Aishiteru adalah novel Miku dan dibawah ini adalah cerita lucu yang Miku buat, menggunakan tokoh-tokoh dalam novel. Kalau berkenan, mampir ya! Lah, malah promo awokawok🗿👌
---
"Salah Sangka" (Ai dan Rey)
Pelajaran olahraga baru saja berakhir. Ai sedang meminum minuman pemulih ion di kelas. Tak lama setelah itu, Rey datang dan langsung duduk di depan Ai.
"Ai, ada yang ingin kubicarakan kepadamu," ujar Rey seraya menatap Ai lekat.
Sesaat setelah mendengar ucapan Rey tadi, Ai pun berhenti minum sejenak. "Apa yang ingin kau katakan, Rey?" tanya Ai dengan tangan kanan yang masih memegang minuman.
"Kita kan sudah menjadi sahabat sejak lama. Banyak hal-hal menyenangkan dan menarik yang pernah kita lakukan. Jadi ... aku–" Ketika ingin menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba, Ai berdiri dan memotong pembicaraan Rey, "Re-Rey ... bukannya aku tidak mau, ta-tapi ... hanya saja, aku malu ...."
Rey mengernyitkan keningnya. "He? A-apa maksudmu, Ai?" tanyanya bingung.
Ai pun terdiam seketika. "Bu-bukankah, kamu ingin ... tidak tidak. Lalu, apa yang ingin kau katakan?" Ai berbalik tanya.
"Aku ingin meminjam tugas matematikamu kemarin, boleh tidak?" Ternyata, Rey ingin meminjam tugas matematika Ai.
"...."
"A-ah ... ba-baiklah. Besok aku akan membawakannya," ucap Ai sambil menunjukan senyuman terpaksa.
---
"Minuman" (Rin & Ryuji)
Setelah kegiatan klub selesai, Ryuji dan Rin berjalan bersama untuk pulang ke rumah. Karena, rumah mereka lumayan dekat.
"Aarghh hari ini panas sekali!" keluh Ryuji sambil mengusap keringat yang masih terus bercucuran.
Melihat temannya kesusahan seperti itu, tentu saja Rin tak akan tinggal diam. "Ryu, ini minum ...!" Seraya menyerahkan sebotol minuman, Rin tersenyum ramah.
Tentu hal itu membuat Ryuji tersipu malu. Tanpa sadar, pipinya memerah. "Te-terima kasih." Ryuji mengambil botol minum yang dipegang oleh Rin tadi.
Ryuji bergegas meneguk air pemberian Rin agar bisa menghilangkan dahaganya. "Haaah ...." Ryuji tampak lega. Namun, pada saat yang bersamaan, raut wajahnya berubah. Dia menyipitkan mata dan menjulurkan lidah.
"I-ini air apa, Rin? Kenapa terasa aneh begini? Weekk ...." Ryuji nyaris muntah karena rasa minuman yang aneh itu.
"Entah, aku menemukan botol itu di dekat kamar mandi sekolah tadi. Awalnya aku pikir ingin kubuat tempat makanan ikan, tapi melihatmu kehausan, ya, akhirnya, aku berikan kepadamu saja," jelas Rin menerangkan semuanya.
"...." Ryuji membungkam sesaat.
---
"Foto Bersama" (Ai & Rin)
Sesaat setelah kegiatan klub melukis berakhir, Ai dan Rin berjalan menuju klub musik. Mereka ingin menemui Rey dan Ryuji. Namun, tiba-tiba, Rin berhenti melangkahkan kaki. Ai pun ikut berhenti.
"Kenapa, Rin?" tanya Ai bingung.
"Eh ... tidak apa-apa. Eem ... ah, sebentar!" Rin berlari menghampiri Ai. "Bagaimana kalau kita foto bersama, Ai? Kita kan sudah lama jadi sahabat, tapi, kita belum pernah foto bersama," ucap Rin.
"Boleh." Ai dengan senang hati menyanggupi ajakan sahabat dekatnya ini.
"Baiklah. Tapi ... tidak enak jika kita selfie. Umm ...." Rin menatap sekeliling. "Ah, PAK!" teriak Rin memanggil seorang pria paruh baya berkacamata. Gadis bermarga Nakamura itu berlari mendekati guru pria yang dilihatnya.
