sudah menjadi istri sah di mata agama dan negara.
Di malam hari, dimana mereka harus berbagai tempat tidur. Hanna yang melihat suaminya masuk hanya menatap datar, Ia pun kembali membersihkan wajahnya yang penuh dengan make up. Hari telah berlalu, Hanna lebih memilih stay di Indonesia setelah dirinya menikah. Ia sering bolak-balik Korea-Indonesia hanya untuk bekerja, Hanna yang dulunya seorang anggota girl grup kini harus fokus ke Solo karirnya yang akan debut pada minggu depan.
Kesibukan Hanna yang sedang menyiapkan solo karirnya membuat dirinya menjadi jarang pulang ke Indonesia, bahkan dirinya tidak mengabari suaminya selama disana. Sang suami hanya memantau kabar Hanna dari sosial medianya, sang suami Hanna keluar dari rumahnya. Disaat dirinya membuka pagar para Ibu-ibu komplek menyapa suami Hanna, suami Hanna pun menyapa balik para Ibu-ibu komplek itu lalu membeli bahan masak di tukang sayur.
"Ustadz Bian, dimana istri ustadz? Kami kok tidak pernah melihat suami ustadz selama satu bulan ini?" Tanya salah satu Ibu komplek.
"Oh, istri saya? Dia sedang bekerja di Korea, Bu" ucap ustadz Abian yang biasa di panggil ustadz Bian.
"Ibu Raya ini bagaimana si, istri ustadz Bian 'kan artis Korea jadi Dia lebih sibuk dengan pekerjaannya di Korea dari pada mengurus suaminya" ucap salah satu Ibu komplek itu lagi.
"Ck! Kalau saya jadi orang tua ustadz Bian, saya tidak akan menikahkan anak saya yang mendapatkan wanita bekerja di Korea. Apa lagi pekerjaan dia sebagai penyanyi, masa seorang ustadz mendapatkan seorang istri yang joget-joget di panggung si dan juga saya pasti akan menyuruh anak saya untuk menceraikan-nya jika mereka menikah" ucap Ibu Raya lagi.
Ustadz Abian hanya tersenyum menanggapi perkataan Ibu Raya. "Astaghfirullah Ibu Raya istighfar, jangan terlalu julid nanti dosa istri saya pindah ke Ibu Raya loh" ucap ustadz Abian yang berhasil membuat Ibu Raya terdiam.
"Selagi perkerjaan istri saya halal, saya tidak melarang dia untuk aktif di dunia hiburan" ucap ustadz Abian lagi.
"Apa ustadz melarang istri ustadz untuk menari di atas panggung lagi?" Tanya salah satu Ibu komplek lagi.
"Tentu saja, untuk itu saya melarang Hanna untuk menari diatas panggung maka dari itu Ia keluar dari girl grupnya yang sudah membesarkan namanya" ucap ustadz Abian.
"Bukankah sama saja itu dosa menyanyi di depan publik dalam agama Islam? Ustadz sudah tahu hal itu bukan?" ucap Ibu Raya.
Lagi-lagi ustadz Abian tersenyum menanggapi perkataan Ibu Raya. "Iya saya tahu itu, diajaran Islam memang dilarang untuk menyanyi" ucap ustadz Abian.
"Lalu kenapa ustadz Abian masih mengizinkan istri ustadz untuk bernyanyi bahkan ustadz mengizinkan istri ustadz untuk bermain drama yang sudah tahu bahwa laki-laki itu bukan muhrim-nya" ucao Ibu Raya lagi.
"Ternyata Ibu nonton drama istri saya, ya. Jika sudah tahu itu, kenapa Ibu masih suka terpanah dengan laki-laki Korea dan menonton drama Korea? Bukankah itu juga termasuk zina mata?" ucap ustadz Abian yang membuat Ibu Raya terdiam kembali.
Tidak mau menambah dosa hanya melayani Ibu gosip seperti Ibu Raya ini, ustadz Abian memilih pergi dari sana. "Sebelum menilai orang lebih baik Ibu Raya mengoreksi diri Ibu Raya sendiri, saya pamit" ucapnya lalu pergi begitu saja.
Langkah ustadz Abian terhenti saat melihat Hanna yang berdiri diam, penampilan Hanna yang tidak terlalu terbuka dan memakai kacamata hitam membuat karismatik Hanna terlihat. Ibu-ibu komplek yang melihat kehadiran Hanna sontak terdiam saat mereka kembali bergosip, sedari tadi Hanna mendengar perkataan Ibu-ibu komplek itu.