"Pak pak ...!" tegur Rin.
"Iya iya ...?" tanggapnya.
"Pak, minta tolong foto kami berdua! Bisa tidak?" tanya Rin halus.
"Kamu sedang menyuruh saya? Kamu–" Guru pria itu hendak menegur Rin, akan tetapi, Rin menyahut, "Ayolah, Pak!" Rin memohon dengan wajah imut layaknya kucing.
"Hee ... hah ... baiklah." Tak ada pilihan lain baginya.
"Yeaay ... ayo, Ai!" panggil Rin.
Mereka berdua mendekat.
"Satu ... dua ... tiga ...!"
Cekrek!
Sebuah tangkapan gambar Ai dan Rin menjadi sebuah kenangan baru.
---
"Cosplay" (Rey & Ryuji)
Setelah seluruh kegiatan sekolah yang melelahkan itu berakhir. Rey dan Ryuji memutuskan untuk tidak pulang dulu. Karena mereka memiliki sebuah urusan pribadi yang amat sangat penting.
"Haah ... kegiatan klub hari ini sangat melelahkan," keluh Ryuji sambil menali sepatunya.
"Ya, kau benar. Tapi, semua rasa lelah itu akan terbayarkan saat bertemu dengan para cosplayer tokoh anime. Aaah ... aku tidak sabar bertemu dengan cosplayer Asuna, my waifu ...," ucap Rey antusias.
Ryuji mendongak. "Kalau aku sih, tidak sabar bertemu dengan cosplayer Mikasa, Rem, dan Nezuko-chaaaan," ungkap Ryuji manja.
Pada saat itu juga, mereka melihat seseorang dengan model baju bergaya Levi Ackerman dan beberapa tokoh anime terkenal, sedang berjalan.
"Broh, ayo cepat! Pesta cosplay animenya sudah dimulai!" ajak Rey terburu-buru sambil menarik tangan Ryuji.
"Eeeh ...." Ryuji yang tak bersalah pun harus menerima nasib sial. "Iya bentar, oy! Ini tali sepatuku belum benar!" gerutu Ryuji kesal.
Namun, Rey tak mendengarkan suara hati Ryuji. Dia masih berlari dengan tangan menarik sahabatnya. "Asuna, I'm coming!" teriak Rey gembira.
---Bonus---
"Kawaii" (Miku & Hikari)
Ai baru sampai di rumah Rey. Dia diundang makan malam oleh pac–sahabatnya itu. Namun, kali ini, dia membawa sang adik, Miku. Ai sengaja ingin memperkenalkan Miku kepada Hikari–adik Rey. Ketika hendak membunyikan bel, tiba-tiba, pintu terbuka. Yah, dia tak lain dan tak bukan adalah Rey.
"Eh, ternyata kau, Ai ...." Dengan penampilan setelan baju rapi, Rey menyambut kedatangan Ai. "ONII,-CHAAN ...! Eeeh ... siapa mereka?" Seorang anak berusia kira-kira 5 tahun ini memeluk Rey.
"Hm? Ah, mereka adalah teman kakak. Dia adalah Kak Ai dan dia adalah Miku." Rey memperkenalkan Ai dan Miku kepada adiknya. "Ai, Miku, dia adalah Hikari, adikku." Kini, Rey memperkenalkan Hikari kepada Ai dan Miku.
"Konbawa, Hikari onee!" sapa Miku seraya melambai-lambaikan jari-jari mungilnya.
Setelah melihat Miku, mendadak Hikari ternganga. "Aaarghh kawaii na!" Hikari memuji keimutan Miku.
"Hihihi ...." Miku tertawa kecil.
"Aargghh Miku, kawaii!" Hikari berjalan dan memeluk adik dari Ai itu. "Kawaii naa!" Kalimat itu terucap berulang kali dari mulut Hikari. Dia tidak tahan melihat betapa imutnya Miku. Miku Mizhunashi maksudnya, bukan Miku aku.
---Tamat---
Ini hanya cerpen Gaje manteman. Jadi, kalau tertarik, mampir ya. Sekian dan terimakasih🗿👌