"Kapan kamu sampai?" Tanya ustadz Abian kepada Hanna.
"Setengah jam yang lalu" ucap Hanna.
Mendengar perkataan Hanna membuat Ibu-ibu komplek sontak saling beradu pandang, ustadz Abian pun membantu Hanna membawa kopernya.
"Ayo masuk! Jangan di dengarkan perkataan Ibu Raya" ucap ustadz Abian.
Hanna yang memang memiliki sifat yang terlalu perasa, Ia masih memikirkan perkataan Ibu Raya tadi. Apa Hanna sudah keterlaluan? Selama kurang lebih 7 bulan ini, Hanna sama sekali tidak berkomunikasi dengan Ustadz Abian. Ia hanya menjalani tugasnya sebagai seorang istri, bahkan Ia tidak memberikan komunikasi selama satu bulan penuh di Korea.
"Apa aku sudah terlalu keterlaluan sama kamu?" Tanya Hanna saat mereka sudah memasuki rumahnya.
"Apa maksud kamu bicara seperti itu?" Tanya Abian bingung.
"Apa kamu tidak lelah dengan sifat aku yang selalu cuek sama kamu bahkan aku sama sekali tidak berkomunikasi dengan kamu selama tujuh bulan ini" ucap Hanna.
Ustadz Abian tersenyum. "Aku hanya menjalani pesan Bapak kamu, apa pun yang terjadi dalam rumah tangga. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu termasuk kamu yang selalu cuek terhadap ku, kita masih pengantin baru hal itu wajar jika terjadi tetapi aku akan tetap berada disisi kamu" ucap Abian menatap dalam mata Hanna.
"Aku ingin tahu alasan kamu menerima perjodohan ini?" Ucap Hanna.
"Duduklah! Aku ambilkan minum untuk mu terlebih dahulu" ucap ustadz Abian sembari membawa tubuh Hanna ke ruang tengah.
Abian pun mengambil minum air putih dingin di dapur, tak lama kemudian Abian menghampiri Hanna yang masih menunggu kehadiran Abian. Abian pun memberikan air putih dingin tersebut, Hanna mengambil segelas air putih ditangan Abian.
"Kamu ingin tahu kenapa aku menerima perjodohan ini?" Tanya Abian setelah melihat Hanna menghabiskan minumnya lalu Hanna mengangguk.
"Karena Allah mengirim aku untuk membawa kamu ke jalan yang benar, Allah ingin kamu hijrah dan menjauhkan dunia kamu yang sekarang kamu jalani ini. Kenapa aku bisa tahu? Karena Allah mengirim pesannya melalui mimpi, awalnya aku bingung harus menerima perjodohan ini atau tidak tetapi Allah mengirim pesan melalui mimpi setelah aku berdoa di sepertiga malam dan beliau berkata bahwa Terima lah perjodohan ini dan bawa calon istri kamu ke jalan yang benar" ucap Abian yang membuat Hanna terharu.
Seketika air mata Hanna terjatuh, Ia pun langsung mengalihkan pandangannya. Ini pertama kalinya dirinya menangis di depan Abian, Abian meraih kedua pundak Hanna dan membalikan tubuh Hanna menatap kearahnya. Hanna menyembunyikan wajah sedihnya, Abian pun meraih dagu Hanna dan mengusap wajah Hanna yang basah akibat air mata yang jatuh di pipinya.
"Aku tahu kamu akan debut untuk solo karir kamu minggu depan, aku tidak akan memaksa kamu untuk segera hijrah. Seiring berjalannya waktu, kamu pasti akan bisa hijrah" ucap Abian lalu tersenyum.
Hanna masih menatap dalam mata Abian, lalu Ia memeluk tubuh Abian. Mendapatkan pelukan secara mendadak, Abian pun membalas pelukan Hanna.
"Aku akan berusaha untuk menjauhi dunia ini" ucap Hanna.
****
Hallo bagaimana cerpen pertama ku? Btw ini cerita pertama aku tentang religi, jika ada kesalahan tolong di beritahu ya🙏 jika kalian suka dengan cerpen ini, aku akan membuatnya menjadi novel.. Tolong dukungannya, ya^-^
My IG: VolusHan_